COSMOS, A Spacetime Odyssey


"Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak."
(QS Ar Rahmaan 37)





Bismillah Arrahmaan Arrahiim...

PENCIPTAAN ALAM SEMESTA (UNIVERSE)


Alam semesta berasal dari asap (gas)?
"Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: 'Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.' Keduanya menjawab: 'Kami datang dengan suka hati'" (Q41.11)
Teori Big Bang,
dan air sebagai sumber kehidupan...
"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Q21.30)
Expanding Universe...
Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya” (Q51.47)

Kalimat "Kun Fayakuun!"

"Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Kun (Jadilah!)" fayakun (maka jadilah ia)" (Q2.117)
"Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "Kun (Jadilah)", fayakuun (maka jadilah ia)" (Q16.40, 36.82)
Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia." (Q3.47)

"Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia" (Q3.59)

http://temp-zzz.blogspot.com/2009/06/umur-bumi-sepertiga-umur-langit.html


BEGITU LUAS & AGUNG!

Perbandingan Dunia dan "Akhirat"...
"Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke lautan, air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia" (HR Muslim)
Nilai shalat 2 raka'at sebelum subuh... "Dua raka’at shalat fajr (shalat sunnah 2 raka'at sebelum shalat subuh) lebih baik dari pada dunia dan seisinya" (HR Muslim)

http://temp-zzz.blogspot.com/2009/04/why-am-i-on-this-earth.html

Keteraturan...

"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya" (Q21.33)

"Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari" (Q35.13)

"Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya" (Q36.40)

"Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun" (Q39.5)

Bulan Sabit?
  • Mengapa ada bulan sabit?
  • Mengapa matahari dan bulan kelihatan sama ukurannya (secara visual) di mata manusia?
  • Hubungan antara Moon & Month?
"Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: 'Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan haji...'" (Q2.189)

"Dia-lah yg menjadikan matahari bersinar & bulan bercahaya & ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun & perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yg demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui" (Q10.5)

http://temp-zzz.blogspot.com/2010/10/tadabur-quran-islam-rahmatan-lilalamin.html


SATU BERBANDING TIGA RATUS ENAM PULUH RIBU (1:360.000)

1 hari berbanding 1000 tahun...
Bukan jamur Merang!
"...Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu" (Q22.47)
Q32.5. Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.

1 hari berbanding 50.000 tahun...

Q70.4. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.

Ibarat jamur...
Hidup manusia di atas muka bumi ini ibarat jamur yang tumbuh hanya di pagi hari dan setelah sekian jam jamur tersebut mati.

http://temp-zzz.blogspot.com/2012/11/1360000.html


MENGAPA DINOSAURUS PUNAH?

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang pengganti (khaliifah) di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS Al Baqarah, 30)

Kata khaliifah yang berasal dari kata khalif dan jamaknya adalah khulafa atau khalaif dalam kamus al Munawwir berarti "pengganti".

http://temp-zzz.blogspot.com/2012/01/kata-khalifah-sebagai-pengganti.html


UNSUR-UNSUR DALAM PENCIPTAAN MAKHLUK HIDUP

Malaikat dari Cahaya…
Para malaikat diciptakan Allah dari cahaya, dan diciptakan-Nya jin dari api, sedangkan Adam diciptakan dari apa yang dijelaskan pada kalian. (HR Muslim)

Jin (Jinn) dari Api…
Dan Kami telah menciptakan Jin sebelum (Adam /manusia) dari api yang sangat panas. (Q15.27) _Baca juga Q55.15!

Manusia dari Tanah…
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (Q15.26)

Hewan dan Tumbuhan dari Air…
Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya. (Q23.18) 

Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q24.45)

...lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau … (Q6.99) _Baca juga Q20.53, Q22.63, Q27.60!

http://temp-zzz.blogspot.com/2011/03/unsur-cahaya-api-tanah-dan-air-dalam.html


JIN (JINN), MAKHLUK CERDAS SELAIN MANUSIA

Banyak makhluk hidup yang telah Allah ta'ala ciptakan dan Dia sebarkan di langit dan bumi ini.

"Di antara tanda-tanda (kekuasaan)-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata. Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya." (Q42: 29)

"Sesungguhnya Allah, malaikat-Nya, serta penduduk langit dan bumi, hingga semut yang ada di dalam lubangnya, dan ikan-ikan di lautan, (semuanya) bersalawat atas orang yang mengajarkan kebaikan pada manusia” (HR Tirmidzi)

Jin berasal dari kata janna yang artinya menutup. Dari sinilah kata jin berasal, karena tertutup & tersembunyinya mereka dari pandangan mata manusia. Bayi yang masih dalam kandungan ibunya disebut janin karena tertutup dari pandangan manusia.

Jin diciptakan Allah ta'ala dari api & lebih dulu dibanding manusia yang diciptakan dari tanah…

Q55:15. dan Dia menciptakan jin dari nyala api.
Q15:27. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.
Jin sama seperti manusia, diciptakan untuk mengabdi kepada Sang Pencipta (Allah azza wa jalla). Mereka berbeda-beda, ada yang shaleh & ada yang kafir…
Q51:56. Dan Aku tidak menciptakan jin & manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
QS Al Jin:11. Dan sesungguhnya di antara kami ada yang saleh & di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.
QS Al Jin:14. Dan sesungguhnya di antara kami ada yang taat & ada (pula) yang menyimpang dari kebenaran...
Jin bisa melihat manusia, tapi manusia tidak bisa melihat mereka (jin)…
Q7:27. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia & pengikut-pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.
Manusia BISA berinteraksi & bekerja sama dengan jin, tapi hanya akan menambah dosa & kesalahan bagi manusia…
Q72:6 Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa & kesalahan.
Kecepatan dalam dunia jin…
Q27:39 (Kisah pada masa Nabi Sulaiman, Jin Ifrit bisa memindahkan singgasana dalam waktu sekejap). Berkata 'Ifrit (yang cerdik) dari jenis jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya."
http://temp-zzz.blogspot.com/2009/10/mengenal-jin.html


MORE..?
Katakanlah: "Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Rabbku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Rabbku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” (Q18.109)

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q31.27)

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka!" (Q3.191-190)

THINK ABOUT IT!

Mengapa Bumi begitu Istimewa?
>>> "Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan." (Q31.20)
Matahari bersinar! Bulan bercahaya!
& ukuran keduanya hampir sama
di mata manusia... (Q10.5)
Bisakah akal kita menerima alam semesta yang serba teratur, indah, saling berpasangan dan dihuni beraneka ragam makhluk ini terjadi begitu saja tanpa ada yang menciptakannya?

Ataukah mereka menciptakan dirinya sendiri atau tercipta secara kebetulan?

Apakah Anda mengakui bahwa teknologi Komputer sekarang begitu hebat dan luar biasa? Dan apakah Anda percaya bahwa komputer itu ada yang merancang dan menciptakannya?
…saya percaya bahwa komputer yang canggih dan hebat itu ada yang menciptakannya!
http://temp-zzz.blogspot.com/2007/11/tidak-ada-yang-sia-sia-di-alam-semesta.html




Hakikat Teori Evolusi Darwin: Perang Terhadap ad-Dien!

