Meniti Jalan Meraih Kecintaan Allah, Sebuah Catatan Singkat dari Istiqlal

10 Jalan untuk Meraih Kecintaan Allah subhanahu wata’ala...

Oleh: Syaikh Prof. Dr. Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr hafizhahullah, Masjid Istiqlal 19 Feb. 2012.


1. Memberikan perhatian yang serius terhadap Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya.

Apakah mereka tidak memperhatikan (mentadabburi) Al Quran? Sekiranya Al Quran itu tidak datang dari sisi Allah, maka tentulah mereka temukan banyak pertentangan di dalamnya.” Q4.82.

2. Mengenal asma-asma Allah yang husna (baik) dan shifatnya yang tinggi/mulia. Dan Allah memiliki nama-nama yang indah, maka berdoalah dengan nama-nama itu. Orang yang paling mengenal Allah, maka dialah yang paling besar rasa takutnya pada Allah, dan paling jauh dari perbuatan maksiat.

Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Allah itu hanyalah orang-orang yang berilmu.” Q35.28.

3. Senantiasa memohon pertolongan kepada Allah dan banyak berdoa pada-Nya, dan bersungguh-sungguh meminta pada-Nya.

Dan jika hamba-Ku bertanya padamu tentang-Ku, maka katakanlah bahwasanya Aku dekat. Aku kabulkan doa mereka jika mereka berdoa.” Q2.186.

Dan do'a-do'a yang diajarkan:
  • Ya Allah aku memohon pada-Mu, kecintaan pada-Mu, kecintaan pada orang yang mencintai-Mu, dan kecintaan pada amal yang mendekatkan diri pada kecintaan-Mu.
  • Ya Allah sesungguhnya aku menzhalimi diriku dengan kezhaliman yang besar, maka ampuni aku, sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
4. Memberikan kesungguhan dalam melaksanakan amalan-amalan wajib dari Allah. Setelah itu berusaha menundukkan hawa nafsu dan menghiasi dengan amalan-amalan sunnah.
Dalam Hadits Qudsi, bahwa Allah mencintai seorang hamba yang melakukan amalan wajib kemudian amalan sunnah.

5. Bersungguh-sungguh (mujahadah) menundukkan hawa nafsu untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang diharamkan Allah. Karena semua dosa dan maksiat akan menjadikan tertutupnya hati manusia, bahkan menjerumuskan ke dalam jurang kebinasaan.

6. Selalu mendahulukan apa-apa yang dicintai Allah daripada yang kita cintai. Dan menjadikan Allah dan rasul-Nya lebih dicintai dari yang lain.

Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman:  Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah. Dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka”. (HR Bukhari)

7. Bersyukur dengan merenungkan nikmat Allah yang dianugerahkan pada manusia. Allah telah memberikan apa-apa yang kalian minta. Jika kita hitung maka tidak akan terhitung banyak nikmatNya.

8. Bergaul dengan orang-orang shalih, mereka yang bersungguh-sungguh dalam melakukan amalan yang dicintai Allah. Untuk mengambil manfaat dari nasehat mereka, amalan mereka, meneladani akhlak mereka.

Seseorang itu agamanya sesuai dengan agama orang terdekatnya. Maka lihatlah siapa orang terdekatmu.” (HR Abu Dawud)

9. Berusaha sungguh-sungguh untuk beribadah di sepertiga malam terakhir.

"Allah turun ke langit dunia di sepertiga malam. Dia berfirman, Siapa yang berdoa pada-Ku, Aku kabulkan doanya, Siapa yang meminta-Ku akan Kuberi, yang memohon ampun pada-Ku, Aku ampuni dosa-dosanya." (HR Bukhari dan Muslim)

10. Terus menerus berdzikir pada Allah subhanahu wata’ala.

"Orang-orang yang beriman yang hati mereka merasakan ketenangan dan kedamaian ketika mengingat Allah. Sesungguhnya dengan berdzikir maka hati menjadi tenang." Q13.28.


Barangsiapa mencintai sesuatu, dia akan banyak menyebut-nyebut yang dia cintai itu.


Demikian 10 sebab untuk meraih kecintaan Allah subhanahu wata’ala.

Bukan berarti hanya ada 10, masih ada sebab-sebab yang lain. Hanya saja semoga 10 hal ini menjadi pengingat bagi kita.

Dan akhir dakwah kami,  
Segala puji bagi Rabb semesta alam, Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan para sahabatnya.

Sumber: http://alqiyamah.wordpress.com/2012/02/19/meniti-jalan-meraih-kecintaan-allah-sebuah-catatan-singkat-dari-istiqlal/#more-13196



Syeikh Dr. Abdurrozzaq: Ukuran Keimanan bisa dilihat Shalat Subuh dan Asharnya

Jika shalat lima waktu ringan kita kerjakan, ibadah atau amalan lainnya juga dengan sendirinya ringan dilakukan

Hidayatullah.com—Ukuran keimanan seseorang salah satunya bisa dilihat dari pelaksanaan shalat Subuh dan shalat Ashar. Demikian disampaikan Syeikh Prof. Dr. Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin Al Badr, guru besar bidang akidah di Universitas Islam Madinah (UIM)

Kalau akidahnya benar, keyakinannya benar, maka kita tidak akan melewatkan shalat Subuh dan Ashar. Amal yang paling utama dilihat dari seorang hamba adalah amalan shalatnya. Jika kalian mampu mengalahkan urusan dunia untuk shalat Subuh dan Ashar, maka itu akan meringankan pelaksanaan ibadah lainnya,” ujarnya pada Acara Tabligh Akbar “Pesona Surga”, Ahad 31 Agustus 2014 di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Menurut pengajar tetap di Masjid Nabawi ini, tingkatan keimanan seseorang dikaitkan dengan pelaksanaan shalat di kedua waktu tersebut merujuk pada berbagai hadits Nabi.

Mudahnya seseorang melaksanakan shalat di kedua waktu tersebut berarti mudah juga shalat di tiga waktu lainnya.

Jika shalat lima waktu ringan kita kerjakan, ibadah atau amalan lainnya juga dengan sendirinya ingin kita lakukan.”

Walau masalah ini sudah banyak dikaji di berbagai majelis ilmu, ia mengingatkan jamaah untuk tidak menganggap shalat sebagai ibadah biasa.

