Do'a Iftitah

Dari Abu Hurairah radiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda ketika ditanya tentang bacaan apa yang diucapkannya di antara takbir dan al-fatihah, beliau menjawab, "Aku membaca... 


Ya Allah, jauhkan aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikan aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana pakaian dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air dan embun". (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Nasai)

Do'a yang begitu indah..! 
Do'a seorang hamba -yang tak luput dari dosa dan kesalahan- kepada Zat yang telah menciptakannya... di setiap awal shalat...

Real Refreshment...


Sekarang, Juragan Alfa dan Indo Buka 24 Jam Non Stop!

"Yang kaya 'semakin kaya'... yang miskin tetap (semakin) miskin!"

"NOW OPEN 24 HOURS!" Indomaret vs Alfamart, perang para kapitalis (pemilik modal/orang kaya)

Kurang Terus!?... "Rugi" Terus..!?

Barang siapa dunia itu sebagai tujuannya maka Allah akan cerai beraikan urusannya, Allah akan jadi kefakiran ada di depan kedua matanya. Dan dunia itu tidak datang kepadanya melainkan apa yang telah Allah tuliskan kepadanya. Dan barang siapa yang tujuannya itu akherat, maka Allah satukan urusannya, Allah akan cukupkan dalam hatinya, dan dunia itu akan datang padanya meskipun dia tidak mengharapkan” (HR Ahmad)

Ibnul Qoyyim: "Cinta kepada dunia tidak lepas dari 3 hal yaitu kesedihan yang terus-menerus, kelelahan yang terus-menerus, dan kerugian yang tidak ada habisnya".

Baca lanjut..!
---oOo---


(Illustrasi Kiri:) "Dulu..." dengan memiliki Toko Kelontongan (dengan izin Allah ta'ala) bisa mengantarkan pemiliknya untuk menunaikan Ibadah Haji. (Illustrasi Kanan:) "Kami tidak jadi membuka Kios Mini ini karena keduluan sama juragan Alfa & Indo yang sekarang buka 24 jam NonStop!"

"Gaan..!"
1%...
Dalam sistem Ekonomi Liberal Kapitalis, kegiatan ekonomi diatur oleh para pelaku pasar /kapitalis /pemilik modal, sedangkan intervensi /fungsi pemerintah sangatlah minimal. Baca lanjut..!

Mang Nasib: "Saya mah orang kecil... yaah mau gimana lagi... pengennya sih pamarentah ikut ngatur masalah ini... bagi-bagi rizki gitu!"

Fungsi Negara Tidak Maksimal Bahkan Mati Akibat Demokrasi! 







"Bisnis" di mana-mana...
  • Pemerintah tidak mampu mengurus & mengatur negara serta "menjamin kesejahteraan" rakyatnya? 
  • Pemerintah turut "berbisnis" dengan rakyatnya? Sehingga istilah "subsidi" menjadi hal yang haram dan tabu bagi pemerintah!
Dari pantai sampai puncak gunung...
Pemandangan alam yang semestinya bisa disaksikan dengan leluasa jadi terhalang oleh para "pebisnis"

 

Dari perumahan, gang, jalan kecil sampai jalan raya...

 
 
 

Bahkan trotoar yang tadinya diperuntukkan untuk pejalan kaki...


Bingung... ini jalan, terminal atau pasar?




Manusia yang paling dicintai Allah ialah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Dan perbuatan yang paling disukai di sisi Allah ialah mendatangkan kebahagiaan kepada sesama muslim atau menghilangkan darinya suatu kesulitan atau melunasi hutangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Dan aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi suatu kebutuhannya lebih kusukai daripada aku i’tikaf selama sebulan di masjid ini, yakni masjid di Madinah, dan barangsiapa menahan amarahnya maka Allah akan tutup auratnya. Barangsiapa menahan amarahnya padahal jika ia mau ia sanggup menyalurkannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan ketenteraman pada hari Kiamat. Dan barangsiapa berjalan bersama saudaranya dalam rangka memenuhi kebutuhannya sehingga terpenuhi, maka Allah akan mantapkan kakinya di atas shiroth pada hari dimana kaki-kaki terpeleset.” (HR Thabrani)


TAHNIK...

Imam Bukhari dalam Shahih-nya men-takhrij hadits dari Asma’ binti Abi Bakr

Dari Asma’ binti Abu Bakr bahwa dirinya ketika sedang mengandung Abdullah ibn Zubair di Mekah mengatakan, “Saya keluar dan aku sempurna hamilku 9 bulan, lalu aku datang ke madinah, aku turun di Quba’ dan aku melahirkan di sana, lalu aku pun mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, maka beliau Shalallaahu alaihi wasalam menaruh Abdullah ibn Zubair di dalam kamarnya, lalu Beliau Shalallaahu alaihi wasalam meminta kurma lalu mengunyahnya, kemudian beliau Shalallaahu alaihi wasalam memasukkan kurma yang sudah lumat itu ke dalam mulut Abdullah ibn Zubair. Dan itu adalah makanan yang pertama kali masuk ke mulutnya melalui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, kemudian Beliau men-tahnik-nya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam pun mendo’akannya dan mendoakan keberkahan kepadanya.

Dalam shahihain -Shahih Bukhari dan Muslim- dari Abu Musa Al-Asy’ariy, “Anakku lahir, lalu aku membawa dan mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, lalu Beliau Shalallaahu alaihi wasalam memberinya nama Ibrahim dan kemudian men-tahnik-nya dengan kurma.” dalam riwayat Imam Bukhari ada tambahan: “maka Beliau Shalallaahu alaihi wasalam mendoakan kebaikan dan memdoakan keberkahan baginya, lalu menyerahkan kembali kepadaku.”
Dr. Faruq Masahil dalam tulisannya yang dimuat majalah Al Ummah, Qatar, edisi 50, menyebutkan: “TAHNIK dengan ukuran apapun merupakan mu’jizat Nabi dalam bidang kedokteran selama empat belas abad, agar umat manusia mengenal tujuan dan hikmah di baliknya.”
Menurut Dr. Muhammad ‘Ali Al-Bari dalam Majalah Al-I’jaaz Al-Ilmiy No. 04, kandungan zat gula “glukosa” dalam darah bayi yang baru lahir sangat kecil. Semakin kecil bayi /premature, makin kecil pula kandungan zat gula dalam darahnya. Rendahnya kadar gula pada bayi berakibat bayi menolak untuk menyusu, otot-otot bayi melemas, berhenti secara terus-menerus aktivitas pernafasan dan kulit bayi menjadi kebiruan, kontraksi atau kejang-kejang yang akhirnya bisa menimbulkan kematian bayi.
Ibu saya pernah mengatakan bahwa bayi dilahirkan dalam keadaan kekurangan glukosa. Bahkan apabila tubuhnya menguning, maka bayi tersebut dipastikan membutuhkan glukosa dalam keadaan yang cukup untuknya. Bobot bayi saat lahir juga mempengaruhi kandungan glukosa dalam tubuhnya.

Pada kasus bayi prematur yang beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, dimana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/100 ml darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 ml.

Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 ml darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah.

Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit, seperti bayi menolak untuk menyusui, otot-otot bayi melemas, aktivitas pernafasan terganggu dan kulit bayi menjadi kebiruan, kontraksi atau kejang-kejang.

Terkadang bisa juga menyebabkan sejumlah penyakit yang berbahaya dan lama, seperti insomnia, lemah otak, gangguan syaraf, gangguan pendengaran, penglihatan, atau keduanya.

Apabila hal-hal di atas tidak segera ditanggulangi atau diobati maka bisa menyebabkan kematian. Padahal obat untuk itu adalah sangat mudah, yaitu memberikan zat gula yang berbentuk glukosa melalui infus, baik lewat mulut, maupun pembuluh darah.

Mayoritas atau bahkan semua bayi membutuhkan zat gula dalam bentuk glukosa seketika (instant) setelah lahir, maka memberikan kurma yang sudah dilumat bisa menjauhkan sang bayi dari kekurangan kadar gula yang berlipat-lipat.

Disunnahkannya tahnik kepada bayi adalah obat sekaligus tindakan preventif yang memiliki fungsi penting, dan ini adalah mukjizat kenabian Muhammad SAW secara medis dimana sejarah kemanusiaan tidak pernah mengetahui hal itu sebelumnya, bahkan kini manusia tahu bahayanya kekurangan kadar glukosa dalam darah bayi.

Tahnik sebaiknya dilakukan oleh orang-orang yang beriman kepada Allah, atau dapat pula dilakukan ayah atau ibu sang bayi.


ASI EKSLUSIF!

Perintah bagi para ibu untuk menyusui anaknya dan dibolehkan mencari Ibu Susuan untuk memberikan ASI kepada bayi...

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q2.233)

Life starts here?
Di sini tidak disebut ataupun disindir sama sekali tentang susu-susu lain selain ASI jika ibu bayi tersebut tidak bisa menyusuinya, akan tetapi yang disebutkan adalah ASI dari Ibu Susuan sebagai pengganti ASI ibu bayi tersebut. Ini menandakan ASI adalah makanan terbaik bagi bayi, tidak ada yang lain!

Pemberian ASI secara sempurna sampai disapih merupakan jasa kedua orang tua...

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (Q46.15)


IMUNISASI /VAKSINASI?

Klik di image untuk memperbesar!

Makhluk Mulia vs Binatang

Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Manusia merupakan khalifah di bumi, sehingga merupakan ashraful makhluqaat (makhluk termulia). Mengingat keunggulan fisik, kecerdasan, dan jiwa secara hakiki, manusia mengungguli semua ciptaan Allah yang ada. Manusia merupakan makhluk unik dan spesial yang dilengkapi dengan sistem kekebalan alami yang berpotensi melawan semua mikroba, virus, serta bakteri asing dan berbahaya.

Jika manusia menjalani hidupnya sesuai petunjuk syariat yang berupa perintah dan larangan, kesehatannya akan tetap terjaga dari serangan virus, bakteri, dan kuman penyakit lainnya. Sedangkan orang-orang kafir, mengangap adanya kekurangan dalam diri manusia (makhluq) sebagai ciptaan Allah (khaliq), sehingga berusaha sekuat tenaga memperkuat sistem pertahanan tubuh melalui imunisasai yang kadang mengandung najis dan penuh dengan bahaya.

Manusia merupakan makhluk yang punya banyak kelebihan. Terdapat perbedaan yang mencolok antara manusia dengan binatang tingkat rendah. Apa yang dapat diterapkan padanya tidak cocok bagi binatang, demikian juga sebaliknya. Namun, orang-orang atheis menyamakan binatang dengan manusia, sebab mereka menganut teori evolusi manusia berasal dari kera yang sangat “menggelikan”. Oleh karena itu, mereka percaya bahwa apa yang dimiliki binatang dapat secara aman dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Jadi, sel-sel binatang, virus, bakteri, darah, dan nanah disuntikkan ke dalam tubuh manusia. Logika syetan ini adalah menjijikkan dan dilarang dalam Islam.