LIFE'S A JOURNEY (Not a Destination!)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Apa artinya dunia bagiku! Kehadiranku di dunia hanyalah bagaikan seorang pengelana yang tengah berjalan di panas terik matahari, lalu berteduh di bawah naungan pohon beberapa saat, kemudian segera meninggalkannya untuk kembali melanjutkan perjalanan.” (HR At-Tirmidzi) 
Akhirat is the Destination!
Tingkatan Surga paling rendah = 10X besarnya Dunia...

Ibnu Mas'ud r.a. berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Saya mengetahui akhir ahli Neraka keluar dari Neraka, dan akhir ahli Surga masuk Surga yaitu seorang keluar dari Neraka, dengan merangkak-rangkak, maka Allah berfirman padanya: 'Pergilah masuk Surga!', maka pergilah orang itu, tiba-tiba terbayang olehnya seolah-olah Surga sudah penuh. Allah berfirman: 'Pergilah masuk Surga!', maka kembali dia pergi dan didapatkannya seolah-olah Surga sudah penuh. Maka kembali dia berkata: 'Ya Rabb, Surga sudah penuh. Maka Allah berfirman: 'Pergilah masuk Surga, bagimu di Surga sepuluh kali besarnya dunia'. Maka berkata orang itu: Apakah kau menertawakan (mengejek) saya ya Rabb, sedang engkau Maharaja. Berkata Ibnu Mas'ud: Maka saya melihat Rasulullah s.a.w. tertawa hingga tampak giginya, sambil berkata: 'Demikianlah serendah-rendah tingkatan ahli Syurga'." (HR Bukhari & Muslim)

So...

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. (Q3.142)

Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk syurga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sampai-sampai berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (Q2.214)

http://temp-zzz.blogspot.com/2011/02/dalil-dalil-kehidupan-dunia.html

Allah ar-Rahman ar-Rahim memiliki 100 rahmat, 1 rahmat diberikan di dunia ini dan 99 rahmat akan diberikan di akhirat kelak...

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah memiliki seratus rahmat. Dari seratus rahmat tersebut, hanya satu yang di turunkan Allah kepada jin, manusia, hewan jinak dan buas. Dengan rahmat tersebut mereka saling mengasihi dan menyayangi, dan dengan rahmat itu pula binatang buas dapat menyayangi anaknya. Adapun Sembilan puluh sembilan rahmat Allah yang lain, maka hal itu ditangguhkan Allah. Karena Allah hanya akan memberikannya kepada para hamba-Nya yang shalih pada hari kiamat kelak." (HR Muslim)



Baca Juga:


Manusia Rugi?

RUGI... Manusia hidup di muka bumi ini, KECUALI...

Klik di image untuk memperbesar! Klik kanan dan Save Image As...

Demi masa...
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh serta nasehat-menasehati supaya menta'ati kebenaran dan keshabaran.

(QS Al Ashr 1-3)

Supaya tidak merugi hidup kita ini, maka kita harus...
  1. Beriman!
  2. Beramal Shalih!
  3. Nasehat-menasehati (berdakwah) dalam kebenaran dan keshabaran!

Images yang lainnya klik di sini!


Makan dan Minum?

ADAB-ADAB MAKAN SEORANG MUSLIM

1. Memulai makan dengan mengucapkan Bismillah.
Apabila salah seorang diantara kalian hendak makan, maka ucapkanlah: ‘Bismilah’. Dan jika ia lupa untuk mengucapkan Bismillah di awal makan, maka hendaklah ia mengucapkan ‘Bismillahi Awwalahu wa Aakhirahu (dengan menyebut nama Allah di awal dan diakhirnya)’” (HR Daud dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih Ibnu Majah: 3264)
2. Hendaknya mengakhiri makan dengan pujian kepada Allah.
“Barangsiapa telah selesai makan hendaknya dia berdo’a: 'Alhamdulillaahilladzi ath’amani hadza wa razaqqaniihi min ghairi haulin minni walaa quwwatin'. Niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR Daud, Hadits Hasan)
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وََرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حوْلٍ مِنِّي وَ لاَ قُوَّةٍ
Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan ini kepadaku dan yang telah memberi rizki kepadaku tanpa daya dan kekuatanku.
Atau bisa pula dengan doa berikut,

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَنْدًا كثِيراً طَيِّباً مُبَارَكاً فِيهِ غَيْرَ (مَكْفِيٍّ وَ لاَ) مُوَدَّعٍ وَ لاَ مُسْتَغْنَيً عَنْهُ رَبَّناَ
Segala puji bagi Allah dengan puja-puji yang banyak dan penuh berkah, meski bukanlah puja-puji yang memadai dan mencukupi dan meski tidaklah dibutuhkan oleh Rabb kita.” (HR Bukhari VI/214 dan Tirmidzi dengan lafalnya V/507)
3. Hendaknya makan dengan menggunakan tiga jari tangan kanan.
Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dengan menggunakan tiga jari.” (HR Muslim & Abu Daud)
4. Hendaknya menjilati jari jemarinya setelah selesai makan, sebelum mencuci tangan.
Apabila salah seorang diantara kalian telah selesai makan maka janganlah ia mengusap tangannya hingga ia menjilatinya atau minta dijilati (oleh Isterinya, anaknya).” (HR Bukhari & Muslim)
5. Apabila ada sesuatu dari makanan kita terjatuh, maka hendaknya dibersihkan bagian yang kotornya kemudian memakannya.
Apabila ada sesuap makanan dari salah seorang diantara kalian terjatuh, maka hendaklah dia membersihkan bagiannya yang kotor, kemudian memakannya dan jangan meninggalkannya untuk syaitan.” (HR Muslim & Abu Daud)
6. Hendaknya tidak meniup pada makanan yang masih panas dan tidak memakannya hingga menjadi lebih dingin, hal ini berlaku pula pada minuman. Apabila hendak bernafas maka lakukanlah di luar gelas, dan ketika minum hendaknya menjadikan tiga kali tegukan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang untuk menghirup udara di dalam gelas (ketika minum) dan meniup di dalamnya.” (HR At Tirmidzi)
7. Hendaknya menghindarkan diri dari kenyang yang melampaui batas.
Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya.” (HR Ahad, Ibnu Majah)
8. Makan memulai dengan yang letaknya terdekat kecuali bila macamnya berbeda maka boleh mengambil yang jauh.
Wahai anak muda, sebutkanlah Nama Allah (Bismillah), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apa-apa yang dekat denganmu!” (HR Bukhari & Muslim)
9. Hendaknya memulai makan dan minuman dalam suatu jamuan makan dengan mendahulukan (mempersilakan mengambil makanan terlebih dahulu) orang-orang yang lebih tua umurnya atau yang lebih memiliki derajat keutamaan.