Menukil Surat Al-Qiyamah ayat 24, di mana menjelaskan “wajah-wajah orang kafir pada hari kiamat menjadi muram.”

Kemudian dijelaskan penyebab kemuraman mereka karena akan tertimpa malapetaka yang sangat dahsyat. Penyebab turunnya adzab tersebut dijelaskan di ayat 31: “Karena dia (mereka dahulu) tidak mau membenarkan Al-Quran Rasul dan tidak mau shalat”.

Syeikh menjelaskan, pahala shalat selama hidup di dunia menjadi amalan penting untuk melihat wajah Allah di hari kiamat.

Barangsiapa ingin melihat wajah Allah maka hendaknya Ia meningkatkan amal shalihnya. Barangsiapa ingin melihat wajah Allah, jangan lupa berdoa. Dan barangsiapa mendahulukan dunia, begadang dan akhirnya melewatkan shalat Subuh dan Ashar, maka Ia tidak akan melihat wajah Allah,” “ucapnya tandas.

Sebab, untuk melihat wajah Allah, adalah suatu kenikmatan tiada tara bagi orang-orang beriman.*


Baca juga: My First Love | Mereka yang Dicintai Allah | Do'a Nabi Daud as Memohon Cinta Allah | 3 Amalan Utama dan Dicintai Allah |


Baiti Jannati

...Home Sweet Home
Links & Downloads

Screensaver & Wallpaper
Download all (12 pictures)

Contoh Wallpaper

8R Framed Picture
Download all 8R unframed pictures (6 pictures)

Contoh Wall Framed Picture

Stickers
(klik di gambar untuk memperbesar!)

Dibalik pintu keluar rumah
Dibalik pintu pagar rumah (di-laminating)

LINKS ________________________________________________________________________


Think Essential (explore!)
Home Sweet Home
Al Manhaj

Highlight...
Wasiat (explore!)
Al Quran | Alt.
Al Hadits
Al Firqatun Naajiah
Klipingku..!

DOWNLOADS_________________________________________________________________


Sidebar Cuka Apel ORGANIK
Duniawi... | Alt.

Highlight...
Iqra-1 | Alt.
Iqra-2 | Alt.
Zuhud | Alt.
Firqatun Naajiah
Talbis Iblis

_________________________________________________________________________________



Karena inilah salah satu ketetapan-Nya... Q43.36!


Khalifah adalah Pengganti…

Kotretan...


(Mengapa Dinosaurus Punah? )
Dan karena Kau Maha Pencipta serta Maha Berkehendak...

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang pengganti (khaliifah) di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS Al Baqarah, 30)

Kata khaliifah yang berasal dari kata khalif dan jamaknya adalah khulafa atau khalaif dalam kamus al Munawwir berarti pengganti.

Untuk mendapatkan gambaran tentang makna khaliifah dapat kita telusuri dengan pemahaman dan penafsiran dari ayat-ayat berikut ini:
  • Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (khulafa) -yang berkuasa- sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (Q7.69)
  • Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (khulafa) -yang berkuasa- sesudah kaum 'Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan. (Q7.74)
  • Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa. Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (khalaaif) –mereka- di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat. (Q10.13-14)
  • Dan Tuhanmu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu (yastakhlif) dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain. (Q6.133)
  • Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya (wakhtilaaf) malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Q3.190-191)

Para ahli tafsir sepakat bahwa maksud kata khaliifah pada Q2.30 adalah Adam as. Selain Adam as, Daud as juga disebut dalam Quran sebagai khaliifah (Q38.26) keduanya diberi kepercayaan dan amanah untuk memimpin dan mengelola bumi. Namun dalam perjalanan hidupnya digambarkan Quran keduanya pernah tergelincir tetapi diampuni Allah subhanahu wa ta'ala.

Adam as ketika akan dijadikan khalifah, malaikat menyangkal perlunya seorang khalifah di bumi karena sudah ada mereka (para malaikat) yang selalu bertasbih dan memuji Allah serta mensucikannya, sedangkan khalifah mempunyai potensi untuk membuat kerusakan di bumi dan selalu menumpahkan darah. Potensi inilah yang diperhatikan malaikat. Kemudian Allah mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak dapat diketahui sama sekali oleh Malaikat mengenai khalifah itu yaitu inisiatif...


Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir mengenai QS Al Baqarah, ayat 30 (Q2.30)...

Allah subhanahu wa ta'ala memberitahukan ihwal pemberian karunia kepada Bani Adam dan penghormatan kepada mereka dengan membicarakan mereka di al-Mala’ul A’la, sebelum mereka diadakan. Maka Allah berfirman, ”Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat.” Maksudnya, hai Muhammad, ceritakanlah hal itu kepada kaummu. ”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Yakni, suatu kaum yang akan menggantikan satu sama lain, kurun demi kurun, dan generasi demi generasi, sebagaimana Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, ”Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi.” (Q35.39)

Maka kata khaliifah dalam Q2.30 menurut tafsir Ibnu Katsir berarti pengganti.

Adapun dengan kalimat ”Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah...” Seolah-olah Allah memberitahukan kepada para malaikat bahwa apabila di bumi ada makhluk, maka mereka akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di sana. Perkataan malaikat ini bukanlah sebagai bantahan kepada Allah sebagaimana diduga orang, karena malaikat disifati Allah sebagai makhluk yang tidak dapat menanyakan apa pun yang tidak diizinkan-Nya.

Ibnu Jarir berkata, ''Sebagian ulama mengatakan, 'Sesungguhnya malaikat mengatakan hal seperti itu, karena Allah mengizinkan mereka (para Malaikat) untuk bertanya ihwal hal itu setelah diberitahukan kepada mereka bahwa khalifah itu terdiri atas keturunan Adam'. Mereka berkata, ''Mengapa Engkau hendak menjadikan orang yang akan membuat kerusakan padanya?'' Sesungguhnya mereka bermaksud mengatakan bahwa di antara keturunan Adam itu ada yang melakukan kerusakan. Pertanyaan itu bersifat meminta informasi dan mencari tahu ihwal hikmah. Maka Allah berfirman sebagai jawaban atas mereka, Allah berkata, ''Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui,'' yakni Aku (Allah) mengetahui kemaslahatan yang baik dalam penciptaan spesies yang suka melakukan kerusakan seperti yang kamu sebutkan, dan kemaslahatan itu tidak kamu ketahui, karena Aku akan menjadikan di antara mereka para nabi, rasul, orang-orang saleh, dan para wali."