Imunisasi digembar-gemborkan sebagai suatu bentuk keajaiban pencegahan penyakit, padahal faktanya cara itu tidak lebih hanya sebagai proyek penghasil uang bagi para dokter dan perusahaan farmasi. Dalam kenyataannya, imunisasi lebih banyak menyebabkan bahaya daripada kesehatan. Bahkan, mengacaukan proses-proses alami yang ada dalam ciptaan-Nya. Nah, dengan paparan singkat ini, orang tua mana yang merasa tidak takut untuk memberikan imunisasi pada anaknya? (dsw)

Baca juga:



[dari berbagai sumber... jazakumullahu khairan katsira!]


Tau Nggak Sih?


TAHU NGGAK SIH..?
  • Universitas Al-Qawariyyin (Maroko) adalah Universitas pertama yang ada di dunia yang didirikan pada tahun 859M disusul Universitas Al-Azhar (Mesir) pada tahun 975M.
  • Ibnu Firnas (810-887M) telah melakukan uji coba terbang 1000 tahun sebelum Wright Bersaudara.
  • Muhammad bin Musa al-Khawarizmi (780-850M) adalah "penemu" angka nol (0) atau bisa dikatakan orang pertama yang mengangkat/melibatkan angka nol (0) ke dalam ranah Ilmu Pengetahuan (Matematika). ...bayangkan dunia tanpa NOL apalagi dunia Digital yang hanya mengenal status logika 0 dan 1.
  • Rumus-rumus Al-Jabar dan Algoritma yang juga ditemukan oleh Al Khawarizmi banyak mengilhami para ilmuwan setelahnya.
  • Abu Musa Jabir bin Hayyan (Geber) (722-804) adalah Bapak Kimia Modern. Bapak Kimia Arab ini dikenal karena karya-karyanya yang sangat berpengaruh pada ilmu kimia dan metalurgi. 
  • Abu al-Qasim al-Zahrawi (Abulcasis) (936–1013M) adalah pelopor bedah syaraf (pioneer of neurosurgery).
  • Al-Biruni (973-1048) telah berhasil membuktikan bahwa bumi berputar pada porosnya setiap hari dan mengelilingi matahari setahun sekali. Selain itu al-Buruni mampu menghitung keliling Bumi dan kemiringannya 600 tahun sebelum Galileo. Penemuan lain memberikan penjelasan ilmiah untuk perubahan pasang surut, ekuinoks, musim, mengapa langit berwarna biru dan mengapa pelangi terjadi.
  • Ibnu Sina (Avicenna) (980-1037M) adalah Bapak Kedokteran Modern.
  • Al-Jazari (1136–1206) adalah Bapak Robotik.
  • Camera (qamara: ruang khusus yang gelap) Obscura ditemukan oleh Abu Ali Muhammad al-Hassan ibnu al-Haytham (Alhazen) (965-1040M). Ibnu al-Haytham mendapat gelar Bapak Optikal (father of optics) sekaligus sebagai pelopor metode ilmiah dan fisika eksperimental, yang dianggap sebagai "ilmuwan pertama".
  • Zayn al-Din 'Ali bin Ahmad al-Amidi (-1312) adalah seorang sarjana Arab yang buta, terkenal karena telah menciptakan sistem pembacaan untuk dirinya yang buta 600 tahun sebelum Braille
  • Piri Reis (Hajji Ahmed Muhiddin Piri, 1467-1553M) seorang ahli pemetaan (cartographer) yang telah memetakan sebagian dari bumi ini yang terkenal dengan Piri Reis Map. Dia adalah seorang Admiral dan Penjelajah Lautan (yang bukan untuk menjajah!)
  • Penduduk asli Amerika (Indian) sudah banyak yang memeluk Islam sebelum kedatangan Colombus (orang pertama yang menemukan benua Amerika, menurut "sejarah" versi "?").
  • Kincir Angin (windmill) berasal dari Persia. Pada abad ke-7 orang persia memamfa'atkan tenaga angin untuk menggerakkan pompa untuk penyiraman tanaman.
  • Permainan Catur dibawa oleh muslim ke Spanyol pada abad ke-8 dan menyebar ke Eropa Barat. 
  • Operasi Katarak pertama kali dilakukan di Iraq pada awal abad ke-10.
  • Notasi musik do-re-mi-fa-so-la-si berasal dari suku kata bahasa Arab dal-ra-mim-fa-sad-lam-sin.
  • Alat-alat musik orkestra banyak berasal dari Timur Tengah.
  • Syariat untuk thaharah (bersuci) dan memakai wewangian sebelum melaksanakan shalat mengilhami pembuatan sabun dan minyak wangi.
  • Bersiwak, menggosok gigi dengan kayu siwak adalah sejarah awal menggosok gigi untuk kebersihan dan kesehatan.
  • ...
  • Must Read: 15 Ilmuwan & Penemu Muslim Terbesar dalam Sejarah | Discover Muslim Heritage | Pusaka Peradaban Islam | How Islamic Inventors Changed the World
Muslim scientists have played a significant role in the history of science. There have been hundreds of notable Muslim scientists who have made contributions to civilization and to society by furthering the development of science in the High Middle Ages.

---oOo---


►Our Turn (Islam) was Inspired by Qur'an
Q10.101. Katakanlah: "Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman."

Q55.33. Hai jama'ah Jin dan Manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan!

Dan banyak ayat-ayat lain dalam Al Quran yang menyuruh manusia untuk menggunakan akal & fikiran dan ditegaskan dengan pengulangan kalimat-kalimat:

Afalaa tadzakkaruun..?!
Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?!
Afalaa ta'qiluun..?!
Apakah kamu tidak memikirkannya?!
Afalaa tatafakkaruun..?!
Apakah kamu tidak mentafakurinya?!

Their Turn is Inspired by Islam and "?"◄ 

Iblis (Syetan) is ON
Q43.36-37. Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.

Orientasi dan Tujuan Hidup Mereka (Orang-orang Kafir) Hanyalah "Dunia"
Q87.16-17. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi...

Dan perhatikan suatu ketetapan Allah (sunnatullah) berikut...
Q11.15-16. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia & perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna & mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka & lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia & sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.

Zhan (Dugaan)
Q45.24. Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.

Now!
...syetan-syetan (dari jenis jin & manusia) telah memalingkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) hanya untuk kepentingan "dunia" dan bahkan sebagian mereka telah menjadikannya thaghut (sesembahan selain Allah ta'ala) serta menuhankan akal, logika dst!



Bangsa-bangsa yang telah musnah & binasa!
Karena Allah ta'ala adalah Sang Pencipta & Pemilik kehidupan ini
Sesungguhnya Allah akan meninggikan (derajat) suatu kaum dengan Al-Qur'an ini, dan dengannya pula Dia akan merendahkan (derajat) kaum yang lain. (HR Muslim)

"Hampir tiba suatu masa dimana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang kelaparan mengerumuni hidangan mereka." Maka salah seorang sahabat bertanya, "Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada masa itu?" Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menjawab, "Bahkan, pada masa itu jumlah kamu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih (sampah) di lautan, dan Allah akan mencabut 'rasa gentar' terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit al-wahnu." Seorang sahabat bertanya, "Apakah itu al-wahnu itu, ya Rasulullah?" Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menjawab, "Cinta dunia dan takut mati"." (HR Abu Dawud & Ahmad)
The Turns (Akhir Zaman)
Masa kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, lalu Allah mengangkatnya, setelah itu datang masa kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian, selama beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, lalu Allah mengangkatnya, setelah itu datang masa raja-raja yang menggigit selama beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, lalu Allah mengangkatnya, setelah itu datang masa raja-raja yang memaksakan kehendak dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, setelah itu akan terulang kembali kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian. Kemudian beliau terdiam... (HR Ahmad)

►Baca Juga:


Shirathalmustaqiim...

Akhir Zaman... Keselamatan HANYA melalui pintu kerasulan Muhammad shallallahu'alaihi wasallam
...Q3.19,  Q3.85 dan Q2.132!

Nabi Muhammad adalah Nabi akhir zaman dan Nabi Penutup dari para Nabi dan Rasul...
  • Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q33.40)
  • Dari Abu Dzar Al-Ghifari, ia bertanya pada Rasulullah, “Ya Rasulullah, berapa jumlah rasul?”, Nabi shallallahu’alaihiwasallam menjawab, “Tiga ratus belasan orang.” (HR Ahmad dishahihkan Syaikh Albani). Dalam riwayat Abu Umamah, Abu Dzar bertanya, “Wahai Rasulullah, berapa tepatnya para nabi?”, Nabi shallallahu’alaihiwasallam menjawab, “124.000 dan Rasul itu 315 orang.”

Jalan yang Lurus...

QS Yaasiin 60-62... "Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu, hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu", dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah JALAN yang LURUS. Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu, maka apakah kamu tidak memikirkan?

QS Al A'raaf ...16-17...
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari JALAN Engkau yang LURUS, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)"

QS Ali 'Imran 67... Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang LURUS lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

QS Ali 'Imran 95... Katakanlah: "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah." Maka ikutilah agama Ibrahim yang LURUS, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.

QS Maryam 36... Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah JALAN yang LURUS.
24. An Nuur 46... Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada JALAN yang LURUS.

Inilah Fitrah...
QS Ar Ruum 30... "Maka hadapkanlah wajahmu dengan LURUS kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama (tauhid) yang LURUS; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui..."

Bacalah...!!!

Syari'at..?
QS Al Hajj 67... Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari'at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari'at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada JALAN yang LURUS.
QS Al Hujuraat 13... Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling TAQWA di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
>>>Ta'atlah! Bertaqwalah! jangan enggan apalagi sampai memperoloknya!


Ini bukan syari'at-Nya...
Perayaan (ritual) asyura, mengagungkan kuburan; beribadah di kuburan; berdo'a kepada penghuni kubur; menyembah kuburan yang bisa menyeret pelakunya menjadi musyrik; dst!


Dari setetes/setitik air mani yang terpilih?
QS Al Qiyaamah 36-37... "Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?" Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), ..."
QS Yaasiin 77... "Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!"
QS Al Insaan (Manusia) 1-3... Bismillahirrahmanirrahiim "Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?" Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak MENGUJINYA (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya JALAN yang LURUS; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir...
Click to ENLARGE!
Link terkait:


Adab dalam Menghadap..?

