70 Larangan Allah yg Sering Dilanggar

“… dan barangsiapa yg melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat dzalim terhadap dirinya sendiri …” QS 65:1

Silahkan baca dengan seksama (kalau perlu tandai atau catat dg maksud untuk diperbaiki), mungkin masih ada atau bahkan banyak hal yg tidak kita sadari (karena kurangnya ilmu) kita melakukan hal-hal yg sebenarnya dilarang Allah SWT.

1. Syirik (Menyekutukan Allah dg Makhluk-Nya)
2. Menyembah Kuburan
3. Berkorban kepada Sesuatu Selain Allah
4. Menghalalkan Apa yg Diharamkan Allah dan Mengharamkan Apa yg Dihalalkan Allah
5. Sihir dan Ramalan
6. Astrologi, atau Percaya bahwa Bintang dan Planet Memiliki Pengaruh pada Kehidupan dan Kejadian Manusia
7. Percaya bahwa Benda-benda Tertentu Dapat Membawa Keberuntungan, Padahal Hanya Allah SWT yg Mengetahui Masa yg Akan Datang
8. Riya’ dalam Beribadah
9. Percaya pada Perlambang
10. Bersumpah Demi Sesuatu Selain Demi Allah
11. Duduk dg Orang-orang Munafik dan Orang yg Gemar Melakukan Dosa dalam Berteman atau Menjadikan Mereka Teman
12. Tidak Khusyu’ dalam Shalat
13. Gelisah dan Membuat Gerakan-gerakan yg Tidak Perlu dalam Shalat
14. Sengaja Mendahului Geraka-gerakan Imam Ketika Shalat Berjamaah
15. Datang ke Masjid Setelah Makan Bawang atau Sesuatu yg Berbau Tidak Sedap
16. Zinah dan Perzinahan
17. Homoseksual
18. Menolak Hubungan Suami Istri Tanpa Alasan yg Syar'i
19. Meminta Cerai Tanpa Alasan yg Syar’i
20. Zihar
21. Menggauli Istri pada Saat Haid
22. Menggauli Istri Lewat Dubur
23. Tidak Memperlakukan Istri-istri dg Adil
24. Berduaan dg Perempuan yg Bukan Mahram (khalwat)
25. Berjabat Tangan dg Perempuan yg Bukan Mahram
26. Perempuan Memakai Parfum Ketika Keluar Rumah atau Melewati Laki-laki yg Bukan Mahram
27. Perempuan Bepergian Tanpa Mahram (Tanpa Izin)
28. Dengan Sengaja Memandang Perempuan yg Bukan Mahram
29. Melihat Seorang Penyanyi Wanita Berpenampilan Amoral dan Mendiamkannya
30. Membuat Klaim Palsu tentang Garis Keturunan Anaknya, atau Memungkiri Salah Satu Anaknya
31. Memakan Riba (Bunga)
32. Menyembunyikan Produk Jelek pada Saat Berjualan (Seolah-olah Produknya Bagus Semua)
33. Menaikan Harga dg Tujuan Menipu
34. Berdagang Setelah Adzan Kedua pada hari Jum’at
35. Judi dan Perjudian
36. Pencurian
37. Memberi atau Menerima Suap
38. Merampas Tanah dg Paksa
39. Memberi dg Mengharap Imbalan
40. Mempekerjakan Seseorang Kemudian Upahnya Tidak Dibayar
41. Tidak Sama dalam Memberi Hadiah kepada Anak
42. Meminta Uang kepada Orang Lain Padahal Dia Tidak Membutuhkannya
43. Mencari Pinjaman dg Tujuan Tidak Mengembalikannya
44. Memakan Harta Haram
45. Meminum Khamr (Minuman Keras) Walaupun Hanya Setetes
46. Memakai Peralatan Makan dari Emas dan Perak, atau Makan dan Minum Darinya
47. Memberikan Kesaksian Palsu
48. Mendengarkan Musik dan Alat-alat Musik yg Menghanyutkan
49. Gosip dan Fitnah
50. Mengejek atau Menghujat
51. Memasuki Rumah Orang Tanpa Izin
52. Larangan Berbisik bagi Dua Orang dg Tidak Menyertakan Orang yg Ketiga
53. Isbal (Memakai Kain yg Melebihi Mata Kaki dg Tujuan Sombong)
54. Laki-laki Memakai Emas dalam Bentuk dan Ukuran Apapun
55. Perempuan Memakai Pakaian Pendek, Ketat dan Transparan
56. Laki-laki dan Perempuan yg Memakai Rambut Palsu dan Cemara, yg Terbuat dari Bahan Alami atau Buatan
57. Laki-laki yg Menyerupai Perempuan dan Perempuan yg Menyerupai Laki-laki dalam Berpakaian, Berbicara dan Berpenampilan
58. Menyemir Rambut dg Warna Hitam
59. Memiliki Gambar-gambar Animasi pd Kain, Dinding atau Kertas dll.
60. Berbohong tentang Mimpi
61. Duduk atau Berjalan di Atas Kuburan
62. Tidak Bersuci padahal Tersedia Air
63. Mendengan Pembicaraan Orang yg Tidak Ingin Didengar (Nguping)
64. Menjadi Tetangga yg Buruk
65. Menuliskan Keinginan dg Tujuan Merugikan Salah Satu Pewaris
66. Bermain Dadu
67. Mengutuk Mukmin atau Seseorang yg Tidak Pantas Dikutuk
68. Meratap (pada Saat Kematian)
69. Memukul atau Mengotori Muka
70. Mendiamkan Sesama Muslim Lebih dari Tiga Hari Tanpa Alasan yg Syar’i.

