‘AQIDAH

Dari ‘Ubadah Ibnus Shomit rodhiallohu ‘anhu berkata: telah bersabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam:
Barangsiapa bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang haq untuk disembah) kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwasanya Muhammad adalah hamba-Nya dan rasul (utusan)-Nya, dan bahwasanya ‘Isa adalah hamba-Nya dan rasul-Nya dan kalimat-Nya yang dihembuskan kepada Maryam dan ruh dari-Nya, dan surga adalah haq (benar adanya) dan neraka adalah haq maka Allah masukkan dia ke dalam surga atas apa yang dahulu dia perbuat”. [HR Bukhori (3435) dan Muslim (46-47) dan Ahmad (5/324)]

Berkata Syaikh Robi’ bin Hadi ‘Umair al-Madkholi hafizhohulloh:

Hadits ini mengandung 5 perkara yang barangsiapa beriman dengannya dan beramal dengan apa yang ditunjukkan atasnya baik dalam zhahir maupun batin-nya maka dia masuk surga:

Pertama: ucapannya: “Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang haq) kecuali Alloh semata yang tidak ada sekutu baginya” yakni beriman kepada Alloh dari kejujuran dan keyakinan, dalam keadaan mengakui akan keesaan bagi Alloh Ta’ala dan berlepas diri dari peribadatan selain-Nya, dan beramal dengan apa yang telah ditunjukkan atasnya persaksian bahwa tidak ada sesembahan (yang haq) kecuali Alloh dalam bentuk mengikuti segala perintah Alloh dan menjauh segala larangan-Nya baik secara ucapan maupun amalan.

Kedua: “Barangsiapa bersaksi bahwa Muhammad adalah rosul (utusan) Alloh“: yakni barangsiapa meyakini dengan keyakinan yang kokoh yang tidak akan menerima keraguan bahwa Muhammad adalah Rosululloh yang telah Alloh utus kepada kedua makhluk dari jin dan manusia dengan sebuah risalah yang menyeluruh lagi sempurna, dan bahwasanya beliau adalah penutup para Nabi, dan risalahnya adalah penutup semua risalah, dan beriman bahwasanya beliau adalah seorang hamba dari hamba-hamba Alloh yang telah Alloh muliakan dengan mengemban risalah-Nya kepada alam semesta kemudian membenarkannya terhadap apa-apa yang diberitakannya dan mentaatinya terhadap apa yang dia perintahkan serta menjauhi dari apa-apa yang telah dilarang darinya dan dicerca.

Ketiga: meyakini bahwa ‘Isa -‘alaihis salam- seorang hamba dari hamba-hamba Alloh dan seorang rosul dari rosul-rosul-Nya, dan bahwasanya beliau bukanlah anak jadah sebagaimana yang disangkakan kaum Yahudi dan bukan pula dia adalah Alloh dan bukan pula putra Alloh dan bukan merupakan trinitas sebagaimana yang disangkakan kaum Nashrani, bahkan dia adalah seorang hamba dari hamba-hamba Alloh yang telah Alloh utus dia kepada bani Israel yang mengajak mereka kepada peribadatan kepada Alloh semata.

Dan Alloh telah menciptakan ‘Isa dengan firman-Nya “kun (jadilah)” yang menunjukkan penciptaan dan bahwasanya dia adalah sebuah ruh dari ruh-ruh yang telah Alloh ciptakan dimana sesungguhnya permisalan ‘Isa di sisi Alloh seperti permisalan Adam yang telah Alloh ciptakan dia dari tanah kemudian Alloh katakan kepadanya: jadilah! Maka jadilah dia.

Keempat: “Bahwa surga adalah haq (benar adanya)” yaitu meyakini bahwa surga yang telah Alloh janjikan bagi orang-orang yang taat dari para hamba-Nya adalah benar ada dan nyata tidak ada keraguan padanya dan bahwasanya surga adalah tempat tinggal terakhir lagi kekal bagi orang-orang yang beriman dengannya dan mengikuti para rosul-Nya.

Kelima: “Bahwa neraka haq” yaitu meyakini bahwa neraka yang telah Alloh ancam dengannya orang-orang kafir dan orang-orang munafik adalah nyata dan benar tidak ada keraguan padanya yang telah Alloh persiapkan bagi siapa saja yang kafir (menolak beriman) kepada-Nya dan menentang-Nya serta bermaksiat kepada-Nya.

Semua perkara yang lima ini; barangsiapa membenarkan dan beriman dengannya serta beramal dengan konsekuensinya maka Alloh masukkan dia ke dalam surga, sekalipun dia tidak sempurna dan dia memiliki dosa-dosa dan yang demikian itu disebabkan tauhidnya dan keikhlasannya dalam beribadah kepada Alloh semata.

Dari:
http://salafy.or.id/blog/2015/01/16/keutamaan-aqidah-tauhid-1/


Waspadai Berhala Diri!

Oleh: Abdullah Sholeh Hadrami

ALHAMDULILLAH, aku sudah melewati masa itu. Jujur aku dulu pernah berpemahaman merasa kelompokku adalah paling benar sendiri dan yang lain adalah sesat.

Pernah aku terperangkap dalam pemikiran bahwa kelompokku adalah Al-Firqotun Najiyah (golongan yang selamat) sedang yang lainnya adalah ahli neraka.

Alhamdulillah akhirnya Allah ta'ala berikan hidayah kepadaku untuk keluar dari pemikiran sempit seperti itu.

Aku belajar ke banyak guru dan aku mencintai mereka semua dan tidak mungkin melupakan jasa-jasa mereka.. Walau akhirnya Allah ta'ala arahkan aku untuk berada dalam barisan AhlusSunnah wal Jama’ah Salafy, ini adalah pilihanku.

Bagiku, semua umat Islam adalah saudaraku dan aku suka saling mengingatkan dan saling menasehati serta saling mendoakan.

Aku berharap kita semua sama-sama Allah ta'ala masukkan ke dalam Jannah.

Pengalaman masa lalu, buku-buku dan situs-situs dengan artikel & opini yang dibaca, media sosial atau organisasi yang diikuti, guru-guru yang mengajari serta lingkungan, kesemuanya itu akan berpengaruh dalam pemahaman keagamaan seseorang.

Berbicara tentang kelompok dalam Islam tidak akan pernah tuntas karena semua merasa paling benar dan menuduh yang lain tersesat.

فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ زُبُرًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).” (QS Al-Mukminun [23]: 53)

Kita perlu selalu membaca dan merenungkan ayat ini secara rutin dan terus menerus disertai muhasabah, koreksi dan mawas diri,

فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ

Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS An-Najm Ayat [53]: 32)

Hanya Allah ta'ala Yang Maha Tahu siapa yang terbaik di antara kita di SisiNya.

Ada satu berhala dalam diri kita semua yang harus kita hancurkan, yaitu NAFSU!

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِن بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah menyesatkannya berdasarkan ilmu yang dimilikinya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS Al-Jatsiyah Ayat [45]: 23)

Daku hanyalah seorang hamba yang miskin papa di hadapanNya. Dosa-dosaku teramat sangat banyak, amal ketaatanku teramat sangat sedikit, hatiku selalu berbolak-balik, perjalananku cukup jauh, bekalku belum mencukupi, tapi ajalku telah dekat.

Harapanku Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang berkenan mengasihi lagi menyayangiku.

Ayat harapanku,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 39 Az-Zumar [39]: 53)

Ya Allah, ampunilah semua kejahilan hamba dan bimbinglah hamba istiqomah di jalanMu yang lurus.

Dari saudaramu yang selalu mencintaimu dan berharap berkumpul denganmu sampai di Jannah Firdaus.*

@AbdullahHadrami


Sistem Jalur Tegangan (Stroom) pada Mobil Berdasarkan Fungsinya

[ilustrasi]
Dalam Sistem Kelistrikan Mobil pada umumnya terdapat beberapa Jalur Tegangan POSITIF (+) atau yang sering kita sebut STROOM yang dibagi menurut fungsinya, sebagai berikut:
  1. Jalur Tegangan (Stroom) LANGSUNG
  2. Jalur Tegangan (Stroom) ACCESSORIES (ACC)
  3. Jalur Tegangan (Stroom) KONTAK ON /IGNITION (IG)
  4. Jalur Tegangan (Stroom) STARTER (ST)
Sedangkan untuk Jalur NEGATIF (-) atau yang sering kita sebut GROUND atau Massa biasanya langsung dihubungkan ke bagian Mesin (Engine) dan Rangka (Body) mobil.

Jalur Tegangan Langsung

[ilustrasi]

Yang dimaksud dengan Jalur Tegangan Langsung di sini adalah Jalur Tegangan atau stroom yang langsung berhubungan dengan Sumber Daya (Accumulator /Battery /Aki) dimana kunci kontak pada posisi OFF atau kunci kontak tidak dihidupkan. Jadi pada Jalur Tegangan ini, stroom selalu ada atau standby walaupun kendaraan /mobil dalam keadaan mesin mati atau kontak mati.

Komponen Kelistrikan yang memakai jalur tegangan ini akan aktif (hidup) kalau saklar (switch) komponen yang bersangkutan dihidupkan.

Komponen kelistrikan mobil yang menggunakan Jalur Tegangan Langsung antara lain:
  1. Lampu Depan Utama (Head Lamp, Head Light)
  2. Lampu Kecil /Lampu Kota (Tail Lamp)
  3. Lampu Rem /Lampu Stop (Brake Lamp)
  4. Lampu Darurat (Hazard)
  5. Lampu Kabut (Fog Lamp)
  6. Lampu Plafon
  7. Klakson (Horn)
  8. Central Lock
  9. Alarm
Jalur Tegangan Accessories ACC

Yang dimaksud dengan Jalur Tegangan Accessories adalah tegangan akan terhubung dengan Battery (Aki) jika kunci kontak diputar pada posisi ACC dan mesin mobil masih dalam keadaan mati.

Beberapa komponen tambahan (accessories) mobil yang menggunakan Jalur Tegangan ACC antara lain:
  1. Audio System (Tape mobil)
  2. Cigarette Lighter (Penyala Rokok)
  3. Clock (Jam) 
  4. ...
Jalur Tegangan Ignition (IG)

Jalur Tegangan IG dalam Sistem Kelistrikan Mobil digunakan untuk men-supply arus atau tegangan ke komponen-komponen yang berhubungan dengan kontrol mesin (engine) sebelum mesin mobil dihidupkan. Jalur Tegangan akan terhubung dengan Battery (Aki) jika kunci kontak diputar pada posisi ON, baik sebelum atau setelah mesin mobil dihidupkan.

Komponen yang berhubungan dengan Jalur Tegangan IG ini adalah:
  1. Lampu Sen (Sign /Turn Light)
  2. Lampu Mundur
  3. AC Mobil
  4. Wiper
  5. Washer (Air untuk wiper)
  6. Power Window
  7. Electric Mirror
  8. Saklar Karburator (Carburetor Switch)
  9. Pompa Bensin (Fuel Pump)
  10. Gauges
  11. Coils
  12. Dinamo Amper (Alternator)
  13. Electronics /Engine Control Unit (ECU)
  14. Kipas Radiator (Radiator Fan, AC Fan)
  15. ...
Jalur Tegangan Starter (ST)

Yaitu Jalur Tegangan (stroom) yang digunakan pada saat menghidupkan mesin. Kunci kontak digerakan pada posisi START maka arus atau tegangan akan terhubung pada Dinamo (Motor) Starter yang berfungsi untuk men-start mesin mobil supaya hidup. Selain itu, jalur ST ini juga biasa digunakam untuk mengaktifkan relay pompa bensin (fuel pump).


