Memperingati Tragedi (Fitnah) 911 yang ke-11

Tragedi (fitnah) ambruknya gedung kembar WTC di New York 11 tahun yang lalu oleh "serangan teroris Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden" telah berhasil menipu banyak orang di seluruh dunia ini. Lebih parah lagi, tragedi ini juga telah dijadikan syubhat dan dalil sejarah oleh sebagian mereka yang memang tidak suka dengan Al Islam

Sekarang (di TV)... bulan September identik dengan bulan terorisme. Dan karenanya ada sebagian umat Islam di sebagian bumi ini menjadi bulan-bulanan "mereka" :-(






Silahkan baca juga...


Jangan Makan atau Minum dengan Tangan Kiri!

hap... hap! ...selamat makan! ...bon appetit!



Dari Jabir bin Aabdillah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian makan dengan tangan kiri karena syaitan itu juga makan dengan tangan kiri.” (HR Muslim no. 2019)

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang diantara kalian hendak makan maka hendaknya makan dengan menggunakan tangan kanan, dan apabila hendak minum maka hendaknya minum juga dengan tangan kanan. Sesungguhnya syaitan itu makan dengan tangan kiri dan juga minum dengan menggunakan tangan kirinya.” (HR Muslim no. 2020)
  • Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Bukhari no. 5376 dan Muslim 2022)

Jika karena alasan tertentu (yang dibenarkan oleh syar'i) kita tidak bisa menggunakan tangan kanan untuk makan dan minum...
  • Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Q2.286)
 ___ ooOoo ___

Kidal? 
...sama dengan perempuan tomboy atau laki-laki banci. Jangan dibiasakan! Jangan dibiarkan! Jangan dituruti! Jangan "dikalahkan"! Harus diusahakan dan diperjuangkan! InsyaAllah bisa dan sembuh!


Mengapa Peperangan Selalu Terjadi di Atas Muka Bumi?


Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang pengganti (khaliifah) di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS Al Baqarah, 30)

Baca juga: Khaliifah adalah Pengganti (Mengapa Dinosaurus Punah?)


Baby Fish, Hi Calcium Hi Protein!

Lauk kampung: Beunteur (wader), Paray, Keting, Hurang jeung Jeler.
Ikan dari susukan Medang Tangerang (Gading Serpong) tahun 2010-an yang sekarang telah berubah menjadi perumahan mewah.
Gambar lainnya klik di sini!
Baby Fish (versi kampung) siap goreng garing... hmm.. nyam nyam!
"Sambel goang, sangu haneut jeung pulen... beuteung lapar... hutang geus lunas... karak gajian... Sampurnaa..!" 

Anak kita ingin jangkung dan pintar (cerdas)?

Ceuk ahlina... anak kita harus diberi makanan yang banyak mengandung kalsium dan protein. Salah satunya adalah makan ikan kecil utuh (digoreng garing). Kandungan kalsium dan protein yang ada pada daging dan cucuk (duri/tulang ikan) akan terkonsumsi maksimal dibanding jika mengkonsumsi ikan besar (dagingnya saja).

Baby Fish yang artinya ikan-ikan yang masih kecil sekarang mudah diperoleh di supermarket-supermarket.  Baby Fish (Mas atau Nila/mujaer) siap olah (goreng) telah dikemas sedemikian rupa sehingga konsumen lebih mudah untuk membawa dan mengolahnya.

Ngurus lauk... 
Baheula mah hobi kana (ngala) lauk teh, meunang nguseup, ngecrik, nyair, jeung ancrub ka balong batur nu keur dibedahkeun. Biasana kuring mah mun beubeunangan lauk teh tara dikukumaha ngan saukur digoreng garing anu maksudna ngarah gampang daharna jeung kadahar kabeh (cucuk jeung huluna). Teu apal cara kitu teh geuning ayeuna mah jadi populer...
  • Ikan-ikan kecil dibiarkan hidup di air yang bersih supaya kotoran yang ada pada insang dan perut berkurang.
  • Pada saat pengolahan, isi perut ikan (usus ikan) hanya dikeluarkan sekedarnya saja dan insang ikan tidak dibuang.
  • Ikan dibilas, dikasih sedikit garam (bumbu sesuai selera) dan sedikit cuka.
  • Siap di goreng garing.


