HOPE atau HOPELESS?

Kotretan... 


Fenomenas...

Ada dua fenomena yang menarik untuk dikaji. Pertama, fenomena yang terjadi di negara-negara sekuler yang kaya, maju dan modern dengan penduduknya yang cenderung tidak berani (enggan) atau tidak berkeinginan untuk mempunyai anak (keturunan). Hal ini menjadikan masalah serius bagi negara tersebut. Yang kedua, fenomena bunuh diri yang kerap terjadi di beberapa negara sekuler yang menurut salah satu artikel di bawah menjelaskan bahwa faktor kemiskinan bukanlah faktor pemicu bunuh diri tersebut.

Silahkan baca artikel berikut:

"HOPE"

Peta Harapan (Klik di gambar untuk memperbesar!)
Ada satu "anggapan" yang sering dicitrakan oleh fihak tertentu yang menganggap bahwa mereka yang berada di bawah garis kemiskinan, "terbelakang" atau level ekonomi dan materi tertentu adalah golongan "hopeless" yang perlu dan harus diberi harapan (HOPE).

Hope yang mereka tawarkan kepada fihak yang dianggap hopeless berupa "keyakinan" dan bantuan meteri tertentu dengan harapan bisa merubah kualitas hidup dan dunia yang sesuai dengan definisi atau kriteria mereka.

Padahal kalau kita lihat fenomenas di atas, kita bisa sedikit mengambil kesimpulan bahwa kekayaan (materi) dan modernitas tidak menjamin sesorang bisa mendapatkan hope, justru sebaliknya mereka yang menganggap telah berada "di atas" dan termasuk golongan "the have" bisa terjatuh ke dalam golongan hopeless yang sesungguhnya.


Limited HOPE dan unlimited HOPE versi kangarul

Limited HOPE
Bersifat duniawi; bersandar kepada system dunia, materi dan "upaya sendiri"; harapan sebatas umur hidup atau kehidupan dunia ini saja.

Unlimited HOPE
Bersifat ukhrawi; harapan yang menembus batasan harapan duniawi; berharap/bergantung/bersandar (tawakal) kepada Allah; berharap masuk ke syurganya Allah, berharap bertemu dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berharap untuk bisa melihat wajah tuhannya (Allah azza wa jalla) di kehidupan akhirat kelak.


Yang berputus asa (hopeless) & larangan untuk berputus asa

Kita bisa bertahan "hidup" karena adanya harapan (asa) dan tanpanya berarti kita putus harapan (putus asa) alias hopeless. Berikut sebagian "kepastian" yang menjelaskan tentang hal hal ini...
  • "... Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (Q12.87)
  • "Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat."" (Q15.56)
  • "Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa." (Q30.36)
  • "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa." (Q60.13)
  • Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q39.53)

Kebahagiaan dan Kenikmatan Dunia

Kebahagiaan atau kenikmatan dunia akan diperoleh jika dalam kesehariannya terpenuhi minimal 3 hal yaitu Kesehatan, Keamanan (bebas dari ketakutan, kekhawatiran & kecemasan), dan Adanya makanan pokok untuk hari itu. Berikut "kepastian tentang hal ini...
Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan SEHAT badannya, AMAN pada keluarganya, dia MEMILIKI MAKANAN POKOKNYA PADA HARI ITU, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya. (HR Ibnu Majah, no. 4141; dan lain-lain; dihasankan oleh Syaikh Al Albani di dalam Shahih Al Jami’ush Shaghir, no. 5918) 
Harta melimpah, deposito yang banyak atau investasi dimana-mana tidak menjamin seseorang memperoleh kebahagiaan dan kenikmatan dunia. Yang ada justru sebaliknya, rasa khawatir dan cemas serta "keinginan-keinginan" yang bertubi-tubi menjadikan seseorang jauh dari rasa bahagia dan rasa syukur.