Dari http://technisi-kabel.blogspot.com/ (edited)


ISIS?

[Open Link in New Tab!]

Assalaamu'alaikum...

ISIS? Perang?
  • Barat (AS & sekutunya) sudah lama bercokol di negeri2 Muslim di TimTeng & Afrika.
  • Barat "memamfa'atkan" kelompok Syiah untuk memerangi kaum Muslimin (Sunni/Ahlussunnah).
  • Syiah lahir karena alasan Politik (perebutan "kekuasaan" pasca wafatnya Rasulullah s.a.w.) dan adanya campur tangan yahudi (Abdullah bin Saba).
  • Review: Sejarah runtuhnya kekhalihafan Turki Utsmani!
  • Review: Lahirnya aliran Ahmadiyah "buatan" Inggris untuk meredam jihad di India!
  • Review: Politik pecah belah Belanda di Nusantara!
  • Review: Mengapa ada Perang Iran-Irak pada tahun 1980-1988?
  • Review: Siapa pelaku tragedi WTC 911 yang sebenarnya? Bush "berhasil" mencitrakan Islam sebagai Teroris! dan memunculkan istilah GWOT (Global War on Terrorism) yang sejatinya adalah "perang terhadap Islam!"
  • Baca hadits2 tentang Akhir Zaman!
  • Islam akan terpecah menjadi 73 Golongan!
  • Khawarij?
  • Astaghfirullah!!! "Posisi aku dimana ya..!"
  • Manhaj kenabian akan kembali terulang menjelang kiamat setelah berbagai FITNAH (yang puncaknya adalah keluarnya Dajjal) & huru-hara melanda dunia ini.
  • ...
Dimana AS sekarang???
► Dimana Zionis Israel sekarang???

► WAJIB TAHU! ...dimana Iblis sekarang?


Jangan menilai ISIS hanya dari gambaran "media" saja! Semua orang bisa membuat opini, gambar (image) bahkan video!

☼ Bom bunuh diri, Kamikaze, hanyalah masalah fiqih dalam perang seperti halnya do'a qunut dalam fiqih shalat Subuh??

☼ Hukum pancung (dalam perang!) lebih beradab dibanding dengan kekejaman di penjara milik AS di Abu Ghraib!


Bahaya Syiah Ancam Keutuhan NKRI

Eramuslim.com – Anggota Komisi Hukum dan Per-Undang-Undangan MUI Pusat, DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM mengatakan dampak yang ditimbulkan dari kerjasama antara Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dengan University and Reserch Institut for Qur’an and Hadith Iran (UAR) adalah semakin banyaknya kaum muda Indonesia yang tidak mengerti apa dan bagaimana Syiah yang sebenarnya.

Mereka akan terperangkap pada pemikiran ideologi-politik Syiah Iran,” kata DR. Abdul Chair, Jum’at (20/03/2015), dikutip dari Hidayatullah.com.

Laman UIN Online, Rabu (18/03/2015), mewartakan Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan University and Reserch Institut for Qur’an and Hadith Iran (UAR) sepakat menandatangani naskah kerjasama di gedung Rektorat UIN Jakarta.

Perlu dicatat, ujar DR. Abdul Chair, kelembagaan Pojok-Pojok Iran (Iranian Corner, red) di berbagai kampus di Indonesia, justru banyak memasarkan ‘Revolusi Imam Husein ra’ dan ‘Revolusi Khomeini’ yang dijadikan jargon perjuangan Islam.

Dengan hadirnya kelembagaan resmi Iran tersebut, kata Abdul Chair, akan semakin menumbuhkembangkan semangat kaum muda untuk mengikuti pemikiran ideologi-politik Syiah Iran.

Semua itu diarahkan untuk membentuk pemikiran yang mengarah kepada konsep Wilayatul Faqih sebagai pemegang kekuasaan Islam sedunia (lihat: Pasal 5 UUD Republik Iran, red),” ungkap DR. Abdul Chair.

Kondisi yang demikian, menurut Abdul Chair tentu akan merugikan bahkan mengancam keberadaan dan keberlangsungan ideologi Pancasila, UUD Negara RI Tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika karena ideologi Imamah Syiah Iran tidak dapat dipertemukan dengan ideologi manapun, termasuk Pancasila.

Selain itu, masih menurut Abdul Chair, ada kepentingan terselubung di balik kerjasama tersebut yaitu terkait dengan proyek Syiahisasi dan Iranisasi di Indonesia.

Syiahisasi menunjuk terciptanya eksodus dari Ahlus sunnah menjadi Syiah, minimal menjadikan Syiah Relasional (kaum Ahlus Sunnah yang memberikan dukungan kepada Syiah dan Iran yang berdasarkan prinsip simbiosis mutualistic, red),” papar Abdul Chair.

Sedangkan ‘Iranisasi’, sambung Abdul Chair, menunjuk kepada terciptanya rasa, paham dan semangat Parsia yaitu suatu kondisi yang berbanding terbalik dengan nasionalisme Indonesia. Cara pandang (Wawasan Nusantara, red) akan bergeser ke Iran yang notabene adalah Parsia.

Cara pandang ini akan melahirkan pemikiran dan sikap yang mendukung kebijakan politik dan hukum sang Rahbar,” pungkas Abdul Chair.

Karena itu menurut pria yang disertasinya membahas hubungan Syiah dan ketahanan nasional ini menuturkan pemerintah melalui kementerian terkait, seyogyanya harus mengawasi arus ekspansi ideologi imamah yang dilakukan Syiah Iran di Indonesia.

Syiah dan Iran ibarat dua sisi dari mata uang yang sama, sejarah Syiah dalam banyak kasus telah menimbulkan konflik dan bahkan mampu mengambil alih pemerintahan, sebagaimana yang terjadi di Libanon dan Yaman,” ungkap DR. Abdul Chair kepada hidayatullah.com.

Sementara itu, laman Syiah menulis Iran adalah negeri kaum Syiah yang saat ini tengah mencari pengaruh kawasan. Iran bahkan menanamkan pengaruh paham Syiah ke beberapa kampus di Indonesia dengan kerjasama menempatkan “Iran Corner” (Pojok Iran), termasuk di beberapa kampus. Saat ini, tulis laman itu, Iranian Corner sudah ada di 12 universitas diantaranya adalah di Universitas Muhammadiyah Jakarta, UIN Malang, UIN Bandung, dan UIN Riau.(rz)


Kerjasama UIN Jakarta – Iran Dinilai Muluskan Ekspansi Ideologi Imamah Syiah di Indonesia

Orang-orang Syiah dan Iran dinilai memanfaatkan jalur lembaga pendidikan dan dukungan para tokoh, cendekiawan termasuk pemerintah untuk melancarkan ekspansi ideologi imamah Syiah yang berbahaya.

Hidayatullah.com—Kerjasama Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan University and Reserch Institut for Qur’an and Hadith Iran (UAR) dinilai hanya memuluskan ekspansi ideology imamah Syiah yang membahayakan bagi Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Anggota Komisi Hukum dan Per-Undang-Undangan MUI Pusat, Dr. Abdul Chair Ramdahan menanggapai kerjasama UIN Jakarta dan University and Reserch Institut for Qur’an and Hadith Iran Rabu (18/03/2015) lalu.

Menurut Dr Abdul Chair Ramadhan, kerjasama kedua institusi itu hanya merupakan salah satu bagian dari kepentingan geostrategi Iran agar dapat diakui di Indonesia sebagai salah satu madzhab resmi dalam Islam.

“Melalui propaganda madzhab Ahul Bait yang sebenarnya menggabungkan dua aliran yakni aliran Jafari dan Itsna Asyariah sebagaimana tercantum dalam Pasal 12 UUD Rep. Iran, Syiah Iran hendak melakukan ekspansi ideologi Imamah,” tegas Dr. Abdul Chair kepada hidayatullah.com, Jum’at (20/03/2015). [baca juga: Soal Kerjasama UIN Jakarta-Iran, Pakar: Iran Lakukan Proyek Syiahisasi dan Iranisasi di Indonesia]

Masih menurut Dr. Abdul Chair kerjasama itu juga sekaligus mempertegas dan memperkuat eksistensi Pojok-Pojok Iran (Iranian Corner,red) yang tersebar di berbagai kampus di Indoensia, salah satunya seperti di UIN dan Muhammadiyah.

“Syiah Iran telah berhasil menghimpun sekte-sekte Syiah yang terpecah dalam berbagai aliran, namun Syiah Iran belum mendapatkan pengakuan secara resmi dari mayoritas Ahlus Sunnah,” ujar Dr. Abdul Chair.

Untuk kepentingan itulah, dosen yang juga konsultan hokum ini mengatakan, Indonesia dipandang menjadi mitra strategis dalam membangun opini bahwa Syiah adalah bagian dalam Islam. Terlebih lagi kerjasama yang dilakukan dengan UIN Jakarta dimana banyak para elite Syiah Iran yang menempuh pendidikan S3 di universitas itu.

“Tentu hal tersebut memang sudah dipersiapkan dengan matang dan infiltrasi kedalam UIN Jakarta tidak dapat dipungkiri,” tegas Dr.Abdul Chair.

Melalui University and Research Institute for Quran and Hadith Iran (UAR), Dr. Abdul Chair menegaskan, seolah-olah Syiah Iran hendak menunjukkan bahwa Syiah yang ada di Iran sama-sama mengedepankan Al-Qur’an yang sama dan begitu pula degan pengkajian atas hadith, tidak ada dikotomi antara hadith Ahlus Sunnah dengn Syiah, padahal dalam implementasinya Syiah cenderung antagonistik dan banyak memutilasi ayat Al-Qur’an dan hadith Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallah yang diriwayatkan oleh para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallah, terutama sahabat yang agung.

“Jelasnya, kerjasama itu tidak lebih merupakan pengembangan ekspansi ideologi Imamah Syiah Iran di Indonesia yang dilakukan secara legal, dan sekaligus sebagai basis dukungan terhadap gerakan-gerakan anti Syiah,” tegas Dr. Abdul Chair.

Untuk kepentingan itulah, kata Dr. Abdul Chair, mereka (orang-orang Syiah) memanfaatkan jalur lembaga pendidikan dan dukungan para tokoh, cendekiawan termasuk pemerintah.

Sementara itu, pengembangan studi al-Qur’an dan Hadith dalam kaitannya dengan peningkatan intelektual mahasiswa serta dosen, termasuk pertukaran pelajar dan publikasi bersama, menurut Dr. Abdul Chair jelas akan memberikan keuntungan geopolitik bagi Syiah Iran dalam rangka mempertahankan ruang hidup ajaran Syiah, untuk kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan awam untuk mempelajari teologi Syiah.