6 Sebab yang Bisa Mendatangkan (membuka jalan) Hidayah

1. JUJUR!

Jujur bahwa saya tidak atau belum tahu...
Jujur bahwa saya butuh dan ingin kebenaran...
Jujur bahwa ini adalah benar dan itu adalah salah...
Jujur bahwa saya telah salah dan saya ingin tahu yang benar... dst.

Hendaklah kalian berlaku jujur karena kejujuran itu menunjukan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukan jalan menuju surga” (HR Bukhari dan Muslim)

Sesungguhnya ash shidq (kejujuran) itu menunjukkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu menunjukkan ke surga dan sesungguhnya seorang bermaksud untuk jujur sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu menunjukkan kepada kejahatan dan sesungguhnya kejahatan itu menunjukkan kepada neraka. Sesungguhnya seorang itu bermaksud untuk berdusta sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang suka berdusta.” (Muttafaq ‘alaih)

Hati-hati dengan dusta..!
Sebuah dusta akan melahirkan dusta-dusta yang lainnya.


2. Kesadaran dari diri sendiri

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Q13.11)

Diawali dengan NIAT dan keinginan untuk tahu dan mencari tahu sehingga memahami, meyakini dan menyadari serta mau melakukan atau beramal sesuai dengan apa yang telah difahami, diyakini dan disadarinya.


3. Kesungguhan dalam memperoleh kebenaran

Ada kesungguhan (mujahadah) dan keseriusan...

Dan orang-orang yang berjihad (bermujahadah) untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Q29.69)


4. (MAU) Mendengan nasehat dan mengikutinya

"...yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal." (Q39.18)

Cahaya mentari ada di luar sana... Membuka diri & hati dengan cara "mau mencari tahu", "mau mendengar", "mau melihat", "mau mempelajari", "mau membandingkan dan memilah serta memilih..!"


5. Tidak ada ke-SOMBONG-an (bersikap Tawadhu)

Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan (walau) sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Rasulullah, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR Muslim)

Hati-hati dengan anggapan bahwa "Aku lebih baik!" dan "Aku lebih dulu..!" atas dasar penolakan kebenaran dan perendahan terhadap manusia yang lainnya!
“Aku lebih baik!” itulah kata yang terucap tatkala Iblis menolak atau enggan untuk memenuhi perintah Allah azza wa jalla untuk sujud kepada Adam.
Sejarah telah membuktikan banyak manusia yang tertipu dengan kelebihannya dan tersesatkan dalam kesombongan. Fir'aun, menolak dakwah Nabi Musa a.s. dan dia merasa lebih baik serta paling berkuasa sampai dia mengganggap dirinya tuhan sehingga dia berlaku sekehendaknya terhadap manusia lainnya yang ada “di bawahnya”. Korun yang menganggap dirinya paling kaya dengan hartanya yang melimpah-ruah sehingga mengganggap remeh manusia yang ada di bawahnya (yang tidak sekaya dia) dan menganggap semua yang dia peroleh adalah hasil dari segala upayanya.


6. Lapang dada saat menerima Al Islam

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (Q6.125)

Kalimat yang paling layak diucapkan oleh seorang yang telah mengaku berserah-diri (ber-Islam) dan mengakui diri hamba, terhadap apa-apa yang telah disampaikan oleh Allah azza wa jalla dan Rasul-Nya adalah... "sami'na wa atho'na" yang artinya "aku mendengar dan aku menta'atinya".

Dan tidak akan pernah keluar ucapan dari mulut-mulut kita... "ini tidak masuk akal", "ini ketinggalan zaman", "ini adalah budaya Arab", "ini tidak sesuai dengan HAM" dst... selama hal tersebut datangnya dari sisi Allah azza wa jalla (Al Quran) atau dari Rasul-Nya (As Sunnah -yang bersumber dari Hadits shahih-)

Wallahu 'alamu.
Tuning... dari Radio Muslim Jakarta AM 837KHz tanggal 7 Juni 2012.


Baca Juga:


Berdo’alah!

Mohonlah..! 
Allah subhanahu wa ta'ala pasti akan mengabulkannya. 

    Berikut contoh do'a-do'a dan urutannya:

    1. Awali dengan memuji Allah subhanahu wa ta’ala dengan membaca hamdallah (3x).


    2. Kemudian ber-shalawat kepada Nabi shalallahu 'alaihi wasallam.


    3. Do’a untuk kedua orang tua.

    “Ya Rabb! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil.”