10. Ketika makan hendaknya tidak melihat teman yang lain agar tidak terkesan mengawasi.

11. Hendaknya tidak melakukan sesuatu yang dalam pandangan manusia dianggap menjijikkan.

12. Jika makan bersama orang miskin, maka hendaklah kita mendahulukan mereka.

============================================
Disadur dari: Adab-adab Harian Seorang Muslim, Ibnu Katsir
Disusun ulang oleh: Ummu Aufa | www.muslimah.or.id
Muroja’ah: Subhan Khadafi, Lc.
============================================



CURAT-CORET

Banyaknya minum harus sebanding dengan jumlah makanan yang dimakan...
Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya.” (HR Ahad, Ibnu Majah)

Kotretan...
  • Banyak berpuasa, "tidak makan dan tidak minum"; ...sehat!
  • Jika "sedikit" makan maka usahakan untuk "sedikit" minum; ...bener nggak ya?
  • Jika "banyak" makan maka harus "banyak" minum; ...dan tetap menyisakan minimal 1/3 ruang di lambung untuk udara (bernafas)!
  • "Kebanyakan" makan dan minum, maka lambung yang seharusnya tersisa ruang minimal 1/3 untuk udara akan terisi penuh oleh makanan. Kondisi ini tidak baik untuk kesehatan karena akan mengurangi fleksibilitas lambung dan mempengaruhi kerja organ-organ tubuh di sekitar lambung seperti jantung dan paru-paru serta kondisi ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman, ngantuk dan "rasa malas".
Banyak minum?
Dari sedikit kotretan di atas "bisa" diambil kesimpulan, bahwa kebutuhan minum berbeda-beda tergantung jumlah asupan makanan yang dikonsumsi (+gaya hidup/aktivitas). Yang terpenting, semakin banyak makanan yang dimakan maka semakin banyak pula air (minuman) yang harus diminum. (Bener nggak sih? :))

Maka wajarlah orang-orang yang dengan gaya hidup dan kesehariannya "banyak" makan dan sedikit gerak, kalau ingin tetap sehat dianjurkan untuk banyak minum. Katanya sih untuk orang-orang seperti ini dalam sehari minimal harus minum sekitar 2,5 liter air.

Ngawur!?
"Orang yang sering (banyak) makan babi maka orang tersebut akan seperti babi!?"
badannya... tingkah lakunya...


Bencana?

!!!Hanya Curat-Coret...!!!

Langit pecah? Bumi belah? Gunung runtuh?
Bencana di setiap Akhir, Pergantian & Awal Tahun Masehi?

Sekitar Natal 2013...
  • Gn. Sinabung di Kab. Karo Sumatera Utara meletus.
  • Banjir bandang di Manado, Sulawesi Utara.
  •  
Pasca perayaan Tahun Baru...
  • Banjir dimana-mana.
  •  
Valentine's day...
  • Gn. Kelud di Jawa Timur meletus.
  •  

Ada kemungkaran besar di setiap waktu tersebut?
QS Maryam 88-92.
Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak" Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menda'wakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.

Waktu terjadinya bencana?
QS Al A'raaf 96-99.
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.


Mengapa Tornado kerap melanda AS?
https://www.youtube.com/watch?v=ALm2QEf9xvU

Deadly Tornado?
Klik di image untuk memperbesar!



Harus baca!


Mengapa Barat Meninggalkan Kristen?


...banyak di antara mereka yang menjadi ateis tetapi tidak sedikit dari mereka yang terus mencari dan mengkaji akan eksistensi Tuhan -Zat yang dikhabarkan sebagai pencipta kehidupan dan alam semesta ini- serta melakukan studi komparasi antar agama yang akhirnya membawa mereka kepada Al Islam -agama (kebenaran) yang mereka cari selama ini. 

Baca selengkapnya...

---oOo---

Dari Sebuah Debat... Siapakah Yesus? Tuhan atau Nabi?

http://www.youtube.com/watch?v=QjfdRLicVRo

Juga... Samakah Tuhannya orang Islam dengan "Tuhannya" orang Kristen?
http://www.youtube.com/watch?v=NxkqgCLb58k

Penjelasan tentang TRINITAS...

http://www.youtube.com/watch?v=kiciOwJ8Nu8

Bukti Kebenaran "Injil"...

http://www.youtube.com/watch?v=K4SptaYCt9o

Informasi tentang "nasib" Kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Quran...
QS Al An'aam 91.
...mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia." Katakanlah: "Siapakah yang menurunkan Al Kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan Kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)?" Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.

QS Ali 'Imran 78.
Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.
---oOo---



Valentine's Day?



Cari Kebenaran di YouTuberuth!?
Top 5 Misconceptions about Islam (Subtitle Bahasa Indonesia)
https://www.youtube.com/watch?v=Fr_3eyGP22g
Who was Muhammad The Prophet? (Subtitle Bahasa Indonesia)
https://www.youtube.com/watch?v=_Zf5R5RCc3U
Why You will Love Islam? (Subtitle Bahasa Indonesia)
https://www.youtube.com/watch?v=P9OzWVcpmpY

Intro: The Proof that Islam is the Truth (Subtitle Bahasa Indonesia)
https://www.youtube.com/watch?v=seTtoVFrozw


Dalam sebuah Acara TV Kristen...
Ateis Masuk Islam... Lucu dan Inspiratif!
Islam vs Terrorist...


Syukran ichakushina!


Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dalam Bibel...

http://kristolog.com/2013/05/02/nabi-muhammad-saw-dalam-bibel/

Allah ta'ala berfirman:
"Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu"."(QS Ali Imran: 81)

Dalam Al Qur`an, disebutkan bahwa para nabi sebelum diambil perjanjiannya Allah ta'ala memerintahkan mereka untuk mengimani keberadaan Nabi terakhir yaitu Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, tidak hanya itu Allah ta'ala juga memerintahkan mereka untuk menolongnya dan memberikan kabar gembira kepada umat mereka mengenai kedatangan Rasul terakhir tersebut.
Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (QS Ash Shaf: 6)
Al Kitab yang ada saat ini meski telah mengalami banyak perubahan tapi ternyata masih menyimpan beberapa informasi mengenai kedatangan Muhammad, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Banyak sekali ayat-ayat yang merupakan ramalan kedatangan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, meski oleh kaum kristiani dianggap sebagai ramalan kedatangan Yesus (Isa a.s.) akan tetapi data-data yang valid justru berkata sebaliknya. Di antara ayat yang dengan jelas menyatakan nubuwat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah:

ULANGAN 18: 18
"Maka pada masa itu berfirmanlah Allah kepadaku, benarlah perkataan mereka itu. Bahwa Aku akan menjadikan bagi mereka itu seorang Nabi di antara segala saudara-saudara mereka yang seperti engkau ya Musa. dan Aku akan memberikan segala firmanKu dalam mulutnya dan iapun akan mengatakan segala yang Kusuruh akan dia."
Allah ta'ala berjanji akan mengutus di antara saudara-saudara Bani Israil seorang rasul yang seperti Musa a.s., dari ayat di atas ada beberapa (3) point yang penting untuk diperhatikan,

1. …Aku akan menjadikan bagi mereka itu seorang Nabi di antara segala saudara-saudara mereka…”

Pada ayat di atas disebutkan bahwa Nabi tersebut akan datang dari segala saudara-saudara mereka (Bani Israil), artinya orang tersebut bukanlah termasuk Bani Israel. Telah kita ketahui bahwa Israil adalah keturunan Ishak putra Ibrahim, dan Ishaq memiliki saudara bernama Ismail, jadi keturunan Ismail merupakan “saudara-saudara” Israil dan mereka adalah bangsa Arab. Hal ini didukung oleh ayat:
"Seperti Musa yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel, ..." (Ulangan 34: 10)
Nabi Musa a.s. pernah mendapat anugerah untuk bercakap dengan Allah ta'ala di bukit Tursina, dan hal ini tidak pernah ada Nabi-Nabi setelahnya termasuk Yesus. Dan Mukjizat ini justru diperoleh oleh Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ketika beliau dimi’rajkan oleh Allah ta'ala. Bahkan tak sekedar bercakap dengan Allah ta'ala, Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bertemu langsung dengan Dzat Allah ta'ala.

2.…yang seperti engkau ya Musa.”