[ilustrasi] Menghadap Allah vs Menghadap Presiden

Hai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah (rapih) di setiap (memasuki) masjid!
(QS Al A’raf 31)

Adab Shalat Berjamaah di Masjid


Ma'afkanlah..!

Al Islam adalah Kesempurnaan
Adapun seorang Muslim adalah Manusia...
yang tidak luput dari Kesalahan & Dosa!

Maka ma'afkanlah..!

Karena Allah ta'ala Zat Yang Maha Sempurna adalah...
Zat Yang Maha Pema'af dan juga
Zat Yang Maha Pengampun dosa... 

(kangarul)

  • "Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat" (HR At-Tirmidzi)
  • "Seandainya hamba-hamba Allah tidak ada yang berbuat dosa, tentulah Allah akan menciptakan makhluk lain yang berbuat dosa kemudian mengampuni mereka" (HR Al Hakim)


15 Ilmuwan & Penemu Muslim Terbesar dalam Sejarah

(INSPIRED BY ISLAM...)

Para ilmuwan dan penemu Muslim (Arab, Persia dan Turki) telah berhasil membuat beberapa penemuan yang luar biasa ratusan tahun lebih dulu dibanding rekan-rekan mereka di Eropa. Mereka menarik pengaruh dari filsafat Aristoteles dan Neo-Platonis, termasuk Euclid, Archimedes, Ptolemy dan lain-lain. Kaum muslimin pada saat itu telah berhasil membuat berbagai penemuan di bidang kedokteran, bedah, matematika, fisika, kimia, filsafat, astrologi, geometri dan bidang lainnya.yang tak terhitung jumlahnya dan menuliskan karya-karyanya dalam berbagai buku.

Berikut beberapa ilmuwan dan penemu muslim dengan penemuan luar biasa mereka.

1. AL-FARABI


Abū Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Fārābi (872-950) disingkat Al-Farabi adalah ilmuwan dan filsuf Islam yang berasal dari Farab, Kazakhstan.

Ia juga dikenal dengan nama lain Abū Nasir al-Fārābi (dalam beberapa sumber ia dikenal sebagai Abu Nasr Muhammad Ibn Muhammad Ibn Tarkhan Ibn Uzalah Al- Farabi, juga dikenal di dunia barat sebagai Alpharabius, Al-Farabi, Farabi, dan Abunasir).

Al Farabi dianggap sebagai salah satu pemikir terkemuka dari era abad pertengahan.

Selama hidupnya al Farabi banyak berkarya. Jika ditinjau dari Ilmu Pengetahuan, karya-karya al- Farabi dapat ditinjau menjdi 6 bagian:
  1. Logika
  2. Ilmu-ilmu Matematika
  3. Ilmu Alam
  4. Teologi
  5. Ilmu Politik dan kenegaraan
  6. Bunga rampai (Kutub Munawwa’ah).
Karyanya yang paling terkenal adalah Al-Madinah Al-Fadhilah (Kota atau Negara Utama) yang membahas tetang pencapaian kebahagian melalui kehidupan politik dan hubungan antara rejim yang paling baik menurut pemahaman Plato dengan hukum Ilahiah Islam.

http://en.wikipedia.org/wiki/Al-Farabi

 
2. AL-BATANI


Al Battani (sekitar 858-929) juga dikenal sebagai Albatenius adalah seorang ahli astronomi dan matematikawan dari Arab. Al Battani nama lengkap: Abū Abdullāh Muhammad ibn Jābir ibn Sinān ar-Raqqī al-Harrani as-Sabi al-Battānī), lahir di Harran dekat Urfa.

Salah satu pencapaiannya yang terkenal dalam astronomi adalah tentang penentuan Tahun Matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik.

Al Battani juga menemukan sejumlah persamaan trigonometri:
Ia juga memecahkan persamaan sin x = a cos x dan menemukan rumus:
dan menggunakan gagasan al-Marwazi tentang tangen dalam mengembangkan persamaan-persamaan untuk menghitung tangen, cotangen dan menyusun tabel perhitungan tangen.

Al Battani bekerja di Suriah, tepatnya di ar-Raqqah dan di Damaskus, yang juga merupakan tempat wafatnya.

http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Battani

 
3. IBNU SINA

Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang sudah menjadi bagian Uzbekistan). Ia juga seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, beliau adalah Bapak Pengobatan Modern dan masih banyak lagi sebutan baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal Qanun fi Thib  merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.

Ibnu Sina bernama lengkap Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā lahir pada 980 di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan (kemudian Persia), dan meninggal pada bulan Juni 1037 di Hamadan, Persia (Iran).

Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar, banyak di antaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai Bapak Kedokteran Modern, George Sarton menyebut Ibnu Sina sebagai "Ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu". Karyanya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).

Karya
  1. Qanun fi Thib (Canon of Medicine/Aturan Pengobatan)
  2. Asy Syifa (terdiri dari 18 jilid berisi tentang berbagai macam ilmu pengetahuan)
  3. An Najat
http://en.wikipedia.org/wiki/Avicenna

 
4. IBNU BATUTAH

Abu Abdullah Muhammad bin Battutah atau juga dieja Ibnu Batutah adalah seorang pengembara (penjelajah) Berber Maroko.

Atas dorongan Sultan Maroko, Ibnu Batutah mendiktekan beberapa perjalanan pentingnya kepada seorang sarjana bernama Ibnu Juzay, yang ditemuinya ketika sedang berada di Iberia. Meskipun mengandung beberapa kisah fiksi, Rihlah merupakan catatan perjalanan dunia terlengkap yang berasal dari abad ke-14.

Lahir di Tangier, Maroko antara tahun 1304 dan 1307, pada usia sekitar dua puluh tahun Ibnu Batutah berangkat haji - ziarah ke Mekah. Setelah selesai, dia melanjutkan perjalanannya hingga melintasi 120.000 kilometer sepanjang dunia Muslim (sekitar 44 negara modern).

http://en.wikipedia.org/wiki/Ibn_Battuta

 
5. IBNU RUSYD

Ibnu Rusyd (Ibnu Rushdi, Ibnu Rusyid, lahir tahun 1126 di Marrakesh Maroko, wafat tanggal 10 Desember 1198) juga dikenal sebagai Averroes, adalah seorang filsuf dari Spanyol (Andalusia).

Ikhtisar

Abu Walid Muhammad bin Rusyd lahir di Kordoba (Spanyol) pada tahun 520 Hijriah (1128 Masehi). Ayah dan kakek Ibnu Rusyd adalah hakim-hakim terkenal pada masanya. Ibnu Rusyd kecil sendiri adalah seorang anak yang mempunyai banyak minat dan talenta. Dia mendalami banyak ilmu, seperti kedokteran, hukum, matematika, dan filsafat. Ibnu Rusyd mendalami filsafat dari Abu Ja'far Harun dan Ibnu Baja.

Ibnu Rusyd adalah seorang jenius yang berasal dari Andalusia dengan pengetahuan ensiklopedik. Masa hidupnya sebagian besar diberikan untuk mengabdi sebagai "Kadi" (hakim) dan fisikawan. Di dunia barat, Ibnu Rusyd dikenal sebagai Averroes dan komentator terbesar atas filsafat Aristoteles yang memengaruhi filsafat Kristen di abad pertengahan, termasuk pemikir semacam St. Thomas Aquinas. Banyak orang mendatangi Ibnu Rusyd untuk mengkonsultasikan masalah kedokteran dan masalah hukum.
Pemikiran Ibnu Rusyd

Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang filsafat, kedokteran dan fikih dalam bentuk karangan, ulasan, essai dan resume. Hampir semua karya-karya Ibnu Rusyd diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Ibrani (Yahudi) sehingga kemungkinan besar karya-karya aslinya sudah tidak ada.

Filsafat Ibnu Rusyd ada dua, yaitu filsafat Ibnu Rusyd seperti yang dipahami oleh orang Eropa pada abad pertengahan; dan filsafat Ibnu Rusyd tentang akidah dan sikap keberagamaannya.

Karya 
  • Bidayat Al-Mujtahid
  • Kulliyaat fi At-Tib (Kuliah Kedokteran)
  • Fasl Al-Maqal fi Ma Bain Al-Hikmat Wa Asy-Syari’at
http://en.wikipedia.org/wiki/Averroes

 
6. MUHAMMAD BIN MUSA AL-KHAWARIZMI

Muhammad bin Mūsā al-Khawārizmī adalah seorang ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad. Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad

Buku pertamanya, al-Jabar, adalah buku pertama yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Sehingga ia disebut sebagai Bapak Aljabar. Translasi bahasa Latin dari Aritmatika beliau, yang memperkenalkan angka India, kemudian diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal di dunia Barat pada abad ke 12. Ia merevisi dan menyesuaikan Geografi Ptolemeus sebaik mengerjakan tulisan-tulisan tentang astronomi dan astrologi.

Kontribusi beliau tak hanya berdampak besar pada matematika, tapi juga dalam kebahasaan. Kata Aljabar berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam buku beliau. Kata logarisme dan logaritma diambil dari kata Algorismi, Latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga di serap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo yang berarti digit.

Biografi

Sedikit yang dapat diketahui dari hidup beliau, bahkan lokasi tempat lahirnya sekalipun. Nama beliau mungkin berasal dari Khwarizm (Khiva) yang berada di Provinsi Khurasan pada masa kekuasaan Bani Abbasiyah (sekarang Xorazm, salah satu provinsi Uzbekistan). Gelar beliau adalah Abū ‘Abdu llāh atau Abū Ja’far.

Sejarawan al-Tabari menamakan beliau Muhammad bin Musa al-Khwārizmī al-Majousi al-Katarbali. Sebutan al-Qutrubbulli mengindikasikan beliau berasal dari Qutrubbull, kota kecil dekat Baghdad.

Dalam Kitāb al-Fihrist Ibnu al-Nadim, kita temukan sejarah singkat beliau, bersama dengan karya-karya tulis beliau. Al-Khawarizmi menekuni hampir seluruh pekerjaannya antara 813-833. setelah Islam masuk ke Persia, Baghdad menjadi pusat ilmu dan perdagangan, dan banyak pedagang dan ilmuwan dari Cina dan India berkelana ke kota ini, yang juga dilakukan beliau. Dia bekerja di Baghdad pada Sekolah Kehormatan yang didirikan oleh Khalifah Bani Abbasiyah Al-Ma'mun, tempat ia belajar ilmu alam dan matematika, termasuk mempelajari terjemahan manuskrip Sanskerta dan Yunani.