    4. Do’a Nabi Ibrahim.

    “Ya Tuhanku, Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah do’aku. Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)” (QS Ibrahim 40-41)

    5. Do’a untuk kebaikan keluarga.

    “Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS Al Furqan 74)

    6. Do’a Ashaabul Kahfi.

    “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)” (QS Al Kahfi 10)

    7. Do’a untuk kebaikan hidup di dunia & akhirat serta dijauhkan dari neraka (3x).

    “Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” (QS Al Baqarah 201)

    8. Do’a lainnya yang dikehendaki..!
    Sebelum berdo'a, sebaiknya diawali dengan menyebut Nama-nama atau Sifat-sifat Allah Yang Baik (asmaa'ul husna) yang berhubungan dengan apa-apa yang kita mohonkan. Misalkan menyebut Yaa Razzaak sebelum kita memohon untuk dimudahkan rizki dst.
    9. Tutup dengan Shalawat & Hamdalah!
     
    10. Perbanyak Istighfar!!! 
      11. Wajib baca!: Adab & Sebab Terkabulnya Do’a

      ___ ooOoo ___



      #Do’a ketika sakit…
      Letakkan tangan pada bagian tubuh yang sakit & bacalah Bismillah (3x), kemudian baca (7x):

       أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ 
      A’udzubillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir… (7x)

      “Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari kejahatan sesuatu yang aku jumpai dan yang aku takuti” [HR Muslim 4/1728]

      #Do’a mohon kelapangan, kemudahan dalam segala urusan & kelancaran dalam menyampaikan sesuatu…

      “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku;” (QS Thaahaa 25-28)

      #Do’a mohon pertolongan dan kebaikan dalam segala urusan serta dzikir totalitas dalam bergantung dan bertawakkal hanya kepada Allah azza wa jalla… (Bagian dari Dzikir Pagi dan Petang)

       Yaa Hayyu, Yaa Qayyuum, bi rohmatika astaghiits, ashlihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii illa nafsii thorfata ‘ain

      "Wahai Rabb yang Maha hidup, Wahai Rabb yang Maha Berdiri sendiri, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan serahkan kepadaku meski sekejap mata sekalipun" [HR Hakim]

      #Sayyidul Istighfar… (Bagian dari Dzikir Pagi dan Petang)

       Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbi, faghfirliy fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta. 

      “Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” [HR Bukhari 6306] …Cari tahu faedah atau manfa’at dari membaca Dzikir atau Do’a ini!


      Ciri Dosa... Gelisah & Takut ketahuan orang lain
      Syurga... Sebarkan Salam (silaturahim), Pemaaf (lapang), Memberi Makan Orang, Qiyamulail!
      Minimal... Puasa 3 (tiga) hari dalam sebulan (pertengahan bulan qomariah), Shalat Duha 2 raka'at, Shalat Witir sebelum tidur!


      Hikmah disyari’atkannya Jilbab bagi perempuan dan para isteri…

      Kotretan...

      Karena perempuan itu begitu indah dan begitu berharga…
      Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka" Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q33.59)
      Ada dua hikmah utama disyari’atkanya jilbab bagi perempuan dan para isteri seperti yang tertera dalam ayat di atas. Pertama, faktor keimanan. Dari sini kita lebih mudah mengenali perempuan mana yang beriman dan perempuan mana yang tidak (belum) beriman. Kedua, supaya mereka tidak diganggu. Kata diganggu disini bisa berarti “dipuja”, dicemooh, atau yang lebih dari itu. Dan sudah menjadi sunatullah bahwa kaum pria mempunyai “kecenderungan” terhadap lawan jenisnya walaupun tingkat kecenderungannya berbeda-beda.

      Syari’at Allah ta’ala telah melindungi kaum hawa atas “gangguan” kaum adam terhadapnya. Dan yang terpenting penggunaan jilbab adalah “tanda” akan keimanan dan kepatuhan seorang hamba (perempuan) terhadap Rabb-nya.

      Selain karena faktor keimanan, dalam uraian ini saya mencoba memahami letak keadilan Sang Pencipta dalam disyari’atkannya memakai “jilbab” bagi para perempuan dan isteri yang beriman. Adapaun bagi mereka yang tidak (belum) beriman, kita sudah tahu sendiri apa yang mereka perbuat terhadap apa-apa yang telah dianugerahkan, dilebihkan dan diistimewakan Allah ta’ala kepada mereka…

      Supaya mereka tidak “diganggu”…

      Dalam curat-coret kali ini, saya akan “memposisikan” diri sebagai seorang pria yang mempunyai sifat “tidak baik” atau bisa dikatakan seorang pria “hidxng belxng”.  Dan beginilah kira-kira “kalimat” yang ada di benak pria seperti saya…



      Gambar-gambar di atas hanyalah ilustrasi “dari ujung ke ujung”. Mohon ma’af, dan saya mendo’akan semoga siapa saja yang ada di dalam gambar di atas diberikan kemulian, kebaikan dan keberkahan hidup oleh Allah ta’ala… amiin!