Dengan dasar kutipan ayat di atas kaum nasrani mengklaim bahwa nabi yang dijanjikan dalam ayat ini adalah Yesus, karena Nabi Musa a.s. dan Yesus mempunyai beberapa kesamaan. Akan tetapi klaim orang-orang nasrani tersebut terkesan hanya sebagai kosong belaka, karena secara faktual kemiripan-kemiripan Nabi Musa a.s. justru ada pada Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Bani Israel?

Alasan yang menurut mereka paling menguatkan klaim mereka adalah fakta bahwa Yesus dan Nabi Musa a.s. sama-sama Nabi yang termasuk keturunan Israel. Namun jika hanya mendasarkan persamaan hanya pada dua kriteria ini, maka kriteria ini pun ada pada tokoh-tokoh Israel setelah Musa a.s., Misalnya Salomo (Sulaiman a.s.), Yesaya, Yehezkiel, Daniel, Hozea, Yoel, Maleakhi, Yohanes pembaptis, dan lain-lain, karena mereka juga merupakan Nabi-nabi yang berbangsa Israel. Lantas kalau mereka juga memenuhi kriteria tersebut mengapa kita harus mengarahkan ayat ini kepada Yesus? Oleh karena itu kalau kriteria itu hanya kita landaskan pada dua hal ini niscaya akan muncul ketidak jelasan, apalagi pada kalimat sebelumnya justru ditegaskan bahwa Nabi yang dijanjikan justru akan datang dari saudara bani Israel. Artinya klaim mereka justru mereka bantah dengan ayat-ayat mereka sendiri.

Kelahiran

Kemudian apabila kita telaah fakta-fakta selanjutnya maka perbedaan-perbedaan ini akan terus muncul, sebagai contoh tentang kelahiran mereka. Musa a.s. dan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam terlahir sebagaimana normalnya (melalui hubungan alamiah ayah dan ibu), namun Yesus hanya terlahir dari proses yang tidak wajar, Yesus lahir tidak memiliki Ayah. Hal ini sesuai dengan Matius 1: 18,
"Sebelum mereka (Yusuf dan Maria) hidup sebagai suami istri, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus …"
Mengenai hal ini Al-Quran pun telah memberikan informasi dengan sangat jelas pada Surat Maryam ayat 19-21:
19. Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci."
20. Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!"
21. Jibril berkata: "Demikianlah." Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan."
Dari sudut pandang ini siapakah yang lebih memiliki kesamaan seperti Yesus?

Nabi atau Anak Tuhan?

Lalu muncullah perbedaan yang sangat mendasar karena umat kristiani selalu mendakwa bahwa Yesus adalah anak Tuhan, sedangkan Musa a.s. sendiri hanya murni sebagai utusan Allah ta'ala sebagaimana Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Simaklah ayat berikut ini:

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3: 16)
Lagi-lagi kesamaan Musa a.s. dan Yesus diingkari oleh kitab mereka sendiri.

Pernikahan

Walaupun Nabi Musa a.s. dan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah nabi yang begitu mulia namun secara naluriah mereka tetaplah sama dengan manusia sebagaimana kaprahnya. Oleh karena itu keduanya juga melakukan pernikahan dengan lawan jenis. Dan Yesus tidaklah melakukan pernikahan sebagaimana keduanya.

Yesus Ditolak oleh Kaumnya

Sebagai seorang nabi, penentangan dan perlawanan dari kaumnya merupakan sebuah keniscayaan. Namun hal ini merupakan sebuah babak pengujian Tuhan kepada Nabi-Nya. Setelah melewati semua itu dengan penuh kesabaran, Allah ta'ala akan menurunkan pertolongan berupa penerimaan dan pembelaan oleh kaumnya. Kiranya itulah hal yang dialami oleh Musa a.s. dan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Sayangnya, tidak demikian Al-kitab memberi informasi tentang Yesus. Yesus diturunkan untuk Bani Israel dan sampai saat ini mereka tidak menerima kenabiannya. Simaklah ayat al-kitab berikut ini:
Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.” (Yohanes 1: 11)
Kerajaan dan Perjuangan

Selain menjadi seorang Nabi, Nabi Musa a.s. dan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah juga seorang Raja di zamannya. Nabi yaitu seorang yang menerima wahyu Tuhan sebagai petunjuk bagi Manusia. Kemudian wahyu tersebut disampaikan apa adanya kepada manusia. Sedangkan definisi raja adalah orang yang mempunyai kekuasaan atas suka dan duka rakyatnya. Tidak peduli apakah dia memakai mahkota atau tidak , apakah dia pernah dinobatkan sebagai putra ataukah tidak. Apabila seseorang mempunyai kekuasaan hukum yang tegas maka dia adalah raja.

Kita bisa perhatikan bagaimana Nabi Musa a.s. memiliki kekuasaan itu, Lihat pada Al-kitab Bilangan 15:36. Berbeda dengan Yesus yang tidak memiliki kerajaan ada di dunia ini. Ini bersumber pada penuturan Yesus yang waktu dituduh melaukukan penghasudan kepada penduduk untuk melakukan pemberontakan kepada raja Romawi. Kemudian ia diseret ke hadapan Pontius Pilatus untuk diadili. Yesus membela dirinya dan mengatakan, "Kerajaanku bukan dari dunia ini; Jika kerajaanku dari dunia ini, pasti hamba-hambaku telah melawan, supaya aku jangan diserahkan kepada orang orang Yahudi, akan tetapi kerajaanku bukan dari sini." (Yohanes 18: 36).

Musa a.s. dan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam berjuang dengan berusaha mengalahkan lawan-lawannya melalui peperangan, namun tidak ada satu keterangan pun yang menyatakan bahwa Yesus pernah berperang melawan Musuh-Musuhnya.

Berkaitan dengan ini dikatakan pula dalam Yesaya 41: 1-3


Syariat 

Nabi Musa a.s. diutus untuk menegakkan hukum Allah ta'ala di bumi ini, Allah mewahyukan kepadanya firman yang terkumpul dalam Taurat. Musa a.s. tidak hanya menyampaikan sepuluh firman Allah tapi juga mencakup hukum ibadah yang luas. Begitupun halnya dengan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang kala itu hidup di tengah-tengah kebiadaban dan kehancuran moral. Beliau mengenalkan hukum yang tak pernah dikenal sebelumnya. Dengan waktu yang relative singkat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam berhasil membawa kebiadaban dan keterpurukan Bangsa Arab menjadi bangsa yang disegani serta dihormati bangsa lain. Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan Musa a.s. sama-sama turun dengan membawa syariat, berbeda dengan Yesus yang hanya bertugas menjalankan ajaran Taurat, sebagaimana termaktub dalam Al-Kitab:
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau meniadakan kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi’. "(Matius 5: 17-18).
Dengan kata lain dia datang bukan untuk membawa hukum baru, melainkan hanya untuk melengkapi hukum Taurat saja.

Kematian

Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam wafat pada usia 63 Tahun setelah beliau menyampaikan seluruh wahyu Allah ta'ala. Begitupun halnya Nabi Musa a.s. Keduanya wafat secara wajar, hal ini tentu berbeda dengan Wafatnya Yesus yang menurut kepercayaan orang Nasrani Yesus wafat dalam tiang salib untuk menebus dosa umatnya. Simak ayat berikut ini:
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Rum 4: 8)
Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita.” (Galatia 1: 3-4)
Adakah persamaan Musa a.s. dan Yesus pada point ini?