(Muharramat; Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid)


Puasa-puasa Sunnah dalam Setahun

Allah subhanahu wa ta'ala menjadikan sebagian ibadah sebagai perkara yang wajib yang tidak boleh dikurangi & ditinggalkan. Sebagian lainnya adalah nafilah/sunnah, sebagai penyempurna dari yang wajib & penambah kedekatan dengan Allah subhanahu wa ta'ala.

Puasa merupakan bagian dari ibadah-ibadah tersebut. Ibadah puasa ada yang wajib & ada pula yang sunnah, diantaranya:

1. Puasa 6 hari di bulan Syawal
Dari Abu Ayyub Al-Anshory bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian melanjutkan dengan berpuasa enam hari pada bulan Syawal, maka seperti ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim)

Bagaimana jika seseorang masih mempunyai hutang puasa Ramadhan, mana yang harus didahulukan? Dalam hal ini ada 2 pendapat:

a. Yang afdhal adalah mengqadha puasa Ramadhan terlebih dahulu dengan alasan:
-Perkara yang wajib harus didahulukan daripada yang sunnah;
-Di dalam hadits di atas sangat jelas bahwa untuk mendapatkan pahala puasa sepanjang masa dapat diperoleh jika telah berpuasa sebulan penuh.

b. Boleh mendahulukan puasa sunnah 6 hari syawal, kemudian setelah itu mengqadha puasa Ramadhan. Hal ini berdasarkan dalil QS 2:185, yang pada ayat tersebut Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan secara umum “...pada hari-hari yang lain” Maka dalam perkara ini terdapat keleluasaan.

2. Puasa Arafah (puasa pada hari Arafah bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa pada hari Arofah, aku berharap kepada Allah agar mengampuni dosa-dosa setahun yang telah lalu & setahun yang akan datang.” (HR Muslim)

3. Puasa pada hari Asyura’ (10 Muharram) & sehari sebelumnya
Dari Ibnu Abbas ra, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa 'Asyuro (10 Muharram) dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari itu. (HR Bukhari & Muslim)

Dari Abu Qotadah bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa pada hari ‘Asyuro’, aku berharap kepada Allah agar mengampuni dosa-dosa setahun yang telah lalu.” (HR Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh jika aku masih hidup sampai tahun depan aku akan berpuasa pada hari yang kesembilan.” (HR Muslim)

4. Memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata: “Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, & tidaklah saya melihat beliau memperbanyak puasa dalam suatu bulan seperti banyaknya beliau berpuasa pada bulan sya’ban.” (HR Bukhari)

5. Puasa Hari Senin & Kamis
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal-amal ditampakkan pada hari senin & kamis, maka aku suka jika ditampakkan amalku & aku dalam keadaan berpuasa.” (Shahih, riwayat An-Nasa’i)

Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa pada hari senin, beliau bersabda: “Ia adalah hari ketika aku dilahirkan & hari ketika aku diutus (atau diturunkan (wahyu) kepadaku ).” (HR Muslim)

6. Puasa 3 hari setiap bulan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Kekasihku, Rasulullah SAW mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat dhuha, & shalat witir sebelum tidur.” (HR Bukhari Muslim)

Lebih dianjurkan untuk berpuasa pada hari baidh yakni tanggal 13, 14 & 15 bulan Islam (Qomariyah). Berdasarkan perkataan salah seorang sahabat radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk berpuasa pada tiga hari ‘baidh’: tanggal 13, 14 & 15.” (Hadits Hasan, dikeluarkan oleh An-nasa’i & yang lainnya)

7. Berpuasa sehari & berbuka sehari (Puasa Dawud ‘alaihis salam)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Nabi Dawud, & shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Dawud, adalah beliau biasa tidur separuh malam, & bangun pada sepertiganya, & tidur pada seperenamnya, adalah beliau berbuka sehari & berpuasa sehari.” (Muttafaqun ‘alaihi)


Beberapa hal yang terkait dengan Puasa Sunnah
  • Boleh berniat puasa sunnah setelah terbit fajar jika belum makan, minum dan melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Berbeda dengan puasa wajib maka niatnya harus dilakukan sebelum fajar.
  • Seseorang yang berpuasa sunnah diperbolehkan membatalkan puasanya jika ia menghendaki, & tidak ada qodho atasnya. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu hari datang kepadaku kemudian berkata: “Apakah engkau memiliki sesuatu (dari makanan)?”, kemudian kami berkata: “tidak”, Rasulullah SAW bersabda: “Kalau begitu saya berpuasa”, kemudian Rasulullah SAW datang pada hari yang lain kemudian kami katakan: “Wahai Rasulullah sesungguhnya kami dihadiahi haisun (kurma yang dicampur minyak & susu yang dihaluskan), maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bawalah kemari, sesungguhnya aku tadi berpuasa”, kemudian beliau memakannya (HR Muslim)
  • Seorang istri tidak boleh berpuasa sunnah sedangkan suaminya bersamanya kecuali dengan seizin suaminya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seorang wanita berpuasa sedangkan suaminya menyaksikannya kecuali dengan seizinnya.” (HR Bukhari Muslim)

• Sebuah Riset...


3 Amalan Paling Utama & Dicintai Allah

"Dari Abdullah bin Mas’ud katanya: ‘Aku bertanya kepada Nabi sholallahu ’alaihi wassalam tentang amal-amal paling utama dan dicintai Allah,’ Nabi sholallahu ’alaihi wassalam menjawab, ‘Pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktu), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah.’” (HR. Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9)









--- oOo ---


Perniagaan yg Paling Menguntungkan!
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dpt menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dg harta dan jiwamu. Itulah yg lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan akan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira ini kepada orang-orang yang beriman.” QS 61:10-13



Jihad Fi Sabilillah...

http://hasmi.org/portal/index.php?option=com_content&view=article&id=189:jihad-fi-sabilillah&catid=51:renungan&Itemid=99

Saudaraku...
Jihad adalah ‘berlelah–lelah mengerahkan segala kemampuan & kepemilikan secara maksimal dalam menjadikan kalimat Alloh sebagai kedaulatan tertinggi dalam kehidupan manusia secara kaffah dg berbagai marhalah yg harus ditempuhnya...’
Marhalah jihad bisa dalam bentuk da`wah & tarbiyyah, baik sirri maupun jahri bahkan bisa pula dalam bentuk qital atau pertempuran fisik, semua harus mengikuti syarat-syarat hukum taklifi & wad`inya.