Ulama lain menafsirkan ayat di atas dengan 'menjadikan sebagai khaliifah bagi makhluk sebelumnya' yang terdiri atas jin atau makhluk lain yang mungkin berada di muka bumi yang ada sebelum spesies manusia.


Musnah & BINASA…
(Karena Kau Maha Pencipta dan Berkehendak)

Q6.6. Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. 
Q19.74. Berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap di pandang mata.
Q19.98. Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu melihat seorangpun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar?
Q36.31. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka. 
Q38.3. Betapa banyaknya umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri.
Q50.36. Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)? 
Q20.128. Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyaknya Kami membinasakan umat-umat sebelum mereka, padahal mereka berjalan (di bekas-bekas) tempat tinggal umat-umat itu? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Lihat juga: Q32.26.

Karena  Kezaliman…

Q8.54. (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan dan pengikut-pengikutnya; dan kesemuanya adalah orang-orang yang zalim.
Q10.13. Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.  Lihat juga: Q7.101. 
Q21.11. Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim yang teIah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya).
Q22.45. Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi...

Q27.51. Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. 
Q28.58.-59 Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan, yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya; maka itulah tempat kediaman mereka yang tiada di diami (lagi) sesudah mereka, kecuali sebahagian kecil. Dan Kami adalah Pewaris(nya). Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.

Kaum Hud, Luth, Nuh, 'Aad, Tsamud, Madyan dll…

Q9.70. Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. 
Kaum Tsamud
Q69.5. Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa.
Q53.51. ...Dan kaum Tsamud, maka tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya (hidup).
Q11.68. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud.
Q11.100-101. Itu adalah sebahagian dan berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah. Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.
Q17.17. Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya.
Q26.139. Maka mereka mendustakan Hud, lalu Kami binasakan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.  Lihat juga: Q11.117-119.

Q30.8-10. Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya. Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya.
Q26.208. Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeripun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan;


"I am tottaly in charge of my Games..."
Strategy Games.
Suatu Ketentuan (Kehendak)…

Q47.4. Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.


Q14.19-20. Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru, dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah. Lihat juga: Q4.133 & Q35.16.
Q15.4. Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan.
Q17.58. Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).
Q54.49-53. Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. Dan sesungguhnya telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.

Berserahlah..! Inilah Jalan Keselamatan
Q55.26. Semua yang ada di bumi itu akan binasa.

Q28.43. Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat.

Q28.88. Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.


Karena itulah alam semesta diciptakan serta para nabi dan rasul diutus-Nya... hanya untuk menegakkan kalimat Laa ilaha illa Allah...

Dan karena "...Aku tidak menciptakan JIN & MANUSIA melainkan supaya mereka mengabdi /beribadah /menyembah kepada-Ku" (QS Adz Dzaariyaat 56)


Ayat-ayat Renungan:
... Malaikat-malaikat itu menjawab: "Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu." Q34.41

Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)."
Q30.42 

Wallahu'alamu

Baca juga:
Bangsa-bangsa yang Telah Musnah | Kartun: SpongeBob | Hikmah Agung dibalik Kecanggihan TeknologiWhy am I on this earth? | Unsur Cahaya, Api, Tanah & Air dalam Penciptaan | Umur Bumi Sepertiga Umur Langit | Keajaiban Quran | Mengenal Jin (Makhluk Cerdas Selain Manusia) | Jejak Iblis |


Jadilah yang sedikit..!

As seen on TVs
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)*. [Q6.116]
*Seperti menghalalkan apa-apa yang telah diharamkan Allah dan mengharamkan apa-apa yang telah dihalalkan Allah; menyatakan bahwa Allah mempunyai anak…


It's Clear...
Sudah menjadi sunnatullah, umat Islam terpecah menjadi 73 golongan, sebagaimana sebelumnya umat Yahudi dan Nasrani terpecah menjadi tujuh puluh golongan lebih.

"... Dan demi Dzat Yang jiwaku ada ditangan-Nya, sungguh umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, satu golongan akan masuk surga dan 72 lainnya (mampir dulu) ke neraka.” Rasulullah ditanya: “Siapa golongan yang selamat itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Al Jama’ah." (HR Ibnu Majah)

"... dan umatku akan terpecah-belah menjadi 73 golongan. Semuanya masuk (dulu) ke neraka, kecuali satu golongan.” Para sahabat bertanya: “Siapa mereka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Siapapun yang berada di atas apa yang aku dan para sahabatku ada padanya." (HR Abu Dawud & At-Tirmidzi)

Ibnu Mas'ud meriwayatkan: "Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam membuat garis dengan tangannya lalu bersabda, 'Ini jalan Allah yang lurus'. Lalu beliau membuat garis-garis di kanan-kirinya, kemudian bersabda, 'Ini adalah jalan-jalan yang sesat tak satu pun dari jalan-jalan ini kecuali di dalamnya terdapat setan yang menyeru kepadanya'. Selanjutnya beliau membaca (Al-An'am 153), 'Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu bertakwa.'" (HR Ahmad dan Nasa'i)
  • "... Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku (Iblis) sesatkan keturunannya (Adam as), kecuali sebahagian kecil." [Q17.62]
  • Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. [Q43.36]
  • “Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kalian dijadikan-Nya satu umat (saja). Tetapi Allah akan menguji kalian terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlombalah berbuat kebajikan.” [Q5.48]
Wallahu'alamu
http://think-essential.blogspot.com/2007/10/jadilah-yg-sedikit.html

__oOo__


FILTERISASI...
(hanya sebuah ilustrasi)


Keterangan:
A. "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)". (Q6.116)