Dari poin-poin yang telah kita bahas ini kiranya sudah cukup jelas, siapakah yang lebih memiliki persamaan dengan Nabi Musa a.s.

Agar lebih mudah dalam menelaah, simak table persamaan berikut ini:


3.Aku akan memberikan segala firmanKu dalam mulutnya dan iapun akan mengatakan segala yang Kusuruh akan dia."

Allah ta'ala menaruh semua firman-Nya di dalam mulutnya, ini merupakan sebuah makna konotasi bahwa Perkataan yang keluar dari lisan Nabi tersebut semuanya tertuntun dengan petunjuk-NYA, semua yang ia katakan adalah bentuk wahyu dari Tuhannya. Atau boleh dikatakan Nabi tersebut sama sekali tidak berbicara atas kemauannya akan tetapi semua ucapannya semata-mata karena wahyu yang diberikan oleh Allah ta'ala.

Hal ini sebagimana firman Allah ta'ala dalam Al-Quran:
Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)". (QS An-Najm 3-4) 
Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah sosok yang ummi (tidak mampu baca tulis), beliau lahir dalam keadaan yatim dengan pembelajaran yang sangat minim dari keluarga beliau. Lebih dari itu beliau hidup di tengah masyarakat boleh dibilang terbelakang dalam sumber daya manusia. Sekilas hal ini nampak sebagai kekurangan bagi diri Nabi, akan tetapi justru hal-hal inilah yang semakin menegaskan keautentikan wahyu yang beliau terima dari Tuhannya. Kalimat seindah dan sesempurna ayat-ayat Al-Quran tidaklah mungkin keluar dari lisan manusia biasa, apalagi sosok yang hidup dengan kondisi seperti itu.

Tentang keummian Nabi pun telah dinyatakan dalam Al-kitab:
“...dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini!" maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca." (Yesaya 29: 12)
Isi ayat ini persis seperti yang terjadi pada diri Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ketika beliau menerima wahyu pertamanya di Gua Hira. Ketika malaikat Jibril mengatakan “Iqra... (bacalah)”, Muhammad menjawab “ma ana biqaari (aku bukanlah orang yang bisa membaca). Kemudian di gua ini Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menerima wahyu berupa Surat Al-‘Alaq Ayat 1-5.

Itulah yang bisa kita dapatkan dari penjelasan Al-Kitab Ulangan 18 :18, ayat mengenai janji Tuhan tentang Nabi yang akan diutus-Nya. Yesus kah dia atau Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam???

Jika fakta sejarah dan ayat-ayat lain semakin menggenapi bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam lah yang memenuhi kriteria-kriteria di atas masih perlukah kita memperdebatkannya???


Baca juga:


Coccyx (Tulang Sulbi /Tulang Ekor /Tungging)

[Mukjizat Al Quran tentang Tulang Ekor]

Oleh: Dr. Mohamad Daudah

Coccyx (tulang sulbi) adalah tulang terbawah dari vertebral column (tulang punggung). Disebutkan dalam banyak hadits bahwa tulang ini adalah asal mula manusia, bahwa dari tulang inilah mereka akan dibangkitkan pada hari Kiamat, dan bahwa tulang ini tidak hancur di dalam tanah.

Hadits-Hadits Nabi Shallallâhu alaihi wa sallam

1. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasul Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda, ‘Semua bagian tubuh anak Adam akan dimakan tanah kecuali tulang sulbi yang darinya ia mulai diciptakan dan darinya dia akan dibangkitkan.’ (HR Bukhari, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad in Musnad-nya, dan Malik in kitab al-Muwaththa’).

2. Diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Rasul Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda, ’Ada satu tulang pada anak Adam yang tidak dimakan tanah.’ Mereka bertanya, ‘Apa itu, ya Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Tulang sulbi.’ (HR Bukhari, Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad dalam kitabnya al-Musnad, and Malik dalam kitabnya al-Muwaththa’).

Jadi, hadits-hadits tersebut jelas dan memuat fakta-fakta sebagai berikut:
  1. Manusia diciptakan mulai dari tulang sulbi
  2. Tulang sulbi tidak hancur
  3. Pada hari Kiamat, kebangkitan manusia bermula dari tulang sulbi.

Tahap-Tahap Pembentukan Janin 

Ketika sperma membuahi ovum, maka pembentukan janin dimulai. Ovum yang telah terbuahi atau disebut zigot itu terbelah menjadi dua sel, dan masing-masing sel itu membelah menjadi dua sel lagi. Pembelahan dan perkembangan sel itu berlangsung hingga terbentuknya embryonic disk (lempengan embrio) yang memiliki dua lapisan.


Tulang Punggung dan Tulang Sulbi:

External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblasts yang menyuplai makanan embrio pada dinding uterus, dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cairan kelenjar pada dinding uterus.
Internal Hypoblast. Dimulai sejak janin terbentuk dengan ijin Allah. Pada hari ke-15, lapisan sederhana muncul pada bagian belakang embrio dengan bagian belakang yang tirus, dan disebut primitive node (gumpalan sederhana).
Sisi unsur primitif yang muncul itu diketahui sebagai bagian belakang dari embrio. Dari unsur primitif dan gumpalan sederhana ini seluruh jaringan dan organ janin terbentuk sebagai berikut:
Ectoderm, membentuk kulit dan sistem syaraf pusat.
Mesoderm, membentuk otok halus sistim digestive (pencernaan), otot skeletal (kerangka), sistem sirkulasi, jantung, tulang pada bagian kelamin, dan sistem urine (selain kandung kemih), jaringan subcutaneous, the sistem limpa, limpa, dan kulit luar.
Endoderm membentuk lapisan pada sistim digestive, sistem pernafasan, organ-organ yang berhubungan dengan sistim digestive (seperti liver and pankreas), kandung kemih, kelenjar thyroid (gondok), dan saluran pendengaran.

Jadi, lapisan dan gumpalan sederhana itu merupakan tulang sulbi yang dijelaskan Nabi Shallallâhu alaihi wa sallam kepada kita. Cacat pada janin merupakan bukti bahwa tulang sulbi itu mengandung sel-sel induk bagi seluruh jaringan manusia.

Kesimpulannya, tulang sulbi itu merupakan gumpalan sederhana, dan ia bisa berkembang dengan menghasilkan tiga lapisan yang membentuk janin: ectoderm, mesoderm and endoderm. Ia juga membentuk seluruh organ tubuh.


Tulang Sulbi tidak Bisa Hancur

Berbagai riset menemukan bahwa pembentukan dan pengorganisasian sel-sel janin itu ditopang sepenuhnya oleh lapisan dan gumpalan sederhana, dan sebelum pembentukannya tidak ada diferensiasi sel-sel. Salah seorang peneliti terkemuka yang membuktikan hal ini adalah ilmuwan Jerman yang bernama Hans Spemann.

Setelah melakukan eksperimen-eksperimen terhadap lapisan dan gumpalan sederhana yang mengatur penciptaan janin, dan karena itu ia menyebutnya ‘primary organizer’, maka ia memotong bagian ini dari satu janin dan mengimplantasinya (cangkok) pada janin lain pada tahapan permulaan embrio (minggu ketiga dan keempat). Upaya ini membawa kepada pembentukan janin skunder pada guest body (organ tamu) segera sesudah pencampuran dan pembentukan yang ditopang oleh sel-sel tamu pada implantasi itu.

