Tentang Lawakan, Bercanda dan Tertawa

Oleh Sa'id Yai Ardiansyah, Lc.,M.A.

Apakah Anda termasuk orang yang suka bercanda? Ataukah Anda adalah orang yang sangat serius dan tidak suka bercanda? Apakah Anda termasuk orang yang banyak tertawa? Ataukah Anda termasuk orang yang tidak sering tertawa?

Manusia diciptakan oleh Allah dengan berbagai watak dan perilaku. Kita tidak bisa menyalahkan sepenuhnya orang yang memiliki watak demikian. Karena tertawa adalah fitrah manusia, yang tidak diberikan kepada hewan. Apakah pembaca pernah mendapatkan hewan yang tertawa? Jujur saja penulis sendiri belum pernah mendapatkannya. Mungkin, kalau pun ada itu hanya terjadi pada momen-momen tertentu dan sangat jarang sekali.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan beberapa nasihat kepada Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, di antara nasihat tersebut adalah perkataan beliau:
Janganlah BANYAK tertawa! Sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati.1
Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah tertawa? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah tertawa. Banyak hadits yang menunjukkan hal tersebut, di antaranya adalah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu dalam haditsqudsi yang panjang, Allah ta’ala berkata kepada anak adam:
Wahai anak adam! Saya tidak akan menghalangi apa yang engkau inginkan. Apakah engkau ridha jika saya berikan kepada engkau dunia dan ditambah dengan yang semisalnya?

Anak Adam itu pun berkata: “Wahai Rabb-ku! Apakah Engkau mengejekku, sedangkan Engkau adalah Rabb alam semesta?

Kemudian Ibnu Mas’ud pun tertawa dan berkata, “Mengapa kalian tidak bertanya kepadaku, mengapa aku tertawa?” Murid-murid Ibnu Mas’ud pun bertanya, “Mengapa engkau tertawa?” Beliau menjawab, “Seperti inilah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa. Para sahabat pun bertanya kepada Rasulullah, ‘Mengapa engkau tertawa, ya Rasulullah?’ Beliau pun menjawab: ‘Karena tawanya Rabb alam semesta ketika dia (anak adam) berkata: Apakah Engkau mengejekku sedangkan Engkau adalah Rabb alam semesta?’ Kemudian Allah berkata, ‘Sesungguhnya Aku tidak mengejekmu, tetapi semua yang Aku inginkan Aku mampu.’.”2
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hadits di atas melarang seseorang untuk banyak tertawa dan bukan melarang seseorang untuk tertawa. Tertawa yang banyak dan berlebih-lebihanlah yang mengandung celaan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bercanda. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, para sahabat pernah berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Ya Rasulullah! Sesungguhnya engkau sering mencandai kami.” Beliau pun berkata: “Sesungguhnya saya tidaklah berkata kecuali yang haq (benar).3
Di antara canda-canda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tercantum pada dua hadits berikut:
Diriwayatkan dari Anas radhiallahu ‘anhu bahwasanya seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia pun berkata, “Ya Rasulullah! Angkatlah saya (ke atas onta)!” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan, “Sesungguhnya kami akan mengangkatmu ke atas anak onta.” Lelaki itu pun berkata, “Apa yang saya lakukan dengan seekor anak onta?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankan onta-onta perempuan melahirkan onta-onta?4
Beliau mencandai orang tersebut dengan menyebut ontanya dengan anak onta. Orang tersebut memahami perkataan beliau sesuai zahirnya, tetapi bukankah semua onta yang ada adalah anak-anak dari ibu onta?
Diriwayatkan dari Al-Hasan radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Seorang nenek tua mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nenek itu pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Berdoalah kepada Allah agar Dia memasukkanku ke dalam surga!’ Beliau pun mengatakan, ‘Wahai Ibu si Anu! Sesungguhnya surga tidak dimasuki oleh nenek tua.’ Nenek tua itu pun pergi sambil menangis. Beliau pun mengatakan, ‘Kabarkanlah kepadanya bahwasanya wanita tersebut tidak akan masuk surga dalam keadaan seperti nenek tua. Sesungguhnya Allah ta’ala mengatakan: (35) Sesungguhnya kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsung. (36) Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. (37) Penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS Al-Waqi’ah)5
Jika kita perhatikan hadits–hadits di atas, maka kita akan mendapatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bercanda pada beberapa keadaan tertentu, tetapi canda beliau tidak mengandung kedustaan dan selalu benar.

Orang yang terlalu serius dan selalu terlihat tegang dan kaku, kehidupannya akan terasa sangat penat dan suntuk. Orang jenis ini seharusnya memasukkan canda di dalam hidupnya sehingga terhindar dari pengaruh buruk tersebut.

Sebaliknya orang yang terlalu sering bercanda, maka sebaiknya dia belajar untuk dapat melatih lisannya agar bisa terbiasa diam dan hanya berbicara pada hal-hal yang bermanfaat saja.

Seorang penyair terkenal, Abul-Fath Al-Busti6 rahimahullah pernah mengatakan:
Berikanlah istirahat pada tabiat kerasmu yang serius
Dirilekskan dulu dan hiasilah dengan sedikit canda
Tetapi jika engkau berikan canda kepadanya, jadikanlah ia
Seperti kadar engkau memasukkan garam pada makanan
Layaknya makanan, apabila tidak diberi garam maka dia akan terasa hambar. Akan tetapi, jika terlalu banyak diberikan garam, maka tidak akan enak untuk dimakan.

Sesuatu yang berlebih-lebihan, kebanyakan akan membawa dampak buruk. Sama halnya dengan bercanda dan tertawa. Apabila terlalu sering bercanda dan tertawa, maka akan mengakibatkan banyak keburukan.