Saudaraku...
Jihad adalah syari`at Alloh SWT yg merupakan bagian penting dari manifestasi aqidah Iman dalam wujud wala wal baro. Alangkah besar & agungnya faedah yg akan kita raih dalam menempuh syari`at yg agung ini, di antaranya:

1. Dg Jihad, nyatalah siapa yg jujur dalam cintanya & siapa yg berdusta. Dg jihad, terbuktilah penghambaan diri seorang manusia kepada Alloh SWT.

2. Dg jihad, tegak & tersebar luaslah tauhid & syari`at Islam.

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Hai orang-orang yg beriman, sukakah kalian Aku tunjukkan suatu perniagaan yg dapat menyelamatkan kalian dari azab yg pedih? (yaitu) beriman kepada Alloh & Rosul-Nya & berjihad di jalan Alloh dg harta & jiwa kalian, itulah yg lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahuinya, niscaya Alloh akan mengampuni dosa-dosa kalian & memasukkan kalain ke dalam surga yg mengalir di bawahnya sungai-sungai, & (memasukkan kalian) ke tempat tinggal yg baik di surga 'Adn. Itulah keberuntungan yg besar. & (ada lagi) karunia lain yg kalian sukai (yaitu) pertolongan dari Alloh & kemenangan yg dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yg beriman.” (QS 61: 10-13)

3. Dg Jihad, kita akan terhindar dari adzab Aloh & murkaNya di dunia & di akhirat. Sehingga kaum muslimin hidup di bawah naungan kehidupan yg thoyyibah & azizah bersih dari kerendahan kekafiran & orang-orang kafir.

Rosululloh saw bersabda:
“Jika manusia sudah tergantung pada Dinar & Dirham, berjual beli `inah (bisnis riba), mengikuti ekor-ekor kerbau serta meninggalkan jihad fi sabilllah, niscaya Alloh akan menurunkan balanya & tidak akan diangkatNya sampai mereka kembali kepada agama mereka”. (Hr. Abu Daud: 3462, Ahmad: 2/27 & dishohihkan oleh Al Albani dalam Shohih Sunan Abi Daud: 2956)

4. Para pejuang di medan jihad merupakan manusia paling lurus hidayah kebenarannya & paling bahagia.

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dan orang-orang yg berjihad untuk (mencari keridhoan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Alloh benar-benar beserta orang-orang yg berbuat baik.” (QS 29: 69)
“Dan orang-orang yg gugur pada jalan Alloh, Alloh tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. Alloh akan memberi pimpinan kepada mereka & memperbaiki keadaan mereka”. (QS 47:4-5)

5. Jihad merupakan sarana terbesar untuk mentarbiyah jiwa & mentazkiyahnya, baik dzohir maupun bathin.

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Hai orang-orang yg beriman, barangsiapa di antara kalian yg murtad dari agamanya, maka kelak Alloh akan mendatangkan suatu kaum yg Alloh mencintai mereka & merekapun mencintai-Nya, yg bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mu'min, yg bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yg berjihad di jalan Alloh, & yg tidak takut kepada celaan orang yg suka mencela. Itulah karunia Alloh, diberikan-Nya kepada siapa yg dihendaki-Nya, & Alloh Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS 5: 54)

“Sesungguhnya penolong kalian hanyalah Alloh, Rosul-Nya, & orang-orang yg beriman, yg mendirikan sholat & menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Alloh).” (QS 5: 55)

“Dan barangsiapa mengambil Alloh, Rosul-Nya & orang-orang yg beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Alloh itulah yg pasti menang” (QS 5:56)

6. Dg jihad, shof kaum muslimin akan diperteguh & disatukan dalam bendera kemuliaan.

7. Untuk di akhirat saudaraku, cukuplah kita renungkan bagaimana Alloh Subhanahu Wa Ta’ala bercerita tentang apa yg akan mereka terima.