Ilmuwan Jerman tersebut memulai eksperimennya pada ampibi dengan melakukan implantasi primary organiser pada janin kedua, yang mengakibatkan perkembangan embrio skunder.

Pada tahun 1931, ketika Spemann memotong ‘primary organiser’ dan mengimplantasinya, maka potongan itu tidak memengaruhi eksperiman lagi, sementara embrio skunder itu tetap berkembang.

Pada tahun 1933, Spemann dan ilmuwan lain mengadakan eksperimen yang sama, tetapi kali ini primary organiser itu dipanaskan. Embrio sekunder itu tetap berkembang meskipun primary organiser itu dipanaskan, dan itu menunjukkan bawha sel-sel tersebut tidak terpengaruh. Pada tahun 1935, Spemann dianugerahi Nobel atas penemuannya tentang Primary Organiser tersebut.

Dr Othman Al Djilani dan Syaikh Abdul Majid melakukan beberapa eksperimen terhadap tulang sulbi pada bulan Ramadhan 1423 di Rumah Sheikh Abdul Majid Azzandani, di Sanaa, Yaman.

Keduanya memanggang tulang punggung berikut tulang sulbi dengan gas selama sepuluh menit hingga benar-benar terbakar (tulang-tulang berubah merah lalu hitam). Kemudian keduanya meletakkan potongan-potongan yang telah gosong itu pada kotak steril, dan membawanya ke laboratorim analisa terkenal di Sanaa (Al Olaki Laboratory). Dr al Olaki, the professor bidang histologi dan pathologi di Sanaa University, menganalisa potongan-potongan tersebut dan menemukan bahwa sel-sel pada jaringan tulang coccyx tidak terpengaruh, dan ia dapat bertahan terhadap pembakaran (hanya otot, jaringan lemak, dan sel-sel sumsum tulang saja yang terbakar, sementara sel-sel tulang tidak terpengaruh).

== oOo ==


Bukti Kebesaran Allah pada Tulang Ekor

Arrahmah.com - "Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat" (HR Al Bukhari No. 4935)

Belasan abad lamanya, hadits tersebut menjadi hal yang gaib yang tidak mungkin bisa dijelaskan dengan logika. Seiring berjalannya waktu beberapa penelitian ilmiah mampu menjelaskan kebenaran hadits tersebut dikemudian hari.

"Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?" Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk" (QS Yasin: 78-79).

Adalah Han Spemann, Ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula. Dalam penelitiannya ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata, lalu mengimplantasikan ke dalam embrio Organizer atau pengorganisir pertama.

Pada saat sperma membuahi ovum (sel telur), maka pembentukan janin dimulai. Ketika ovum telah terbuahi (zigot), ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak. Sehingga terbentuklah embryonic disk (lempengan embrio) yang memiliki dua lapisan.

Han Spemann, Ilmuwan Jerman
Pertama, External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblasts, berfungsi menyuplai makanan embrio pada dinding uterus, dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cairan kelenjar pada dinding uterus.

Sedangkan lapisan kedua, Internal Hypoblast yang telah ada sejak pembentukan janin pertama kalinya. Pada hari ke-15, lapisan sederhana muncul pada bagian belakang embrio dengan bagian belakang yang disebut primitive node (gumpalan sederhana).

Dari sinilah beberapa unsure dan jaringan, seperti ectoderm, mesoderm, dan endoderm terbentuk.
  • Ectoderm, membentuk kulit dan sistem syaraf pusat.
  • Mesoderm, membentuk otot halus sistim digestive (pencernaan), otot skeletal (kerangka), sistem sirkulasi, jantung, tulang pada bagian kelamin, dan sistem urine (selain kandung kemih), jaringan subcutaneous, sistem limpa, limpa dan kulit luar.
  • Sedangkan, Endoderm, membentuk lapisan pada sistim digestive, sistem pernafasan, organ-orang yang berhubungan dengan sistem digestive (seperti hati dan pancreas), kandung kemih, kelenjar thyroid (gondok), dan saluran pendengaran. Gumpalan sederhana inilah yang mereka sebut sebagai TULANG EKOR. 
Pada penelitian lain, Han mencoba menghancurkan tulang ekor tersebut. Ia menumbuknya dan merebusnya dengan suhu panas yang tinggi dan dalam waktu yang sangat lama. Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tamu). Meskipun telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini tidak 'hancur'.

Dr. Othman al Djilani dan Syaikh Abdul Majid juga melakukan penelitian serupa. Pada bulan Ramadhan 1423 H, mereka berdua memanggang tulang ekor dengan suhu tinggi selama 10 menit. Tulang pun berubah, menjadi hitam pekat. Kemudian, keduanya membawa tulang itu ke al Olaki Laboratory, Sana'a, Yaman, untuk dianalisis. Setelah diteliti oleh Dr. al Olaki, profesor bidang histology dan pathologi di Sana'a University, ditemukanlah bahwa sel-sel pada jaringan tulang ekor tidak terpengaruh. Bahkan sel-sel itu dapat bertahan walau dilakukan pembakaran lebih lama.

Lebih dari itu berdasarkan penelitian mutakhir, sebagaimana yang disampaikan oleh Jamil Zaini, Trainer Asia Tenggara Kubik Jakarta ketika mengisi acara buka puasa bersama di al Azhar-Solo Baru dengan tajuk, "Inspiring Day; Inspiring The Spirit of Life", tulang ekor ini merekam semua perbuatan anak Adam, dari sejak lahir hingga meninggal dunia. Ia merekam semua perbuatan baik-buruk mereka. Dan perbuatan mereka ini akan berpengaruh pada kondisi tulang ekornya. Putih bersih atau hitam kotor. Semakin banyak energy positif atau kebaikan seseorang maka semakin bersih tulang ekornya, dan semakin banyak energy negative atau keburukan seseorang maka semakin hitamlah tulang ekornya.

Dari sinilah, balasan pada hari kiamat kelak tidak akan pernah tertukar. Dari tulang ekor inilah, manusia akan kembali dicipta, dan mereka akan diberi balasan sesuai dengan kadar amal-amal mereka. Ajaibnya, ini semua sudah disabdakan oleh Nabi berpuluh abad yang lalu.

"Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat." (HR Bukhari No. 4935)

Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (nomor 2955),
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda, "Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali."

Dari petunjuk hadist di atas, Ilmuwan muslim pada paruh kedua abad ke-20 telah mendasarkan pemahaman mereka mengenai kemukjizatan hadis tentang tulang ekor ini pada kaidah pengetahuan yang paling dasar, yaitu "Tulang ekor merupakan bagian pertama yang tumbuh dari janin, biasa disebut dengan primitive streak, yaitu bagian utama yang terbentuk pada minggu ketiga".

"Akan Kami tunjukkan kepada mereka ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Kami pada alam dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?" (QS Fushshilat 53)

Wallahu alam bish-shawab...


Rahasia Ubun-ubun

[Mukjizat Al Quran tentang Ubun-ubun]

Gambar otak manusia bagian depan yang disebut Allah dalam Al Qur’an Al Karim dengan kata nashiyah (ubun-ubun).

Al-Qur’an menyifati kata nashiyah dengan kata kadzibah khathi’ah (berdusta lagi durhaka). Allah berfirman, “(Yaitu) ubun-ubun yang mendustakan lagi durhaka.” (QS Al ‘Alaq 16)

Bagaimana mungkin ubun-ubun disebut berdusta sedangkan ia tidak berbicara? Dan bagaimana mungkin ia disebut durhaka sedangkan ia tidak berbuat salah?