Di antara keburukan-keburukan orang yang sering bercanda dan tertawa adalah sebagai berikut:
  1. Hatinya menjadi mati, sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika hati seseorang mati, maka akan berakibat buruk baginya, di antaranya: Bermalas-malasan dalam mengerjakan kebaikan dan ketaatan, serta meremehkan suatu kemaksiatan, tidak terpengaruh hatinya dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan, tidak terpengaruh hatinya dengan berbagai ujian, musibah dan cobaan yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, tidak merasa takut akan janji dan ancaman Allah, bertambahnya kecintaannya terhadap dunia dan mendahulukannya atas akhirat, tidak tenang hatinya dan selalu merasa gundah, bertambahnya dan meningkatnya kemaksiatan yang dilakukannya, tidak mengenal atau tidak membedakan perbuatan ma’ruf dan munkar dll.7
  2. Menyibukkan diri sehingga tidak mengerjakan hal-hal yang bermanfaat dan tidak memiliki wibawa. Oleh karena itu Imam Al-Mawardi pernah mengatakan: "...Adapun tertawa, apabila seseorang membiasakannya dan terlalu banyak tertawa, maka hal itu akan melalaikan dan melupakannya dari melihat hal-hal yang penting. Dan orang yang banyak melakukannya, tidak akan memiliki wibawa dan kehormatan. Dan orang yang terkenal dengan hal itu tidak akan memiliki kedudukan dan martabat." 8
  3. Menimbulkan permusuhan secara tidak sengaja dan lain-lain.
Bercanda pun memiliki adab-adab. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita memperhatikan adab-adab tersebut. Di antara adab-adab bercanda adalah sebagai berikut:
  1. Tidak boleh ada KEDUSTAAN di dalam canda tersebut.
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    Celakalah orang yang berbicara kemudian dia berdusta agar suatu kaum tertawa karenanya. Kecelakaan untuknya. Kecelakaan untuknya.9
    Di zaman sekarang ini, banyak orang yang bekerja sebagai pelawak. Kebanyakan mereka tidak bisa menjaga lisannya dari kedustaan. Oleh karena itu, sebaiknya mereka segera mencari pekerjaan lain yang benar-benar terhindar dari hal yang diharamkan. Begitu pula kepada para muballigh yang gemar membuat orang tertawa, sudah sepantasnya isi ceramahnya jangan mengada-ada, harus ilmiah dan memiliki rujukan yang bisa dipertanggungjawabkan.
  2. Tidak boleh ada unsur penghinaan atau pelecehan terhadap agama Islam.
    “ (65) Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (66) Tidak usah kamu minta maaf, Karena kamu kafir sesudah beriman. jika kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS At-Taubah : 65-66)
    Di zaman sekarang ini, banyak orang yang suka mengejek ajaran agama Islam dan menjadikannya sebagai bahan lelucon. Sebagai contoh: penghinaan terhadap jenggot dan mengatakan orang yang memanjangkan jenggotnya seperti kambing, penghinaan terhadap jilbab dan mengatakan itu hanya pakaian orang gurun, penghinaan terhadap cadar dan mengatakan bahwa itu ciri-ciri teroris, penghinaan terhadap orang yang tidak isbal (mengenakan kain di bawah mata kaki) dan mengatakan bahwa orang itu kebanjiran dan lain-lain.

    Berdasarkan ayat di atas orang yang menghina ajaran Islam terancam untuk keluar dari agama Islam, disadari maupun tidak. Oleh karena itu, jangan sampai kita menganggap remeh permasalahan-permasalahan seperti ini.
  3. Tidak boleh ada unsur GHIBAH dan peremehan terhadap seseorang, suku atau bangsa tertentu.
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiridan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. (QS Al-Hujurat: 11)
  4. Tidak boleh mengambil barang orang lain, meskipun bercanda.
    Tidak boleh seorang dari kalian mengambil barang saudaranya, baik bercanda maupun serius.”10
    Meskipun bercanda, mengambil barang teman dengan tujuan menyembunyikan dan membuat dia bingung, hal tersebut tidak diperkenankan di dalam agama Islam.
  5. Tidak boleh menakut-nakuti orang lain.
    Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain.11
  6. Tidak boleh menghabiskan waktu hanya untuk bercanda.
    Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah dia meninggalkan yang tidak bermanfaat baginya.”12
  7. Tidak boleh berbicara atau melakukan hal-hal yang melanggar syariat, seperti: menyebutkan ciri-ciri wanita yang tidak halal baginya kepada orang lain, menipu, melaknat dll.
Demikianlah beberapa penjelasan tentang canda dan tawa yang tercela dan yang diperbolehkan. Mudah-mudahan kita semua dapat mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Amin.


Daftar Pustaka
  1. Adabud-Dunya wad-Din. ‘Ali bin Muhammad bin Habib Al-Mawardi. Tahqiq: Muhammad Karim Rajih. Dar Iqra’.
  2. Al-Bidayah wan-Nihayah. Abul-Fida’ Isma’il bin’Umar bin Katsir. Tahqiq: ‘Ali Syairi. Dar Ihya’ At-Turats Al-‘Arabi.
  3. Dzammu Qaswatil-Qalb. Al-Hâfidzh Ibnu Rajab Al-Hanbali dan Muqaddimah muhaqqiq-nya, Abu Maryam Thâriq bin ‘Âtif hijâzi. Dâr Ibni Rajab.
  4. Dzammul-Hawa. ‘Abdurrahmân bin Abil-Hasan Al-Jauzi. Tahqiq: Mushthafa ‘Abdul-Wahid.
  5. Al-Maraah fil-mizaah. Abul-Barakaat Badruddin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazi. Tahqiq: Bassam bin ‘Abdil-Wahhab Al-Jabi. Dar Ibni Hazm.
  6. Walaa tuktsiridh-dhahik, fainna katsratadh-dhahik tumitul-qalba. Dr. Badr bin ‘Abdil-Hamid. (http://www.saaid.net/Doat/hamesabadr/26.htm)
  7. Dan lain-lain, sebagian besar tercantum pada footnotes.

1 HR At-Tirmidzi no. 2305. Syaikh Al-Albani berkata, “Hasan.” (Shahih Sunan At-Tirmidzi.)
2 HR Muslim no. 310.
3 HR At-Tirmidzi no. 1990. Syaikh Al-Albani berkata, “Shahih.” (Ash-Shahihah IV/304).
4 HR Abu Dawud no. 5000 dan At-Tirmidzi no. 1991. Syaikh Al-Albani berkata, “Shahih.” (Shahih Sunan Abi Dawud dan Shahih Sunan At-Tirimidzi).
5 HR At-Tirmidzi dalam Syamaa-il-Muhammadiyah no. 240. Syaikh Al-Albani berkata, “Hasan.” (Mukhtashar Syamaa-il dan Ash-Shahiihah no. 2987).
6 Adabud-Dunya wad-Din hal. 319 dan Al-Bidayah wan-Nihayah (XI/316)
7 Lihat: Hinanya Hati Yang Keras. Said Yai. Majalah As-Sunnah.
8 Adabud-Dunya wad-Din hal.321.
9 HR Abu Dawud no. 4990. Syaikh Al-Albani berkata, “Hasan.” (Shahih Targhib wat-Tarhiib no. 2944).
10 HR Abu Dawud no. 5003. Syaikh Al-Albani berkata, “Hasan.” (Shahih Sunan Abi Dawud)
11 HR Abu Dawud no. 5004, . Syaikh Al-Albani berkata, “Shahih.” (Shahih Sunan Abi Dawud)
12 HR At-Tirmidzi no. 2317 dan Ibnu Majah no. 3976.


Artikel Muslim.Or.Id


Mencoba Memahami Islam (di) NUsantara




#PART 1
Syekh Siti Jenar?

#PART 2
  • QS Ali 'Imran 31-32. Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya (Muhammad); jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir."
Urutan...

Quran (baca Surat di atas!) mengisyaratkan bahwa kita harus mengikuti dan menta'ati Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai bentuk keta'atan kita kepada Allah ta'ala. Tidak ada cara dan jalan lain untuk mengikuti Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali dengan berusaha untuk mengikuti dan meneladani seluruh sunnah-sunnahnya termasuk di dalamnya mengikuti tata-cara shalat Beliau s.a.w. Dimana Rasulullah s.a.w. bersabda: "Shalatlah sebagaimana engkau melihatku shalat!" dan detailnya tersebar dalam beberapa hadits.