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Janganlah kalian mengira bahwa orang-orang yg gugur di jalan Alloh itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Robbnya dg mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Alloh yg diberikan-Nya kepada mereka. & mereka bergirang hati terhadap orang-orang yg masih tinggal di belakang yg belum menyusul mereka. Bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka & tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dg nikmat & karunia yg besar dari Alloh, & bahwa Alloh tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yg beriman. (Yaitu) orang-orang yg menta'ati perintah Alloh & Rosul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yg berbuat kebaikan di antara mereka & yg bertaqwa ada pahala yg besar.” (QS 3: 169-172)

Semoga kita semua dijadikan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala sebagai bagian dari pada Rabbaniyyun Mujahidun fi Sabilillah... Amiin.

Download artikel tentang Mati Syahid...


Terminal Euy!

Moved to Klipingku...
  • Riset: Makin Bersyukur, Makin Sehat!
  • Tidur Ala Nabi, Selain Sehat juga Berkah!
  • Peliharalah Rasa Malumu!
    • “Iman itu bercabang tujuh puluh lebih atau enam puluh lebih, yang paling utama adalah kalimat la illaha illallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan rintangan dari jalan, dan malu termasuk cabang dari iman.” (HR Bukhari & Muslim)
    • “Biarkan dia, karena malu termasuk iman.” (HR Bukhari & Muslim)
    • “Malu itu seluruhnya kebaikan.” (HR Bukhari & Muslim)
    • “Malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan semata.” (HR Bukhari & Muslim)
    • Dari Abu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amr al-Anshari al-Badri radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya salah satu perkara yang telah diketahui oleh manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah, ‘Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu''.”(HR Bukhari)
    • ”Berbuatlah apa yang kamu kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan” (QS Fushilat 40)
    • Berbahagialah bagi yang memiliki rasa malu. Betapa bahanya jika malu telah pergi darimu... Sebaik-baiknya malu adalah malu kepada Allah Ta’ala.
    • JANGAN MALU PUNYA SIFAT "MALU!"

  • Pandai-pandai Menata Niat!
  • Kiat Agar Tetap Istiqomah
  • Jangan Marah!!!
  • Nasehat Ibu kepada Putrinya: Jadilah Engkau Bidadari di Sisinya!
  • Do'a Anak yang Belum Baligh, Mustajab!


SHALAT ITU WAJIB! SAHALAT ITU TIANG AGAMA...

Rukun Islam yang kedua (setelah membaca 2 kalimat syahadat) adalah shalat 5 waktu (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya).