“Kita ketahui bahwa Syiah masuk ke Indonesia melalui pendekatan teologi,” ujar Dr. Abdul Chair.

Namun, sambung Dr. Abdul Chair, tujuan akhirnya adalah mengembangkan ideologi Imamah Syiah Iran dalam rangka menunggu hadirnya Imam Mahdi versi Syiah. Selama masa ghaibnya Imam Mahdi, maka lanjutnya, semua penganut Syiah tunduk dan patuh kepada Rahbar pemimpin besar Syiah Iran yang sekarang dijabat oleh Ali Khamenei.*


Soal Kerjasama UIN Jakarta-Iran, Pakar: Iran Lakukan Proyek Syiahisasi dan Iranisasi di Indonesia

Syiah dan Iran ibarat dua sisi dari mata uang yang sama, sejarah Syiah dalam banyak kasus telah menimbulkan konflik dan bahkan mampu mengambil alih pemerintahan.

Hidayatullah.com- Anggota Komisi Hukum dan Per-Undang-Undangan MUI Pusat, DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM mengatakan dampak yang ditimbulkan dari kerjasama antara Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dengan University and Reserch Institut for Qur’an and Hadith Iran (UAR) adalah semakin banyaknya kaum muda Indonesia yang tidak mengerti apa dan bagaimana Syiah yang sebenarnya.

“Mereka akan terperangkap pada pemikiran ideologi-politik Syiah Iran,” kata DR. Abdul Chair kepada hidayatullah.com, Jum’at (20/03/2015).

Sebagaimana dikutip laman UIN Online, Rabu (18/03/2015), Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan University and Reserch Institut for Qur’an and Hadith Iran (UAR) sepakat menandatangani naskah kerjasama di gedung Rektorat UIN Jakarta.

Perlu dicatat, ujar DR. Abdul Chair, kelembagaan Pojok-Pojok Iran (Iranian Corner, red) di berbagai kampus di Indonesia, justru banyak memasarkan ‘Revolusi Imam Husein ra’ dan ‘Revolusi Khomeini’ yang dijadikan jargon perjuangan Islam.

Dengan hadirnya kelembagaan resmi Iran tersebut, kata Abdul Chair, akan semakin menumbuhkembangkan semangat kaum muda untuk mengikuti pemikiran ideologi-politik Syiah Iran.

“Semua itu diarahkan untuk membentuk pemikiran yang mengarah kepada konsep Wilayatul Faqih sebagai pemegang kekuasaan Islam sedunia (lihat: Pasal 5 UUD Republik Iran, red),” ungkap DR. Abdul Chair.

Kondisi yang demikian, menurut Abdul Chair tentu akan merugikan bahkan mengancam keberadaan dan keberlangsungan ideologi Pancasila, UUD Negara RI Tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika karena ideologi Imamah Syiah Iran tidak dapat dipertemukan dengan ideologi manapun, termasuk Pancasila.

Selain itu, masih menurut Abdul Chair, ada kepentingan terselubung di balik kerjasama tersebut yaitu terkait dengan proyek Syiahisasi dan Iranisasi di Indonesia.

“Syiahisasi menunjuk terciptanya eksodus dari Ahlus sunnah menjadi Syiah, minimal menjadikan Syiah Relasional (kaum Ahlus Sunnah yang memberikan dukungan kepada Syiah dan Iran yang berdasarkan prinsip simbiosis mutualistic, red),” papar Abdul Chair.

Sedangkan ‘Iranisasi’, sambung Abdul Chair, menunjuk kepada terciptanya rasa, paham dan semangat Parsia yaitu suatu kondisi yang berbanding terbalik dengan nasionalisme Indonesia. Cara pandang (Wawasan Nusantara, red) akan bergeser ke Iran yang notabene adalah Parsia.

“Cara pandang ini akan melahirkan pemikiran dan sikap yang mendukung kebijakan politik dan hukum sang Rahbar,” pungkas Abdul Chair.

Karena itu menurut pria yang disertasinya membahas hubungan Syiah dan ketahanan nasional ini menuturkan pemerintah melalui kementerian terkait, seyogyanya harus mengawasi arus ekspansi ideologi imamah yang dilakukan Syiah Iran di Indonesia. [baca: Political Will Pemerintah Diperlukan Batasi Kerjasama Dengan Iran]

“Syiah dan Iran ibarat dua sisi dari mata uang yang sama, sejarah Syiah dalam banyak kasus telah menimbulkan konflik dan bahkan mampu mengambil alih pemerintahan, sebagaimana yang terjadi di Libanon dan Yaman,” ungkap DR. Abdul Chair kepada hidayatullah.com.*


MUI Jabar Desak MUI Pusat Tak Ragu Kelurkan Fatwa Kesesatan Syiah

Jika ada ketegasan pemerintah soal gerakan Syiah, potensi perpecahan dan konflik dapat dicegah sedini mungkin.

Hidayatullah.com—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat tak menyalahkan ada anggapan gerakan Syiah menjadi ancaman bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal ini bisa mencontoh dari beberapa tragedi kemanusiaan yang berujung pada perebutan kekuasaa seperti yang terjadi Iraq, Suriah dan juga di Yaman. Sebab menurutnya, itu terjadi karena dalam ideologi Syiah ada faham Al Wilayah dan Imamah yang berpotensi mengambil alih kekuasaan yang sah.

Pernyataan ini disampaikan Sekum MUI Jabar, Drs.Rafani Achyar saat menerima puluhan orang yang mewakili Ormas Islam Jabar yang tergabung dalam gerakan Pembela Ahlus Sunnah (PAS) di kantornya, Kamis, (19/3/2015).

Lebih lanjut Rafani menjelaskan gerakan Syiah terhadap keutuhan NKRI ini semakin terasa dan mengemuka dengan berbagai bentuknya.

Ia menambahkan kejadian yang tengah berlangsung di jazirah Arab tersebut sedikit banyak akan menjadi inspirasi dalam memaikan gerakannya di Indonesia.

Mereka ingin menguasai negara dan mereka juga hendak mengimpor ke sini,” ungkapnya.

Untuk itu pihaknya sangat mendukung upaya ormas Islam khususnya yang tergabung dalam PAS yang ingin membendung gerakan Syiah di tanah air.

Dirinya pun menegaskan, gerakan syiah yang direkomendasi tahun 1984 agar diwaspadai kini mulai meresahkan umat,bangsa dan negara.

MUI sendiri menurutnya sebagai tanzih al harakah ( wadah koordinasi harakah) senatiasa terbuka dan siap bersama dalam membentengi akidah umat dari menyimpang ajaran maupun aliran sesat, termasuk Syiah.

Tidak salah analisis MUI dulu. Sekarang kejadian sehingga cocok untuk jadi fatwa (kesesatan Syiah, red). Kita awali dengan menerbitkan buku ini,” ungkapnya sambil menunjukan buku “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah” terbitan MUI Pusat.

Untuk itu pihaknya tengah menyiapkan langkah dan upaya dalam rangka menyadarkan pemerintah akan bahaya gerakan Syiah terhadap keutuhan NKRI. Ia meyakini jika ada ketegasan pemerintah soal gerakan Syiah ini potensi perpecahan tersebut dapat dicegah sedini mungkin.

Sementara itu Roinul Balad selaku Koordinator PAS menjelaskan bahwa sudah banyak bukti kesesatan Syiah khususnya gerakannya di wilayah Jabar dan sangat meresahkan. Ia mencontohkan beberapa daerah yang sinyalir menjadi “kawasan” Syiah dimana ada sekolah atau yayasan yang alifiasi ke ormas Syiah (Ijabi atau ABI) mengaku resah.

Biasanya keresahan meningkat saat jelang ada acara-acara ritual Syiah. Mereka tidak mau dianggap sebagai pendukung namun melapor juga tidak ada keberanian,” jelasnya.

Roin juga mengaku banyak mendapat laporan gerakan Syiah suka mengadu domba sesame umat Islam dengan melemparkan isu wahabi dan salafi ditengah jamaah Ahlus Sunnah. Selain itu, sambungnya, kelompok Syiah juga suka menyebarkan isu bahwa orang atau kelompok yang anti perbedaan, kerap menolak pendirian tempat ibadat dan sebagainya sebagai kelompok anti NKRI dengan alas an tidak menghargai perbedaan dan mengesampingkan sikap toleransi.

Karenanya,kami berharapkan MUI pusat jangan ragu untuk segera mengeluarkan fatwa Syiah sesat. PAS sendiri yang merupakan Gabungan 39 Ormas Islam Jabar menyatakan dukungannya kepada MUI Jabar dalam membentengi akidah umat, khususnya dari pengaruh akidah sesat khususnya Syiah,” ungkasnya.*


Singkong! Obat Ajaib untuk Kanker

Oleh: Dr. Cynthia Jayasuriya

Cassava-sampeu-dangdeur!
Ini pengalaman saya sendiri, sembuh dari kanker dengan singkong. Semoga pengalaman ini bermanfaat untuk banyak orang. Saya mengidap kanker kandung kemih stadium 2, setelah tujuh tahun mengidap kanker di urethra. Ginjal, urethra dan sebagian dari kandung kemih sudah diangkat. Setelah itu saya menjalani radiasi di bagian perut.

Saya merasa sehat selama tujuh tahun. Saya menjalani pemeriksaan rutin setiap tahun. Pada tahun ke tujuh itu, ada darah dalam urine saya yang ternyata disebabkan oleh berkembangnya lagi sel kanker di kandung kemih. Kanker baru itupun diangkat lagi.

Tapi bagaimana kalau kanker itu berkembang lagi?

Dari internet saya menemukan informasi tentang penggunaan biji aprikot untuk pengobatan kanker di Australia dan Amerika tanpa kemoterapi. Seorang dokter dari Inggris yang bertugas di sebuah tempat terpencil di Afghanishtan menemukan kandungan vitamin B17 dalam biji aprikot.

Di Afghanishtan, kekayaan seseorang diukur dari jumlah pohon aprikot yang dimilikinya. Mereka tidak hanya makan buah aprikot, tetapi juga bijinya. Biji aprikot memiliki bentuk almond dan rasanya pahit. Orang-orang dari wilayah ini tidak ada yang menderita kanker.
Setelah diteliti, biji aprikot mengandung vitamin B17. Pada saat sedang dirawat karena kanker, saya ingin tahu jenis makanan rutin kami yang mengandung vitamin B17.
Setelah diteliti, biji aprikot mengandung vitamin B17. Pada saat sedang dirawat karena kanker, saya ingin tahu jenis makanan rutin kami yang mengandung vitamin B17. Ternyata vitamin B17 ada dalam singkong. Jadi saya makan singkong 10 gram tiga kali sehari.

Setelah dikonsumsi selama 1 bulan, saya melakukan pemeriksaan kandung kemih yang dilakukan oleh doker yang menangani kanker saya. Beliau terkejut karena kandung kemih saya benar-benar bersih dan normal. Selama makan singkong, saya merasa sangat fit dan orang lainpun melihat saya sangat sehat. Setelah itu setiap tiga bulan saya periksa dan hasilnya tetap bersih.