Karya

Karya terbesar beliau dalam matematika, astronomi, astrologi, geografi, kartografi, sebagai fondasi dan kemudian lebih inovatif dalam aljabar, trigonometri, dan pada bidang lain yang beliau tekuni. Pendekatan logika dan sistematis beliau dalam penyelesaian linear dan notasi kuadrat memberikan keakuratan dalam disiplin aljabar, nama yang diambil dari nama salah satu buku beliau pada tahun 830 M, al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa'l-muqabala atau: "Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapakan dan Menyeimbangkan”, buku pertama beliau yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12.

Pada buku beliau, Kalkulasi dengan angka Hindu, yang ditulis tahun 825, memprinsipkan kemampuan difusi angka India ke dalam perangkaan timur tengah dan kemudian Eropa. Buku beliau diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Algoritmi de numero Indorum, menunjukkan kata algoritmi menjadi bahasa Latin.

Beberapa kontribusi beliau berdasar pada Astronomi Persia dan Babilonia, angka India, dan sumber-sumber Yunani.

Sistemasi dan koreksi beliau terhadap data Ptolemeus pada geografi adalah sebuah penghargaan untuk Afrika dan Timur Tengah. Buku besar beliau yang lain, Kitab surat al-ard ("Pemandangan Bumi";diterjemahkan oleh Geography), yang memperlihatkan koordinat dan lokasi dasar yang diketahui dunia, dengan berani mengevaluasi nilai panjang dari Laut Mediterania dan lokasi kota-kota di Asia dan Afrika yang sebelumnya diberikan oleh Ptolemeus.

Ia kemudian mengepalai konstruksi peta dunia untuk Khalifah Al-Ma’mun dan berpartisipasi dalam proyek menentukan tata letak di Bumi, bersama dengan 70 ahli geografi lain untuk membuat peta yang kemudian disebut “ketahuilah dunia”. Ketika hasil kerjanya disalin dan ditransfer ke Eropa dan Bahasa Latin, menimbulkan dampak yang hebat pada kemajuan matematika dasar di Eropa. Ia juga menulis tentang astrolab dan sundial.

Kitab I - Aljabar

Al-Kitāb al-mukhtaṣar fī ḥisāb al-jabr wa-l-muqābala (Kitab yang Merangkum Perhitungan Pelengkapan dan Penyeimbangan) adalah buku matematika yang ditulis pada tahun 830. Kitab ini merangkum definisi aljabar. Terjemahan ke dalam bahasa Latin dikenal sebagai Liber algebrae et almucabala oleh Robert dari Chester (Segovia, 1145) dan juga oleh Gerardus dari Cremona.

Dalam kitab tersebut diberikan penyelesaian persamaan linear dan kuadrat dengan menyederhanakan persamaan menjadi salah satu dari enam bentuk standar (di sini b dan c adalah bilangan bulat positif)

dengan membagi koefisien dari kuadrat dan menggunakan dua operasi: al-jabr ( الجبر ) atau pemulihan atau pelengkapan) dan al-muqābala (penyetimbangan). Al-jabr adalah proses memindahkan unit negatif, akar dan kuadrat dari notasi dengan menggunakan nilai yang sama di kedua sisi. Contohnya, x^2 = 40x - 4x^2 disederhanakan menjadi 5x^2 = 40x. Al-muqābala adalah proses memberikan kuantitas dari tipe yang sama ke sisi notasi. Contohnya, x^2 + 14 = x + 5 disederhanakan ke x^2 + 9 = x.

Beberapa pengarang telah menerbitkan tulisan dengan nama Kitāb al-ǧabr wa-l-muqābala, termasuk Abū Ḥanīfa al-Dīnawarī, Abū Kāmil (Rasāla fi al-ǧabr wa-al-muqābala), Abū Muḥammad al-‘Adlī, Abū Yūsuf al-Miṣṣīṣī, Ibnu Turk, Sind bin ‘Alī, Sahl bin Bišr, dan Šarafaddīn al-Ṭūsī.

Kitab 2 - Dixit algorizmi

Buku kedua besar beliau adalah tentang aritmatika, yang bertahan dalam Bahasa Latin, tapi hilang dari Bahasa Arab yang aslinya. Translasi dilakukan pada abad ke-12 oleh Adelard of Bath, yang juga menerjemahkan tabel astronomi pada 1126.

Pada manuskrip Latin,biasanya tak bernama,tetapi umumnya dimulai dengan kata: Dixit algorizmi ("Seperti kata al-Khawārizmī"), atau Algoritmi de numero Indorum ("al-Kahwārizmī pada angka kesenian Hindu"), sebuah nama baru di berikan pada hasil kerja beliau oleh Baldassarre Boncompagni pada 1857. Kitab aslinya mungkin bernama Kitāb al-Jam’a wa-l-tafrīq bi-ḥisāb al-Hind ("Buku Penjumlahan dan Pengurangan berdasarkan Kalkulasi Hindu")

Kitab 3 - Rekonstruksi Planetarium

Peta abad ke-15 berdasarkan Ptolemeus sebagai perbandingan.

Buku ketiga beliau yang terkenal adalah Kitāb surat al-Ardh "Buku Pemandangan Dunia" atau "Kenampakan Bumi" diterjemahkan oleh Geography), yang selesai pada 833 adalah revisi dan penyempurnaan Geografi Ptolemeus, terdiri dari daftar 2402 koordinat dari kota-kota dan tempat geografis lainnya mengikuti perkembangan umum.

Hanya ada satu kopi dari Kitāb ṣūrat al-Arḍ, yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Strasbourg. Terjemahan Latinnya tersimpan di Biblioteca Nacional de España di Madrid. Judul lengkap buku beliau adalah Buku Pendekatan Tentang Dunia, dengan Kota-Kota, Gunung, Laut, Semua Pulau dan Sungai, ditulis oleh Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi berdasarkan pendalaman geografis yang ditulis oleh Ptolemeus dan Claudius.

Buku ini dimulai dengan daftar bujur dan lintang, termasuk “Zona Cuaca”, yang menulis pengaruh lintang dan bujur terhadap cuaca. Oleh Paul Gallez, dikatakan bahwa ini sanagat bermanfaat untuk menentukan posisi kita dalam kondisi yang buruk untuk membuat pendekatan praktis. Baik dalam salinan Arab maupun Latin, tak ada yang tertinggal dari buku ini. Oleh karena itu, Hubert Daunicht merekonstruksi kembali peta tersebut dari daftar koordinat. Ia berusaha mencari pendekatan yang mirip dengan peta tersebut.
Buku 4 - Astronomi

Kampus Corpus Christi MS 283

Buku Zīj al-sindhind (tabel astronomi) adalah karya yang terdiri dari 37 simbol pada kalkulasi kalender astronomi dan 116 tabel dengan kalenderial, astronomial dan data astrologial sebaik data yang diakui sekarang.

Versi aslinya dalam Bahasa Arab (ditulis 820) hilang, tapi versi lain oleh astronomer Spanyol Maslama al-Majrīṭī (1000) tetap bertahan dalam bahasa Latin, yang diterjemahkan oleh Adelard of Bath (26 Januari 1126). Empat manuskrip lainnya dalam bahasa Latin tetap ada di Bibliothèque publique (Chartres), the Bibliothèque Mazarine (Paris), the Bibliotheca Nacional (Madrid) dan the Bodleian Library (Oxford).
Buku 5 - Kalender Yahudi

Al-Khawārizmī juga menulis tentang Penanggalan Yahudi (Risāla fi istikhrāj taʾrīkh al-yahūd "Petunjuk Penanggalan Yahudi"). Yang menerangkan 19-tahun siklus interkalasi, hukum yang mengatur pada hari apa dari suatu minggu bulan Tishrī dimulai; memperhitungkan interval antara Era Yahudi (penciptaan Adam) dan era Seleucid; dan memberikan hukum tentang bujur matahari dan bulan menggunakan Kalender Yahudi. Sama dengan yang ditemukan oleh al-Bīrūnī dan Maimonides.
Karya lainnya

Beberapa manuskrip Arab di Berlin, Istanbul, Tashkent, Kairo dan Paris berisi pendekatan material yang berkemungkinan berasal dari al-Khawarizmī. Manuskrip di Istanbul berisi tentang sundial, yang disebut dalam Fihirst. Karya lain, seperti determinasi arah Mekkah adalah salah satu astronomi sferik.

Dua karya berisi tentang pagi (Ma’rifat sa’at al-mashriq fī kull balad) dan determinasi azimut dari tinggi (Ma’rifat al-samt min qibal al-irtifā’).

Beliau juga menulis 2 buku tentang penggunaan dan perakitan astrolab. Ibnu al-Nadim dalam Kitab al-Fihrist (sebuah indeks dari bahasa Arab) juga menyebutkan Kitāb ar-Ruḵāma(t) (buku sundial) dan Kitab al-Tarikh (buku sejarah) tapi 2 yang terakhir disebut telah hilang.

http://en.wikipedia.org/wiki/Mu%E1%B8%A5ammad_ibn_M%C5%ABs%C4%81_al-Khw%C4%81rizm%C4%AB

 
7. UMAR KHAYYAM

'Umar Khayyām (18 Mei 1048 - 4 Desember 1131), dilahirkan di Nishapur, Iran. Nama aslinya adalah Ghiyātsuddin Abulfatah 'Umar bin Ibrahim Khayyāmi Nisyābūri . Khayyām berarti "pembuat tenda" dalam bahasa Persia.

Sang Matematikawan

Pada masa hidupnya, ia terkenal sebagai seorang matematikawan dan astronom yang memperhitungkan bagaimana mengoreksi kalender Persia. Pada 15 Maret 1079, Sultan Jalaluddin Maliksyah Saljuqi (1072-1092) memberlakukan kalender yang telah diperbaiki Umar, seperti yang dilakukan oleh Julius Caesar di Eropa pada tahun 46 SM dengan koreksi terhadap Sosigenes, dan yang dilakukan oleh Paus Gregorius XIII pada Februari 1552 dengan kalender yang telah diperbaiki Aloysius Lilius (meskipun Britania Raya baru beralih dari Kalender Julian kepada kalender Gregorian pada 1751, dan Rusia baru melakukannya pada 1918).

Dia pun terkenal karena menemukan metode memecahkan persamaan kubik dengan memotong sebuah parabola dengan sebuah lingkaran.
Sang astronom

Pada 1073, Malik-Syah, penguasa Isfahan, mengundang Khayyām untuk membangun dan bekerja pada sebuah observatorium, bersama-sama dengan sejumlah ilmuwan terkemuka lainnya. Akhirnya, Khayyām dengan sangat akurat (mengoreksi hingga enam desimal di belakang koma) mengukur panjang satu tahun sebagai 365,24219858156 hari.