B. Di akhir zaman, setelah datangnya kebenaran dari Allah ta'ala kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam sebagai penutup para Nabi dan Rasul... "Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam..." (Q3.19); "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi". (Q3.85); "...maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". (Q2.132).
“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya! Tidaklah mendengar tentangku (diutusnya aku) seorangpun dari umat ini, baik ia seorang Yahudi maupun Nashrani, kemudian ia mati dan belum beriman dengan apa yang aku bawa (Syari’at Islam) melainkan ia termasuk penghuni neraka.” (HR Muslim)
C. Sudah menjadi sunnatullah, umat Islam terpecah menjadi 73 golongan, sebagaimana sebelumnya umat Yahudi dan Nasrani terpecah menjadi tujuh puluh golongan lebih... "...Dan demi Dzat Yang jiwaku ada ditangan-Nya, sungguh umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, satu golongan akan masuk surga dan 72 lainnya (mampir dulu) ke neraka.” Rasulullah ditanya: “Siapa golongan yang selamat itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Al Jama’ah." (HR Ibnu Majah); "... dan umatku akan terpecah-belah menjadi 73 golongan. Semuanya masuk (dulu) ke neraka, kecuali satu golongan.” Para sahabat bertanya: “Siapa mereka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Siapapun yang berada di atas apa yang aku dan para sahabatku ada padanya." (HR Abu Dawud & At-Tirmidzi).
Seluruh umatku akan masuk surga kecuali yang enggan". Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah yang enggan (untuk masuk surga)?”. Beliau menjawab, “Barang siapa yang taat padaku maka ia akan masuk surga, dan barang siapa yang tidak mentaatiku berarti ia telah enggan (untuk masuk surga)”. (HR Bukhari)
D. Ibnu Mas'ud meriwayatkan: "Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam membuat garis dengan tangannya lalu bersabda, 'Ini jalan Allah yang lurus'. Lalu beliau membuat garis-garis di kanan-kirinya, kemudian bersabda, 'Ini adalah jalan-jalan yang sesat tak satu pun dari jalan-jalan ini kecuali di dalamnya terdapat setan yang menyeru kepadanya'. Selanjutnya beliau membaca (Al-An'am 153), 'Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu bertakwa.'" (HR Ahmad dan Nasa'i)

Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka." (Q15.39-40) dan lihat juga QS Shaad 82-83!

... Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku (Iblis) sesatkan keturunannya (Adam as), kecuali sebahagian kecil." (Q17.62)


Kesimpulan?
Golongan yang SEDIKIT di akhir zaman ini adalah...
  • Mereka yang ber-ittiba' kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam dan para sahabatnya.
  • Para mukhlishin yaitu mereka yang selalu meng-ikhlash-kan (memurnikan) segala bentuk peribadatan kepada Allah ta'ala dari segala bentuk atau unsur kebid'ahan dan kesyirikan.
  • Mereka yang berjama'ah (hanya dalam kemurnian; tidak terikat oleh daerah/kelompok/golongan/organisasi/aliran dst dan berdakwah hanya mengajak kepada Allah & Rasul-Nya -bukan kepada suatu individu/kelompok/golongan/aliran tertentu). [“Dari Abu Darda’ radhiallaahu anhu, ia berkata,‘Aku mendengar Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda, ‘Tidaklah berkumpul tiga orang, baik di suatu desa maupun di dusun, kemudian di sana tidak dilaksanakan shalat berjama’ah, terkecuali syetan telah menguasai mereka. Maka hendaklah kamu senantiasa bersama jama’ah, karena sesungguhnya serigala hanya akan memangsa domba yang jauh terpisah (dari rombongannya)’.” (HR Ahmad, Abu Daud, An-Nasai dan lainnya, hadits hasan)]
Golongan yang MURNI dan MENYATU, atau dengan kata lain Golongan yang Bersatu (Berintegrasi) dalam Kemurnian Al Islam.

2 Pertanyaan?
  1. Apakah golongan yang sedikit ini adalah 1 golongan dari 73 golongan yang akan selamat (al firqah an-najiyah) yang akan langsung masuk ke dalam syurga Allah ta'ala tanpa "mampir dulu" ke neraka-Nya?
  2. Dan siapakah golongan yang kebanyakan?
 
Wallahu 'alam
Ya Muqallibal qulub tsabbit qalbi ‘ala diinik, Ya Musharrifal qulub sharrif qalbi ila thaa’atik.
Laa haula wa laa quwwata illa billah...


"Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara..." (Q49.10)

...Q32.13!


Kebanyakan...

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. ... Q6.116

...jadi yang sedikit!?

Kebanyakan manusia adalah fasik, tidak mengetahui, tidak bersyukur, tidak beriman!

...kebanyakan?


“Barangsiapa menyerupai (meniru-niru) suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” (HR Abu Dawud dan Ahmad)

"Kalian akan benar-benar mengikuti cara hidup orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta sehingga andai mereka memasuki lubang biawak, maka kalian pun mengikuti mereka". Kami (para sahabat) bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah mereka adalah orang-orang Yahudi dan Nashrani". Beliau menjawab, "Siapa lagi kalau bukan mereka". (HR Bukhari) 

"Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian untuk keduanya dua hari yang lebih baik dari keduanya: Iedul Adha dan Iedul Fithri." (HR Ahmad)

Wallahu'alamu

Hukum Perayaan Menyambut Tahun Baru


My First Love...

My First Verses...

Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q24.45)

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (Q21.30)

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah/pemimpin/pengganti di muka bumi." Mereka (Para Malaikat) berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah/pengganti) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan serta berselisish satu sama lain sampai menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Q2.30) ...Must Read: Jeffrey Lang Berkisah tentang Adam dan Hawa...

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali... (Q103)

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Q51.56)

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi... (Q70.19)

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Q29.2)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar. (Q49.15)

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar - (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" (Q2.155-156)

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (Q29.64)

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. - Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (Q11.15-16)

…dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, … (Q53.39)

Barangsiapa yg mengerjakan amal saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri & barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; ... (Q41.46)

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. (Q59.19)

... Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu. Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, ... (Q5. ...48...) ...klik di sini untuk sebuah artikel!

Janganlah orang-orang mu'min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Barangsiapa berbuat demikian, .... (Q4.144)

Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia." (Q17.53)

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis ... (Q2.282)

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah... (Q2.233)

Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (Q35.5)
dst … 


 Apa kata Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam tentang dunia...
 
"Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut, air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia" (HR Muslim)



Alam Semesta (Universe) | Umur Bumi Sepertiga Umur Langit | Keajaiban Quran dan Ilmu Pengetahuan | Cahaya, Api, Tanah dan Air dalam Penciptaan | Tadabur Quran Yuk! | Download Quran 30 Juz & Terjemahannya...


Jerry D. Gray Masuk Islam karena Logika...