Sejak itu saya hanya makan singkong dan tidak menjalani pengobatan lainnya. Secara sederhana, cara kerja singkong sbb: Nama ilmiah vitamin B17 adalah Amygdaline. Sel kanker adalah sel yang belum matang dan memiliki enzym yang berbeda dengan enzym normal. Ketika vitamin B17 digabungkan dengan enzyme sel normal, B17 akan terurai menjadi 3 jenis gula. Tetapi ketika tergabung dengan enzyme sel kanker, B17 terurai menjadi 1 gula, 1 benzaldehida dan 1 asam hidrosianik. Asam hidrosianik inilah yang membunuh sel kaker secara lokal.

Biji aprikot dan singkong sama-sama mengandung vitamin B17. Setelah saya menulis artikel sebelumnya pada tahun 2010, saya menerima beberapa informasi dari pasien kanker yang juga mengkonsumsi singkong.

Mr. Pereira, pria berusia 70 tahun, terdiagnosis mengidap kanker prostat. Istrinya yang seorang pensiunan di rumah sakit kebetulan membaca artikel saya. Mereka tidak punya dana untuk biaya pengobatan kanker dan suntikan yang diberikan membuat Mr. Pereira sangat lemah.

Istrinya memberikan singkong kepada Mr. Pereira. Setelah mengkonsumsi singkong selama seminggu, kondisinya mulai membaik. Dan setelah sebulan makan singkong setiap pagi, dia menjalani pemeriksaan. Sejak terdiagnosis kanker, hasil test PSA nya 280-290. Tetapi setelah sebulan PSA nya menjadi 5.89! Mereka mengunjungi saya untuk memperlihatkan hasil test sebelum dan sesudah mengkonsumsi singkong. Mr. Pereira sudah tidak merasakan lagi gejala kanker.

Ada seorang pria lain yang mengidap kanker hati dan sudah menjalani operasi. Tapi dari hasil MRI scan berikutnya, ternyata masih ada sel kanker yang belum terangkat. Dia mulai makan singkong setelah operasi. Sebulan setelah makan singkong, dokter mengatakan tidak perlu dilakukan operasi lagi karena dari MRI scan, sel kanker itu tidak membesar.
Jadi kenapa tidak mencoba singkong? Singkong murah, mudah didapat, mudah memasaknya dan sangat lezat.
Jadi kenapa tidak mencoba singkong? Singkong murah, mudah didapat, mudah memasaknya dan sangat lezat.

Caranya sangat mudah:
  1. Pilih ingkong yang segar, yang tidak ada noda biru.
  2. Rebus dan jangan tutup panci selama memasak. Ini akan membantu menguapkan kelebihan asam midrosianik.
  3. Jangan mengkonsumsi makanan yang mengandung jahe/ginger, seperti biskuit jahe, ginger beer, ginger ale sedikitnya 8 jam setelah mengkonsumi singkong.

Semoga bermanfaat!
[zaenal/adivammar/voa-islam.com]

Dari: http://www.voa-islam.com/read/health/2015/02/03/35445/voaislamic-health-16-obat-ajaib-untuk-kanker/


Muslim itu Merdeka dan Bersujud Hanya untuk Allah

Diceritakan oleh Sayyid Quthb dalam bukunya Keadilan sosial Islam (Al Adalah Al ijtimaiyyah fi al Islam), cerita yang didengarnya dari Ahmad Syafik Pasya, ahli sejarah yang terkenal, yang hidup pada masa pemerintahan Ismail di Mesir. Peristiwa ini berkenaan dengan kunjungan Sultan Abdul Azis ke Mesir pada masa pemerintahan Ismail.

Ismail betul-betul menyambut gembira kunjungan ini karena itu termasuk dalam program untuknya mendapatkan gelar “Khadive”, berikut hak-hak istimewa lainnya dalam pemerintahan Mesir. Salah satu acara kunjungan itu adalah temu muka antara ulama Mesir dengan khalifah. Tradisi yang biasa berlangsung setiap orang yang memasuki ruang pertemuan nanti terlebih dahulu harus sujud ke tanah dan memberikan penghormatan ala Turki tiga kali, dan upacara-upacara lainnya yang sama sekali tidak terdapat dalam ajaran Islam. Untuk itulah jauh-jauh hari sebelumnya, kepada para ulama itu diberikan latihan upacara oleh para petugas istana agar tiba saatnya pertemuan itu mereka tidak akan melakukan kesalahan di depan Sultan Turki itu.

Tibalah saat yang dinanti-nantikan itu, dengan tertib para ulama yang mulia itu pun memasuki ruangan, mereka benar-benar mengikuti upacara itu dengan melupakan ajaran agamanya dan menukarnya dengan tatacara duniawi. Satu persatu mereka sujud di depan sesama makhluk, kemudian keluar dengan cara membelakangi pintu, sementar muka tetap menghadap Sultan- persis seperti yang diinstruksikan parap pengawal istana. Hanya satu orang saja yang tidak mau melakukan ketololan itu, yaitu Syekh Hasan al-Adawi. Ia tetap teguh pada ajaran agamanya, dengan mencampakkan kehormatan dunia. Ia tetap memegang prInsip bahwa yang mulia dan pantas untuk dihormati dan sujud kepada hanyalah Allah subhanahu wa Ta’ala.

Ia memasuki ruangan tetap dengan kepala tegak sebagai seorang yang merdeka menghadap sesamanya. Lalu menghadap Sultan dengan menyampaikan salam,”Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, ya Amirul Mukminin”. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan petuah-petuah dan nasihat. Selesai acara tatap muka pun ia menyampaikan salam dan keluar dengan kepala tegak.

Melihat sikap ulama yang satu ini, gemetarlah semua calon Khadive dan pegawai istana, rasanya bumi yang mereka injak sudah terballik. Khalifah pasti murka, demikian anggapan mereka dan kalau betul itu terjadi niscaya lenyaplah sudah harapan memperoleh gelar Khadive yang sudah lama diidam-idamkan.

Akan tetapi, iman terhadap kebenaran tak mungkin sirna begitu saja, selalu ada kalbu yang siap melontarkannya dengan penuh keberanian dan merdeka, sebagaimana tertanamnya iman itu pun dengan kuat dan merdeka pula. Dengan apa yang terjadi kemudian..? Sultan Turki itu bukannya murka malahan berkata : “Kalian sama sekali tak memiliki ulama, selain yang satu ini!” setelah peristiwa itu, Ismail dipecat dari jabatannya dan digantikan orang lain.

***

Kisah berikut ini terjadi di Darul Ulum antara Khadive Taufik Pasya dan Syeikh Hasan Ath-Thawil. Adalah kebiasaan Prof. Hasan Ath-Thawil selalu mengenakan pakaian sederhana. Sekalipun ia guru besar pada perguruan tinggi tersebut. Pada hari wisuda sarjana, inspektur pendidikan mengumumkan bahwa khadive taufiq bermaksud mengunjungi perguruan tinggi yang diasuhnya. Maka dipersiapkanlah acara penyambutan dengan mempercantik madrasah tersebut dan yang termasuk ‘diperbaharui’ adalah penampilan Prof. Hasan ath-Thawil agar menggunakan busana yang lebih necis dan modis.

Untuk maksud tersebut dikirimkan kepadanya seperangkat jubah kebesaran lengkap dengan toganya, sehingga dengan demikian diharapkan penampilannya cukup layak untuk menyambut pembesar negerinya.

Tibalah pada hari yang ditentukan... ternyata sang prorofessor masih tetap dengan penampilannya sehari-hari sambil ditangannya terkepit sapu tangan besar pembungkus pakaian kebesaran itu.

Melihat penampila professor yang seperti tu merah padamlah wajah inspektur pendidikan, lau mendekatinya dan bertanya, ”Dimana anda simpan jubah dan toga itu, Professor?

“Ini dalam bungkusan” jawab Professor dengan tenang, lalu meninggalkan inspektur itu yang masih menduga barangkali pakaian itu akan dikenakannya menjelang datangnya Khadive nanti. Memikirkan sang Professor akan menggunakannya, agak tenanglah hatinya.

Menitpun berlalu, suara gegap gempita mulai terdengar pertanda iringan Khadive sudah mendekati kampus. Pada saat itu terlihatlah pemandangan yang sangat mengagetkan para dosen, khususnya sang inspektur. Ternyata Syeikh Hasan Ath-Thawil menyambut sang Khadive dengan menenteng bungkusan pakaina kebesaran itu.

Ketika berhadapan ia langsung berkata, ”Mereka mengatakan saya harus menyambut Tuan dengan jubah dan toga, itulah sebabnya saya sekarang membawa kedua benda itu. Bila Tuan bermaksud menemui jubah dan toga, maka inilah dia (sembari menyodorkan bungkusan yang sejak tadi dikempitnya). Akan tetapi, bila tuan ingin menemui Hasan Ath-Thawil, sayalah orangnya...

Mendengar alasan sang Professor itu, dengan amat wajar sang Khadive menjawab bahwa ia ingin menemui Hasan Ath-Thawil dan bukan jubah dan toga itu.

Inilah akhlak seorang mukmin, yang tak pernah merasa terhormat selain dengan keagungan islam. Jiwa dan hati nuraninya tetap bebas merdeka dari semua ikatan nilai-nilai lahiriah yang bersifat fana. Islam telah memberikan pemahaman mendalam terhadap hakikat kebenaran dan menanamkan perasaan tersebut di hati pemeluknya. Sehingga tidak lagi menganggap perlu pujian dan imbalan dari manusia. (Lr)

***


Danny Blum, Striker FC Nurenberg

Pemain sepakbola dari Jerman, Danny Blum terlihat sedang salat di masjid Belek, Turki. Dia terlihat khusyuk berdiri dalam rakaat salat dengan tangan bersidekap di dada. Tak lama kemudian, ia rukuk kemudian sujud. Di tahiyat akhir, ia pun berdoa setelah mengucap salam. Itulah yang dilakukan Blum setelah ia menjadi mualaf.

Danny Blum adalah pemain sepakbola asal Jerman yang bergabung dengan FC Nurenberg sebagai striker sejak Juli 2014. Beberapa minggu sebelumnya ada perubahan pada dirinya, ternyata ia menjadi mualaf.

Islam memberiku harapan dan kekuatan. Dengan salat, hati rasanya begitu tenang. Apalagi ketika kita sujud, rasanya seluruh puncak kebahagiaan ada di sana. Kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Rasanya tak ada harta apa pun di dunia ini yang bisa membelinya. Merendahkan diri pada Allah inilah yang membuat manusia derajatnya menjadi tinggi dan memunyai harga diri,” kata Blum.

Salat menjadikan hidup Blum tenang terutama di saat kenyataan tak sesuai harapan. Tak lama setelah bergabung dengan klub barunya, lututnya cedera. Ia pun harus beristirahat total selama enam bulan.

“Menjengkelkan sih, tapi dilihat segi positifnya saja. Hal inilah yang akhirnya membuatku tenang,” kata laki-laki berusia 24 tahun yang asli dari kota Frankenthaler.

“Saya dulu adalah sosok yang mudah marah, susah diatur dan seolah tak mengenal diri saya sendiri.”