Ia terkenal di dunia Persia dan Islam karena observasi astronominya. Ia pernah membuat sebuah peta bintang (yang kini lenyap) di angkasa.
Umar Khayyām dan Islam

Filsafat Umar Khayyām agak berbeda dengan dogma-dogma umum Islam. Tidak jelas apakah ia percaya akan kehadiran Allah atau tidak, namun ia menolak pemahaman bahwa setiap kejadian dan fenomena adalah akibat dari campur tangan ilahi. Ia pun tidak percaya akan Hari Kiamat atau ganjaran serta hukuman setelah kematian. Sebaliknya, ia mendukung pandangan bahwa hukum-hukum alam menjelaskan semua fenomena dari kehidupan yang teramati. Para pejabat keagamaan berulang kali meminta dia menjelaskan pandangan-pandangannya yang berbeda tentang Islam. Khayyām akhirnya naik haji ke Mekkah untuk membuktikan bahwa ia adalah seorang muslim.

Omar Khayyam, Sang Skeptik

Dan, sementara Ayam Jantan berkokok, mereka yang berdiri di muka / Rumah Minum berseru - "Bukalah Pintu! / Engkau tahu betapa sedikit waktu yang kami punyai untuk singgah, / Dan bila kami pergi, mungkin kami takkan kembali lagi."

Demikian pula bagi mereka yang bersiap-siap untuk HARI INI, / Dan meyangka setelah ESOK menatap, / Seorang muazzin berseru dari Menara Kegelapan / "Hai orang bodoh! ganjaranmu bukan di Sini ataupun di Sana!"

Mengapa, semua orang Suci dan orang Bijak yang mendiskusikan / Tentang Dua Dunia dengan begitu cerdas, disodorkannya / Seperti Nabi-nabi bodoh; Kata-kata mereka untuk Dicemoohkan / Ditaburkan, dan mulut mereka tersumbat dengan Debu.

Oh, datanglah dengan Khayyam yang tua, dan tinggalkanlah Yang Bijak / Untuk berbicara; satu hal yang pasti, bahwa Kehidupan berjalan cepat; / Satu hal yang pasti, dan Sisanya adalah Dusta; / Bunga yang pernah sekali mekar, mati untuk selama-lamanya.

Diriku ketika masih muda begitu bergariah mengunjungi / Kaum Cerdik pandai dan Orang Suci, dan mendengarkan Perdebatan besar / Tentang ini dan tentang: namun terlebih lagi / Keluar dari Pintu yang sama seperti ketika kumasuk.

Dengan Benih Hikmat aku menabur, / Dan dengan tanganku sendiri mengusahakannya agar bertumbuh; / Dan cuma inilah Panen yang kupetik - / "Aku datang bagai Air, dan bagaikan Bayu aku pergi."

Ke dalam Jagad ini, dan tanpa mengetahui, / Entah ke mana, seperti Air yang mengalir begitu saja: / Dan dari padanya, seperti Sang Bayu yang meniup di Padang, / Aku tak tahu ke mana, bertiup sesukanya.

Jari yang Bergerak menulis; dan, setelah menulis, / Bergerak terus: bukan Kesalehanmu ataupun Kecerdikanmu / Yang akan memanggilnya kembali untuk membatalkan setengah Garis, / Tidak juga Air matamu menghapuskan sepatah Kata daripadanya.

Dan Cawan terbalik yang kita sebut Langit, / Yang di bawahnya kita merangkak hidup dan mati, / Janganlah mengangkat tanganmu kepadanya meminta tolong - karena Ia / Bergelung tanpa daya seperti Engkau dan Aku.

Omar Khayyám, Penulis dan Penyair

Omar Khayyám kini terkenal bukan hanya keberhasilan ilmiahnya, tetapi karena karya-karya sastranya. Ia diyakini telah menulis sekitar seribu puisi 400 baris. Di dunia berbahasa Inggris, ia paling dikenal karena The Rubáiyát of Omar Khayyám dalam terjemahan bahasa Inggris oleh Edward Fitzgerald (1809-1883).

Orang lain juga telah menerbitkan terjemahan-terjemahan sebagian dari rubáiyátnya (rubáiyát berarti "kuatrain"), tetapi terjemahan Fitzgeraldlah yang paling terkenal. Ada banyak pula terjemahan karya ini dalam bahasa-bahasa lain.

http://en.wikipedia.org/wiki/Omar_Khayy%C3%A1m 


8. TSABIT BIN QURRAH

Abu'l Hasan Tsabit bin Qurra' bin Marwan al-Sabi al-Harrani, (826 – 18 Februari 901) adalah seorang astronom dan matematikawan dari Arab, dan dikenal pula sebagai Thebit dalam bahasa Latin.

Tsabit lahir di kota Harran, Turki. Tsabit menempuh pendidikan di Baitul Hikmah di Baghdad atas ajakan Muhammad ibn Musa ibn Shakir. Tsabit menerjemahkan buku Euclid yang berjudul Elements dan buku Ptolemy yang berjudul Geograpia.

Al-Sabiʾ Thabit bin Qurra al-Ḥarrānī, Latin: Thebit / Thebith / Tebit, 826 - 18 Februari, 901) adalah seorang ahli matematika, dokter, astronom, dan penerjemah Islam Golden Age yang tinggal di Baghdad pada paruh kedua abad kesembilan.

Ibnu Qurra membuat penemuan penting dalam aljabar, geometri, dan astronomi. Dalam astronomi, Thabit dianggap sebagai salah satu dari para reformis pertama dari sistem Ptolemaic, dan dalam mekanika dia adalah seorang pendiri statika.

http://en.wikipedia.org/wiki/Th%C4%81bit_ibn_Qurra


9. MUHAMMAD BIN ZAKARIYA AL-RAZI

Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi atau dikenali sebagai Rhazes di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864 - 930. Ia lahir di Rayy, Teheran pada tahun 251 H./865 dan wafat pada tahun 313 H/925.

Ar-Razi sejak muda telah mempelajari filsafat, kimia, matematika dan kesastraan. Dalam bidang kedokteran, ia berguru kepada Hunayn bin Ishaq di Baghdad. Sekembalinya ke Teheran, ia dipercaya untuk memimpin sebuah rumah sakit di Rayy. Selanjutnya ia juga memimpin Rumah Sakit Muqtadari di Baghdad.

Ar-Razi juga diketahui sebagai ilmuwan serbabisa dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam sejarah.

Biografi

Ar-Razi lahir pada tanggal 28 Agustus 865 Hijirah dan meninggal pada tanggal 9 Oktober 925 Hijriah. Nama Razi-nya berasal dari nama kota Rayy. Kota tersebut terletak di lembah selatan jajaran Dataran Tinggi Alborz yang berada di dekat Teheran, Iran. Di kota ini juga, Ibnu Sina menyelesaikan hampir seluruh karyanya.

Saat masih kecil, ar-Razi tertarik untuk menjadi penyanyi atau musisi tapi dia kemudian lebih tertarik pada bidang alkemi. Pada umurnya yang ke-30, ar-Razi memutuskan untuk berhenti menekuni bidang alkemi dikarenakan berbagai eksperimen yang menyebabkan matanya menjadi cacat. Kemudian dia mencari dokter yang bisa menyembuhkan matanya, dan dari sinilah ar-Razi mulai mempelajari ilmu kedokteran.

Dia belajar ilmu kedokteran dari Ali ibnu Sahal at-Tabari, seorang dokter dan filsuf yang lahir di Merv. Dahulu, gurunya merupakan seorang Yahudi yang kemudian berpindah agama menjadi Islam setelah mengambil sumpah untuk menjadi pegawai kerajaan dibawah kekuasaan khalifah Abbasiyah, al-Mu'tashim.

Razi kembali ke kampung halamannya dan terkenal sebagai seorang dokter disana. Kemudian dia menjadi kepala Rumah Sakit di Rayy pada masa kekuasaan Mansur ibnu Ishaq, penguasa Samania. Ar-Razi juga menulis at-Tibb al-Mansur yang khusus dipersembahkan untuk Mansur ibnu Ishaq. Beberapa tahun kemudian, ar-Razi pindah ke Baghdad pada masa kekuasaan al-Muktafi dan menjadi kepala sebuah rumah sakit di Baghdad.

Setelah kematian Khalifan al-Muktafi pada tahun 907 Masehi, ar-Razi memutuskan untuk kembali ke kota kelahirannya di Rayy, dimana dia mengumpulkan murid-muridnya. Dalam buku Ibnu Nadim yang berjudul Fihrist, ar-Razi diberikan gelar Syaikh karena dia memiliki banyak murid. Selain itu, ar-Razi dikenal sebagai dokter yang baik dan tidak membebani biaya pada pasiennya saat berobat kepadanya.

Kontribusi 

Bidang Kedokteran
Cacar dan campak

Sebagai seorang dokter utama di rumah sakit di Baghdad, ar-Razi merupakan orang pertama yang membuat penjelasan seputar penyakit cacar:

"Cacar terjadi ketika darah 'mendidih' dan terinfeksi, dimana kemudian hal ini akan mengakibatkan keluarnya uap. Kemudian darah muda (yang kelihatan seperti ekstrak basah di kulit) berubah menjadi darah yang makin banyak dan warnanya seperti anggur yang matang. Pada tahap ini, cacar diperlihatkan dalam bentuk gelembung pada minuman anggur. Penyakit ini dapat terjadi tidak hanya pada masa kanak-kanak, tapi juga masa dewasa. Cara terbaik untuk menghindari penyakit ini adalah mencegah kontak dengan penyakit ini, karena kemungkinan wabah cacar bisa menjadi epidemi."

Diagnosa ini kemudian dipuji oleh Ensiklopedia Britanika (1911) yang menulis: "Pernyataan pertama yang paling akurat dan tepercaya tentang adanya wabah ditemukan pada karya dokter Persia pada abad ke-9 yaitu Rhazes, dimana dia menjelaskan gejalanya secara jelas, patologi penyakit yang dijelaskan dengan perumpamaan fermentasi anggur dan cara mencegah wabah tersebut."

Buku ar-Razi yaitu Al-Judari wal-Hasbah (Cacar dan Campak) adalah buku pertama yang membahas tentang cacar dan campak sebagai dua wabah yang berbeda. Buku ini kemudian diterjemahkan belasan kali ke dalam Latin dan bahasa Eropa lainnya. Cara penjelasan yang tidak dogmatis dan kepatuhan pada prinsip Hippokrates dalam pengamatan klinis memperlihatkan cara berpikir ar-Razi dalam buku ini.

Berikut ini adalah penjelasan lanjutan ar-Razi: "Kemunculan cacar ditandai oleh demam yang berkelanjutan, rasa sakit pada punggung, gatal pada hidung dan mimpi yang buruk ketika tidur. Penyakit menjadi semakin parah ketika semua gejala tersebut bergabung dan gatal terasa di semua bagian tubuh. Bintik-bintik di muka mulai bermunculan dan terjadi perubahan warna merah pada muka dan kantung mata. Salah satu gejala lainnya adalah perasaan berat pada seluruh tubuh dan sakit pada tenggorokan."