Dimanapun kamu berada...
Bawalah Al Islam!
Dalam Al Qur’an Allah memerintahkan kita untuk shalat 5 waktu:
  • "Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." [Al Israa’:78]
  • "…Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." [An Nisaa’:103]
  • "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku" [Al Baqarah:43]
  • "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah" [Al Kautsar:2]
  • "Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan." [Al Baqarah:110]
Shalat bisa mencegah perbuatan keji dan munkar:
  • ”Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al ’Ankabuut:45]
Shalat untuk mengingat Allah:
  • ”Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” [Thaahaa:14]
Didiklah anak/keluarga Anda untuk shalat:
  • ”Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” [Luqman:17]
  • “Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya” [Thaha:132]
Hendaknya kita tetap memelihara/mengerjakan shalat kita:
  • “Peliharalah semua Shalat(mu), dan peliharalah shalat wusthaa” [Al Baqarah:238]
Shalat sangat penting. Shalat adalah tiang agama. Siapa yang tidak mengerjakannya berarti dia meruntuhkan agama:
  • “Shalat adalah tiang agama, barang siapa yang mengerjakannya berarti ia menegakkan agama, dan barang siapa meninggalkannya berarti ia meruntuhkan agama” (HR Baihaqi)
Pembeda antara orang muslim dengan kafir adalah shalat. Barang siapa tidak shalat berarti dia kafir:
  • “Batas antara seorang muslim dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR Muslim)
  • “Perjanjian antara kita dan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkan shalat berarti ia kafir.” (HR Ahmad 5/346, At-Tirmidzi no. 2621, Ibnu Majah no. 1079)
Amal yang pertama dihisab adalah shalat. Begitu dia tidak shalat, meski puasa, zakat, haji, rajin sedekah, dia langsung dimasukkan ke neraka:
  • Amal yang pertama kali akan dihisab untuk seseorang hamba nanti pada hari kiamat ialah shalat, maka apabila shalatnya baik (lengkap), maka baiklah seluruh amalnya yang lain, dan jika shalatnya itu rusak (kurang lengkap) maka rusaklah segala amalan yang lain. (HR Thabrani)
Jangan sampai kita dan keluarga kita yang sudah baligh bolong-bolong shalatnya. Apalagi sampai meninggalkannya!!!

Orang yang tidak mengerjakan shalat disiksa di neraka:
  • “Apakah yang memasukkan kalian ke dalam neraka Saqar?” Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat….” [Al-Muddatstsir: 42-43]
  • “Maka celakalah orang-orang yang shalat, yaitu mereka yang lalai dari mengerjakan shalatnya….” [Al-Ma’un: 4-5]
  • “Maka datanglah setelah mereka, pengganti yang jelek yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kerugian.” [Maryam: 59]
Hendaknya kita shalat tepat waktu:
  • Pekerjaan yang sangat disuka Allah, ialah mengerjakan shalat tepat pada waktunya. Sesudah itu berbakti kepada ibu-bapak. Sesudah itu berjihad menegakkan agama Allah. (HR Bukhori dan Muslim)
Jika shalat 5 waktu, hendaknya berjama’ah:
  • Anas r.a.: Nabi SAW selalu memotivasi umatnya untuk sholat berjamaah dan melarang mereka pergi keluar sebelum imam mereka pergi. (HR Muslim)
  • Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian, pahalanya berlipat ganda sampai duapuluh tujuh derajat (dibandingkan dengan shalat sendirian). (HR Bukhori dan Muslim)
Jika shalat berjama’ah, jangan mendahului imam. Tunggu imam ruku dulu, baru anda ruku. Tunggu imam sujud dulu, baru Anda sujud:
  • Rasul Bersabda: Takutlah kamu bila angkat kepalamu dari sujud mendahului imam, karena Allah akan ubah kepalamu jadi kepala keledai. (HR Bukhori dan Muslim)
  • Ummu Salamah r.a.: Bila selesai salam pada saat sholat di masjid, Rasul berhenti sejenak agar wanita pulang lebih dahulu sebelum pria. (HR Bukhori)
Semoga kita di akhirat nanti termasuk dalam golongan orang-orang yang mengerjakan shalat. Aamiin.

Dari: http://www.media-islam.or.id/2007/09/14/shalat-itu-wajib-tiang-agama/


5 Golongan Manusia terhadap Eksistensi Tuhan (Allah swt) & Aturan-Nya (Syariat)

:: draft ::



A. MANUSIA
Diciptakan Allah swt dari tanah, diberikan ruh, punya akal & nafs.
"Setiap manusia yang dilahirkan ke dunia adalah dalam keadaan fitrah"
“Tidaklah setiap anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang akan menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Seperti hewan melahirkan anaknya yang sempurna, apakah kalian melihat darinya buntung (pada telinga)?” (HR Bukhari & Muslim)

“Sesungguhnya Aku ciptakan hamba-hamba-Ku semuanya dalam keadaan lurus bertauhid (Islam), kemudian setan mendatangi (menggoda)-nya, lalu memalingkan mereka dari agamanya (supaya tersesat)” (HR Muslim)