Ketika sendirian di rumah, Blum merenung. Apakah semua ini nyata? Apakah yang selama ini telah ia lakukan selama hidup di dunia?
Hidup dalam kemewahan, setiap akhir pekan ada alarm pertanda waktu bersenang-senang, tak ada tanggung jawab yang berarti. Saya larut dalam kesenangan duniawi, perempuan, uang, mobil mewah, rumah mewah semua itu tak memberi kebahagiaan. Lalu dimana kebahagiaan itu berada? Apa yang saya cari selama ini? Lalu, setelah nanti berhenti main bola, apa yang harus kulakukan?
Blum pun berada pada satu kesimpulan: “Seumur hidup, saya belum melakukan sesuatu yang berharga.”

Ia pun berdiskusi tentang agama dengan teman-temannya, berusaha berpikir ulang tentang keyakinan yang selama ini ia pegang, dan akhirnya ia pun mendapat informasi tentang Islam dan di sinilah akhir pencariannya.
...Ternyata Islam adalah jawaban dari segala pencariannya selama ini. Ternyata hanya berserah diri pada Allah, hatinya menjadi tenang...
“Saya pun mendatangi masjid dan ada sesuatu yang bergetar di hati. Rasanya ini memang sesuatu yang saya cari dan saya ingin mengenalnya lebih jauh.”

Blum mencari tahu Islam dari buku, internet dan semakin yakin dengan jalan ini. Ternyata Islam adalah jawaban dari segala pencariannya selama ini. Ternyata hanya berserah diri pada Allah, hatinya menjadi tenang.

Sejak mengikrarkan syahadat, Blum mulai salat lima kali sehari. Makan hanya yang halal saja. Minuman beralkohol sudah dijauhinya.

“Sebelum masuk Islam, saya sempat takut. Bagaimana dengan reaksi teman-teman bila saya masuk Islam? Tetapi ternyata saya tetap bisa berteman dengan mereka dengan baik tanpa saling mengusik keyakinan masing-masing.”

Awalnya Blum tak berani memberitahu orang tuanya tentang keislamannya ini.

“Mereka penganut Kristen yang taat. Tetapi ketika mereka mengetahui bahwa saya telah menjadi Muslim, mereka mendukung apabila memang saya yakin bahwa jalan inilah yang saya yakini benar.”

Di lingkungan timnya, Blum tidak mendapat masalah mengenai keislamannya ini.

“Hingga saat ini, saya tidak pernah mendengar kata-kata buruk tentang saya. Bilapun misalnya ada, saya tak peduli. Tiap orang memunyai keyakinan masing-masing. Tak seorang pun bisa memaksakan keyakinannya pada orang lain.

Hal ini berlaku juga pada pacar Blum. Sayangnya, Blum masih belum memahami bahwa Islam tidak mengenal pacaran. Sehingga ketika ditanya tentang kekasihnya yang belum masuk Islam Blum menjawab, “Tidak masalah. Islam adalah agama damai. Kita tidak boleh memaksa seseorang untuk masuk agama Islam kecuali keinginan itu datang dari dirinya sendiri.”

Yah... semoga saja ke depannya Blum semakin paham Islam dengan baik sehingga pacarnya itu segera dinikahi atau putus dan menikah dengan muslimah yang akan menjadikan keislaman Blum makin baik, insya Allah. (riafariana/voa-islam.com)

Sumber: bild.de


Amerika itu Negeri Muslim yang Hilang

Muslim Indian
Suatu malam ditingkah rinai gerimis yang membasahi aspal jalan, saya melangkah masuk ke sebuah resto besar dan cukup terkenal di daerah elit Kemang, Jakarta Selatan. Ba’da Isya itu saya ada janji bertemu dengan dua sahabat yang sudah beberapa bulan tidak pernah bertemu muka, kecuali lewat media sosial saja. Yang pertama seorang Chef Selebritis yang lengannya dipenuhi tatto namun telah menyandang gelar haji dan sekarang tengah menekuni Islam dengan baik, bahkan sudah mengembalikan beberapa sahabatnya ke jalan Islam. Yang kedua seorang lelaki muda yang punya karir cemerlang sebagai direktur utama sebuah perusahaan nasional-pribumi dengan jumlah karyawannya mencapai 16.000 orang. Keislamannya pun cukup baik. Keduanya cucu dari tokoh-tokoh nasional Indonesia di masa keemasan di zaman Bung Karno.

Sambil menyantap makanan, kami ngobrol ngalor-ngidul sambil ditingkahi gurauan. Tiba-tiba Chef yang aktif dalam komunitas motor besar itu bertanya kepada saya,

“Riz, elo kapan naik haji?”

Deg! Saya terdiam. Saya hanya nyengir dan malah bertanya kepada sahabat dirut yang satu lagi,

“Nah, kalo Mas sudah pernah ke Mekkah belum?”

Sang Dirut muda yang wajahnya sekilah mirip penyanyi Dian Pramana Putera itu tersenyum simpul dan menggelengkan kepalanya,

“Belum.”

Chef bertubuh tinggi besar laiknya anak-anak motor besar itu berkata bijak, “Kalo ada kesempatan, pergilah ke Mekkah. Di sana dunia itu satu: Islam!”

Sambil bercanda saya berkata, “Saya ingin keliling Eropa dan Amerika dulu sebelum ke Mekkah, Chef…”

Dia malah tertawa, “Saya sudah keliling Amerika dan Eropa berkali-kali. Dan apa yang ada di sana? Di jalanan ramai di New York misalnya, itu dipenuhi orang-orang berbagai warna. Bule nyaris tidak kelihatan. Orang Islam yang banyak ada di sana sekarang ini. Demikian juga di kota-kota besar di Eropa. Islam itu dunia, Riz…”

Saya takjub mendengarnya. Chef itu meneruskan ceritanya tentang perjalanannya menyinggahi berbagai pelosok dunia. Juga peristiwa-peristiwa aneh di dalam kehidupannya. Wajar saja, karena sahabat saya yang satu ini dianugerahi Allah Swt kebisaan yang jarang sekali dimiliki manusia biasa. Dia mampu melihat “dunia lain”, bahkan mampu melakukan proyeksi astral.

Tak terasa jarum jam sudah nyaris menyentuh puncak malam. Karena besok bukan hari libur, silaturahim ini saya sudahi. Kami pun berpisah dengan janji akan mengadakan pertemuan serupa tapi nanti di daerah Kuningan dimana Sang Dirut muda ini berkantor.

Muslimah Indian
Dalam perjalanan pulang menembus gelapnya malam, saya terus memikirkan tentang Amerika, yang menurut pengamatan sahabat Chef saya tadi akan kembali menjadi negeri kaum Muslimin.

Ya, sebelum bernama Amerika (catatan: benua ini dinamakan “Amerika” oleh Colombus dengan mengambil nama temannya yang bernama Amerigo Vespucci), benua besar itu memang milik kaum Muslimin. Christopher Colombus pun mengakui hal itu dari catatan hariannya.

Colombus, Sang Pewaris Templar

Christopher Colombus sebenarnya bukan penemu daratan besar ini, pun bukan pula Laksamana Muslim Cheng Ho yang 70 tahun tiba lebih dulu di Amerika ketimbang Colombus. Lima abad sebelum Colombus tiba, para pelaut Islam dari Granada dan Afrika Barat, sudah menjejakkan kaki di daratan-benua yang masih perawan dan hanya ditinggali suku-suku asli yang tersebar di beberapa bagiannya.

Imigran Muslim pertama di daratan ini tiba sekira tahun 900 hingga setengah abad kemudian pada masa kekuasaan Dinasti Umayyah. Salah satunya bernama Khasykhasy Ibn Said Ibnu Aswad dari Cordoba. Orang-orang Islam inilah yang mendakwahkan Islam pertama kali pada suku-suku asli Amerika. Sejumlah suku Indian Amerika pun telah memeluk Islam saat itu. Suku-suku itu antara lain suku Iroquois dan Alqonquin.

Setelah jatuhnya Granada pada 1492, disusul Inquisition yang dilakukan Gereja terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol, maka imigran gelombang kedua tiba di Amerika pada pertengahan abad ke-16 Masehi. Raja Spanyol, Carlos V, di tahun 1539 sempat mengeluarkan larangan bagi Muslim Spanyol untuk hijrah ke Amerika.

Bahkan, menurut prasasti berbahasa Arab yang ditemukan di Mississipi Valey dan Arizona, dikatakan jika orang-orang Islam yang datang ke daratan ini juga membawa gajah dari Afrika!

Colombus sendiri baru datang ke “Amerika” di akhir abad ke-15 Masehi ketika benua itu sudah didiami Muslimin Indian. Dalam ekspedisi pertamanya, Colombus dibantu dua nakhoda Muslim bersaudara: Martin Alonzo Pizon yang memimpin kapal Pinta dan Vicente Yanez Pizon yang ada di kapal Nina. Keduanya kerabat Sultan Maroko dari Dinasti Marinid, Abuzayan Muhammad III (1362-1366).

Bahkan, Colombus sendiri, di dalam catatan perjalanannya, menulis bahwa pada hari Senin, 21 Oktober 1492, ketika berlayar di dekat Gibara di tenggara pantai Kuba, dia mengaku melihat sebuah masjid dengan menaranya yang tinggi yang berdiri di atas puncak bukit yang indah.

Doktor Barry Fell dari Oxford University juga menemukan jika berabad sebelum Colombus tiba di Amerika, sekolah-sekolah Islam sudah tersebar di banyak wilayah, antara lain di Valley of Fire, Allan Springs, Logomarsino, Keyhole, Canyon, Washoe, Mesa Verde di Colorado, Hickison Summit Pass di Nevada, Mimbres Valley di Mexico, dan Tipper Canoe-Indiana.

Hal ini dikuatkan dengan temuan nama-nama Islam di berbagai kota besar di Amerika Serikat. Di tengah kota Los Angeles terdapat daerah bernama Alhambra, juga nama Teluk El-Morro dan Alamitos. Juga nama-nama seperi Andalusia, Aladdin, Alla, Albani, Alameda, Almansor, Almar, Amber, Azure, dan La Habra.

Di tengah Amerika, dari selatan hingga Illinois, terdapat nama-nama kota kecil seperti Albany, Atalla, Andalusia, Tullahoma, dan Lebanon. Di negara bagian Washington juga ada nama daerah Salem. Di Karibia, kata yang juga berasal dari kata Arab, terdapat nama Jamaika dan Kuba, yang berasal dari bahasa Arab “Quba”. Ibukota Kuba, Havana juga berasal dari bahasa Arab “La Habana”.

Seorang sejarawan bernama Dr. Yousef Mroueh menghitung, di Amerika Utara ada sekurangnya 565 nama Islam pada nama kota, sungai, gunung, danau, dan desa. Di Amerika Serikat sendiri ada 484 dan di Kanada ada 81.

Dua kota suci umat Islam, Mekkah dan Madinah, nama keduanya juga telah ditorehkan para pionir Muslim di tanah Amerika jauh sebelum Colombus lahir. Nama Mecca ada di Indiana, lalu Medina ada di Idaho, New York, North Dakota, Ohio, Tenesse, Texas, Ontario-Canada. Bahkan, di Illinois, ada kota kecil bernama Mahomet yang berasal dari nama Muhammad.