Mengejar "ASA" dalam System "Lingkaran Syetan"

Yang kita butuhkan hanyalah sebuah KEPASTIAN.
(Baca pelan-pelan atau jangan baca sama sekali!!!)

Kepastian ini bersumber hanya kepada "kebenaran yang hakiki" (silahkan baca tentang Kebenaran yang Hakiki  di sisi!) yaitu semua petunjuk dari Zat yang telah menciptakan kita yang diturunkan-Nya kepada Rasul-rasul-Nya melalui perantara Malaikat Jibril.

Sederhananya, kebenaran yang hakiki adalah apa-apa yang dikhabarkan atau disampaikan Allah dan Rasul-Nya yaitu apa-apa yang ada dalam Al Quran & Al Hadits. Dan kebenaran di sini bukanlah suatu mitos, teori keduniaan, definisi, kriteria, persangkaan, perkiraan, dugaan, doktrin atau harapan yang tidak jelas sumber dan arahnya.

Inilah KEPASTIAN sebagaimana kepastiannya MATI bagi setiap makhluk ciptaan-Nya yang bernyawa. Begitu juga dengan kepastian tentang kehidupan Akhirat -kehidupan abadi setelah kematian kelak-, kepastian tentang adanya Syurga dan Neraka-Nya.

KEPASTIAN inilah yang menjadi harapan (HOPE) yang sebenarnya. KEPASTIAN inilah yang wajib untuk dijadikan sandaran.

Berikut beberapa KEPASTIAN yang insyaAllah sebagian muslim sudah mengetahuinya...
  • "Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk syurga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sampai-sampai berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (Q2.214)
  • "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa & buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar…" (Q2.55)
  • "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk, rupa dan harta kalian, tapi Allah melihat kepada hati (niat) dan amal-amal kalian." (HR Muslim)
  • "Dunia adalah penjara bagi orang mukmin (beriman), dan sebagai syurga bagi orang kafir" (HR Muslim). Bagi orang-orang mukmin (yang beriman), dunia bagaikan penjara karena mereka terikat oleh hukum agama (syariat) yang harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggarnya. Sedangkan bagi orang-orang kafir, dunia bagaikan syurga karena mereka tidak terikat oleh syariat dan tidak ada sesuatu yang membatasinya... no halal no haram! 
  • Kepastian tentang Sifat dan Hakikat Kehidupan Dunia (MUST READ!)

SOmbong

Kesombongan adalah dinding penghalang (hizab) untuk memperoleh cahaya kebenaran (kepastian). Menuhankan akal (iptek), logika dan "kemampuan" diri sendiri serta atau menganggap diri lebih baik atas dasar perendahan terhadap manusia yang lainnya merupakan suatu bentuk kesombongan.

Adapun terhadap kebenaran (kepastian) yang telah sampai kepadanya, mereka selalu berusaha mencari-cari alasan untuk mengingkarinya, tidak masuk akal lah... tidak sesuai dengan HAM lah... memaksa-maksa lah... tidak sesuai dengan zamannya lah... tidak sesuai dengan budaya kita lah... dst., yang intinya menolak kebenaran serta tidak mau berserah (menyerah) kepada kebenaran dan kebesaran Zat yang telah menciptakannya.
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (Q57.16)
Adapun yang dimaksud kesombongan dalam Al Islam adalah menolak kebenaran dan atau meremehkan (merendahkan) orang lain, sebagaiman dijelaskan dalam kebenaran (kepastian) Hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berikut...
Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan (walau) sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Rasulullah, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR Muslim)
Penduduk Gaza Paling Sehat di Dunia?

Temukan Makna & Tujuan Hidup dalam Al Islam serta Raihlah Kebahagiaan yang Hakiki!

Semoga Allah azza wa jalla menghilangkan kesombongan dari diri-diri kita dan senantiasa memberikan hidayah dan taufik-Nya sehingga kita bisa memahami, menerima dan mau mengikuti kebenaran (kepastian) "ad-diin" ini... amiin! 