Dari Republika Online
Jerry Duane Gray, Tersentuh Sikap Toleran

'Agama kekerasan', itulah citra negatif yang disematkan sebagian kalangan warga Barat terhadap Islam. Persepsi ini pula yang pada awalnya hinggap di benak Jerry Duane Gray ketika dia masih tinggal di Amerika Serikat (AS) dan bekerja di Angkatan Udara AS.

Dengan alasan ini pula, pria kelahiran Wiesbaden, Jerman, itu sempat mengemukakan keberatan ketika harus bertugas di Arab Saudi. Dia enggan masuk ke negara kerajaan itu karena takut terhadap orang Arab dan Islam.

Tapi, tugas tetap harus dilaksanakan. Maka, berangkatkah Jerry ke Timur Tengah sekitar tahun 1982. Dia menjadi mekanik pesawat AU AS serta instruktur di New Saudi Mechanics.

Di antara pesawat yang ditanganinya itu, terdapat pesawat pribadi Raja Fahd. Karena profesionalitas dan dedikasinya sebagai mekanik handal, Jerry pernah menerima surat dari raja sebagai bentuk pujian serta penghargaan.

Meski demikian, masih ada kekhawatiran dalam dirinya, khususnya terhadap kekerasan yang mungkin terjadi. Hari-hari awalnya bertugas di Arab Saudi pun terus dibayangi kegelisahan ini.

Akan tetapi, setelah sekian lama, apa yang dia risaukan tak pernah muncul. Justru, keadaan tenteram melingkupi suasana kerjanya dan juga di lingkungan tempat dia tinggal.

Jerry bahkan mendapati kenyataan lain dari sikap umat Islam. Dalam benaknya, orang-orang Islam sangat jauh dari kesan teroris dan kekerasan. Sebaliknya, mereka begitu toleran, cinta Tuhan, dan taat menjalankan ibadah.

Satu hal yang membuat Jerry takjub adalah kumandang azan yang bergema lima kali dalam sehari. Kumandang azan itu membuat umat Muslim segera memenuhi panggilan-Nya untuk melaksanakan shalat fardhu. Apa pun kegiatan dan aktivitas yang sedang dilakukan langsung ditinggalkan. Mereka seolah tak menghiraukan jam sibuk atau saat masih ada pelanggan toko yang hendak berbelanja. Shalat harus tepat waktu.

''Sungguh luar biasa. Baru pertama kali saya menyaksikan keimanan yang seperti ini,'' kenang Jerry saat berbicara pada acara diskusi bukunya yang berjudul Deadly Mist: Upaya Amerika Merusak Kesehatan Manusia di sebuah toko buku di Kota Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Pernah suatu waktu, dia hendak berbelanja di sebuah toko emas di Jeddah. Namun, sang pemilik tidak ada di tokonya lantaran sedang shalat. Jerry menunggu di luar, tak berani masuk ke dalam.

''Mengapa Anda tidak masuk ke toko saya?'' tanya si pemilik toko ketika selesai shalat. ''Saya tidak berani. Nanti, ada yang mengira saya maling dan dapat hukuman yang berat,'' jawab Jerry.

Dengan tenang, orang Arab ini menjawab, ''Semua barang tersebut bukan milik saya. Ini semua kepunyaan Allah SWT. Mungkin saja Anda lebih perlu dari saya.'' Bertambahlah ketakjuban Jerry.

Sejak itu, timbul rasa ingin tahunya terhadap agama Islam. Dia mulai berani bertanya tentang Islam kepada rekan-rekannya yang Muslim.

Hatinya kian tersentuh manakala suatu hari seorang kenalannya yang berasal dari Yaman membawakan terjemahan kitab suci Alquran berbahasa Inggris. Alquran itu segera dibacanya. ''Ketika selesai membaca satu ayat, saya lupa nama ayatnya, tanpa sadar saya meneteskan air mata,'' papar dia.

Ia pun melanjutkan membaca Alquran. Tak lebih dari lima ayat setelahnya, Jerry pun percaya kebenaran yang tertulis dalam Alquran. Meski begitu, dia belum berkeinginan memeluk agama Islam.

Tahun 1984, Jerry meninggalkan Jeddah. Tujuan berikutnya adalah Jakarta dan di sini dia bekerja sebagai instruktur selam. Ini adalah keterampilannya yang lain karena Jerry telah menerima sertifikat PAD, instruktur selam internasional, pada tahun 1978.

Selain menjadi instruktur, dia sekaligus mengembangkan foto-foto bawah air dan juga video. Hasilnya lantas ditayangkan oleh sejumlah stasiun televisi terkemuka.

Berada di negara dengan umat Muslim terbesar di dunia kembali mendekatkannya dengan agama Islam. Maka, tak heran, pada suatu saat, seorang rekannya mengenalkannya dengan seorang guru agama.

Pada hari itu, Jerry sebenarnya sudah ingin memeluk Islam, tapi dia belum berani mengungkapkannya. Sang guru agama memaklumi. Namun, dia meminta Jerry untuk ikut mendengarkan ceramah serta pengajian di kediamannya.

Hari berikutnya, setelah mengikuti kegiatan agama, hatinya berkecamuk. Begitu sampai di rumah, dia langsung masuk ke kamar dan membaca kembali Alquran terjemahan yang dulu diberikan rekannya di Arab Saudi.

Dan, subhanallah, hidayah itu datang. Jerry pun memantapkan diri memeluk agama Islam. Seorang diri, dia bersyahadat dengan menggunakan bahasa Inggris.

Maka, hari berikutnya, dia tak tahan lagi. Kepada sang guru agama, dia mengutarakan keinginannya untuk masuk Islam. ''Langsung ustaz ini berdiri dan berseru alhamdulillah,'' ujarnya.

Mengungkap Tragedi 11 September
Dengan sudah menjadi seorang Muslim, dia memutuskan menetap di Indonesia. Selain terus menekuni profesi instruktur selam, Jerry juga sempat menjadi jurnalis. Tepatnya di tahun 90-an, jaringan televisi CNBC Asia mengontraknya sebagai juru kamera. Salah satu momen yang sempat diabadikan adalah peristiwa Mei 1998.

Ada kelebihan tersendiri menjadi seorang jurnalis. Dirinya semakin kritis. Lewat penelusuran di internet, koran, majalah, dan lainnya, banyak informasi yang bisa diketahui untuk selanjutnya ditelaah dan dianalisis sebagai sebuah rangkaian fakta.