Suku-suku asli Amerika pun, kaum Muslim Indian, banyak yang nama sukunya berasal dari nama Arab, seperti: Apache, Anasazi, Arawak, Cherokee, Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mohican, Mohawk, Nazca, Zulu dan Zuni. Bahkan, kepala suku Indian Cherokee yang terkenal, Se-quo-yah, yang menciptakan silabel huruf Indian yang disebut Cherokee Syllabari pada 1821 adalah seorang Muslim yang senantiasa mengenakan sorban, bukan ikat kepala dari bulu burung.

Muslimah Cherokee
Beberapa kepala suku Indian juga selalu mengenakan sorban, di antaranya Kepala Suku Sioux, Chippewa, Yuchi, Iowa, Sauk, Creek, Kansas, Miami, Potawatomi, Fox, Seminole, dan Winnebago. Sampai sekarang, foto-foto yang berasal dari tahun 1835 dan 1870 tersebut masih disimpan dengan rapi di sejumlah museum di Amerika dan juga di arsip nasional.

Columbus sendiri mengetahui bahawa orang-orang Carib (Caribbean) adalah pengikut Nabi Muhammad Saw. Penduduk asli benua besar itu sudah memeluk Islam jauh sebelum Colombus menjejakkan kakinya di sana. Orang-orang Islam dari Pantai Barat Afrika, dan juga armada Cheng Ho, datang ke benua besar tersebut untuk berdagang, bersosialisasi, dan berasimilasi dengan penduduk asli. Beda dengan Colombus yang menginjakkan kaki untuk merampok kekayaan benua besar tersebut.

Para Penjelajah Muslim di Amerika

Catatan yang ada tentang siapa “orang asing” yang pertama kali menjejakkan kakinya di benya besar ini merujuk kepada Khashshah bin Said bin Aswad, yang pada tahun 889 masehi telah mendarat di benua itu. Khashshah merupakan seorang navigator muslim dari Cordoba, Spanyol. Spanyol di masa itu merupakan pusat peradaban Islam di Barat, bagian dari Khilafah Bani Umayah II. Dia menyeberangi lautan Atlantik dan mensyiarkan penduduk asli di benua besar itu hanya terpaut 200-an tahun setelah Rasulullah SAW wafat.

Selain Khashshah, ada banyak pelaut Muslim yang juga mencatatkan perjalananya ke benua besar ini antara lain: Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300-1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369). Mereka semuanya terlebih dahulu tiba di benua besar ketimbang Colombus yang baru tiba pada abad ke-15 Masehi.

Dalam bukunya, “The Meadows of Gold and Quarries of Jewels”, Al-Masudi melaporkan bahawa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888-912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik hingga menemui wilayah yang asing dan disebutnya sebagai Ard-Majhoola. Kemudian beliau kembali dengan membawa pelbagai barangan yang menakjubkan. Selepas penemuan itu, banyak pelayaran menuju daratan di seberang Lautan Atlantik dilakukan. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.

Dr. Youssef Mroueh juga mencatat, pada masa kekuasaan n Khalifah Abdul Rahman III dari Dinasti Umayyah (929-961 M), ada sejumlah ekspedisi orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol menuju ke barat lautan yang gelap dan berkabut, yakni Lautan Atlantik. Setelah itu mereka kembali dengan selamat di Palos dengan membawa banyak barang bernilai hasil berdagang.

Dalam catatan sejarawan Abu Bakr Ibn Umar, pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009) seorang pelaut dari Granada, Ibn Farrukh, meninggalkan pelabuhan Kadesh pada Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Canary Island). Ibn Farrukh mengunjungi Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan pelayarannya ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Sepanyol pada Mei 999.

Pelayaran melintasi Lautan Atlantik yang berasal dari Maghribi juga dicatat oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya bertolak dari Tarfayadi Maghribi pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286-1307) raja keenam dalam Dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Caribbean pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan rujukan oleh para saintis Islam.

Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu juga pernah melakukan pelayaran sehingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300-1384) telah memerincikan eksplorasi geografi ini. Timbuktu yang berada di tengah-tengah Afrika kini seolah terlupakan, padahal lokasi ini dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan, dan pusat keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan baik menuju ke Timbuktu ataupun bermula dari Timbuktu.

Sultan yang tercatat akan eksplorasinya hingga ke benua baru waktu itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285-1312), yakni saudara Sultan Mansa Kankan Musa (1312-1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintasi Lautan Atlantik sehingga ke Amerika dan menyusuri sungai Mississippi.

Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi di antara tahun 1309-1312, satu abad sebelum Colombus. Para eksplorasi ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika dilukiskan di dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I (1517).

Laksamana Ceng Ho

Laksamana Ceng Ho, seorang pendakwah Islam, tiba di benua besar ini 70 tahun lebih awal dari Colombus. Armada Ceng Ho sangat besar, bahkan jika armada Colombus dan Vasco da Gama jika digabungkan maka mereka semua muat dalam sebagian buritan kapal Ceng Ho.


Mari kita bandingkan, Bartholomeus Diaz, orang pertama yang melintasi ujung selatan Benua Afrika (Tanjung Harapan), hanya menggunakan tiga kapal jenis Caravel yang bermuatan 170 orang. Christopher Columbus, yang memulai pelayarannya 3 Agustus 1492, juga menggunakan tiga kapal. Total jumlah awak kapalnya cuma 104 orang. Sedangkan armada Cheng Ho mencapai 357 kapal dengan 27.800 awak. Dari kesemua kapal, sebanyak 62 di antaranya berukuran raksasa yang disebut jung, dengan panjang 132 meter dan lebar 54 meter. Luas geladak utama jung yang berbobot 2.700 metrik ton itu mencapai 4.600 meter persegi. Cukup untuk menampung seluruh armada kapal Columbus plus Vasco da Gama.

Cheng Ho sendiri memiliki nama arab, yaitu Haji Mahmud Shams. Beliau lahir tahun 1371 dan wafat tahun 1433. Ceng Ho melakukan penjelajahan dan dakwah keliling dunia selama 28 tahun, dari tahun 1405 hingga 1433. Kebesaran Ceng Ho merupakan fakta sejarah, namun jika sejarah resmi dunia hari ini malah membesarkan nama Colombus dan Vasco Da Gama, maka itu merupakan suatu penggelapan yang dilakukan pihak-pihak yang tidak menyukai kegemilangan sejarah Islam.

Colombus, Pembantai Muslim Indian dan Penggunaan Senjata Biologi Pertama

Colombus merupakan salah seorang penerus cita-cita Knight Templar. Sejarahnya bisa dirunut dari kisah Grand Master Biarawan Sion, induk dari Knights of Templar, yang juga sering disebut sebagai Nautonnier atau The Navigator (Juru Mudi).

Istilah ini terus dipelihara oleh organisasi-organisasi pewaris Templar selama berabad abad setelah Knights of Templar dibasmi oleh King Philip le Bell dan Paus Clement V (1307-1314). Walau Grand Master Templar kala itu, Jacques de Mollay, dihukum mati dengan cara dibakar hidup-hidup, sesuatu yang lazim dimasa tersebut terhadap seseorang yang dituduh Gereja telah melakukan heresy (bidah), namun banyak pemerhati sejarah Eropa abad pertengahan yang meyakini bahwa tidak semua pemimpin atau Raja Eropa melakukan pembasmian Templar secara serius.

Walau tidak lagi mengenakan jubah Templar, kelompok ini masih terus bertahan di Eropa dan meluaskan pengaruhnya ke seluruh dunia hingga sekarang. Pada tahun 1418-1480, René d’Anjou (René dari Anjou, Rene Sang Budiman) menjadi Grand Master Italia. Bangsawan Yahudi Italia ini meneruskan kepemimpinan Grand Master sebelumnya, Nicholas Flamel, wafat di tahun 1418. Dalam tradisi ordo, sebelum seorang Grand Master meninggal maka dia harus menunjuk penggantinya.

Saat sakit keras, Flamel telah menunjuk René sebagai penggantinya. luar istana dan berpotensi menjadi sosok pahlawan. Ia adalah seorang lelaki yang hidupnya diperuntukan bagi masa mendatang, mengatisipasi pangeran-pangeran Italia di zaman pencerahan (Renaissance). Ia juga seorang yang rajin menulis, bukunya mencerahkan. Ia merangkai puisi dan alegori mistis… René juga mendalami tradisi esoteris, dan di istananya ada seorang ahli astrologi Yahudi, Kabalis, dan ahli fisika bernama Jean de Saint Rémy, kakek dari Nostradamus.” (Holy Blood Holy Grail, 1982).

Di masa kepemimpinan René inilah, pada tahun 1451, Cristoforo Colombo atau dalam lidah Inggris disebut sebagai Christopher Columbus dilahirkan dari pasangan Katolik bernama Dominico Colombo dan Suzanna Fontanarossa. Columbus lahir di Genoa, sebuah kota pelabuhan Italia yang cukup ramai.(Bersambung/Rizki Ridyasmara)

Tradisi bahari yang kental mewarnai keluarga Colombo menjadikan Columbus tumbuh jadi seorang pelaut ulung, walau usianya masih belia. Saat baru 21 tahun (1472), Columbus telah dipercaya memimpin sebuah ekspedisi kapal pribadi ke Tunisia. Dalam periode inilah Cristoforo dekat dengan Rene d’Anjou (Grandmaster Knight Templar Italia), tidak saja dalam kapasitas sebagai anak buah dan majikan, tapi juga dalam artian persahabatan.

Pada 1478 Cristoforo menikahi Felipa Perestrello e Moniz, puteri Bartolomeo Perestrello. Pernikahan ini menguatkan dugaan bahwa keluarga Columbus sesungguhnya punya hubungan dengan Templar, karena sesama anggota Templar sudah biasa saling mempertautkan tali kekeluargaan lewat sarana pernikahan diantaranya. Apalagi keluarga Perestrello termasuk tokoh pelarian Templar di Portugis yang tidak akan mungkin sudi mengawinkan anaknya dengan keluarga di luar Templar.

Apalagi di kemudian hari sang mertua sangat percaya kepada Cristoforo hingga membolehkan peta dan buku hariannya dipinjam dan dipelajari oleh Columbus. Columbus sendiri merupakan anggota dari Ordo Knights of Christ.

Dengan sendirinya, kedekatan dengan Rene menyebabkan Columbus diterima dalam pergaulan tingkat elit, bahkan bisa langsung berhubungan langsung dengan Ratu Isabella I dari Castile, Spanyol, yang kemudian membiayai ekspedisinya mencari “dunia baru”

Kaum Templar dan pewarisnya di mana pun berada selalu bergerak dalam dua dunia: gelap dan terang. Ekspedisi Columbus juga demikian. Misi resmi Columbus yang ditulis sejarah hingga hari ini adalah misi pencarian dunia baru yang dinamakan India yang dipercaya punya banyak kekayaan berupa emas, perak, dan mungkin juga rempah-rempah.