1:2 bukan fifty-fifty
...inilah doa yang sebaik-baiknya bagi seorang muslim

Rabbanaa atinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil 'akhirati hasanatan waqinaa 'adzaaban-naar.
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". (Q2.201)

Putus asa adalah sumber kesesatan; kegelapan hati dan pangkal penderitaan jiwa,” Bediuzzaman Said Nursi dalam Risalah An-Nur.


Memperingati Tragedi (Fitnah) 911 yang ke-11

Tragedi (fitnah) ambruknya gedung kembar WTC di New York 11 tahun yang lalu oleh "serangan teroris Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden" telah berhasil menipu banyak orang di seluruh dunia ini. Lebih parah lagi, tragedi ini juga telah dijadikan syubhat dan dalil sejarah oleh sebagian mereka yang memang tidak suka dengan Al Islam

Sekarang (di TV)... bulan September identik dengan bulan terorisme. Dan karenanya ada sebagian umat Islam di sebagian bumi ini menjadi bulan-bulanan "mereka" :-(






Silahkan baca juga...


Jangan Makan atau Minum dengan Tangan Kiri!

hap... hap! ...selamat makan! ...bon appetit!



Dari Jabir bin Aabdillah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian makan dengan tangan kiri karena syaitan itu juga makan dengan tangan kiri.” (HR Muslim no. 2019)

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang diantara kalian hendak makan maka hendaknya makan dengan menggunakan tangan kanan, dan apabila hendak minum maka hendaknya minum juga dengan tangan kanan. Sesungguhnya syaitan itu makan dengan tangan kiri dan juga minum dengan menggunakan tangan kirinya.” (HR Muslim no. 2020)
  • Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Bukhari no. 5376 dan Muslim 2022)

Jika karena alasan tertentu (yang dibenarkan oleh syar'i) kita tidak bisa menggunakan tangan kanan untuk makan dan minum...
  • Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Q2.286)
 ___ ooOoo ___

Kidal? 
...sama dengan perempuan tomboy atau laki-laki banci. Jangan dibiasakan! Jangan dibiarkan! Jangan dituruti! Jangan "dikalahkan"! Harus diusahakan dan diperjuangkan! InsyaAllah bisa dan sembuh!


Mengapa Peperangan Selalu Terjadi di Atas Muka Bumi?


Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang pengganti (khaliifah) di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS Al Baqarah, 30)

Baca juga: Khaliifah adalah Pengganti (Mengapa Dinosaurus Punah?)


Baby Fish, Hi Calcium Hi Protein!

Lauk kampung: Beunteur (wader), Paray, Keting, Hurang jeung Jeler.
Ikan dari susukan Medang Tangerang (Gading Serpong) tahun 2010-an yang sekarang telah berubah menjadi perumahan mewah.
Gambar lainnya klik di sini!
Baby Fish (versi kampung) siap goreng garing... hmm.. nyam nyam!
"Sambel goang, sangu haneut jeung pulen... beuteung lapar... hutang geus lunas... karak gajian... Sampurnaa..!" 

Anak kita ingin jangkung dan pintar (cerdas)?

Ceuk ahlina... anak kita harus diberi makanan yang banyak mengandung kalsium dan protein. Salah satunya adalah makan ikan kecil utuh (digoreng garing). Kandungan kalsium dan protein yang ada pada daging dan cucuk (duri/tulang ikan) akan terkonsumsi maksimal dibanding jika mengkonsumsi ikan besar (dagingnya saja).

Baby Fish yang artinya ikan-ikan yang masih kecil sekarang mudah diperoleh di supermarket-supermarket.  Baby Fish (Mas atau Nila/mujaer) siap olah (goreng) telah dikemas sedemikian rupa sehingga konsumen lebih mudah untuk membawa dan mengolahnya.