Inilah yang dia alami pada malam 11 September 2001. Jerry ingat betul, saat itu, dia sedang berinternet. Mendadak, telepon rumahnya berdering. Saat diangkat, di ujung telepon sana terdengar pekik suara, ''Cepat! Hidupkan televisimu sekarang.''

Suara panik itu adalah milik ibundanya yang berada di AS. Dengan tidak berpikir panjang, dia langsung menyalakan televisi. Jerry pun tercengang.

Pemandangan yang disaksikan membuatnya seolah tak percaya. Ada kejadian luar biasa di New York, suasana menegangkan usai menara kembar World Trade Center (WTC) dihantam pesawat udara.

Seketika, perhatian dunia tertuju kepada Big Apple (julukan New York). Perhatian pun kemudian beralih kepada komunitas Muslim usai hasil investigasi pihak berwenang AS yang menemukan keterlibatan kelompok militan asal Timur Tengah.

Umat Islam segera menjadi objek pemberitaan media Barat yang cenderung menyudutkan. Islamofobia marak, terutama di kalangan warga di AS, Eropa, dan belahan dunia lain. Kondisi ini membuat Jerry terenyuh.

Tak ingin sekadar berpangku tangan, suami dari Ratna Komala ini segera melakukan observasi dan penelusuran kepustakaan. Berita, gambar, atau informasi faktual di internet dan media massa dikumpulkan. Di situlah, dia banyak menemukan kejanggalan terhadap peristiwa 11 September.

Salah satu kecurigaannya, mengapa begitu cepatnya sebuah jaringan televisi AS terkemuka menyiarkan langsung kejadian tersebut. Padahal, dari pengalamannya sebagai jurnalis televisi, paling tidak butuh waktu antara 20-30 menit untuk menyiapkan peralatan siaran langsung di lapangan.

Namun demikian, dari hitungannya, siaran langsung ini sudah bisa mengudara dalam tempo kurang dari 18 menit. ''Ini sulit dimengerti, kecuali mereka sudah mengetahui bakal terjadinya peristiwa itu terlebih dulu.''

Selain itu, banyak kejanggalan lagi ditemukan. Selanjutnya, temuannya tersebut dia rangkum dan dituangkan dalam buku pertamanya yang berjudul The Hard Evidence Expose! The Real Truth 9-11 yang terbit sekitar tahun 2004.

Tak dinyana, buku ini segera menarik perhatian khalayak. Jerry pun banyak menerima undangan sebagai pembicara untuk menjelaskan seputar temuannya itu. Dia sibuk berkeliling dari masjid ke masjid dan majelis taklim di seputar Jabodetabek.

Sejak itu, kegiatannya menulis buku kritis semakin gencar. Berturut-turut, hadirlah buku Dosa-dosa Media Amerika (2006), Demokrasi Barbar ala Amerika (2007), American Shadow Government: Pemerintah Bayangan Amerika (2008), serta yang terbaru Deadly Mist: Upaya Amerika Merusak Kesehatan Dunia (2009).

Buku-bukunya amat kritis terhadap AS. Jerry mengakui, sikap kritisnya itu bisa saja membahayakan dirinya. Namun, dia telah siap dengan segala konsekuensinya. ''Niat saya adalah memberikan informasi serta membantu jutaan manusia di dunia dan juga keinginan serta kebutuhan orang banyak,'' tandas Jerry.

Maka, dalam hal ini, lanjutnya, dirinya sama sekali tidak berarti dibandingkan nyawa jutaan manusia lain. ''Saya mencari ridha dan perlindungan hanya dari Allah SWT,'' ungkapnya lagi.

Pantang Menyerah
Ada hikmah yang dia petik setelah menjadi seorang Muslim, yakni jangan pernah berhenti belajar agama meski hingga akhir hayat. Prinsipnya, setiap Muslim harus memeluk agama Islam dengan sebenar-benarnya, terutama dalam melaksanakan segala ketentuan Allah.

Karena itulah, dia rela memendam keinginannya untuk kembali berkecimpung di dunia bawah air lagi. Jerry berharap dapat membuat film dan foto bawah laut, tapi kali ini dalam perspektif Islam.

''Saat ini, Allah SWT mungkin memberi petunjuk agar saya tetap aktif menulis dan berdialog dengan umat. Insya Allah, nanti di akhirat, saya bisa menemukan laut yang lebih indah,'' papar Jerry. [yusuf assidiq/kem]

Biodata
Nama: Jerry D. Gray
Kelahiran: Wiesbaden Jerman, 24 September 1960
Karier: Mekanik Pesawat AU AS, Instruktur Selam, Kamerawan freelance CNBC Asia
Nama istri: Ratna Komala (Tasikmalaya)
Nama anak: Adam


Sebagian Buku-buku karya Jerry D. Gray:

Baca lanjut..!



... Jerry berupaya menyampaikan kepada masyarakat bahwa saat ini dunia dikuasai oleh sekumpulan orang atau kelompok yang berupaya memujudkan apa yang dinamakan “The New World Order”. “Mereka menguasai seluruh negara dan pemerintahan yang ada di dunia ini. Mereka menguasai 96 persen media massa yang ada di dunia ini, sehingga mereka bisa menguasai semua informasi dan mengatur semua pemberitaan. Mereka berusaha menghilangkan semua agama di dunia ini dan menggantikannya dengan agama yang mereka ciptakan sendiri. Mereka berusaha menjadikan semua bangsa tunduk berada di bawah ketiaknya. Mereka melaukan segala upaya untuk menyambut datangnya Dajjal,” kata Jerry D Gray pada diskusi yang diadakan di stan Gema Insani dan dipandu langsung oleh Direktur PT Gema Insani, Iwan Setiawan.

Jerry juga mengupas tentang flu burung, flu babi, virus dan berbagai penyakit yang kini berkembang di berbagai Negara yang dikembangkan mereka dalam upaya mengontrol dan menguasai bangsa-bangsa di dunia ini. Semua obat, termasuk vaksin yang mereka buat, mengandung efek samping yang bisa membahayakan kesehatan atau menimbulkan persoalan baru. Contoh imunisasi. Sebanyak 30 persen dokter di AS tidak mau mengimunisasi anaknya, tapi kenapa mereka _antara lain melalui WHO (World Health Organization) atau Organisasi Kesehatan Dunia_ memaksa anak-anak kita supaya divaksinasi?