Hanya saja, jalur laut yang dilayari ekspedisi Columbus ternyata tidak mengarah ke India, melainkan sebuah daratan luas yang baru yang di kemudian hari dikenal sebagai benua Amerika.

Ini sungguh-sungguh mengherankan, karena pelaut-pelaut dari Italia, Portugis, dan sekitarnya, yang tergabung dalam kelompok pewaris Templar bernama Knights of Christ, seperti juga Vasco da Gama, merupakan pelaut-pelaut tangguh yang telah turun-temurun, dari generasi ke generasi, hidup dan besar di laut. Apalagi dari merekalah lahir berbagai inovasi peralatan pelayaran seperti halnya kompas dan sebagainya.

Jawaban atas pertanyaan ini ternyata dikemukakan oleh Michael Baigent dan kawan kawan dalam Holy Blood Holy Grail (1982) yang menulis, “Sesungguhnya, Columbus bukanlah orang Eropah pertama yang menjejakkan kaki di Amerika. Pada tahun 1269, Ksatria Templar yang berpusat di Yerusalem diyakini telah melakukan hubungan komersial dengan bangsa Indian sebagai penduduk asli Amerika dengan mengimpor perak dari Meksiko…”

Amat mungkin, perkenalannya pada benua Amerika inilah yang menyebabkan para Templar tersebut telah mengenal tumbuhan lidah buaya dan jagung yang saat itu baru tumbuh di Amerika, yang kemudian dipahatkan di Rosslyn Chapel di abad ke-15 M.

Pada tahun 1446 saat kapel yang berdiri di Edinburgh itu dibuat, kedua tanaman tersebut belum tumbuh di Eropa. Jadi, sebenarnya para Templarlah, orang Eropa yang pertama kali menjejakkan kakinya di Amerika, bukan Columbus. Jadi, ada dua kemungkinan misi ekspedisi Columbus yang sesungguhnya.

Pertama, Columbus mengetahui bahwa misinya adalah menapak-tilas jalur pelayaran Templar dari Eropa ke Amerika, mencari rute yang pernah dilayari nenek-moyangnya kembali, guna mencari ‘rumah baru’ yang lebih besar dan luas, juga kaya raya, yang masih murni dan belum tersentuh kekuasaan Gereja, bagi para keturunan Templar. Tujuannya agar Templar bisa memiliki kekuasaan yang lebih dari Gereja. Dan jika itu telah terjadi maka tujuan asasi para Templar dalam mencari The Solomon Treasure bisa tetap terlaksana. Sesuatu yang telah berabad-abad mereka pendam setelah terusir dari Yerusalem di abad ke-12 M.

Kedua, bisa jadi Columbus sendiri tidak mengetahui misi rahasia Templar yang menunggangi ekspedisinya. Itulah sebabnya, ketika Columbus mendarat di benua Amerika (saat itu belum dinamakan Amerika), Columbus menyebut benua tersebut sebagai India. Ini bisa saja terjadi mengingat di dalam ekspedisi Columbus, banyak tokoh-tokoh Yahudi yang menyertainya, termasuk bendahara kerajaan yang merayu Isabella agar mau mensponsori ekspedisinya.

Rombongan Columbus sendiri terdiri dari tiga buah kapal: Nina, Pinta, dan Santa Maria. Pada 3 Agustus 1492, ekspedisi ini berangkat dari Palos de la Frontera, Spanyol. Columbus naik di atas kapal Santa Maria dengan 40 lelaki dewasa sebagai awak kapal, kapal Nina dan Pinta diawaki sekitar 20 hingga 30 lelaki. Kapal utama, Santa Maria, memiliki layar-layar utama yang dicat dengan simbol Salib Templar. Nama ‘Santa Maria’ pun mengingatkan kita pada sosok Maria Magdalena, yang oleh kaum Kabbalah (Templar) juga disebut sebagai The Iluminatrix yang berarti Yang Tercerahkan. Ini pula asal kata dari Illuminaty, kelompok cendekiawan Templar.

Dalam ekspedisi ketiga, barulah Columbus ‘menemukan’ benua baru yang beberapa tahun kemudian baru dinamakan Amerika. Tahun 1498 Columbus mendarat di Amerika dan Trinidad. Dua orang sahabat Yahudi Columbus, Luis de Santagel dan Gariel Sanchez diberi hak-hak istimewa di daerah koloninya. Misi Columbus telah selesai. Jalur laut ke Amerika telah ditemukan kembali. Dan seperti biasanya, pihak-pihak Konspirasi menganggap Columbus tidak lagi berguna. Maka Columbus harus dihilangkan atau ‘dibuang’.

Seorang Yahudi sahabat Columbus bernama Bernal melakukan pengkhianatan. Bernal menghasut awak kapal lainnya agar memberontak terhadap kepemimpinan Columbus dan berhasil. Columbus pun melarikan diri, pulang ke Spanyol. Columbus sendiri meninggal pada tahun 1506 dalam keadaan menyedihkan dan miskin. ‘Benua baru’ tersebut yang dianggap Columbus sebagai India, beberapa tahun kemudian diralat oleh pelaut Italia bernama Amerigo Vespucci (1454-1512) yang kemudian diberi nama Amerika.

Inilah daratan besar, luas, dan kaya, yang kemudian dijadikan The Sacred-Great Lodge bagi pewaris Templar, Kaum Kabbalah, untuk mewujudkan cita-citanya: Novus Ordo Seclorum (Tata Dunia Baru di bawah kekuasaannya), lewat jalan Annuits Coeptis (Konspirasi Kita).

Colombus, Penjahat Kemanusiaan

Eramuslim Digest volume 4 pernah menguak sebagian sejarah hitam yang ditoreh Columbus terhadap penduduk asli benua baru yang sebagian besarnya sudah memeluk Islam.

Colombus adalah penjahat kemanusiaan. Puluhan juta suku asli Indian musnah olehnya. Dua peneliti dari Universitas California, Sherburne dan Woodrow mencatat, di tahun 1492 jumlah orang Arawak 8 juta jiwa. Empat tahun kemudian Colombus datang. Di tahun 1508-1518, dari 8 juta tinggal tersisa 100.000 orang Arawak. Bahkan di tahun 1514, orang Arawak dewasa tinggal 22.000.

Peneliti lain, Cook dan Borah menulis angka 27.800 (1514), “Dalam jangka waktu 20 tahun, Columbus telah membantai 90% bangsa Arawak, yang pada awalnya berjumlah 8 juta jadi tinggal 28.000-an orang.”(!)

Selama kurang seabad Columbus di benua baru, sekitar 95 juta penduduk pribumi telah dibunuh secara kejam. Saat Columbus tiba di Amerika, ada 30 juta orang penduduk pribumi. Namun beberapa tahun kemudian jumlahnya menyusut tinggal 2 juta.

Dalam buku berjudul “The conquest of Paradise: Christopher Colombus and the Columbian Legacy” (1991), Kirkpatrick Sale menyatakan, “Ini lebih dari suatu pembantaian biasa, ini satu pembunuhan besar-besaran, yang menghabisi lebih dari 99% penduduk, pemusnahan satu generasi.”

Pemusnahan suku Indian di Amerika ini bukan hanya dilakukan dengan pengejaran dan pembantaian, tapi juga dengan ‘senjata biologi’ bernama virus cacar. Sejumlah selimut bekas pasien cacar yang tentu saja telah terpapar virusnya, dibawa Columbus dan dipakai untuk menyelimuti orang-orang Indian yang sakit. Bukannya sembuh, banyak orang Indian yang mati dan wabah cacar dengan cepat membunuh puluhan ribu orang-orang Indian lainnya. Hal yang sama dilakukan Hernando Cortez tatkala merebut Meksiko yang saat pertama menjejakkan kaki di negeri itu pada Februari 1519, jumlah penduduk aslinya ada sekitar 25 juta jiwa, tetapi pada 1605 jumlah itu tinggal 1 juta jiwa saja.
Sejarah seharusnya mencatat, penggunaan senjata biologis pertama di dunia dilakukan oleh Colombus.
Inilah Kisah Hatuey. Dia merupakan Kepala Suku Indian Arawak. Ketika tertangkap oleh tentaranya Colombus, dengan gagah Hatuey tidak mau tunduk pada Columbus. Akibatnya Colombus memerintahkan Hatuey dan pengikutnya diikat di sebuah tonggak kayu mirip salib dan dihukum bakar hidup-hidup.

Ketika Hatuey diikat ke kayu, seorang Pastor Fransiscan mendekatinya dan mendesaknya untuk mengakui Yesus sebagai tuhan, agar jiwanya dapat pergi ke “Sorga” daripada ke neraka. Hatuey menjawab dengan penuh harga diri, bahwa jika sorga itu adalah tempat bagi orang-orang Kristen seperti Colombus dan lainnya, maka dia lebih baik pergi ke neraka.

Orang-orang Spanyol itu menggantungkan 13 orang secara serentak. Angka 13 ini menyimbolkan Sang Kristus sendiri dengan 12 muridnya… Mereka pun dibakar hidup-hidup,” demikian catatan para saksi mata yang dalam beberapa buku sejarah tentang kedatangan awal Colombus di Amerika.

Ada juga yang menulis, “Orang-orang Spanyol itu memotong tangan salah satu orang, pinggul atau kaki atau yang lain, dan juga memotong beberapa kepala dalam sekali tebas, seperti penjagal yang memotong daging sapi dan domba di pasar. Vasco de Balboa memerintahkan empat puluh orang di antara mereka yang telah koyak berkeping-keping diberikan kepada anjing yang terlihat kelaparan. Bahkan untuk sekadar menjajal sudah tajam atau belum pedang yang baru saja diasah, mereka sering mencobanya dengan menebas tangan atau kaki anak-anak kecil Suku Indian.”

Sejarah dunia sudah mencatat dengan tinta penuh darah atas pembantaian, pengusiran, dan perbudakan yang dilakukan orang-orang kulit putih terhadap suku asli Indian di benua baru yang dinamakan Amerika. Namun tidak banyak yang menulis jika “orang-orang kulit putih” seperti Colombus dan lainnya sesungguhnya merupakan pion Yahudi untuk obsesi besarnya menguasai dunia. Di dalam satu bagian dari buku Knights Templar Knights of Christ (Rizki Ridyasmara), ditulis:

…Setelah ditemukan (Colombus), orang-orang Yahudi melakukan imigrasi besar-besaran ke Amerika Selatan, terutama Brazil. Louis Torres menetap di Kuba dan membuka perkebunan tembakau yang kemudian diekspor ke Eropa dan mancanegara sehingga sekarang ia dikenal sebagai ‘Bapak Tembakau’. Tak lama kemudian terjadi perang antara Brazil dengan Belanda. Peperangan ini membuat kaum Yahudi di Brazil tidak merasa aman dan mereka kemudian pindah ke Nieuw Amsterdam, sebuah koloni Belanda yang terletak di Amerika Utara.