Ngurus lauk... 
Baheula mah hobi kana (ngala) lauk teh, meunang nguseup, ngecrik, nyair, jeung ancrub ka balong batur nu keur dibedahkeun. Biasana kuring mah mun beubeunangan lauk teh tara dikukumaha ngan saukur digoreng garing anu maksudna ngarah gampang daharna jeung kadahar kabeh (cucuk jeung huluna). Teu apal cara kitu teh geuning ayeuna mah jadi populer...
  • Ikan-ikan kecil dibiarkan hidup di air yang bersih supaya kotoran yang ada pada insang dan perut berkurang.
  • Pada saat pengolahan, isi perut ikan (usus ikan) hanya dikeluarkan sekedarnya saja dan insang ikan tidak dibuang.
  • Ikan dibilas, dikasih sedikit garam (bumbu sesuai selera) dan sedikit cuka.
  • Siap di goreng garing.


6 Sebab yang Bisa Mendatangkan (membuka jalan) Hidayah

1. JUJUR!

Jujur bahwa saya tidak atau belum tahu...
Jujur bahwa saya butuh dan ingin kebenaran...
Jujur bahwa ini adalah benar dan itu adalah salah...
Jujur bahwa saya telah salah dan saya ingin tahu yang benar... dst.

Hendaklah kalian berlaku jujur karena kejujuran itu menunjukan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukan jalan menuju surga” (HR Bukhari dan Muslim)

Sesungguhnya ash shidq (kejujuran) itu menunjukkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu menunjukkan ke surga dan sesungguhnya seorang bermaksud untuk jujur sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu menunjukkan kepada kejahatan dan sesungguhnya kejahatan itu menunjukkan kepada neraka. Sesungguhnya seorang itu bermaksud untuk berdusta sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang suka berdusta.” (Muttafaq ‘alaih)

Hati-hati dengan dusta..!
Sebuah dusta akan melahirkan dusta-dusta yang lainnya.


2. Kesadaran dari diri sendiri

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Q13.11)

Diawali dengan NIAT dan keinginan untuk tahu dan mencari tahu sehingga memahami, meyakini dan menyadari serta mau melakukan atau beramal sesuai dengan apa yang telah difahami, diyakini dan disadarinya.


3. Kesungguhan dalam memperoleh kebenaran

Ada kesungguhan (mujahadah) dan keseriusan...

Dan orang-orang yang berjihad (bermujahadah) untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Q29.69)


4. (MAU) Mendengan nasehat dan mengikutinya

"...yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal." (Q39.18)

Cahaya mentari ada di luar sana... Membuka diri & hati dengan cara "mau mencari tahu", "mau mendengar", "mau melihat", "mau mempelajari", "mau membandingkan dan memilah serta memilih..!"


5. Tidak ada ke-SOMBONG-an (bersikap Tawadhu)

Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan (walau) sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Rasulullah, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR Muslim)

Hati-hati dengan anggapan bahwa "Aku lebih baik!" dan "Aku lebih dulu..!" atas dasar penolakan kebenaran dan perendahan terhadap manusia yang lainnya!
“Aku lebih baik!” itulah kata yang terucap tatkala Iblis menolak atau enggan untuk memenuhi perintah Allah azza wa jalla untuk sujud kepada Adam.
Sejarah telah membuktikan banyak manusia yang tertipu dengan kelebihannya dan tersesatkan dalam kesombongan. Fir'aun, menolak dakwah Nabi Musa a.s. dan dia merasa lebih baik serta paling berkuasa sampai dia mengganggap dirinya tuhan sehingga dia berlaku sekehendaknya terhadap manusia lainnya yang ada “di bawahnya”. Korun yang menganggap dirinya paling kaya dengan hartanya yang melimpah-ruah sehingga mengganggap remeh manusia yang ada di bawahnya (yang tidak sekaya dia) dan menganggap semua yang dia peroleh adalah hasil dari segala upayanya.