Prof. Muhammad Yusuf Sakr memaparkan bahwa tugas bagian otak yang ada di ubun-ubun manusia adalah mengarahkan perilaku seseorang. “Kalau orang mau berbohong, maka keputusan diambil di frontal lobe yang bertepatan dengan dahi dan ubun-ubunnya. Begitu juga, kalau ia mau berbuat salah, maka keputusan juga terjadi di ubun-ubun.”

Kemudian ia memaparkan masalah ini menurut beberapa pakar ahli. Di antaranya adalah Prof. Keith L. More yang menegaskan bahwa ubun-ubun merupakan penanggungjawab atas pertimbangan-pertimbangan tertinggi dan pengarah perilaku manusia. Sementara organ tubuh hanyalah prajurit yang melaksanakan keputusan-keputusan yang diambil di ubun-ubun.

Karena itu, undang-undang di sebagian negara bagian Amerika Serikat menetapkan sanksi gembong penjahat yang merepotkan kepolisian dengan mengangkat bagian depan dari otak (ubun-ubun) karena merupakan pusat kendali dan instruksi, agar penjahat tersebut menjadi seperti anak kecil penurut yang menerima perintah dari siapa saja.

Dengan mempelajari susunan organ bagian atas dahi, maka ditemukan bahwa ia terdiri dari salah satu tulang tengkorak yang disebut frontal bone. Tugas tulang ini adalah melindungi salah satu cuping otak yang disebut frontal lobe. Di dalamnya terdapat sejumlah pusat neorotis yang berbeda dari segi tempat dan fungsinya.

Lapisan depan merupakan bagian terbesar dari frontal lobe, dan tugasnya terkait dengan pembentukan kepribadian individu. Ia dianggap sebagai pusat tertinggi di antara pusat-pusat konsentrasi, berpikir, dan memori. Ia memainkan peran yang terstruktur bagi kedalaman sensasi individu, dan ia memiliki pengaruh dalam menentukan inisiasi dan kognisi.

Lapisan ini berada tepat di belakang dahi. Maksudnya, ia bersembunyi di dalam ubun-ubun. Dengan demikian, lapisan depan itulah yang mengarahkan sebagian tindakan manusia yang menunjukkan kepribadiannya seperti kejujuran dan kebohongan, kebenaran dan kesalahan, dan seterusnya. Bagian inilah yang membedakan di antara sifat-sifat tersebut, dan juga memotivasi seseorang untuk bernisiatif melakukan kebaikan atau kejahatan.

صورة للبروفسور كيث ال مور عالم الأجنة الكندي

Ketika Prof. Keith L. Moore melansir penelitian bersama kami seputar mukjizat ilmiah dalam ubun-ubun pada semintar internasional di Kairo, ia tidak hanya berbicara tentang fungsi frontal lobe dalam otak (ubun-ubun) manusia. Bahkan, pembicaraan merembet kepada fungsi ubun-ubun pada otak hewan dengan berbagai jenis. Ia menunjukkan beberapa gambar frontal lobe sejumlah hewan seraya menyatakan, “Penelitian komparatif terhadap anatomi manusia dan hewan menunjukkan kesamaan fungsi ubun-ubun."

Ternyata, ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengarauh pada manusia, sekaligus pada hewan yang memiliki otak. Seketika itu, pernyataan Prof. Keith mengingatkan saya tentang firman Allah, “Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.” (QS Hud 56)

Beberapa hadits Nabi SAW yang bericara tentang ubun-ubun, seperti doa Nabi SAW, “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu dan anak hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu…

Juga seperti doa Nabi SAW, “Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan setiap sesuatu yang Engkau pegang ubun-ubunnya…

Juga seperti sabda Nabi SAW, “Kuda itu diikatkan kebaikan pada ubun-ubunnya hingga hari Kiamat.”

Apabila kita menyandingkan makna nash-nash di atas, maka kita menyimpulkan bahwa ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengendali perilaku manusia, dan juga perilaku hewan.

Makna Bahasa dan Pendapat Para Mufasir

Allah berfirman,

كَلَّا لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعَ بِالنَّاصِيَةِ(15)نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ(16)

Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang berdusta lagi durhaka.” (QS Al ‘Alaq 15-16)

Kata nasfa’ berarti memegang dan menarik. Sebuah pendapat mengatakan bahwa kata ini terambil dari kalimat safa’at asy-syamsu yang berarti matahari mengubah wajahnya menjadi hitam. Sementara kata nashiyah berarti bagian depan kepala atau ubun-ubun.

Mayoritas mufasir menakwili ayat bahwa sifat bohong dan durhaka itu bukan untuk ubun-ubun, melainkan untuk empunya. Sementara ulama selebihnya membiarkannya tanpa takwil, seperti al-Hafizh Ibnu Katsir.

Dari pendapat para mufasir tersebut, jelas bahwa mereka tidak tahu ubun-ubun sebagai pusat pengambilan keputusan untuk berbuat bohong dan durhaka. Hal itu yang mendorong mereka untuk menakwilinya secara jauh dari makna tekstual. Jadi, mereka menakwili shifat dan maushuf (yang disifati) dalam firman Allah, “Ubun-ubun yang dusta lagi durhaka” itu sebagai mudhaf dan mudhaf ilaih. Padahal perbedaan dari segi segi bahasa antara shifat dan maushuf dengan mudhaf dan mudhaf ilaih itu sangat jelas.

Sementara mufasir lain membiarka nash tersebut tanpa memaksakan diri untuk memasuki hal-hal yang belum terjangkau oleh pengetahuan mereka pada waktu itu.

Sisi-Sisi Mukjizat Ilmiah

Prof. Keith L. Moore mengajukan argumen atas mukjizat ilmiah ini dengan mengatakan, “Informasi-informasi yang kita ketahui tentang fungsi otak itu sebelum pernah disebutkan sepanjang sejarah, dan kita tidak menemukannya sama sekali dalam buku-buku kedokteran. Seandainya kita mengumpulkan semua buku pengobatan di masa Nabi SAW dan beberapa abad sesudahnya, maka kita tidak menemukan keterangan apapun tentang fungsi frontal lobe atau ubun-ubun. Pembicaraan tentangnya tidak ada kecuali dalam kitab ini (al-Qur’an al-Karim). Hal itu menunjukkan bahwa ini adalah ilmu Allah yang pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu, dan membuktikan bahwa Muhammad adalah Utusan Allah."

Pengetahuan tentang fungsi frontal lobe dimulai pada tahun 1842, yaitu ketika salah seorang pekerja di Amerika tertusuk ubun-ubunnya stik, lalu hal tersebut memengaruhi perilakunya, tetapi tidak membahayakan fungsi tubuh yang lain. Dari sini para dokter mulai mengetahui fungsi frontal lobe dan hubungannya dengan perilaku seseorang.

Para dokter sebelum itu meyakini bahwa bagian dari otak manusia ini adalah area bisu yang tidak memiliki fungsi. Lalu, siapa yang Muhammad SAW bahwa bagian dari otak ini merupakan pusat kontrol manusia dan hewan, dan bahwa ia adalah sumber kebohongan dan kesalahan.