      Dalam kasus ini syari’at memfasilitasi dan melindungi kaum hawa dari kemungkinan-kemungkinan yang “tidak diinginkan” atau “tidak dibenarkan”.
      Karena mereka itu begitu indah dan begitu berharga… dan hanya para mahramnya-lah yang berhak untuk tahu “segalanya”
      Inilah keadilan -jalan tengah dari kondisi “ujung ke ujung”- yang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Sehingga tidak ada yang cantik dan jelek di hadapan orang lain, serta tidak ada yang seksi dan tidak seksi di hadapan orang lain. Yang tahu hanyalah para mahram bagi makhluk-makhluk yang indah dan berharga ini… subhanallah.

      Dan kalaupun kita berada di situasi yang tidak ideal seperti yang disyari’atkan, Allah ta’ala telah memberikan jalan keluar bagi hamba-hambanya yang mau beriman, dan ini pun baik baginya yaitu… menahan pandangan! Dengan bahasa umumnya adalah menjaga mata, karena insyaAllah dengan “menjaga mata”, hati kita juga ikut terjaga, dan kalau hati kita terjaga maka kebaikan-kebaikan lainnya sudah pasti akan ada di sana.
      Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya... (Q24.30-31)
      http://firanda.com/index.php/artikel/7-adab-a-akhlaq/21-jagalah-pandanganmu
      http://firanda.com/index.php/artikel/7-adab-a-akhlaq/21-jagalah-pandanganmu?start=1
      http://firanda.com/index.php/artikel/7-adab-a-akhlaq/21-jagalah-pandanganmu?start=2
      http://firanda.com/index.php/artikel/7-adab-a-akhlaq/21-jagalah-pandanganmu?start=3


      Wallahu ‘alamu

      Satu pertanyaan:  Apakah Anda (saya) termasuk orang-orang yang beriman?
      Baca juga: Mengapa Allah ta’ala melarang ghibah | Karena kita tidak sendirian | Terus memberi nasihat!


      Sekulerisme...

      ...karena telah pudarnya dimensi Akhirat dalam kehidupan kita!


      Sudahkah Anda (saya) mendapatkan khabar tentang ALLAH?
      Dia-lah Zat Yang Maha Kuasa, Zat yang telah menciptakan kita, kehidupan dan alam semesta ini...
      Apakah Anda (saya) percaya kepada ALLAH?
      Seberapa yakinkah Anda (saya) kepada ALLAH?

      Sudahkah Anda (saya) mendapatkan khabar tentang ALAM AKHIRAT?
      Negeri keabadian setelah kematian kita dan di negeri inilah sebenarnya kehidupan...
      Sudahkah Anda (saya) mendapatkan khabar dan peringatan tentang SYURGA dan NERAKA di kehidupan AKHIRAT kelak?
      Dimana syurga adalah tempat atau balasan bagi manusia dan jin yang baik dan shalih...
      Dimana neraka adalah tempat atau balasan bagi manusia dan jin yang tidak baik dan tidak shalih...
      Seberapa yakinkah Anda (saya) tentang ALAM AKHIRAT?
      Yakinkah Anda (saya) bahwa KEHIDUPAN AKHIRAT adalah KEHIDUPAN YANG ABADI?

      Apakah Anda (saya) tahu di kehidupan apa sekarang Anda (saya) hidup?
      Apakah Anda (saya) tahu berapa lama Anda (saya) hidup di kehidupan sekarang ini?


      Silahkan klik di gambar atau di caption!

      A Simple Line, Two Simple Questions...

      Life is Choice...


      --- ooOoo ---

      Mencari tahu (kembali) tentang khabar dan peringatan di atas...
      Tidaklah cukup dengan apa yang (telah) di lihat dan di dengarnya saja... seadanya saja!
      Kita dituntut untuk terus mencari tahu dan mencari tahu... terus belajar dan belajar... terus menuntut ilmu dan menuntut ilmu... sampai akhir hayat kita!

      Taqdir?