Tugas para ulama setelahnya, para pewaris Nabi, hanyalah mengumpulkan & merangkum hadits-hadits yang telah ada dan tentunya yang shahih kemudian memberikan nama & istilah seperti Ilmu Tajwid, Ilmu Tauhid yang 3, Rukun Shalat, Syarat Syah Haji dst untuk mempermudah dalam belajar & mengajarkan agama ini sehingga ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai ke kita di zaman sekarang.

So... tajwid bukanlah hal baru yang diada-adakan dalam agama (bid'ah) karena pada zaman nabi pengucapan "man amana" dst sudah ada namun belum ada istilah & penamaan tajwid.

#PART 3
Tentang Wala & Barra.

#PART 4
ISIS?
Mengapa Peperangan Selalu Terjadi di Atas Muka Bumi?

Teladan umat Islam, termasuk dalam berakhlaq, adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan yang lain!
  • Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS Al-Qalam: 4)
  • Orang yang paling sempurna keimanannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan orang yang paling baik (akhlaknya) di antara kalian adalah orang yang paling baik kepada istrinya, dan aku adalah orang yang paling baik kepada istriku" (HR Tirmidzi, shahih)
  • Sesungguhnya aku (Muhammad) diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang baik.” (HR Ahmad, shahih)

#PART 5
Hukum Memelihara Jenggot
Nabi Berjenggot & Menyuruh untuk Memelihara Jenggot
Kaum Liberal Hilangkan Jenggot Foto KH Hasyim Asy’ari

#PART 6 & 7
  • QS Al Ahzab 56. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya!
Anjuran Bershalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
Bagaimana Cara Shalawat yang Sesuai Sunnah, dan Bolehkah Shalawat Diiringi dengan Rebana?
Anjuran Bershalawat kepada Nabi & Larangan Ghuluw dan Berlebih-lebihan dalam Memuji Nabi


Sebahagian dari kita sudah berada dalam "Lubang Biyawak"?
  • Orang kristen beribadah dengann nyayian, kidung & puji-pujian... sebahagian dari kita ikut-ikutan melantunkan puji-pujian termasuk solawatan dengan nyanyian (dan sebagian lagi memakai alat-alat musik).
  • Orang kristen merayakan hari kelahiran Yesus (natalan)... sebahagian dari kita nggak mau ketinggalan dengan meRAYAkan -ulang tahun- kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan istilah mauludan /muludan.
  • Orang kristen merayakan hari kenaikan Yesus (Isa Almasih)... sebahagian dari kita juga katanya punya peristiwa yang serupa yaitu isra mi'raj yang bisa diRAYAkan.
  • Orang kristen merayakan hari wafanya Yesus, tapi... untuk yang satu ini mengapa kita nggak ikut-ikutan? Jawabannya: Ternyata untuk perayaan yang satu ini sebagian dari kita jauh lebih unggul dibanding dengan kaum kristen dalam memperingati wafat atau kematian seseorang.
  • Belum lagi ibadah & perayaan-perayaan yang mengikuti kaum Syiah & Yahudi...
Semoga Allah ta'ala mengampuni dosa2 kita semua dan selalu memberikan taufik dan hidayah-nya kepada kita semua. Amiin!


Sekarang Zaman Keemasan Indonesia?

  • Salah satu ParPol TERBESAR di Indonesia dengan lambang Banteng Marah Bertanduk berhasil "memenangkan" Pemilu 2014 & mengangkat Presiden baru yang LUAR BIASA!
  • Salah satu Organisasi Keagamaan TERBESAR di Nusantara ini pada tahun 2015 berhasil melahirkan pemimpin baru yang LUAR BIASA dengan Islam Nusantaranya!
  • Indonesia adalah negara BESAR yang sangat-sangat baik hati yang saking baik hatinya kita memberikan "seluruh" harta kekayaan kita (diantaranya Freeport) kepada asing & aseng... berkah... berkah! Hal ini pun LUAR BIASA!
  • Apalagi ya... yang mau nambahin silahkan! (Buat bahan renungan!) ...Astaghfirullah ...Astaghfirullah ...Astaghfirullah!



Sedikit tentang Syiah?
Syiah dan Liberal Mau Memangsa NU?
Universitas Islam Negeri UIN (d/h IAIN) is Under Attack! 



DM, Bupati Purwakarta yang Dianggap Menodai Islam

Bupati Purwakarta ini dilaporkan dengan nomor laporan polisi LPB/983/XI/2015/Jabar tanggal 30 November 2015 karena dianggap telah melanggar Pasal 156 KUHP

Sunda Wiwitan identik dengan Hindu!
Hidayatullah.com–Bupati Purwakarta DM dilaporkan sejumlah ulama Purwakarta ke Polda Jawa Barat karena dinilai telah melakukan suatu tindakan penistaan terhadap agama.

Dedi dilaporkan dengan nomor laporan polisi LPB/983/XI/2015/Jabar tanggal 30 November 2015. Bupati Purwakarta ini diadukan karena dianggap telah melanggar Pasal 156 KUHP mengenai kebencian atau merendahkan suatu golongan rakyat Indonesia. [Baca: Dinilai Mensitakan Agama, DM Dilaporkan Ulama Purwakarta Ke Polda Jawa Barat]

Inilah beberapa poin dugaan penodaan agama Bupati Purwakarta DM menurut ulama.