1. Mukmin
Meyakini, mengakui, percaya, membenarkan, beriman
  • Mukhlashin, mereka yang murni dalam menuhankan Zat Yang Maha Esa sebagai sesembahan, tempat mengadu & meminta pertolongan. Mereka termasuk orang-orang yang terdahulu (shabiin) yang berada dalam fitrah shirathal mustaqim walaupun mereka tidak tersentuh dakwah para nabi.
  • Muttaqin, setelah datangnya kebenaran (al Islam) kepada mereka, kemudian mereka membenarkan (beriman) & berserah diri (ber-islam) di atasnya. Mereka istiqamah & berhati-hati dalam hidupnya dalam melaksanakan segala perintah Allah subhanahu wa ta'ala & menjauhi segala larangan-Nya. ...

Ada 4 syarat yang harus terpenuhi untuk menjadi golongan orang yang mukmin:
  1. Perkataan hati; Adanya ilmu yang diketahui dan diyakini dalam hati.
  2. Ucapan lisan; Adanya pernyataan yang diucapkan (diikrarkan) oleh lisan... bersyahadat.
  3. Amalan hati; Adanya rasa keterikatan dengan Allah subhanahu wa ta'ala... rasa takut, rasa cinta, rasa harap kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
  4. Amalan anggota badan; Adanya pembuktian keta'atan secara lahiriah (jasadiah)... pelaksanaan shalat 5 waktu, puasa, pergi haji dst.

2. Munafik
Mengakui & melaksanakan sesuatu tapi dengan tujuan pura-pura, bohong atau dusta
Ciri orang Munafik:
1. Kalau bicara (berlaku), mereka bohong (dusta)
2. Kalau berjanji, mereka tidak menepatinya (menggampangkan janji)
3. Kalau mendapat amanah, mereka mengkhianatinya... (Dan dalam berbisnis, mereka licik)
Kata lain munafik adalah lain di luar lain di dalam (lain di mulut lain di hati), menampakan kebaikan di depan orang lain tapi tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam hatinya. Lawan kata munafik adalah sidiq (jujur).

3. Kafir
Menolak, enggan
Tahu atau pernah tahu tapi menolak atau enggan untuk mengakui & melaksanakannya.

4. Musyrik
Mengakui adanya Tuhan tapi salah, menyekutukan & menuhankan selain Allah swt
Orang-orang yang lalai dari kebenaran dan sesat atau mereka yang mencari kebenaran tetapi tidak mau mengikuti kebenaran itu.

5. Fasik (Golongan terbesar!)
Mereka yang berdosa, tidak mengindahkan (syari'at Allah swt), tidak mau tahu, tidak sungguh-sungguh, cuex, terlena, lupa (melupakan) dst.
Q2.27 "(Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu ditetapkan dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi."
Q7.102. "Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik."  

Q59.19. "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik."

Lihat juga Q2.99, Q3.82, Q5.49 dan Q9.67!

FITRAH manusia pada dasarnya mengakui akan keberadaan Tuhan-nya, Rabb-nya yang menciptakannya. Tapi Allah swt Maha Berkehendak, Dia telah menciptakan IBLIS* yang dipanjangkan umurnya sampai hari kiamat dan pengikut-pengikutnya (syetan dari jenis jin dan manusia) ditakdirkan-Nya bisa menyesatkan manusia dari jalan Allah swt.
Q6.112 Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka & apa yang mereka ada-adakan.
Seseorang yang mengaku telah ber-Islam (Muslim) bisa saja terjatuh dalam kefasikan, kemunafikan, kekafiran dan bahkan kemusyrikan. Seorang muslim yang "dengan sengaja" meninggalkan shalat wajibnya, mereka telah terjatuh ke dalam kekafiran. Seorang muslim yang meminta pertolongan & bantuan kepada Jin (karuhun, roh, ghaib penunggu tempat tertentu dst.) padahal mereka tahu bahwa Allah-lah tempat meminta pertolongan, maka mereka telah terjatuh dalam kesyirikan (musyrik)… na’udzubillahimindzalik.