Dalam kesempatan itu, Jerry juga ditanya mengenai alasannya masuk Islam. Ia mengatakan bahwa ia telah mencari kebenaran agama-agama sejak umur 21 tahun mengaku bahwa Ia masuk Islam karena agama Islam itu logis. “Saya masuk Islam karena Islam itu logis. Kalau logis, baru saya percaya. Kalau tidak logis, saya tidak percaya,” tuturnya. Sebelum masuk Islam, dia telah membaca The Holy Quran. "Kok nama Muhammad muncul terus di Quran? Saya penasaran. Maka saya membaca buku Hadits Bukhari dari A-Z. Alhamdulillah, saya bisa kenal Muhammad. Baca hadits saja saya sudah jatuh cinta kepada Muhammad. Sudah cukup bagi saya untuk meyakini bahwa Islam dan Nabi Muhammad itu benar. Lalu saya baca lagi The Holy Quran. Saya semakin yakin kepada kebenaran Islam, sehingga akhirnya saya memutuskan bahwa Islamlah agama yang logis, Islamlah agama yang benar, dan saya pun masuk Islam,” kata Jerry D Gray yang pernah membeli lebih 350 judul buku tentang keislaman berbahasa Inggris saat berkunjung ke Arab Saudi guna mempelajari dan memperdalam Islam. ***http://www.islamic-bookfair.com


Menjenguk Orang Sakit = Imune

Vera Farah Bararah – detikHealth

Vancouver, Saat melihat orang yang sedang sakit, pasti yang ada dipikiran adalah membantu merawatnya. Tapi studi terbaru menunjukkan, seseorang yang melihat orang lain sakit akan meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.

Studi ini dilakukan oleh tim peneliti dari Kanada. Dalam penelitiannya partisipan dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama adalah kelompok netral yang diperlihatkan berbagai gambar seperti furnitur dan yang lainnya.

Sedangkan kelompok kedua diperlihatkan beberapa orang yang sedang terkena cacar, bersin-bersin, flu dan tanda-tanda penyakit lainnya.

Para partisipan ini diambil sampel darahnya sebelum dan sesudah melihat berbagai gambar tersebut. Lalu para peneliti menambahkan bakteri tertentu ke dalam sampel darah yang diambil dari partisipan untuk menguji respons imunitasnya.

Ternyata didapatkan partisipan yang diperlihatkan berbagai gambar mengenai orang sakit memiliki respons sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dan lebih baik dibandingkan dengan orang yang melihat gambar furnitur atau gambar laki-laki yang sedang memegang senjata ke arah partisipan.

Peneliti dari University of British Columbia menuturkan adanya respons sistem kekebalan tubuh yang kuat pada partisipan yang melihat gambar orang sakit kemungkinan akibat faktor adaptasi evolusi dari diri partisipan terhadap lingkungannya. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science.

“Hasil ini kemungkinan bagus untuk sistem kekebalan tubuh dalam merespons secara agresif, terutama di saat-saat tertentu seperti bersentuhan dengan sesuatu yang bisa membuat seseorang menjadi sakit,” ujar penulis studi Markus Schaller, seperti dikutip dari Health24, Selasa (4/5/2010).

Sistem kekebalan tubuh manusia terdiri dari sel-sel khusus, protein, jaringan dan organ. Sistem ini berfungsi melindungi dan menyerang kuman atau organisme yang bisa menyebabkan penyakit setiap harinya. Jika sistem kekebalan tubuh seseorang meningkat, maka sistem ini dapat melindungi atau mencegah terjadinya penyakit dan infeksi.

Sel-sel yang terlibat dalam sistem kekebalan tubuh ini adalah sel darah putih (leukosit) yang memiliki tugas mencari serta menghancurkan organisme atau zat penyebab suatu penyakit.


Catatan saya:
  • "Berilah makan oleh kalian orang yang lapar, jenguklah orang sakit, dan bebaskan tawanan (muslim)." (HR Bukhari)
  • Dituturkan oleh al-Bara' bin Azib Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan kepada kami dengan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara: Beliau memerintahkan kami agar menjenguk orang sakit..." (Muttafaq 'alaih)
  • "Siapa yang menjenguk orang sakit, ia berada dalam kebun surga sehingga dia kembali."  (HR Muslim dan Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami' no. 6389)
  • "Sesungguhnya seorang muslim bila menjenguk saudaranya sesama muslim maka ia terus menerus berada di khurfatil jannah hingga ia pulang (kembali)." (HR Muslim no. 6498), dalam lafadz lain (no. 6499): "Siapa yang menjenguk seorang yang sakit maka ia terus menerus berada di khurfatil jannah." Ditanyakan kepada beliau, "Wahai Rasulullah, apakah khurfatil jannah itu?". Beliau menjawab, "Buah-buahan yang dipetik dari surga."
  • "Tidaklah seorang muslim yang menjenguk muslim lainnya di pagi hari kecuali ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga sore hari. Dan jika menjenguknya di sore hari, ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga pagi, dan baginya satu kebun di surga." (HR Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Tirmidzi)
  • "Siapa yang menjenguk orang sakit, maka ada seorang yang berseru dari langit: kamu adalah orang baik, dan langkahmu juga baik dan engkau berhak menempati satu tempat di surga." (HR Ibnu Majah, al-Tirmidzi, dan Ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam al-Misykah no. 5015. Ibnu Hibbad juga menshahihkannya sebagaimana yang disebutkan Ibnul Hajar dalam Al-Fath)
  • "Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada lima yaitu menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengikuti (mengantar) jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin (bila yang bersin mengucapkan hamdallah)." (HR Bukhari & Muslim) 
  • http://kliping2009.blogspot.com/2011/11/hukum-menjenguk-orang-sakit-dan.html


Doa Nabi Daud as Memohon Cinta Allah

Nabi Daud ’alihis-salaam merupakan seorang hamba Allah yang sangat rajin beribadah kepada Allah. Hal ini disebutkan langsung oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Nabi Daud ’alihis-salaam sangat rajin mendekatkan diri kepada Allah. Beliau sangat rajin memohon kepada Allah agar dirinya dicintai Allah. Beliau sangat mengutamakan cinta Allah lebih daripada mengutamakan dirinya sendiri, keluarganya sendiri dan air dingin yang bisa menghilangkan dahaga musafir dalam perjalanan terik di tengah padang pasir. Inilah penjelasan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengenai doa Nabi Daud tersebut:

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi 3412)

Setidaknya terdapat empat hal penting di dalam doa ini. Pertama, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon cinta Allah. Beliau sangat faham bahwa di dunia ini tidak ada cinta yang lebih patut diutamakan dan diharapkan manusia selain daripada cinta yang berasal dari Allah Ar-Rahman Ar-Rahim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Apalah artinya seseorang hidup di dunia mendapat cinta manusia –bahkan seluruh manusia- bilamana Allah tidak mencintainya. Semua cinta yang datang dari segenap manusia itu menjadi sia-sia sebab tidak mendatangkan cinta Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sebaliknya, apalah yang perlu dikhawatirkan seseorang bila Allah mencintainya sementara manusia –bahkan seluruh manusia- membencinya. Semua kebencian manusia tersebut tidak bermakna sedikitpun karena dirinya memperoleh cinta Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Sebab itulah Nabi Daud ’alihis-salaam tidak menyebutkan dalam awal doanya harapan akan cinta manusia. Beliau mendahulukan cinta Allah di atas segala-galanya. Beliau sangat menyadari bahwa bila Allah telah mencntai dirinya, maka mudah saja bagi Allah untuk menanamkan cinta ke dalam hati manusia terhadap Nabi Daud ’alihis-salaam. Tetapi bila Allah sudah mebenci dirinya apalah gunanya cinta manusia terhadap dirinya. Sebab cinta manusia terhadap dirinya tidak bisa menjamin datangnya cinta Allah kepada Nabi Daud ’alihis-salaam.

Dari Nabi shollallahu ’alaih wa sallam beliau bersabda: “Bila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah berseru kepada Jibril: “Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah dia.” Jibrilpun mencintainya. Kemudian Jibril berseru kepada penghuni langit: ”Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka kalian cintailah dia.” Penghuni langitpun mencintainya. Kemudian ditanamkanlah cinta penghuni bumi kepadanya.” (HR Bukhary 5580)

Kedua, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah cinta orang-orang yang mencintai Allah. Sesudah mengharapkan cinta Allah lalu Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah kasih-sayang dari orang-orang yang mencintai Allah, sebab orang-orang tersebut tentunya adalah orang-orang beriman sejati yang sangat pantas diharapkan cintanya.

Hal ini sangat berkaitan dengan Al-Wala’ dan Al-Bara’ (loyalitas dan berlepas diri). Yang dimaksud dengan Al-Wala’ ialah memelihara loyalitas kepada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman. Sedangkan yang dimaksud dengan Al-Bara’ ialah berlepas diri dari kaum kuffar dan munafiqin. Karena loyalitas mu’min hendaknya kepada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman, maka Nabi Daud ’alihis-salaam berdoa agar dirinya dipertemukan dan dipersatukan dengan kalangan sesama orang-orang beriman yang mencintai Allah. Dan ia sangat meyakini akan hal ini.

[tuning]

Sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersada: “Ruh-ruh manusia diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain akan bersatu. Dan mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah.” (HR muslim 4773)

Ketiga, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar ditunjuki perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan cinta Allah. Setelah memohon cinta Allah kemudian cinta para pecinta Allah, selanjutnya Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar ditunjuki perbuatan dan amal kebaikan yang mendatangkan cinta Allah. Ia sangat khawatir bila melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan murka Allah. Beliau sangat khawatir bila berbuat dengan hanya mengandalkan perasaan bahwa Allah pasti mencintainya bila niat sudah baik padahal kualitas dan pelaksanaan ’amalnya bermasalah. Maka Nabi Daud ’alihis-salaam sangat memperhatikan apa saja perkara yang bisa mendatangkan cinta Allah pada dirnya. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah mencintai Ash-Shobirin (orang-orang yang sabar). Siapakah yang dimaksud dengan Ash-Shobirin? Apa sifat dan perbuatan mereka sehingga menjadi dicintai Allah?

”Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS Ali Imran ayat 146)

Keempat, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar menjadikan cinta Allah sebagai hal yang lebih dia utamakan daripada dirinya sendiri, keluarganya dan air dingin. Kemudian pada bagian akhir doa ini Nabi Daud ’alihis-salaam kembali menegaskan betapa beliau sangat peduli dan mengutamakan cinta Allah. Sehingga beliau sampai memohon kepada Allah agar cinta Allah yang ia dambakan itu jangan sampai kalah penting bagi dirinya daripada cinta dirinya terhadap dirinya sendiri, terhadap keluarganya sendiri dan terhadap air dingin.

Mengapa di dalam doanya Nabi Daud ’alihis-salaam perlu mengkontraskan cinta Allah dengan cinta dirinya sendiri, keluarganya dan air dingin? Sebab kebanyakan orang bilamana harus memilih antara mengorbankan diri dan keluarga dengan mengorbankan prinsip hidup pada umumnya lebih rela mengorbankan prinsip hidupnya. Yang penting jangan sampai diri dan keluarga terkorbankan. Kenapa air dingin? Karena air dingin merupakan representasi kenikmatan dunia yang indah dan menggoda. Pada umumnya orang rela mengorbankan prinsip hidupnya asal jangan mengorbankan kelezatan duniawi yang telah dimilikinya.

Jadi bagian terakhir doa Nabi Daud ’alihis-salaam mengandung pesan pengorbanan. Ia rela mengorbankan segalanya, termasuk dirinya sendiri, keluarganya sendiri maupun kesenangan duniawinya asal jangan sampai ia mengorbankan cinta Allah. Ia amat mendambakan cinta Allah. Nabi Daud ’alihis-salaam sangat faham maksud Allah di dalam Al-Qur’an:

“Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS At-Taubah ayat 24)


[tuning]


“Ruh-ruh manusia diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain akan bersatu. Dan mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah.”
(HR Muslim 4773)


Wallahu'alamu...
...astaghfirullah ..astaghfirullah ..astaghfirullah!

“Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir".” (QS Al-Kahfi 29)
Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, niscaya Kami akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS Al-’Ankabut 69)