Di dalam Buku ‘Kang Dedi Menyapa’ jilid 2:
  • Halaman 192: Ketika bicara Pancasila maka kita bicara ketuhanan yang Maha Esa, keragaman bertuhan.
  • Halaman 203: Nah inilah prinsip yang di luar alam pendidikan. Allah memahami Rasullah sebagai kekasihnya tetapi perlakukan Alah terhadap Rasullah justru mendidiknya dan membiarkan Rasullah sengsara.
Penodaan agama dalam video:
  • Video Safari Ramadhan 2015 part 1, di menit 06.15-06.32. DM mengatakan “pemahaman kita dalam agama selama ini selalu memahami Alah itu dalam aspek yang formal, shalatnya formal, puasanya formal, semuanya hubungan dengan Allah menjadi formal. Padahal hubungan dengan Allah itu hubungan percumbuan.”
  • Video Orasi Ilmiah KAHMI DM -Pelantikan HMI Cabang, di menit 19.00-19.12. Dedi mengatakan “Islam itu bagi saya, saya Sunda, saya dengan menjadi Sunda yang sebenarnya maka saya menjadi Islam yang sebenarnya, begitulah menurut saya.”
  • Masih di Video Orasi Ilmiah KAHMI DM -Pelantikan HMI Cabang, di menit 19.15-19.33. Dedi mengatakan “dan kita punya karakter itu dan itu bisa dibuktikan di dalam sejarah ketika Islam masuk, semuanya menjadi bersenyawa karena orang Indonesia, orang Nusantara sebelum Islam dari sisi kelembagaan datang sudah Islam dari sisi substantif sejak lama dan jauh lebih Islam dari orang Arab yang sebelumnya. Di sini saya tegaskan urang Sunda boga hak asup surga pangheulana.”(Orang Sunda punya hak masuk Surga paling awal)
  • Video Dangiang, di menit 04.50-05.00. Dedi mengatakan “supaya urang Indonesia teu cape mangkat ka Mekkah, mun kuring jadi Presiden Rek diinjem eta Kabah dipindahkeun ka Purwakarta.”(supaya orang Indonesia tidak cape berangkat ke Mekah, kalau saya jadi presiden akan pinjam itu Kabah untuk dipindahkan ke Purwakarta)
  • Video Orasi Ilmiah Koordinator Presidium KAHMI Jawa Barat, 19 Desember 2014. Dedi mengatakan “ketika sampah mulai bersatu dengan dirinya, maka di situ sampah menjadi harum. Kenapa? Karena Allah hadir pada sampah-sampah itu.”
  • Video Ceramah Sunda Kang DM, di menit 02.41-02.52. Dedi mengatakan “Kanjeng Rasulullah SAW ngajarkeun ka-Islam di tanah Mekkah, ngajarkeun naon eta teh? Ngajarkeun saripati ajaran Sunda nu dibawa ka tanah Mekkah. Pek tulis!” (Baginda Rasulullah SAW mengajarkan Islam di Mekah, mengajarkan apa? Mengajarkan intisari ajaran Sunda yang dibawa ke Mekah. Tulis..!)

BS: “Semoga Saya Masuk Neraka...”

Kalau orang lain berdoa minta surga, ia malah minta neraka. Nah, siapa pula mau belajar “agama” ala BS?

SIAPA BS barangkali sudah banyak yang kenal. Ia pengusaha sukses yang suka berpenampilan nyentrik. Di mana pun dan kapanpun pakaian “kebesarannya” adalah celana pendek di atas lutut. Yang belum banyak diketahui dari tokoh yang akrab dipanggil Om Bob ini adalah kehidupan spiritualnya.

Nah, dalam biografinya “Belajar Goblok dari Bob Sadino” yang diluncurkan tahun lalu, sedikit terkuak kehidupan spiritual pemilik supermarket Kim Chicks ini. Lahir di Tanjung Karang, 9 Maret l933, Lampung, BS ternyata seorang Muslim sejak lahir. Tapi ia mengaku, tak mengerti agama dan belum bisa menjalankan kewajiban sebagai seorang Muslim.

Malah, saat ditanya doa apa yang ia panjatkan setiap hari, jawabannya sungguh mengagetkan. “Kalau orang lain berdoa meminta masuk surga, maka saya setiap hari berdoa kepada Tuhan semoga saya masuk neraka!” Entah itu guyonan atau memang ayah dua putri ini benar-benar tak paham agama.

Tapi yang jelas, ia mengaku sudah terlalu banyak berlumur dosa, sehingga malu minta surga kepada Allah. Jawaban pemilik pabrik sosis dan ham, Kim Food, yang kerap diundang dalam berbagai seminar bisnis ini mengingatkan kepada sebuah lagu ciptaan kelompok Band Ungu ‘Aku manusia yang takut neraka, tapi aku juga tak pantas masuk surga.’

Hanya, bukan BS bila tidak bisa membalik pertanyaan. “Daripada Anda yang sudah tahu berlumuran dosa, tapi tetap ngotot mau masuk surga,” sambung Bob, “apakah Anda tidak malu sama Tuhan? Terus berbuat dosa dan maksiat, tapi tetap minta masuk surga. Mending saya dong.”

Menurut anak seorang guru ini, “Lebih baik Anda memperbaiki hidup Anda, jangan lagi berbuat terlalu banyak dosa dan perbanyak berbuat baik pada orang lain. Tanpa minta masuk surga pun, Tuhan pasti akan menempatkan Anda ke sana…” Nah, bagaimana? * Bas/hidayatullah.com



Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, ia tidak boleh menzhaliminya, tidak boleh membiarkannya (dalam keburukan). (HR Bukhari)


Mari Perang Melawan RIBA dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Hampir setiap hari Infaq Dakwah Center (IDC) mendapat pengaduan, laporan dan permohonan bantuan terkait persoalan kaum muslimin yang dililit hutang kepada rentenir.

Untuk mewadahi persoalan yang khusus berhubungan dengan persoalan rentenir, IDC menyalurkan kepada Laskar GARR (Gerakan Anti Rentenir dan Riba).

Mari kita jaga diri dan keluarga dari dosa besar riba. Satukan langkah untuk memerangi rentenir. Bila ada korban rentenir silahkan laporkan kepada Laskar GARR.



RESOLUSI PERANG MELAWAN RIBA DAN RENTENIR

1. Riba adalah perbuatan dosa yang diharamkan Allah SWT.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan” (Qs Ali Imran 130)

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa” (Qs Al-Baqarah 276)

2. Riba diperangi oleh Allah dan Rasul-Nya

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya” (Qs Al-Baqarah 279).

3. Orang yang memakan riba berdirinya seperti orang yang kerasukan setan

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah...” (Qs Al-Baqarah 275).

4. Orang yang memakan riba adalah penghuni neraka yang kekal

...Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya” (Qs Al-Baqarah 275).

5. Allah mengutuk semua orang yang terlibat dalam transaksi riba

Dari Jabir RA beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Allah mengutuk orang yang memakan (menerima) riba, orang yang membayar riba, pencatat (dalam transaksi riba), dan dua orang saksi. Mereka itu semuanya sama saja” (HR Muslim dan Ahmad).

6. Riba adalah salah satu dosa besar (kaba‘ir) yang lebih berat daripada dosa zina dengan ibu kandung

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: “Riba terdiri atas 70 jenis yang berbeda-beda, yang paling ringan dosanya ialah setara dengan seorang lelaki berzina dengan ibu kandungnya di Masjidil Haram” (HR Ibnu Majah dan Baihaqi).

7. Riba adalah salah satu dosa besar (kaba‘ir) yang mencelakakan, sejajar dengan syirik, sihir, makan harta anak yatim, dan membunuh.

Dari Abu Hurairah RA diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah tujuh dosa besar yang mencelakakan!" Kepada Rasulullah ditanyakan, “Apakah dosa-dosa besar yang dimaksud itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Menyekutukan Allah, melakukan sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya tanpa hak, makan harta anak yatim, makan riba, lari dari medan perang, dan mencemarkan nama baik wanita mukmin yang lengah” (HR Bukhari dan Muslim).

Dukungan Terhadap Laskar GARR untuk dakwah dan nahi munkar memerangi riba dan rentenir bisa disalurkan melalui IDC


Riset: Makin Bersyukur, Makin Sehat!