Alergi dan demam

Razi diketahui sebagai seorang ilmuwan yang menemukan penyakit "alergi asma", dan ilmuwan pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi. Pada salah satu tulisannya, dia menjelaskan timbulnya penyakit rhintis setelah mencium bunga mawar pada musim panas. Razi juga merupakan ilmuwan pertama yang menjelaskan demam sebagai mekanisme tubuh untuk melindungi diri.

Farmasi

Pada bidang farmasi, ar-Razi juga berkontribusi membuat peralatan seperti tabung, spatula dan mortar. Ar-razi juga mengembangkan obat-obatan yang berasal dari merkuri.

Etika kedokteran

Ar-Razi juga mengemukakan pendapatnya dalam bidang etika kedokteran. Salah satunya adalah ketika dia mengritik dokter jalanan palsu dan tukang obat yang berkeliling di kota dan desa untuk menjual ramuan. Pada saat yang sama dia juga menyatakan bahwa dokter tidak mungkin mengetahui jawaban atas segala penyakit dan tidak mungkin bisa menyembuhkan semua penyakit, yang secara manusiawi sangatlah tidak mungkin. Tapi untuk meningkatkan mutu seorang dokter, ar-Razi menyarankan para dokter untuk tetap belajar dan terus mencari informasi baru. Dia juga membuat perbedaan antara penyakit yang bisa disembuhkan dan yang tidak bisa disembuhkan. Ar-Razi kemudian menyatakan bahwa seorang dokter tidak bisa disalahkan karena tidak bisa menyembuhkan penyakit kanker dan kusta yang sangat berat. Sebagai tambahan, ar-Razi menyatakan bahwa dia merasa kasihan pada dokter yang bekerja di kerajaan, karena biasanya anggota kerajaan suka tidak mematuhi perintah sang dokter.

Ar-Razi juga mengatakan bahwa tujuan menjadi dokter adalah untuk berbuat baik, bahkan sekalipun kepada musuh dan juga bermanfaat untuk masyarakat sekitar.
Buku-buku Ar-Razi pada bidang kedokteran

Berikut ini adalah karya ar-Razi pada bidang kedokteran yang dituliskan dalam buku:
  • Hidup yang Luhur
  • Petunjuk Kedokteran untuk Masyarakat Umum
  • Keraguan pada Galen
  • Penyakit pada Anak
http://en.wikipedia.org/wiki/Muhammad_ibn_Zakariya_al-Razi


10. ABU MUSA JABIR BIN HAYYAN

Abu Musa Jabir bin Hayyan, atau dikenal dengan nama Geber di dunia Barat, diperkirakan lahir di Kuffah, Irak pada tahun 722 dan wafat pada tahun 804. Kontribusi terbesar Jabir adalah dalam bidang kimia. Keahliannya ini didapatnya dengan ia berguru pada Barmaki Vizier, pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid di Baghdad. Ia mengembangkan teknik eksperimentasi sistematis di dalam penelitian kimia, sehingga setiap eksperimen dapat direproduksi kembali. Jabir menekankan bahwa kuantitas zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi, sehingga dapat dianggap Jabir telah merintis ditemukannya hukum perbandingan tetap.

Kontribusi lainnya antara lain dalam penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan serta pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut.

Bapak Kimia Arab ini dikenal karena karya-karyanya yang sangat berpengaruh pada ilmu kimia dan metalurgi.

Karya Jabir antara lain:
http://en.wikipedia.org/wiki/J%C4%81bir_ibn_Hayy%C4%81n

 
11. AL-KINDI

Ibnu Ishaq Al-Kindi (801-873), bisa dikatakan merupakan filsuf pertama yang lahir dari kalangan Islam. Semasa hidupnya, selain bisa berbahasa Arab, ia mahir berbahasa Yunani pula. Banyak karya-karya para filsuf Yunani diterjemahkannya dalam bahasa Arab; antara lain karya Aristoteles dan Plotinus. Sayangnya ada sebuah karya Plotinus yang diterjemahkannya sebagai karangan Aristoteles dan berjudulkan Teologi menurut Aristoteles, sehingga di kemudian hari ada sedikit kebingungan.

Al-Kindi berasal dari kalangan bangsawan, dari Irak. Ia berasal dari suku Kindah, hidup di Basra dan meninggal di Bagdad pada tahun 873. Ia merupakan seorang tokoh besar dari bangsa Arab yang menjadi pengikut Aristoteles, yang telah memengaruhi konsep al Kindi dalam berbagai doktrin pemikiran dalam bidang sains dan psikologi.

Al Kindi menuliskan banyak karya dalam berbagai bidang, geometri, astronomi, astrologi, aritmatika, musik(yang dibangunnya dari berbagai prinip aritmatis), fisika, medis, psikologi, meteorologi, dan politik.

Ia membedakan antara intelek aktif dengan intelek pasif yang diaktualkan dari bentuk intelek itu sendiri. Argumen diskursif dan tindakan demonstratif ia anggap sebagai pengaruh dari intelek ketiga dan yang keempat. Dalam ontologi dia mencoba mengambil parameter dari kategori-kategori yang ada, yang ia kenalkan dalam lima bagian: zat(materi), bentuk, gerak, tempat, waktu, yang ia sebut sebagai substansi primer.

Al Kindi mengumpulkan berbagai karya filsafat secara ensiklopedis, yang kemudian diselesaikan oleh Ibnu Sina (Avicenna) seabad kemudian. Ia juga tokoh pertama yang berhadapan dengan berbagai aksi kejam dan penyiksaan yang dilancarkan oleh para bangsawan religius-ortodoks terhadap berbagai pemikiran yang dianggap bid'ah, dan dalam keadaan yang sedemikian tragis (terhadap para pemikir besar Islam) al Kindi dapat membebaskan diri dari upaya kejam para bangsawan ortodoks itu.

http://en.wikipedia.org/wiki/Al-Kindi

 
12. IBNU HAITHAM

Abu Ali Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham atau Ibnu Haitham (Basra, 965 - Kairo, 1039), dikenal dalam kalangan cerdik pandai di Barat, dengan nama Alhazen, adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ia banyak pula melakukan penyelidikan mengenai cahaya, dan telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta teleskop.

Sejarah 
Masa ilmuwan-ilmuwan Islam
Islam sering kali diberikan gambaran sebagai agama yang mundur dan memundurkan. Islam juga dikatakan tidak menggalakkan umatnya menuntut dan menguasai pelbagai lapangan ilmu. Kenyataan dan gambaran yang diberikan itu bukan saja tidak benar tetapi bertentangan dengan hakikat sejarah yang sebenarnya.

Sejarah telah membuktikan betapa dunia Islam telah melahirkan banyak golongan sarjana dan ilmuwan yang cukup hebat dalam bidang falsafah, sains, politik, kesusasteraan, kemasyarakatan, agama, pengobatan, dan sebagainya. Salah satu ciri yang dapat diperhatikan pada para tokoh ilmuwan Islam ialah mereka tidak sekedar dapat menguasai ilmu tersebut pada usia yang muda, tetapi dalam masa yang singkat dapat menguasai beberapa bidang ilmu secara bersamaan.

Walaupun tokoh itu lebih dikenali dalam bidang sains dan pengobatan tetapi dia juga memiliki kemahiran yang tinggi dalam bidang agama, falsafah, dan sebagainya. Salah seorang daripada tokoh tersebut ialah Ibnu Haitham atau nama sebenarnya Abu All Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham. 
Perjalanan hidup

Dalam kalangan cerdik pandai di Barat, beliau dikenali dengan nama Alhazen. Ibnu Haitham dilahirkan di Basrah pada tahun 354H bersamaan dengan 965 Masehi. Ia memulai pendidikan awalnya di Basrah sebelum dilantik menjadi pegawai pemerintah di bandar kelahirannya. Setelah beberapa lama berkhidmat dengan pihak pemerintah di sana, beliau mengambil keputusan merantau ke Ahwaz dan Baghdad. Di perantauan beliau telah melanjutkan pengajian dan menumpukan perhatian pada penulisan.

Kecintaannya kepada ilmu telah membawanya berhijrah ke Mesir. Selama di sana beliau telah mengambil kesempatan melakukan beberapa kerja penyelidikan mengenai aliran dan saliran Sungai Nil serta menyalin buku-buku mengenai matematika dan falak. Tujuannya adalah untuk mendapatkan uang cadangan dalam menempuh perjalanan menuju Universitas Al-Azhar.

Hasil daripada usaha itu, beliau telah menjadi seo­rang yang amat mahir dalam bidang sains, falak, mate­matik, geometri, pengobatan, dan falsafah. Tulisannya mengenai mata, telah menjadi salah satu rujukan yang penting dalam bidang pengajian sains di Barat. Malahan kajiannya mengenai pengobatan mata telah menjadi asas kepada pengajian pengobatan modern mengenai mata.

Karya dan penelitian 

Sains
Ibnu Haitham merupakan ilmuwan yang gemar melakukan penyelidikan. Penyelidikannya mengenai cahaya telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler mencipta mikroskop serta teleskop. Ia merupakan orang pertama yang menulis dan menemukan berbagai data penting mengenai cahaya.

Beberapa buah buku mengenai cahaya yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, antara lain Light dan On Twilight Phenomena. Kajiannya banyak membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana.

Menurut Ibnu Haitham, cahaya fajar bermula apabila mata­hari berada di garis 19 derajat di ufuk timur. Warna merah pada senja pula akan hilang apabila mata­hari berada di garis 19 derajat ufuk barat. Dalam kajiannya, beliau juga telah berhasil menghasilkan kedudukan cahaya seperti bias cahaya dan pembalikan cahaya.

Ibnu Haitham juga turut melakukan percobaan terhadap kaca yang dibakar, dan dari situ ditemukanlah teori lensa pembesar. Teori itu telah digunakan oleh para ilmuwan di Itali untuk menghasilkan kaca pembesar yang pertama di dunia.

Yang lebih menakjubkan ialah Ibnu Haitham telah menemui prinsip isi padu udara sebelum seorang ilmuwan yang bernama Trricella yang mengetahui perkara itu 500 tahun kemudian. Ibnu Haitham juga telah menemukan kewujudan tarikan gravitasi sebelum Issaac Newton mengetahuinya. Selain itu, teori Ibnu Hai­tham mengenai jiwa manusia sebagai satu rentetan perasaan yang bersambung-sambung secara teratur telah memberikan ilham kepada ilmuwan barat untuk menghasilkan wayang gambar. Teori beliau telah membawa kepada penemuan film yang kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton sebagaimana yang dapat kita lihat pada masa kini.