6. Lapang dada saat menerima Al Islam

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (Q6.125)

Kalimat yang paling layak diucapkan oleh seorang yang telah mengaku berserah-diri (ber-Islam) dan mengakui diri hamba, terhadap apa-apa yang telah disampaikan oleh Allah azza wa jalla dan Rasul-Nya adalah... "sami'na wa atho'na" yang artinya "aku mendengar dan aku menta'atinya".

Dan tidak akan pernah keluar ucapan dari mulut-mulut kita... "ini tidak masuk akal", "ini ketinggalan zaman", "ini adalah budaya Arab", "ini tidak sesuai dengan HAM" dst... selama hal tersebut datangnya dari sisi Allah azza wa jalla (Al Quran) atau dari Rasul-Nya (As Sunnah -yang bersumber dari Hadits shahih-)

Wallahu 'alamu.
Tuning... dari Radio Muslim Jakarta AM 837KHz tanggal 7 Juni 2012.


Baca Juga:


Berdo’alah!

Mohonlah..! 
Allah subhanahu wa ta'ala pasti akan mengabulkannya. 

    Berikut contoh do'a-do'a dan urutannya:

    1. Awali dengan memuji Allah subhanahu wa ta’ala dengan membaca hamdallah (3x).


    2. Kemudian ber-shalawat kepada Nabi shalallahu 'alaihi wasallam.


    3. Do’a untuk kedua orang tua.

    “Ya Rabb! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil.”

    4. Do’a Nabi Ibrahim.

    “Ya Tuhanku, Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah do’aku. Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)” (QS Ibrahim 40-41)

    5. Do’a untuk kebaikan keluarga.

    “Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS Al Furqan 74)

    6. Do’a Ashaabul Kahfi.

    “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)” (QS Al Kahfi 10)

    7. Do’a untuk kebaikan hidup di dunia & akhirat serta dijauhkan dari neraka (3x).

    “Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” (QS Al Baqarah 201)

    8. Do’a lainnya yang dikehendaki..!
    Sebelum berdo'a, sebaiknya diawali dengan menyebut Nama-nama atau Sifat-sifat Allah Yang Baik (asmaa'ul husna) yang berhubungan dengan apa-apa yang kita mohonkan. Misalkan menyebut Yaa Razzaak sebelum kita memohon untuk dimudahkan rizki dst.
    9. Tutup dengan Shalawat & Hamdalah!
     
    10. Perbanyak Istighfar!!! 
      11. Wajib baca!: Adab & Sebab Terkabulnya Do’a

      ___ ooOoo ___



      #Do’a ketika sakit…
      Letakkan tangan pada bagian tubuh yang sakit & bacalah Bismillah (3x), kemudian baca (7x):

       أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ 
      A’udzubillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir… (7x)

      “Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari kejahatan sesuatu yang aku jumpai dan yang aku takuti” [HR Muslim 4/1728]

      #Do’a mohon kelapangan, kemudahan dalam segala urusan & kelancaran dalam menyampaikan sesuatu…

      “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku;” (QS Thaahaa 25-28)

      #Do’a mohon pertolongan dan kebaikan dalam segala urusan serta dzikir totalitas dalam bergantung dan bertawakkal hanya kepada Allah azza wa jalla… (Bagian dari Dzikir Pagi dan Petang)

       Yaa Hayyu, Yaa Qayyuum, bi rohmatika astaghiits, ashlihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii illa nafsii thorfata ‘ain

      "Wahai Rabb yang Maha hidup, Wahai Rabb yang Maha Berdiri sendiri, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan serahkan kepadaku meski sekejap mata sekalipun" [HR Hakim]

      #Sayyidul Istighfar… (Bagian dari Dzikir Pagi dan Petang)

       Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbi, faghfirliy fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta. 

      “Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” [HR Bukhari 6306] …Cari tahu faedah atau manfa’at dari membaca Dzikir atau Do’a ini!


      Ciri Dosa... Gelisah & Takut ketahuan orang lain
      Syurga... Sebarkan Salam (silaturahim), Pemaaf (lapang), Memberi Makan Orang, Qiyamulail!
      Minimal... Puasa 3 (tiga) hari dalam sebulan (pertengahan bulan qomariah), Shalat Duha 2 raka'at, Shalat Witir sebelum tidur!