Tahukah Anda bahwa ada komponen penting dari kebahagiaan yang sering diabaikan? Secara ilmiah, bersyukur secara teratur justru dapat meningkatkan kebahagiaan sebanyak 25 persen, demikianlah salah satu hasil studi yang dilakukan Robert A. Emmons, Ph.D., dari University of California.

Robert Emmons yang juga editor-in-chief of the Journal of Positive Psychology mengungkap rahasia apa arti penting harus merasa bersyukur.

Hasilnya menunjukkan, banyak bersyukur dan berpikir positif justru dapat membawa pengaruh baik bagi kesehatan, mood, hingga hubungan dengan pasangan.

Dalam studinya, ia mengamati hubungan antara kebahagiaan dengan kondisi kesehatan seseorang. Dalam riset ini, tim peneliti meminta para respondennya untuk mengisi buku harian selama 10 minggu. Buku harian ini berisi lima hal yang mereka syukuri yang terjadi minggu lalu. Hasilnya, para responden terbukti 25 persen lebih bahagia dari sebelumnya. Mereka juga menunjukkan kondisi tubuh yang lebih bugar ketimbang orang-orang yang kurang bersyukur atas apa yang dialaminya.

Riset ini menunjukkan bahwa rasa bersyukur dapat membawa efek yang luar biasa dari segi fisik dan psiko-sosial,” tutur Rita Justice dari University of Texas Health Science Center, seperti dikutip Huffington Post. 

Praktik menulis harian syukur dan praktek-praktek lainnya sering tampak begitu sederhana dan mendasar; dalam studi kami, kita sering memiliki orang-orang menyimpan catatan harian rasa syukur sekitar tiga minggu. Namun hasilnya sudah luar biasa. Kami telah mempelajari lebih dari seribu orang, dari usia 8 – 80 tahun, dan menemukan bahwa orang yang berlatih dengan konsisten perasaan rasa syukur dilaporkan banyak membawa manfaat,” tulis Robert A. Emmons dalam artikelnya yang dimuat di www.dailygood.org. 

Menurut Emmons, tiga kekuatan sebagai bagian dampak rasa syukur pada tiap orang. Pertama dampak fisik, psikologi dan sosial.

Secara fisik, orang yang banyak bersyukur akan memiliki; sistem kekebalan tubuh yang kuat, kurang terganggu oleh sakit dan nyeri, dapat menurunkan tekanan darah, dan tidur bisa lebih lama dan merasa lebih segar setelah bangun.

Sedang secara psikologis, orang yang banyak bersyukur memiliki tinggi tingkat emosi positifnya, lebih waspada, hidup, dan terjaga, lebih bersukacita dan senang juga lebih optimis dan mudah bahagia.

Secara sosial; ia lebih mudah membantu, murah hati, dan penuh kasih pada orang lain dan sedikit memiliki rasa kurang kesepian dan terisolasi.

Menurut Emmons, ada dua komponen sebagai dampak rasa syukur. Pertama, merupakan penegasan dari kebaikan. Kedua, dengan syukur bisa mencari tahu dari mana kebaikan datang.

Ini tidak berarti bahwa kehidupan sempurna, tetapi tidak mengabaikan keluhan, beban, dan kerepotan. Tetapi ketika kita melihat kehidupan secara keseluruhan, syukur mendorong kita untuk mengidentifikasi beberapa jumlah kebaikan dalam hidup kita.”

Sebelumnya, tahun 2008, studi 2008 yang dilakukan psikolog Alex Wood yang ditulis dalam Journal of Research in Personality, menunjukkan rasa terima kasih dan stukur dapat mengurangi frekuensi dan durasi episode depresi. Sedang penelitian yang dilakukan Michael McCullough dan Jo-Ann Tsang telah menyarankan bahwa orang yang memiliki tingkat rasa syukur memiliki tingkat rendah menyangkut perasaan benci dan iri hati.

Ini masuk akal. Anda tidak bisa merasa iri dan bersyukur pada saat yang sama. Mereka perasaan yang tidak kompatibel. Jika Anda bersyukur, Anda tidak dapat membenci seseorang untuk memiliki sesuatu yang Anda tidak miliki,” ujar Emmons.*

Janji Allah subhanahu wa ta'ala bagi mereka yang bersyukur...

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami (Allah) akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS Ibrahim 7).

Terkait:


Pentingnya Jam Khusus Tidur Istirahat Waktu Sekolah (Bekerja)

Pelajar di China tidur di kelas
DI Negara-negara maju seperti Tiongkok dan Jepang, umumnya pelajar disediakan waktu khusus untuk tidur atau rehat sejenak, di tengah padatnya kegiatan belajar mengajar.

Program semacam ini dibuat semata-mata untuk menyegarkan daya pikir dan menajamkan nalar siswa didiknya, karena pada dasarnya dalam ajaran Islam segala sesuatu ada haknya, begitu juga tubuh, ia memiliki hak untuk diistirahatkan.

Bagaimana dengan kita?

Di usia sangat dini sudah dikenalkan PAUD. Masuk TK, kemudian SD, disuguhi buanyak pelajaran, tak jarang ada tambahan EKSKUL hingga petang. Pindah ke SMP-SMA, makin padat materi, banyak tugas, maka tak aneh di usia belia banyak pelajar yang stress, karena gurunya sering kasih tugas.

Kemudian duduk di bangku universitas, pikirannya tertuju mengejar IPK tinggi, lulus lalu cari kerja! Apa hanya sebatas itu fungsi pendidikan?

Ketika seseorang sudah bekerja, ia bisa memakan waktu berjam-jam hingga lembur, namun terkadang kurang produktif dan minim hasil, banting tulang siang malam tetap saja para buruh setiap tahunnya berdemo tuntut kenaikan gaji.

Negara Jerman dikenal sebagai negara maju. Mesin industri dan menguasai nilai ekspor di Eropa. Tapi soal waktu bekerja, pekerja Jerman menikmati pekerjaannya dengan waktu cukup 7 jam dalam sehari, 6 minggu libur nasional dan 6 minggu cuti kerja dengan gaji dibayar penuh.Sementara di Indonesia, dengan rata-rata waktu kerja 8 jam per hari, 3 minggu libur nasional dan 2 minggu cuti kerja.

Faktanya, dalam data lembaga dunia Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), produktivitas kerja yang dihitung dengan GDP (PPP) atau Gross Domestic Product (Purchasing Power Parities) skor Jerman 57.36 per hour worked (nomor 7 terbaik dunia). Sementara Indonesia tak masuk dalam 60 besar.

Pekerja di China diberikan waktu 30 menit
untuk tidur di waktu kerja
Kita hidup dengan rutinitas, mereka hidup dengan rasionalitas yang tinggi, hal inilah penyebab kemajuan suatu negara. Maka jangan heran jika di Barat dan negara-negara Arab, libur sekolah maupun cuti bekerja bisa dua sampai tiga bulan lebih, di negeri ini cuti bekerja dalam setahun rata-rata hanya dua minggu. Kemanakah nalar kita?

Pertanyaan sederhana?