Filsafat
Selain sains, Ibnu Haitham juga banyak menulis mengenai falsafah, logik, metafizik, dan persoalan yang berkaitan dengan keagamaan. Ia turut menulis ulasan dan ringkasan terhadap karya-karya sarjana terdahulu.

Penulisan falsafahnya banyak tertumpu kepada aspek kebenaran dalam masalah yang menjadi pertikaian. Padanya pertikaian dan pertelingkahan mengenai sesuatu perkara berpunca daripada pendekatan yang digunakan dalam mengenalinya.

Beliau juga berpendapat bahawa kebenaran hanyalah satu. Oleh sebab itu semua dakwaan kebenaran wajar diragui dalam menilai semua pandangan yang sedia ada. Jadi, pandangannya mengenai falsafah amat menarik untuk disoroti.

Bagi Ibnu Haitham, falsafah tidak boleh dipisahkan daripada matematik, sains, dan ketuhanan. Ketiga-tiga bidang dan cabang ilmu ini harus dikuasai dan untuk menguasainya seseorang itu perlu menggunakan waktu mudanya dengan sepenuhnya. Apabila umur semakin meningkat, kekuatan fizikal dan mental akan turut mengalami kemerosotan.

Karya

Ibnu Haitham membuktikan pandangannya apabila beliau begitu ghairah mencari dan mendalami ilmu pengetahuan pada usia mudanya. Sehingga kini beliau berhasil menulis banyak buku dan makalah. Di antara buku hasil karyanya: 
  • Al'Jami' fi Usul al'Hisab yang mengandungi teori-teori ilmu metametik dan metametik penganalisaannya
  • Kitab al-Tahlil wa al'Tarkib mengenai ilmu geometri
  • Kitab Tahlil ai'masa^il al 'Adadiyah tentang algebra
  • Maqalah fi Istikhraj Simat al'Qiblah yang mengupas tentang arah kiblat bagi segenap rantau
  • Maqalah fima Tad'u llaih mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak
  • Risalah fi Sina'at al-Syi'r mengenai teknik penulisan puisi.
Sumbangan Ibnu Haitham kepada ilmu sains dan filsafat amat banyak. Kerana itulah Ibnu Haitham dikenali sebagai seorang yang miskin dari segi material tetapi kaya dengan ilmu pengetahuan. Beberapa pandangan dan pendapatnya masih relevan hingga saat ini.

Walau bagaimanapun sebahagian karyanya lagi telah "dicuri" oleh ilmuwan Barat tanpa memberikan penghargaan yang patut kepada beliau. Tapi sesungguhnya, barat patut berterima kasih kepada Ibnu Haitham dan para sarjana Islam karena tanpa mereka kemungkinan dunia Eropa masih diselubungi kegelapan.

Kajian Ibnu Haitham telah menyediakan landasan kepada perkembangan ilmu sains dan pada masa yang sama tulisannya mengenai falsafah telah membuktikan keaslian pemikiran sarjana Islam dalam bidang ilmu tersebut yang tidak lagi terbelenggu oleh pemikiran filsafat Yunani.

http://en.wikipedia.org/wiki/Alhazen


13. IBN ZUHR

Abū-Marwān ʻAbd al-Malik ibn Zuhr (1094-1162), better known in the West by his Latinized name Avenzoar, was an Arab-Muslim physician, surgeon and a contemporary of Averroes and Maimonides. He was born at Seville (now southwestern Spain) and was regarded as the most renowned physician of Al-Andalus.

Ibn Zuhr was known for his emphasis on a more rational, empiric basis of medicine. His major work, Al-Taysīr fil-Mudāwāt wal-Tadbīr (Book of Simplification Concerning Therapeutics and Diet /Kitab Penyederhanaan Mengenai Therapeutics dan Diet), was translated into Latin and Hebrew and was influential to the progress of surgery. He also improved surgical and medical knowledge by keying out several diseases and their treatments.

Ibn Zuhr performed the first experimental tracheotomy on a goat. He is thought to have made the earliest description of bezoar stones as medicinal items.


Works

Ibn Zuhr wrote three major books:
  • Kitab al-iqtisad fi Islah Al-Anfus WA al-Ajsad, written in his youth.
  • Kitab al-aghdhiya, on foods and regimen of health, written in exile in Morocco.
  • Kitab al-taysir, his opus magnum and written at the request of his colleague Averroes.
  • Pathology
Ibn Zuhr presented an accurate description of the esophageal and stomach cancers, as well as other lesions.
Animal testing

Ibn Zuhr introduced animal testing as an experimental method of testing surgical procedures before applying them to human patients.

http://en.wikipedia.org/wiki/Ibn_Zuhr


14. IBNU KHALDUN


Ibnu Khaldun, nama lengkap: Abu Zayd 'Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadrami lahir 27 Mei 1332/732H, wafat 19 Maret 1406/808H) adalah seorang sejarawan muslim dari Tunisia dan sering disebut sebagai Bapak Pendiri Ilmu Historiografi, Sosiologi dan Ekonomi. Karyanya yang terkenal adalah Muqaddimah (Pendahuluan).

http://en.wikipedia.org/wiki/Ibn_Khaldun 


15. IBNU AL-BAITAR (1197-1248)


Ilmuwan, Ahli Botani dan dokter yang sistematis mencatat penemuan yang dibuat oleh dokter Islam di Abad Pertengahan.


--- ooOoo ---


Baca juga:

LIST OF MUSLIM SCIENTISTS

Astronomers and astrophysicists
 
Ibrahim al-Fazari | Muhammad al-Fazari | Al-KhwarizmiJa'far ibn Muhammad Abu Ma'shar al-Balkhi (Albumasar) | Al-Farghani | Banū Mūsā (Ben Mousa) | Ja'far Muhammad ibn Mūsā ibn Shākir | Ahmad ibn Mūsā ibn Shākir | Al-Hasan ibn Mūsā ibn Shākir | Al-Majriti | Muhammad ibn Jābir al-Harrānī al-Battānī (Albatenius) | Al-Farabi (Abunaser) | Abd Al-Rahman Al Sufi | Abu Sa'id Gorgani | Kushyar ibn Labban | Abū Ja'far al-Khāzin | Al-Mahani | Al-Marwazi | Al-Nayrizi | Al-Saghani | Al-Farghani | Abu Nasr Mansur | Abū Sahl al-Qūhī (Kuhi) | Abu-Mahmud al-Khujandi | Abū al-Wafā' al-Būzjānī | Ibn Yunus | Ibn al-Haytham (Alhacen) | Abū Rayhān al-Bīrūnī | Avicenna (Ibn Sīnā) | Abū Ishāq Ibrāhīm al-Zarqālī (Arzachel) | Omar Khayyám | Al-Khazini | Ibn Bajjah (Avempace) | Ibn Tufail (Abubacer) | Nur Ed-Din Al Betrugi (Alpetragius) | Averroes | Al-Jazari | Sharaf al-Dīn al-Tūsī | Anvari | Mo'ayyeduddin Urdi | Nasir al-Din Tusi | Qutb al-Din al-Shirazi | Ibn al-Shatir | Shams al-Dīn al-Samarqandī | Jamshīd al-Kāshī | Ulugh BegTaqi al-Din Muhammad ibn Ma'ruf, Ottoman astronomer | Ahmad Nahavandi | Haly Abenragel | Abolfadl Harawi |

Chemists and alchemists
Further information: Alchemy (Islam)
 
Khalid ibn Yazid (Calid) | Jafar al-Sadiq | Jābir ibn Hayyān (Geber), father of chemistry | Abbas Ibn Firnas (Armen Firman) | Al-Kindi (Alkindus) | Al-Majriti | Ibn Miskawayh | Abū Rayhān al-Bīrūnī | Avicenna | Al-Khazini | Nasir al-Din Tusi | Ibn Khaldun | Salimuzzaman Siddiqui | Al-Khwārizmī, Algebra | Ahmed H. Zewail, Nobel Prize in Chemistry, 1999 | Mostafa El-Sayed | Abdul Qadeer Khan, Nuclear Scientist - Uranium Enrichment Technologist - Centrifuge Method Expert |Atta ur Rahman, leading scholar in the field of Natural Product Chemistry | Omar M. Yaghi Professor at the University of California, Berkeley |

Economists and social scientists
Further information: Islamic sociology and Islamic economics in the world
See also: List of Muslim historians and Historiography of early Islam
 
Abu Hanifa an-Nu‘man (699-767), Islamic jurisprudence scholar | Abu Yusuf (731-798), Islamic jurisprudence scholar | Al-Saghani (d. 990), one of the earliest historians of science | Shams al-Mo'ali Abol-hasan Ghaboos ibn Wushmgir (Qabus) (d. 1012), economist | Abū Rayhān al-Bīrūnī (973-1048), considered the "first anthropologist" and father of Indology | Ibn Sīnā (Avicenna) (980–1037), economist | Ibn Miskawayh (b. 1030), economist | Al-Ghazali (Algazel) (1058–1111), economist | Al-Mawardi (1075–1158), economist | Nasīr al-Dīn al-Tūsī (Tusi) (1201–1274), economist | Ibn al-Nafis (1213–1288), sociologist | Ibn Taymiyyah (1263–1328), economist | Ibn Khaldun (1332–1406), forerunner of social sciences such as demography, cultural history, historiography, philosophy of history, sociology and economics | Al-Maqrizi (1364–1442), economist | Akhtar Hameed Khan, Pakistani social scientist; pioneer of microcredit | Muhammad Yunus, Nobel Prize winner Bangladeshi economist; pioneer of microfinance | Shah Abdul Hannan, Pioneer of Islamic Banking in South Asia | Mahbub ul Haq, Pakistani economist; developer of Human Development Index and founder of Human Development Report |
 
Geographers and earth scientists
Further information: Muslim Agricultural Revolution
 
Al-Masudi, the "Herodotus of the Arabs", and pioneer of historical geography | Al-Kindi, pioneer of environmental science | Ibn Al-Jazzar | Al-Tamimi | Al-Masihi | Ali ibn Ridwan | Muhammad al-Idrisi, also a cartographer | Ahmad ibn Fadlan | Abū Rayhān al-Bīrūnī, father of geodesy, considered the first geologist and "first anthropologist" | Avicenna | Abd al-Latif al-Baghdadi | Averroes | Ibn al-Nafis | Ibn Jubayr | Ibn Battuta | Ibn Khaldun | Piri Reis | Evliya Çelebi |