      Hikmah disyari’atkannya Jilbab bagi perempuan dan para isteri…

      Kotretan...

      Karena perempuan itu begitu indah dan begitu berharga…
      Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka" Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q33.59)
      Ada dua hikmah utama disyari’atkanya jilbab bagi perempuan dan para isteri seperti yang tertera dalam ayat di atas. Pertama, faktor keimanan. Dari sini kita lebih mudah mengenali perempuan mana yang beriman dan perempuan mana yang tidak (belum) beriman. Kedua, supaya mereka tidak diganggu. Kata diganggu disini bisa berarti “dipuja”, dicemooh, atau yang lebih dari itu. Dan sudah menjadi sunatullah bahwa kaum pria mempunyai “kecenderungan” terhadap lawan jenisnya walaupun tingkat kecenderungannya berbeda-beda.

      Syari’at Allah ta’ala telah melindungi kaum hawa atas “gangguan” kaum adam terhadapnya. Dan yang terpenting penggunaan jilbab adalah “tanda” akan keimanan dan kepatuhan seorang hamba (perempuan) terhadap Rabb-nya.

      Selain karena faktor keimanan, dalam uraian ini saya mencoba memahami letak keadilan Sang Pencipta dalam disyari’atkannya memakai “jilbab” bagi para perempuan dan isteri yang beriman. Adapaun bagi mereka yang tidak (belum) beriman, kita sudah tahu sendiri apa yang mereka perbuat terhadap apa-apa yang telah dianugerahkan, dilebihkan dan diistimewakan Allah ta’ala kepada mereka…

      Supaya mereka tidak “diganggu”…

      Dalam curat-coret kali ini, saya akan “memposisikan” diri sebagai seorang pria yang mempunyai sifat “tidak baik” atau bisa dikatakan seorang pria “hidxng belxng”.  Dan beginilah kira-kira “kalimat” yang ada di benak pria seperti saya…



      Gambar-gambar di atas hanyalah ilustrasi “dari ujung ke ujung”. Mohon ma’af, dan saya mendo’akan semoga siapa saja yang ada di dalam gambar di atas diberikan kemulian, kebaikan dan keberkahan hidup oleh Allah ta’ala… amiin!

      Dalam kasus ini syari’at memfasilitasi dan melindungi kaum hawa dari kemungkinan-kemungkinan yang “tidak diinginkan” atau “tidak dibenarkan”.
      Karena mereka itu begitu indah dan begitu berharga… dan hanya para mahramnya-lah yang berhak untuk tahu “segalanya”
      Inilah keadilan -jalan tengah dari kondisi “ujung ke ujung”- yang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Sehingga tidak ada yang cantik dan jelek di hadapan orang lain, serta tidak ada yang seksi dan tidak seksi di hadapan orang lain. Yang tahu hanyalah para mahram bagi makhluk-makhluk yang indah dan berharga ini… subhanallah.

      Dan kalaupun kita berada di situasi yang tidak ideal seperti yang disyari’atkan, Allah ta’ala telah memberikan jalan keluar bagi hamba-hambanya yang mau beriman, dan ini pun baik baginya yaitu… menahan pandangan! Dengan bahasa umumnya adalah menjaga mata, karena insyaAllah dengan “menjaga mata”, hati kita juga ikut terjaga, dan kalau hati kita terjaga maka kebaikan-kebaikan lainnya sudah pasti akan ada di sana.
      Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya... (Q24.30-31)
      http://firanda.com/index.php/artikel/7-adab-a-akhlaq/21-jagalah-pandanganmu
      http://firanda.com/index.php/artikel/7-adab-a-akhlaq/21-jagalah-pandanganmu?start=1
      http://firanda.com/index.php/artikel/7-adab-a-akhlaq/21-jagalah-pandanganmu?start=2
      http://firanda.com/index.php/artikel/7-adab-a-akhlaq/21-jagalah-pandanganmu?start=3


      Wallahu ‘alamu

      Satu pertanyaan:  Apakah Anda (saya) termasuk orang-orang yang beriman?
      Baca juga: Mengapa Allah ta’ala melarang ghibah | Karena kita tidak sendirian | Terus memberi nasihat!