Sudahkah fungsi pendidikan dengan para akademisinya disertai padatnya jam kerja menjadi bagian dari solusi permasalahan diri, masyarakat dan bangsa, atau malah menjadi beban dan menambah fenomena sosial?

Apalah arti negeri dengan segudang kebanggaan, katanya kaya akan sumber daya alam, banyak orang pintar, para pengamat dengan segudang teori, ramai diskusi hingga acara debat di televisi, namun faktanya masyarakat masih saja jauh dari kemajuan berpikir, fanatik kelompok dan kurang terbuka.

Apalah arti sebuah status, jika dunia pendidikan hanya sebatas formalitas, tak ubah layaknya dagangan yang terus mengejar selera pasar, kurang menyentuh pada esensi untuk apa kita belajar sebenarnya?

Kita sangat perlu belajar bukan saja pada Jepang, Tiongkok, Jerman dan negara maju lainnya, namun pada negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja serta Myanmar kita juga perlu belajar. Jujur saja mereka kini lebih maju, merata hampir di segala bidang, bahkan dalam masalah olahraga saja kita sudah jauh tertinggal.

Hal terberat bagi masyarakat kita adalah mengakui kalau negara tetangga kini lebih maju, ya sepertinya kita harus belajar menerima kenyataan dan mengakui keunggulan mereka agar tidak terlena dengan kejayaan Nusantara di masa lalu, karena kebanggaan bukan untuk dibicarakan namun dipertahankan, kalau perlu ditingkatkan.

Apalah arti ramai program penunjang SDM, ramai sekolah, yayasan/lembaga pendidikan didirikan, namun kita masih saja jauh dari kesadaran akan pentingnya berintegritas dan berkarakter. Maka untuk apa kita sekolah, untuk apa jadwal padat yang senantiasa menghiasi hari-hari kita. Untuk apa?
Sadalah Salman Al-Farisi berkata pada Abu Darda:

عَنْ أَبِي جُحَيْفَةَ قَالَ: آخَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ سَلْمَانَ الفَارِسِيِّ وَأَبِي الدَّرْدَاءِ فَزَارَ سَلْمَانُ أَبَا الدَّرْدَاءِ فَرَأَى أُمَّ الدَّرْدَاءِ مُتَبَذِّلَةً فَقَالَ لَهَا: مَا شَأْنُكِ؟ قَالَتْ: أَخُوكَ أَبُو الدَّرْدَاءِ لَيْسَ لَهُ حَاجَةٌ فِيْ الدُّنْيَا، فَجَاءَ أَبُو الدَّرْدَاءِ فَصَنَعَ لَهُ طَعَامًا فَقَالَ: كُلْ، قَالَ: فَإِنِّي صَائِمٌ، قَالَ: مَا أَنَا بِآكِلٍ حَتَّى تَأْكُلَ قَالَ: فَأَكَلَ. فَلَمَّا كَانَ اللَّيْلُ ذَهَبَ أَبُو الدَّرْدَاءِ يَقُومُ قَالَ: نَمْ فَنَامَ ثُمَّ ذَهَبَ يَقُومُ فَقَالَ: نَمْ فَلَمَّا كَانَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ قَالَ سَلْمَانُ: قُمْ الْآنَ فَصَلَّيَا جَمِيعاً فَقَالَ: لَهُ سَلْمَانُ: إِنَّ لِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَلِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَلِأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، فَأَعْطِ كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ. فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: صَدَقَ سَلْمَانُ

Dari Abu Juhaifah Wahab bin Abdillah radhiyallahu’anhu, dia berkata: Dahulu Nabi shallallahu’alaihi wa sallam mempersaudarakan antara Salman dan Abu Darda.’ (Suatu saat) Salman mengunjungi Abu Darda’, dan Salman melihat Ummu Darda’ memakai pakaian yang kusut. Kemudian Salman berkata: Apa yang terjadi padamu? Ummu Darda’ berkata: Saudaramu Abu Darda’ tidak butuh kepada dunia. Lalu Abu Darda’ datang dan membuat makanan untuknya. Abu Darda’ berkata kepada Salman: Makanlah, adapun aku sedang berpuasa. Salman berkata: Aku tidak akan makan hingga engkau juga makan. Maka Abu Darda’ pun ikut makan. Ketika malam tiba Abu Darda’ berdiri untuk shalat malam. Salman pun berkata: Tidurlah, lalu Abu Darda’ tidur. Kemudian beliau bangun dan berdiri untuk shalat malam. Salman berkata kepadanya: Tidurlah. Ketika akhir malam, Salman berkata: Sekarang bangunlah dan mereka berdua shalat. Lalu Salman berkata: Sesungguhnya Rabbmu memiliki hak atasmu, dan dirimu memiliki hak atasmu, serta keluargamu memiliki hak atasmu. Berikanlah hak-hak tersebut kepada setiap yang memilikinya. Kemudian beliau mendatangi Nabi shallallahu’alaihi wa sallam serta menyebutkan tentang hal tersebut, Nabi pun shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Salman benar.”(HR. Bukhari).
*/Guntara Nugraha Adiana Poetra. Penulis dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam Faklutas Dakwah UNISBA, Pimpinan redaksi www.infoisco.com


Tentang Tidur Istirahat Siang:
http://www.alquran-sunnah.com/artikel/kategori/murajaa/863-sunnahnya-tidur-siang-qoilulah

Wajib Baca:


Diam dan Berfikir!

ADA lima jenis berpikir. Pertama, berpikir mengenai kembali kepada-Nya dan mengenai nikmat-Nya. Manusia harus memikirkan hal yang sangat krusial; adakah saat ini ia berada dalam ketaatan, lalu mengerjakannya, atau berkubang dalam kemaksiatan, untuk kemudian keluar darinya.

Kedua, berpikir mengenai keseimbangan antara berbagai amal perbuatan; menimbang segala sesuatu untuk mengerjakan yang lebih utama. Ketiga, berpikir mengenai egoisme. Egoisme hanya milik Allah dalam segala urusan. Keempat, berpikir mengenai keagungan-Nya.
Tidakkah mereka memperhatikan unta; bagaimanakah ia diciptakan.” (Al-Ghasyiah: 17)
Mengapa manusia tidak memperhatikan Allah Yang Mahaagung dengan memperhatikan ciptaan-Nya yang sempurna? Dia menciptakan segala sesuatu dengan elegan dan tepat guna ditinjau dari segala segi.

Dia adalah Tuhan Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji. Dia telah menentukan kadar yang tepat untuk semua makhluk-Nya. Jadi, adalah hal yang lumrah jika Dia mengharuskan makhluk memuji-Nya atas nikmat yang telah Dia anugerahkan.