Gubernur Jenderal Pieter Stuyvessant yang berkuasa di Nieuw Amsterdam mengetahui imigrasi orang-orang Yahudi di wilayahnya. Stuyvessant sendiri tidak menyukai kehadiran orang-orang Yahudi. Namun akibat campur tangan pemodal Yahudi internasional, Stuyvessant akhirnya mengalah dan membolehkan mereka tinggal di koloninya. Walau demikian terhadap orang-orang Yahudi itu, Stuyvessant memberlakukan sejumlah persyaratan. Di antaranya, orang-orang Yahudi tidak boleh menjadi ambtenaar (pegawai pemerintah) dan juga dilarang berdagang komoditas tertentu. Hal ini menjadikan saudagar-saudagar itu memutar otak untuk bisa menghasilkan uang.

Saat itu, di kota baru ini juga terdapat banyak imigran Eropa yang miskin, pakaiannya lusuh dan bahkan jarang yang diganti. Akhirnya para saudagar Yahudi ini membuka sebuah usaha baru yang sebelumnya belum di kenal oleh dunia: berdagang pakaian bekas. Dan ini ternyata laku keras.

Zen Maulani mencatat, “Adalah masyarakat Yahudi yang pertama kali menjadikan pakaian bekas sebagai komoditas perdagangan di dunia. Bisnis itu di kemudian hari mereka kembangkan ke industri pakaian murahan, yang kini dikenal dengan jenis pakaian ‘jeans’ dan ‘denim’ yang semula terbuat dari bahan kain layar (terpal) yang murah, kuat, serta tahan lama, yang terutama sekali cocok bagi pekerja di daerah pedalaman Amerika Serikat. Salah satu nama yang kesohor hingga kini adalah Strauss Levi. Orang-orang Yahudi adalah pedagang pertama di dunia yang memperdagangkan apa saja dari barang-barang bekas, mereka adalah kaum pemulung pertama di dunia.”

Nieuw Amsterdam pun menjadi pusat perdagangan pakaian bekas yang dilakukan para saudagar Yahudi. Orang-orang Yahudi menamakan kota tersebut sebagai The New Yerusalem. Tak sampai setengah abad kemudian Inggris merebut koloni itu dan mengganti nama Nieuw Amsterdam dengan New York.

Hingga sekarang, New York menjadi kota dan negara bagian dengan konsentrasi orang Yahudi terbesar di seluruh Amerika Serikat. Bahkan New York mencatat sebagai kota dengan jumlah penduduk terpadat di seluruh Amerika Serikat.

Saat berlangsung Revolusi Amerika saja, jumlah mereka ditaksir sekitar empat ribu jiwa. Setengah abad kemudian jumlahnya membengkak menjadi 3,3 juta jiwa. Orang-orang Yahudi sudah terlibat dalam Perang Kemerdekaan Amerika melawan Inggris. Namun seperti yang sudah-sudah, Tentara Konstinental di bawah pimpinan Jenderal George Washington mendapat bantuan dana perang dari para saudagar Yahudi Amerika, sedangkan Rothschild mengucurkan bantuan kepada pihak Inggris. Dan yang menang perang, lagi-lagi Yahudi.

Ketika negara Amerikat Serikat belum terbentuk, dan bahkan Inggris belum menjadikan Amerika sebagai koloninya, orang-orang Yahudi telah ada di sana dengan jalan membantai penduduk asli Indian. Sama seperti yang dilakukan Zionis-Yahudi yang memenuhi Tanah Palestina dan membunuhi penduduk aslinya, Muslim Palestina.

Christopher Columbus berlayar di bawah Salib Templar atas dana Pemodal Yahudi, Columbus juga beristerikan seorang puteri Templar, dan awaknya banyak yang Yahudi. Tak heran, tidak lama setelah Columbus menjejakkan kakinya di Amerika, orang-orang Yahudi Spanyol dan kemudian disusul dengan Yahudi-Yahudi lainnya melakukan imigrasi memenuhi tanah Amerika, dan mengusir atau membantai penduduk aslinya, suku Indian.

Jika saja sejarah benar-benar sebuah paparan yang jujur tentang masa lampau, maka saat ini kita akan menyebut ekspedisi Columbus sebagai ekspedisi perampok dan pembunuh. Demikian pula para imigran Eropa yang datang dan mendirikan koloni di Amerika. Sejarah tidak pernah mencatat dengan jujur, seberapa banyak orang-orang Indian yang menemui ajal dibunuh oleh orang-orang Eropa yang mendarat di sana. Namun sejarah ternyata bukan paparan jujur tentang masa lampau, tapi kisah para pemenang, yang tentu saja merasa benar sendiri. Hal ini diabad ke-21 diteruskan oleh kelompok Zionis-Israel dan juga kaum Hawkish di Amerika Serikat yang memiliki semboyan “Mighty is the Right” atau Kekuatan adalah Kebenaran. (Rizki Ridyasmara)


►More like this? 
Klik di sini!


Mengapa Umat Islam (Muslim) Tidak Mau Mengucapkan Selamat Natal?

Jawaban singkatnya: "Karena Tuhan adalah Maha Esa (Satu)"

Semua pemeluk agama di Indonesia bahkan di seluruh dunia kalau ditanya apakah "Tuhan" yang yang mereka imani selama ini adalah Tuhan Yang Maha Esa? Jawaban mereka semua sama dan pasti bahwa Tuhan yang mereka imani dan sepakati adalah Tuhan Yang Maha Esa juga Maha Pencipta, Maha Suci, Maha Perkasa dst. TAPI pada kenyataanya...
  • Mereka tidak cemburu atau minimal mempertanyakan kalau Tuhan "Yang Maha Esa" yang mereka imani itu bermakna lebih dari satu bahkan dikatakan mempunyai anak.
  • Mereka tidak cemburu dan berfikir mengapa Tuhan "Yang Maha Pencipta" yang mereka imani itu sama atau disamakan dengan manusia -makhluk ciptaan-Nya-.
  • Mereka tidak cemburu atau marah kalau Tuhan "Yang Maha Suci" yang mereka sucikan itu direndahkan dengan cara diberi suguhan sesaji makanan, minuman atau bahkan asap dupa yang kotor.
  • Mereka tidak cemburu dan merasa aneh kalau Tuhan "Yang Maha Perkasa" yang mereka imani itu digambarkan dengan sebuah patung yang tak berdaya.
  • ...
Begitulah kenyataannya bahwa pondasi atau dasar keimanan mereka dalam beragama terutama yang berhubungan dengan sifat-sifat Ketuhanan termasuk di dalamnya sifat Tuhan Yang Maha Esa tidak dibangun oleh prinsip-prinsip yang BENAR dan kuat sehingga dengan pertanyaan yang sederhana saja bangunan keagamaan mereka mudah goyah bahkan menjadi hancur. 

Non Muslim Harusnya Berterimakasih kepada Islam dan Umat Islam
Karena Islam adalah rahmatan lil alamin?

Non Muslim (Kristen, Hindu, Budha dll) "harusnya" bersyukur dengan kedatangan Islam dan berterimakasih kepada umat Islam yang telah dan terus memberi tahu, mengingatkan, "menolak" (baca: meluruskan), "membenci" (baca: mengingkari) serta menasehati (mendakwahi) mereka yang non Muslim.

Berikut sebagian "kasih sayang" umat Islam kepada mereka:
  1. Mengingatkan kepada umat Kristen, bahwa tanggal 25 Desember (NATAL) itu bukanlah hari kelahiran Yesus (Nabi Isa alaihissalam).
  2. Meluruskan kepada umat Kristen, bahwa Yesus itu bukanlah Tuhan seperti yang selama ini mereka imani (baca: persangkakan). Ref. 1 | Ref. 2 | Ref. 3 | Ref. 4
  3. Memberi tahu kepada umat yang sering menyembah dan mengagungkan gambar dan patung, bahwa Roh atau Dewa penghuni gambar, PATUNG atau pohon yang selama ini mereka ibadahi dengan cara diberi sesaji, bertapa dan meminta kepadanya adalah syetan dari jenis jin dan bukanlah Tuhan. Referensi
  4. Mendakwahi kepada semua manusia, bahwa Tiada Tuhan yang berhak untuk disembah dan diibadahi dengan benar kecuali Allah ta'ala Yang Maha Esa. (Lihat QS Al Ikhlash di bawah!)
  5. ►Ataukah syetan telah menguasai dan memalingkan jiwa dan hati mereka sehingga bersikap sebaliknya terhadap Islam dan umat Islam?
Allah azza wa jalla adalah Tuhan satu-satunya di semesta ini, tiada Tuhan selain Dia yang berhak untuk disembah dan diibadahi dengan benar. Maka wajar dan seharusnya...
    No God but Allah!
  • Manusia yang beriman akan cemburu atau bahkan marah jika Allah "Tuhan Yang Maha Esa" dikatakan banyak dan bahkan dikatakan mempunyai anak.
  • Manusia yang beriman akan cemburu atau bahkan marah jika Allah "Tuhan Yang Maha Pencipta" disamakan dengan manusia atau makhluk lain ciptaan-Nya.
  • Manusia yang beriman akan cemburu atau bahkan marah jika Allah "Tuhan Yang Maha Suci" dan "Yang Maha Tinggi" direndahkan dengan cara diberikan suguhan sesaji makanan, minuman atau bahkan asap yang kotor.
  • Manusia yang beriman akan cemburu atau bahkan marah jika Allah "Tuhan Yang Maha Perkasa" digambarkan/divisualisasikan dengan sebuah gambar atau patung yang tak berdaya.
  • ...
Bismillahirrahmanirrahiim,
Katakanlah (wahai Muhammad): "Dia-lah Allah, (Tuhan) Yang Maha Esa/Ahad/Satu. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." QS Al Ikhlash (Kemurnian) 1-4.

Subhanallah, Allahu Akbar!

Maka...
  • Umat Islam yang beriman tidak akan pernah melaksanakan do'a lintas agama yang pada hakekatnya adalah adanya pengakuan akan "keberadaan dan keberagaman Tuhan lain selain Allah ta'ala Yang Maha Esa", padahal setiap muslim telah mengimani dan bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak untuk disembah dan diibadahi -do'a termasuk di dalamnya- dengan benar kecuali hanya Allah saja Yang Maha Esa -Laa illaaha illa Allah- yang berarti sekaligus meniadakan tuhan-tuhan yang lain selain Allah ta'ala.
  • Umat Islam tidak dibenarkan untuk mengucapkan selamat natal kepada umat Kristen karena dengan cara demikinan berarti umat Islam secara tidak langsung telah "mengakui" atau "meng-iyakan" bahwa ada Tuhan lain selain Allah ta'ala Yang Maha Esa yang bernama Yesus yang berbentuk manusia dan disebut juga sebagai anak Tuhan. Hal ini sangatlah bertentangan dengan kalimat syahadat Laa illaaha illa Allah yang telah setiap Muslim ikrarkan/persaksikan.
  • ...
  • [Download] Fatwa MUI tentang Pluralisme
  • ►Pelangi dalam Islam

Wallahu 'alam.



Happy Birthdaaay...


[tuning]


“Ruh-ruh manusia diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain akan bersatu. Dan mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah.”
(HR Muslim 4773)


Wallahu'alamu...
...astaghfirullah ..astaghfirullah ..astaghfirullah!

“Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir".” (QS Al-Kahfi 29)
Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, niscaya Kami akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS Al-’Ankabut 69)