      Sekulerisme...

      ...karena telah pudarnya dimensi Akhirat dalam kehidupan kita!


      Sudahkah Anda (saya) mendapatkan khabar tentang ALLAH?
      Dia-lah Zat Yang Maha Kuasa, Zat yang telah menciptakan kita, kehidupan dan alam semesta ini...
      Apakah Anda (saya) percaya kepada ALLAH?
      Seberapa yakinkah Anda (saya) kepada ALLAH?

      Sudahkah Anda (saya) mendapatkan khabar tentang ALAM AKHIRAT?
      Negeri keabadian setelah kematian kita dan di negeri inilah sebenarnya kehidupan...
      Sudahkah Anda (saya) mendapatkan khabar dan peringatan tentang SYURGA dan NERAKA di kehidupan AKHIRAT kelak?
      Dimana syurga adalah tempat atau balasan bagi manusia dan jin yang baik dan shalih...
      Dimana neraka adalah tempat atau balasan bagi manusia dan jin yang tidak baik dan tidak shalih...
      Seberapa yakinkah Anda (saya) tentang ALAM AKHIRAT?
      Yakinkah Anda (saya) bahwa KEHIDUPAN AKHIRAT adalah KEHIDUPAN YANG ABADI?

      Apakah Anda (saya) tahu di kehidupan apa sekarang Anda (saya) hidup?
      Apakah Anda (saya) tahu berapa lama Anda (saya) hidup di kehidupan sekarang ini?


      Silahkan klik di gambar atau di caption!

      A Simple Line, Two Simple Questions...

      Life is Choice...


      --- ooOoo ---

      Mencari tahu (kembali) tentang khabar dan peringatan di atas...
      Tidaklah cukup dengan apa yang (telah) di lihat dan di dengarnya saja... seadanya saja!
      Kita dituntut untuk terus mencari tahu dan mencari tahu... terus belajar dan belajar... terus menuntut ilmu dan menuntut ilmu... sampai akhir hayat kita!

      Taqdir?

      Apakah Anda (saya) tahu tentang taqdir (takdir) kita ke depan?
      Apakah Anda (saya) tahu taqdir kita 3 jam ke depan, besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, sepuluh tahun ke depan, 30 tahun ke depan dst?
      Kita hanya tahu taqdir kita kalau hal (taqdir) tersebut telah datang atau menghampiri ke kita...

      Kemarin Anda (saya) sakit flu, itulah salah satu taqdir kemarin kita...
      Bulan lalu Anda (saya) mendapatkan laba besar, itulah salah satu taqdir di bulan lalu kita...


      Kita hanya tahu taqdir yang telah lewat...
      Adapun taqdir kita ke depan..? Tak seorang pun yang tahu!
      (Setelah terus mencari tahu, terus belajar dan terus menuntut ilmu)
      Maka terus berbuat baik-lah... terus beramal shalih-lah... terus berbaik sangka kepada-Nya... terus berniat baik, bercita-cita yang baik, berharap dan ber-DO'A yang baik dan diridhai-Nya..!
      InsyaAllah..!

      Wallahu 'alamu

      Silahkan baca juga: (Zuhud) Dalil-dalil Kehidupan Dunia


      [tuning]


      “Ruh-ruh manusia diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain akan bersatu. Dan mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah.”
      (HR Muslim 4773)


      Wallahu'alamu...
      ...astaghfirullah ..astaghfirullah ..astaghfirullah!

      “Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir".” (QS Al-Kahfi 29)
      Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, niscaya Kami akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS Al-’Ankabut 69)