Kelima, berpikir mengenai kematian, kebangkitan, pertanyaan-pertanyaan yang nanti akan diajukan Allah, guncangan dan berbagai kesibukan di akhirat, serta mengenai surga dan neraka.
Berpikir sejenak lebih baik daripada ibadah setahun.” (HR Al-Qurthubi)
Berpikir dalam hadist di atas ialah berpikir mengenai perpindahan dari maksiat menuju taat, berpikir yang dapat menumbuhkan pengetahuan tentang yang wajib dan yang sunah, atau berpikir mengenai sesuatu yang dapat menghasilkan sikap mengagungkan dan mencintai Allah.

Semua jenis berpikir tersebut akan menggiring seseorang pada instrumen yang positif. Itulah yang dimaksud dengan ibadah yang lebih utama. Sebuah pemikiran yang akan membuat seseorang mendapatkan anugerah dari Allah; baik dalam bentuk mengetahui hikmah yang tersembunyi, atau mendapat nikmat yang membuatnya tenteram.

PALING tidak, ada enam manfaat yang dihasilkan sikap diam sedikit bicara:
  1. Merasakan indahnya diam sedikit bicara.
  2. Meningkatkan wibawa.
  3. Menghilangkan kata-kata jelek.
  4. Merasakan nikmatnya membicarakan nikmat-nikmat Allah.
  5. Meniatkan yang baik-baik.
  6. Meminimalisir kesalahan dan ketergesa-gesaan. Orang yang diam sedikit bicara cenderung mampu mengendalikan pembicaraan. Ia hanya akan membicarakan hal-hal yang benar, dan tidak membicarakan hal-hal yang salah.
Berbagai noda di hati orang yang diam sedikit bicara akan sirna, sehingga ia akan merasa tenteram. Tidak hanya pembicaraannya yang akan didengar, atau perintahnya akan diikuti, lebih dari itu ia akan dihormati orang yang cerdas, dan disegani orang yang bodoh. Orang cerdas akan menerima pembicaraannya, dan orang bodoh akan menghormatinya saat bicara.

Apa aktivitas hati saat diam?

Dalam masalah ini, manusia tergantung pada kedudukan mereka masing-masing; orang alim, pelajar, dan pemikir. Orang alim, hatinya harus selalu mengagungkan Allah, cinta dan takut kepada-Nya. Pelajar, hatinya harus berserah diri, konsisten meraih faedah, serta berusaha untuk selalu menambah ilmu. Sedangkan pemikir harus menyuburkan rasa takut, membangkitkan semangat untuk melakukan amal saleh, dan bangkit dari kelalaian lalu bertafakur dalam mengerjakan amal saleh tersebut. Ia juga harus merasa takut terjerembab ke dalam lembah kelalaian serta selalu mengingat tempat kembali.

Pintu awal ibadah adalah tafakur serta meninggalkan perbuatan maksiat. Selain dapat menyingkap rahasia akhirat, tafakur juga bisa mendatangkan pertolongan Tuhan. Sebab, tafakur merupakan aktivitas kalbu yang paling dahsyat dan paling mampu menjauhkan seseorang dari murka-Nya.

Selain menunjang kesempurnaan ibadah batin, tafakur juga bisa membuat seseorang mampu menguasai anggota lahiriah badan, menjinakkan nafsu, serta membantu dalam usaha menggapai kesempurnaan.

Tafakur merupakan kunci kebijaksanaan yang akan mengantarkan seseorang pada predikat baik, derajat tinggi, serta membuat orang lain merasa tenteram dengan berbagai rahasia yang ia ungkap.

Jika tafakur telah sempurna, seseorang akan mampu mereguk kebijaksanaan yang halus, jauh dari berbagai tuduhan, tidak lalai, dan hatinya selalu beribadah. Tafakur akan mengubah ibadah menjadi pertolongan. Orang bijak berkata:
Dekatilah orang yang diam sedikit bicara, karena ia hanya mengucapkan kata-kata bijak.”
Allah akan membuka pintu-pintu kebaikan dan kebajikan –baik yang terbuka ataupun yang tersembunyi– bagi orang bijak yang suka bertafakur, diam sedikit bicara, dan wara. Seluruh rongga dadanya akan dipenuhi dengan ruh ibadah. Tipu daya nafsu, beban kehidupan, serta kekhawatiran terhadap musuh akan sirna. Hidup akan terasa ringan dan mudah baginya.*

Dari buku Hidup Tanpa Derita karya Abu Abdillah Al-Muhasibi.


Bagaikan Sebuah Cermin

"Teman, sahabat atau saudara sesama muslim yang baik laksana cermin..."



https://www.youtube.com/watch?v=tC2fgAVM2SM


Alasan Ilmiah di Balik Larangan Khalwat Pria dan Wanita

Perintah untuk tidak ber-khalwat (berdua-duaan) antara seorang pria dan wanita yang bukan mahram selama ini dipatuhi seorang mukmin sebagai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tapi, jarang dari kita yang mengetahui alasan ilmiah di balik perintah itu.

Kenapa hal tersebut dilarang dan dianggap berbahaya oleh syariat Islam? Bagian tubuh kita yang mana yang ternyata berpengaruh terhadap kondisi khalwat itu?

Baru-baru ini, sebuah penelitian membuktikan bahaya berkhalwat tersebut.

Para peneliti di Universitas Valencia menegaskan bahwa seorang yang berkhalwat dengan wanita menjadi daya tarik yang akan menyebabkan kenaikan sekresi hormon kortisol. Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya stres dalam tubuh. Meskipun subjek penelitian mencoba untuk melakukan penelitian atau hanya berpikir tentang wanita yang sendirian denganya hanya dalam sebuah simulasi penelitian. Namun hal tersebut tidak mampu mencegah tubuh dari sekresi hormon tersebut.

Cukuplah anda duduk selama lima menit dengan seorang wanita. Anda akan memiliki proporsi tinggi dalam peningkatan hormon tersebut,” inilah temuan studi ilmiah baru-baru ini yang dimuat pada Daily Telegraph!

Para ilmuwan mengatakan bahwa hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna untuk kinerja tubuh tetapi dengan syarat mampu meningkatkan proporsi yang rendah, namun jika meningkat hormon dalam tubuh dan berulang terus proses tersebut, maka yang demikian dapat menyebabkan penyakit serius seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi dan berakibat pada diabetes dan penyakit lainnya yang mungkin meningkatkan nafsu seksual.

Bentuk yang menyerupai alat proses hormon penelitian tersebut berkata bahwa stres yang tinggi hanya terjadi ketika seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita asing (bukan mahram), dan stres tersebut akan terus meningkat pada saat wanitanya memiliki daya tarik lebih besar! Tentu saja, ketika seorang pria bersama dengan wanita yang merupakan saudaranya sendiri atau saudara dekat atau ibunya sendiri tidak akan terjadi efek dari hormon kortisol. Seperti halnya ketika pria duduk dengan seorang pria aneh, hormon ini tidak naik. Hanya ketika sendirian dengan seorang pria dan seorang wanita yang aneh!