Para mufasir besar terpaksa menakwili nash yang jelas bagi mereka ini karena mereka belum memahami rahasianya, dengan tujuan untuk melindungi Al Qur’an dari pendustaan manusia yang jahil terhadap hakikat ini di sepanjang zaman yang lalu. Sementara kita melihat masalah ini sangat jelas di dalam Kita Allah dan Sunnah Rasulullah SAW, bahwa ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengarah dalam diri orang dan hewan.

Jadi, siapa yang memberitahu Muhammad SAW di antara seluruh umat di bumi ini tentang rahasia dan hakikat tersebut? Itulah pengetahuan Allah yang tidak datang kepadanya kebatilan dari arah depan dan belakangnya, dan itu merupakan bukti dari Allah bahwa Al Qur’an itu berasal dari sisi-Nya, karena ia diturunkan dengan pengetahuan-Nya.


Tahukah Anda, Bagaimana Firaun Membangun Piramida?

[Informasi Al Quran tentang Piramida Mesiar]

Sudah sekian lama para saintis kebingungan tentang bagaimana sebuah piramid yang merupakan salah satu bangunan ajaib di dunia ini dibina. Terdapat pelbagai teori yang dikemukakan untuk mengetahui teknologi yang digunakan dalam pembangunan piramid ini kerana teknologi untuk mengangkat batu-batuan besar yang beratnya mencapai ribuan kilogram ke puncak bangunan belum memungkinkan di zamannya. Apakah rahasia di sebalik pembangunan piramid ini?

Harian Amerika Time edisi 1 Disember 2006, telah menyiarkan satu berita saintifis yang mengabarkan bahwa Firaun telah menggunakan tanah liat untuk membangun piramid. Menurut kajian tersebut, disebutkan bahawa batu yang digunakan untuk membuat piramid adalah dari tanah liat yang dipanaskan sehingga membentuk batuan keras yang sukar dibedakan dengan batu asalnya.

Al-Quran Telahpun Mempunyai Informasi

Jika dikaji lebih mendalam, ternyata Al-Quran telah menjelaskan perkara ini 1400 tahun silam sebelum kajian saintifik dijalankan. Perhatikan sebuah ayat Al Quran yang berikut:
Dan berkata Fir’aun: 'Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. Maka BAKARLAH hai Haman untukku TANAH LIAT kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhannya Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahawa Dia dari orang-orang pendusta'.” (QS Al-Qasas 38)

Gilles Hug (duduk kiri) dan Dr. Michel Barsoum (berdiri)
Para saintis mengatakan bahawa Firaun mahir di dalam bidang ilmu kimia dalam memproses tanah liat sehingga menjadi batu. Teknik yang mereka gunakan adalah sangat misteri jika dilihat dari spesifikasi batu yang mereka tinggalkan.

Profesor Gilles Hug dan Dr. Michel Barsoum menegaskan bahawa Piramid yang paling besar di Giza, dibuat dari dua jenis batuan yang terdiri dari batu asli dan batu-batu yang dibuat secara manual hasil dari olahan tanah liat.

Artikel kajian yang diterbitkan oleh majalah “Journal of the American Ceramic Society” menegaskan bahawa Firaun menggunakan tanah jenis slurry untuk membina monumen yang tinggi, termasuk piramid. Kerana tidak mungkin bagi seseorang untuk mengangkat batu berat ribuan kilogram. Sebaliknya pada dasar piramid, Firaun menggunakan batu asli.

Profesor Davidovits
Lumpur tersebut merupakan campuran lumpur kapur yang dipanaskan dengan air garam dan ini akan menghasilkan terbentuknya campuran tanah liat. Kemudian olahan itu dituangkan ke dalam tempat yang disediakan di dinding piramid. Ringkasnya lumpur yang sudah diaduk mengikut ukuran yang dikehendaki tersebut dibakar, lalu diletakkan di tempat yang sudah disediakan di dinding piramid.

Profesor Davidovits telah mengambil sampel batu piramid yang terbesar untuk dilakukan analisis dengan menggunakan mikroskop elektron terhadap batu tersebut. Hasilnya, Davidovits menegaskan bahawa batu itu diperbuat dari lumpur. Selama ini, tanpa penggunaan mikroskop elektron, ahli geologi belum mampu untuk membedakan antara batu alam dengan batu buatan manusia.

Piramid Bosnia
Sebelumnya, seorang saintis Belgium, Guy Demortier, telah bertahun-tahun mencari jawaban dari pembuatan batu besar di puncak-puncak piramid. Guy Demortier berkata, “Setelah bertahun-tahun melakukan penyelidikan dan kajian, sekarang barulah saya yakin bahwa piramid yang terletak di Mesir diperbuat dengan menggunakan tanah liat.

Penemuan oleh Dr Perancis Joseph Davidovits ini adalah hasil kajian yang memakan masa kira-kira dua puluh tahun. Sebuah kajian yang begitu lama terhadap piramid Bosnia, “Piramid Matahari” dan menjelaskan bahawa batu-batunya diperbuat dari tanah liat. Ini memperkuatkan lagi bahawa kaedah ini tersebar luas di masa lalu.


Gambar di atas menunjukkan kaedah tuangan batu berasal dari tanah liat telah dikenali sejak ribuan tahun yang lalu dalam teknologi yang berbeda baik Roma ataupun Firaun.

Bukti-bukti dari kajian menunjukkan kepada kita semua bahwa bangunan bangunan raksasa, patung-patung raksasa dan tiang-tiang yang ditemui dalam teknologi canggih zaman dahulu, juga dibuat dari tanah liat. Al-Quran adalah kitab pertama yang menjelaskan rahsia bangunan piramid, bukan para ilmuwan Amerika, maupun Perancis.

Kita tahu bahwa Nabi saw tidak pernah pergi ke Mesir dan tidak pernah melihat piramid, bahkan mungkin tidak pernah mendengar tentangnya. Kisah Firaun, terjadi sebelum masa hidupnya Nabi saw ribuan tahun yang lalu, dan tidak ada satu pun di muka bumi ini pada masa itu yang mengetahui tentang rahasia piramid. Sebelum ini, para saintis tidak pasti bahawa Firaun menggunakan tanah liat yang dipanaskan untuk membina monumen tinggi kecuali beberapa tahun kebelakangan ini.

Ajaib, 1400 tahun yang lampau, Nabi Muhammad saw, beratus tahun selepas berakhirnya Dinasti Firaun memberitahu bahwa Firaun membina monumen yang kini dikenali sebagai Piramid menggunakan tanah liat.

Kenyataan ini sangat jelas dan kuat untuk membuktikan bahawa Nabi Muhammad saw tidaklah berbicara mengikut hawa nafsunya melainkan petunjuk dari Allah swt yang menciptakan Firaun dan menenggelamkannya, dan Dia pula yang menyelamatkan nabi Musa. Dan Dia pula yang memberitahu kepada Nabi terakhir-Nya akan hakikat ilmiah ini, dan ayat ini menjadi saksi kebenaran kenabiannya di kemudian hari.

http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/tahukah-bagaimana-membangun-piramida-pada-zaman-firaun.htm#.UVOgBzcubFz


[tuning]


“Ruh-ruh manusia diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain akan bersatu. Dan mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah.”
(HR Muslim 4773)


Wallahu'alamu...
...astaghfirullah ..astaghfirullah ..astaghfirullah!

“Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir".” (QS Al-Kahfi 29)
Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, niscaya Kami akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS Al-’Ankabut 69)