Mathematicians
Further information: Islamic mathematics: Biographies
 
Al-Hajjāj ibn Yūsuf ibn Matar | Khalid ibn Yazid (Calid) | Muhammad ibn Mūsā al-Khwārizmī (Algorismi) - father of algebra and algorithms | 'Abd al-Hamīd ibn Turk | Abū al-Hasan ibn Alī al-Qalasādī (1412–1482), pioneer of symbolic algebra | Abū Kāmil Shujā ibn Aslam | Al-Abbās ibn Said al-Jawharī | Al-Kindi (Alkindus) | Banū Mūsā (Ben Mousa) | Ja'far Muhammad ibn Mūsā ibn Shākir | Al-Hasan ibn Mūsā ibn Shākir | Al-Khwarizmi | Al-Mahani | Ahmed ibn Yusuf | Al-Majriti | Muhammad ibn Jābir al-Harrānī al-Battānī (Albatenius) | Al-Farabi (Abunaser) | Al-Khalili | Al-Nayrizi | Abū Ja'far al-Khāzin | Brethren of Purity | Abu'l-Hasan al-Uqlidisi | Al-Saghani | Abū Sahl al-Qūhī | Abu-Mahmud al-Khujandi | Abū al-Wafā' al-Būzjānī | Ibn Sahl | Al-Sijzi | Ibn Yunus | Abu Nasr Mansur | Kushyar ibn Labban | Al-Karaji | Ibn al-Haytham (Alhacen/Alhazen) | Abū Rayhān al-Bīrūnī | Ibn Tahir al-Baghdadi | Al-Nasawi | Al-Jayyani | Abū Ishāq Ibrāhīm al-Zarqālī (Arzachel) | Al-Mu'taman ibn Hud | Omar Khayyám | Al-Khazini | Ibn Bajjah (Avempace) | Al-Ghazali (Algazel) | Al-Marrakushi | Al-Samawal | Ibn Rushd (Averroes) | Ibn Seena (Avicenna) | Hunayn ibn Ishaq | Ibn al-Banna' | Ibn al-Shatir | Ja'far ibn Muhammad Abu Ma'shar al-Balkhi (Albumasar) | Jamshīd al-Kāshī | Kamāl al-Dīn al-Fārisī | Muḥyi al-Dīn al-Maghribī | Maryam Mirzakhani | Mo'ayyeduddin Urdi | Muhammad Baqir Yazdi | Nasir al-Din al-Tusi, 13th century Persian mathematician and philosopher | Qāḍī Zāda al-Rūmī | Qutb al-Din al-Shirazi | Shams al-Dīn al-Samarqandī | Sharaf al-Dīn al-Tūsī | Taqi al-Din Muhammad ibn Ma'ruf | Ulugh Beg | Cumrun Vafa |

Biologists, neuroscientists, and psychologists
Further information: Islamic psychological thought
 
Ibn Sirin (654–728), author of work on dreams and dream interpretation | Al-Kindi (Alkindus), pioneer of psychotherapy and music therapy | Ali ibn Sahl Rabban al-Tabari, pioneer of psychiatry, clinical psychiatry and clinical psychology | Ahmed ibn Sahl al-Balkhi, pioneer of mental health, medical psychology, cognitive psychology, cognitive therapy, psychophysiology and psychosomatic medicine | Al-Farabi (Alpharabius), pioneer of social psychology and consciousness studies | Ali ibn Abbas al-Majusi (Haly Abbas), pioneer of neuroanatomy, neurobiology and neurophysiology | Abu al-Qasim al-Zahrawi (Abulcasis), pioneer of neurosurgery | Ibn al-Haytham (Alhazen), founder of experimental psychology, psychophysics, phenomenology and visual perception | Abū Rayhān al-Bīrūnī, pioneer of reaction time | Avicenna (Ibn Sīnā), pioneer of neuropsychiatry, thought experiment, self-awareness and self-consciousness | Ibn Zuhr (Avenzoar), pioneer of neurology and neuropharmacology | Averroes, pioneer of Parkinson's disease | Ibn Tufail, pioneer of tabula rasa and nature versus nurture | Mir Sajad, Neuroscientist and pioneer in neuroinflammation and neurogenesis |


Physicians and surgeons
Main article: Muslim doctors
Further information: Islamic medicine
 
Khalid ibn Yazid (Calid) | Jafar al-Sadiq | Shapur ibn Sahl (d. 869), pioneer of pharmacy and pharmacopoeia | Al-Kindi (Alkindus) (801-873), pioneer of pharmacology | Abbas Ibn Firnas (Armen Firman) (810-887) | Al-Jahiz, pioneer of natural selection | Ali ibn Sahl Rabban al-Tabari, pioneer of medical encyclopedia | Ahmed ibn Sahl al-Balkhi | Ishaq bin Ali al-Rahwi (854–931), pioneer of peer review and medical peer review | Al-Farabi (Alpharabius) | Ibn Al-Jazzar (circa 898-980) | Abul Hasan al-Tabari - physician |Ali ibn Sahl Rabban al-Tabari - physician | Ali ibn Abbas al-Majusi (d. 994), pioneer of obstetrics and perinatology | Abu Gaafar Amed ibn Ibrahim ibn abi Halid al-Gazzar (10th century), pioneer of dental restoration | Abu al-Qasim al-Zahrawi (Abulcasis) - father of modern surgery, and pioneer of neurosurgery, craniotomy, hematology and dental surgery | Ibn al-Haytham (Alhacen), pioneer of eye surgery, visual system and visual perception | Abū Rayhān al-Bīrūnī | Avicenna (Ibn Sina) (980-1037) - father of modern medicine, founder of Unani medicine, pioneer of experimental medicine, evidence-based medicine, pharmaceutical sciences, clinical pharmacology, aromatherapy, pulsology and sphygmology, and also a philosopher | Hakim Syed Zillur Rahman, physician of Unani medicine | Ibn Miskawayh | Ibn Zuhr (Avenzoar) - father of experimental surgery and pioneer of experimental anatomy, experimental physiology, human dissection, autopsy and tracheotomy | Ibn Bajjah (Avempace) | Ibn Tufail (Abubacer) | Averroes | Ibn al-Baitar | Ibn Jazla | Nasir al-Din Tusi | Ibn al-Nafis (1213–1288), father of circulatory physiology, pioneer of circulatory anatomy, and founder of Nafisian anatomy, physiology, pulsology and sphygmology | Ibn al-Quff (1233–1305), pioneer of embryology | Kamāl al-Dīn al-Fārisī | Ibn al-Khatib (1313–1374) | Mansur ibn Ilyas | Saghir Akhtar - pharmacist | Syed Ziaur Rahman, pharmacologist | Toffy Musivand | Muhammad B. Yunus, the "father of our modern view of fibromyalgia" | Sheikh Muszaphar Shukor, pioneer of biomedical research in space | Hulusi Behçet, known for the discovery of Behçet's disease | Gazi Yaşargil, the founder of microneurosurgery | Ibrahim B. Syed - radiologist |Mehmet Öz, cardiothoracic surgeon | Abdul Qayyum Rana, Neurologist known for his work on Parkinson's disease |

Physicists and engineers
Further information: Islamic physics
 
Jafar al-Sadiq, 8th century | Banū Mūsā (Ben Mousa), 9th century | Ja'far Muhammad ibn Mūsā ibn Shākir | Ahmad ibn Mūsā ibn Shākir | Al-Hasan ibn Mūsā ibn Shākir | Abbas Ibn Firnas (Armen Firman), 9th century | Al-Saghani, 10th century | Abū Sahl al-Qūhī (Kuhi), 10th century | Ibn Sahl, 10th century | Ibn Yunus, 10th century | Al-Karaji, 10th century | Ibn al-Haytham (Alhacen), 11th century Iraqi scientist, father of optics, pioneer of scientific method and experimental physics, considered the "first scientist" | Abū Rayhān al-Bīrūnī, 11th century, pioneer of experimental mechanics | Ibn Sīnā/Seena (Avicenna), 11th century | Al-Khazini, 12th century | Ibn Bajjah (Avempace), 12th century | Hibat Allah Abu'l-Barakat al-Baghdaadi (Nathanel), 12th century | Ibn Rushd/Rooshd (Averroes), 12th century Andalusian mathematician, philosopher and medical expert | Al-Jazari, 13th century civil engineer, father of robotics, | Nasir al-Din Tusi, 13th century | Qutb al-Din al-Shirazi, 13th century | Kamāl al-Dīn al-Fārisī, 13th century | Ibn al-Shatir, 14th century | Taqi al-Din Muhammad ibn Ma'ruf, 16th century | Hezarfen Ahmet Celebi, 17th century | Lagari Hasan Çelebi, 17th century | Sake Dean Mahomet, 18th century | Fazlur Khan, 20th century Bangladeshi mechanician | Mahmoud Hessaby, 20th century Iranian physicist | Ali Javan, 20th century Iranian physicist | Bacharuddin Jusuf Habibie, 20th century Indonesian aerospace engineer and president | Abdul Kalam, Indian aeronautical engineer and nuclear scientist | Mehran Kardar, Iranian theoretical physicist | Cumrun Vafa, Iranian mathematical physicist | Nima Arkani-Hamed, American-born Iranian physicist | Munir Nayfeh Palestinian-American particle physicist | Abdus Salam, Pakistani Theoretical Physicist, First Muslim scientist Nobel Laureate | Riazuddin, Pakistani theoretical physicist | Abdul Qadeer Khan, Pakistani nuclear scientist | Abdus Salam, 1st Pakistani theoretical physicist who won the Nobel Prize in Physics | Ali Musharafa, Egyptian nuclear physicist | Sameera Moussa, Egyptian nuclear physicist | Munir Ahmad Khan, Father of Pakistan's nuclear program | Shahid Hussain Bokhari, Pakistani researcher in the field of parallel and distributed computing | Kerim Kerimov, a founder of Soviet space program, a lead architect behind first human spaceflight (Vostok 1), and the lead architect of the first space stations (Salyut and Mir) | Farouk El-Baz, a NASA scientist involved in the first Moon landings with the Apollo program |
 
Political scientists 

Syed Qutb | Mohammad Baqir al-Sadr | Abul Ala Maududi | Hasan al-Turabi | Hassan al-Banna | Mohamed Hassanein Heikal | M. A. Muqtedar Khan | Rashid al-Ghannushi |
 
Other scientists and inventors 
 
Silahkan klik image di atas!
Azizul Haque | Umar Saif |


Dari...
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Muslim_scientists


[tuning]


“Ruh-ruh manusia diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain akan bersatu. Dan mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah.”
(HR Muslim 4773)


Wallahu'alamu...
...astaghfirullah ..astaghfirullah ..astaghfirullah!

“Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir".” (QS Al-Kahfi 29)
Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, niscaya Kami akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS Al-’Ankabut 69)