Para peneliti mengatakan bahwa pria ketika ada perempuan asing disisinya, dirinya dapat membayangkan bagaimana membangun hubungan dengannya (jika tidak emosional), dan dalam penelitian lain, para ilmuwan menekankan bahwa situasi ini (untuk melihat wanita dan berpikir tentang mereka) jika diulang, mereka memimpin dari waktu ke waktu untuk penyakit kronis dan masalah psikologis seperti depresi.

Nabi s.a.w. mengharaman khalwat

Kita semua tahu hadits yang terkenal yang mengatakan: “Tidaknya ada orang yang seorang laki-laki berkhlawat dengan wanita kecuali setan adalah yang ketiga", hadits ini menegaskan diharamkannya berkhalwat bagi seorang pria dengan wanita asing atau bukan mahramnyaI . karena itu Nabi s.a.w. melalui syariat ini menginginkan kita menghindari banyak penyakit sosial dan fisik.

Ketika seorang beriman mampu menghindari diri dari melihat wanita (yang bukan mahram) dan menghindari diri dari berkhalwat dengan mereka, maka ia mampu mencegah penyebaran amoralitas dan dengan demikian melindungi masyarakat dari penyakit epidemi dan masalah sosial, dan mencegah individu dari berbagai penyakit …

Kami sampaikan kepada mereka yang tidak puas dengan agama kami yang hanif: Bukankah Islam sebagai agama layak dihormati dan diikuti? mnh/alkaheel


Fakta! Banyak Sedekah (Shadaqah) Makin Sehat dan Bonus Pahala

Dari sini dapat kita mengerti, mengapa sahabat Nabi begitu antusias dalam sedekah, yakni karena mereka ingin mendapat ampunan-Nya

SESUNGGUHNYA segala hal yang Allah Subhanahu Wata’ala syariatkan adalah baik bagi diri, orang lain dan tentu saja kehidupan semesta, tidak terkecuali perintah sedekah.

Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan umat-Nya untuk bersedekah, baik dalam rangka jihad fi sabilillah, membantu sesama atau pun memuliakan anak-anak yatim. Akan tetapi, sebagaimana fitrah manusia itu sendiri, kecintaan terhadap harta dan kemewahan seringkali membuat sebagian orang tidak mampu melihat dan merasakan kedahsyatan dari amalan yang sangat dianjurkan ini.

Dan, di sini muncul pertanyaan, bagaimana sistem penjelas yang bisa dipahami ketika seorang Abu Bakar menyedekahkan seluruh yang dimilikinya, Umar separuh yang dimilikinya dan Utsman bin Affan serta Abdurrahman bin Auf yang tak pernah pikir panjang dalam hal sedekah.

Satu-satunya jawaban yang populer untuk menjelaskan perilaku sahabat Nabi yang sangat dermawan itu adalah karena iman. Belum ada sampai saat ini – setidaknya yang penulis temukan – sistem penjelas yang secara rasional mencerahkan.

Namun demikian, perjalanan waktu mengantarkan sains dan teknologi menemukan keajaiban-keajaiban dari syariat Allah yang diamalkan oleh manusia.

Penelitian Membuktikan

Secara fisik berbagi dan bermurah hati terlihat merugikan. Namun fakta lain justru sebaliknya. Sebelum ini, peneliti sudah menemukan istilah “warm-glow-effect’, sebuah fenomena ekonomi yang pernah dijelaskan oleh James Andreoni tahun 1989, dimana menunjukkan orang yang beramal, berbagi dan bermurah hati justru berdampak positif atas kemurahan hati mereka atau disebut “warm-glow effect” (efek-cahaya pemberi). Perasaan positif ini didapatkan atas tindakannya memberi atau membantu orang lain.

Studi tahun 2006 oleh Jorge Moll dari National Institutes of Health menemukan bahwa ketika seseorang melakukan donasi kepada suatu yayasan, beberapa area di otak yang terkait dengan kenyamanan, koneksi sosial, dan rasa percaya turut aktif dan menciptakan efek “warm glow”. Para peneliti juga percaya bahwa ketika melakukan tindakan altruistik, otak akan melepaskan endorfin, memproduksi perasaan positif yang disebut “helper’s high.”

Fenomena tersebut dapat terjadi karena ketika menolong orang, otak memproduksi hormon dopamine (yang memberi perasaan bahagia dan keyakinan bahwa yang kita lakukan adalah hal yang benar) serta hormon oxytocin yang dikenal dapat mengurangi stress, meningkatkan fungsi imunitas, dan mengembangkan rasa percaya dalam interaksi antar manusia.

Banyak penelitian menunjukkan sikap dermawan ternyata berkorelasi dengan kesehatan. Salah satunya adalah penelitian Stephanie Post yang dimuat dalam bukunya, Why Good Things Happen To Good People, yang menyatakan bahwa berbagi dengan sesama dapat meningkatkan kesehatan penderita penyakit kronis seperti HIV. [Baca: Hindari Pelit dan Banyak Berbagi, Bikin Hidup Lebih Sehat!]

Bisa dibayangkan, bagaimana kalau alat misalnya digunakan untuk meneliti anak-anak Muslim Indonesia yang dalam membantu orang lain disertai niat dan dorongan ingin mendapat ridha Allah, mungkin akan lebih wow lagi. Karena dalam Islam sedekah bukan semata memberikan kebahagiaan dunia tetapi juga kebahagiaan akhirat.
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q2.271)
Dengan kata lain, terlepas dari bagaimana dilakukan (sembunyi atau terang-terangan) sedekah itu memastikan kebahagiaan dunia dan akhirat sekaligus, bahkan mengundang rahmat Allah berupa ampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. Dari sini dapat kita mengerti, mengapa sahabat Nabi begitu antusias dalam sedekah, yakni karena mereka ingin mendapat ampunan-Nya.

Dan, yang paling memotivasi adalah hadits Nabi yang menjelaskan bahwa pahala sedekah (jariyah) itu tidak terputus meski yang mengamalkannya telah tiada. “Apabila anak Adam itu telah mati, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh/sholehah yang mendoakan kedua orangtuanya.” (HR Muslim)

Terakhir, adalah termasuk orang yang mendustakan agama, yang dalam hidupnya tidak terbesit apalagi sampai tidak mau membantu mereka yang membutuhkan dan secara gamblang Allah sebutkan.
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ
فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ
وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.” (Q107.1-3)
Ibn Katsir menjelaskan bahwa orang yang termasuk mendustakan agama adalah orang yang tidak mau memberi makan serta tidak juga berbuat baik kepada anak yatim.

Dengan demikian, tidak heran jika Allah sering mengulang-ulang ayat tentang sedekah ini dalam beragam bentuknya. Dan, tidak sedikit sejarah Nabi dan sahabat yang meneladankan betapa hebatnya etos mereka dalam bersedekah. Wallahu a’lam.*


[tuning]


“Ruh-ruh manusia diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain akan bersatu. Dan mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah.”
(HR Muslim 4773)


Wallahu'alamu...
...astaghfirullah ..astaghfirullah ..astaghfirullah!

“Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir".” (QS Al-Kahfi 29)
Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, niscaya Kami akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS Al-’Ankabut 69)