Dari beberapa tafsir Surat Al Fatihah, dijelaskan bahwa:
  1. Golongan yang berada di jalan yang lurus dan diberi nikmat, yaitu mereka yang beriman dan berislam (berserah diri) terhadap semua ketentuan & syariat Allah swt. Mereka itu adalah golongan para nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin (Q4:69).
  2. Golongan yang dimurkai Allah swt, yaitu mereka dari golongan orang-orang Yahudi, mereka sebelumnya termasuk golongan yang dilebihkan Allah swt & kemudian terjatuh menjadi golongan yang dimurkai (al-maghdhub) karena ulah mereka sendiri yang selalu memprotes, mengutak-atik, mendustakan apa-apa yang telah Allah turunkan kepada mereka & bahkan mereka berupaya untuk membunuh nabi-nabi mereka. Dengan kata lain, mereka berilmu (telah diberikan pengajaran) tapi mereka tidak beramal yang sesuai dengan apa-apa yang telah Allah turunkan kepada mereka.
  3. Kemudian, golongan yang tersesat (al-dhaallin) dari jalan Allah swt, yaitu salah satunya adalah golongan dari mereka yang mengaku beragama Nashrani, mereka telah mempersekutukan Allah swt dengan menyamakan Allah swt dengan makhluk-Nya (musyrik), yang mengatakan bahwa Allah swt mempunyai anak dst. Sifat dasar dari golongan yang sesat adalah mereka tidak mau tahu atau tidak ingin mencari tahu akan 'kebenaran'. Dengan kata lain, mereka beramal untuk agamanya tapi tidak berdasar pada ilmu tetapi cenderung berdasar pada persangkaan semata.
Budha? Hindu? Konghucu? dst? Silahkan baca ini!

Satu pertanyan yang harus segera kita ketahui jawabanya:
Termasuk golongan manusia manakah kita?


B. MALAIKAT
Diciptakan Allah swt dari cahaya hanya untuk ta’at & tidak lalai dengan tugas yang diberikan Allah swt.

C. JIN (JINN)
Diciptakan Allah swt dari api, diberikan ruh, ...klik di sini untuk Megenal Jin

D. BINATANG (HEWAN)
Diciptakan Allah swt dari air, tidak diberikan ruh, punya insting, diciptakan hanya untuk melayani manusia.

E. IBLIS
Makhluk dari jenis jin yang telah enggan & sombong yang kemudian Allah swt kutuk & panjangkan umurnya sampai akhir zaman serta ditakdirkan bisa menyesatkan golongan manusia & jin.


Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah…
Wallahu ‘alam.


Baca juga:
QS Al Ikhlas | QS Al Baqarah 1 dst | Wasiat | 3 Landasan Utama | Zeitgeist

Renungan:
Dosa & maksiat hanya akan menutup & menghijab hati & akal dari cahaya Allah swt…


*Apa yang dikatakan Allah swt dalam Quran tentang Iblis...
Q38.75. Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yg telah Ku-ciptakan dg kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?."
Q38.76. Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya (Adam as), karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah."

Q38.79. Iblis berkata: "Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka/manusia dibangkitkan."

Q38.82-83. Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis/ikhlas di antara mereka."

Q17.62. "... Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil."

Q27.24. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan memandang indah perbuatan2 mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, ...

Q34.20. Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.
Q34.21. Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yg ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.

Q6.112. Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan2 yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka & apa yang mereka ada-adakan.


[tuning]


“Ruh-ruh manusia diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain akan bersatu. Dan mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah.”
(HR Muslim 4773)


Wallahu'alamu...
...astaghfirullah ..astaghfirullah ..astaghfirullah!

“Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir".” (QS Al-Kahfi 29)
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, niscaya Kami akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS Al-’Ankabut 69)