      Apakah Anda (saya) tahu tentang taqdir (takdir) kita ke depan?
      Apakah Anda (saya) tahu taqdir kita 3 jam ke depan, besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, sepuluh tahun ke depan, 30 tahun ke depan dst?
      Kita hanya tahu taqdir kita kalau hal (taqdir) tersebut telah datang atau menghampiri ke kita...

      Kemarin Anda (saya) sakit flu, itulah salah satu taqdir kemarin kita...
      Bulan lalu Anda (saya) mendapatkan laba besar, itulah salah satu taqdir di bulan lalu kita...


      Kita hanya tahu taqdir yang telah lewat...
      Adapun taqdir kita ke depan..? Tak seorang pun yang tahu!
      (Setelah terus mencari tahu, terus belajar dan terus menuntut ilmu)
      Maka terus berbuat baik-lah... terus beramal shalih-lah... terus berbaik sangka kepada-Nya... terus berniat baik, bercita-cita yang baik, berharap dan ber-DO'A yang baik dan diridhai-Nya..!
      InsyaAllah..!

      Wallahu 'alamu

      Silahkan baca juga: (Zuhud) Dalil-dalil Kehidupan Dunia


      Ghibah

      (Mengapa Allah subhanahu wa ta'ala melarang ghibah?)

      Ghibah artinya membicarakan keburukan atau aib saudaramu ketika ia tidak ada di sisimu. Allah subhanahu wa ta’ala telah melarang ghibah dan menyerupakannya dengan suatu perumpamaan yang sangat buruk, “Dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah” (QS Al Hujurat 12)

      Mengghibah seseorang bisa berlaku pada beberapa hal yaitu: kekurangannya yang bersifat fisik, nasab atau asal-usulnyayang kurang terhormat, akhlaknya yang kurang baik, agamanya yang kurang sempurna, pakaiannya yang kurang bagus, anaknya, istrinya atau suaminya, pembantunya atau hal ihwal keduniaannya, dan lain-lain. Kesimpulannya, apa saja yang bisa difahami bahwa itu adalah celaan kepada seorang muslim, maka itu termasuk ghibah yang diharamkan, baik dengan ucapan, isyarat, menirukan gerak-gerik orang yang dighibahkan dan lain-lain.

      Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tahukah apa ghibah itu?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang tahu.” Beliau bersabda, “Ghibah adalah engkau menyebutkan tentang saudaramu apa yang ia tidak suka (untuk disebutkan)!”. Seseorang berkata, “Bagaimana jika pada saudaraku memang ada apa yang aku katakan itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Jika pada saudaramu memang ada apa yang dikatakan itu, maka sungguh engkau telah mengghibahnya, dan jika pada saudaramu itu tidak ada apa yang engkau katakan itu, maka sungguh engkau telah menuduhnya.” (HR Muslim dan Tirmidzi)

      Ketahuilah saudaraku,
      Ghibah adalah dosa besar yang banyak menyebar di tengah masyarakat dan sedikit sekali orang yang selamat darinya. Mendengarkan omongan ghibah juga berdosa kecuali jika ia segera mengingkari perbuatan ghibah tersebut dengan lisannya dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya. Jika ia dapat meninggalkan majelis tersebut atau memotong omongan ghibah dengan pembicaraan yang lain, maka hal itu wajib dilakukan.

      Ancaman bagi orang yang berbuat ghibah
      1. Aisyah r.a. berkata, “Aku pernah berkata kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, ‘Cukuplah bagimu dari Shofiah itu (salah seorang istri Beliau) begini dan begitu (kekurangannya)’.” Sebagian perawi hadits berkata yaitu pendek orangnya, maka Beliau bersabda, “Sungguh engkau telah mengucapkan satu kalimat yang seandainya dicampur dengan air lautan niscaya akan mencampurinya” (maksudnya membuat air laut tersebut berubah rasa atau warnanya karena buruk dan busuknya ucapan tersebut) (HR Abu Dawud dan Tirmidzi). Imam An-Nawawi r.a. berkata, “Ini adalah hadits yang paling keras dalam melarang ghibah sepengetahuan saya.”
      2. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ketika di-mi’rajkan, aku melewati satu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga, mereka mencakar-cakar wajah-wajah dan dada-dada mereka dengan kuku-kuku tersebut, lalu aku berkata, 'Siapakah mereka itu wahai Jibril?' Ia (Jibril) berkata, 'Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia (berbuat ghibah) dan mencemarkan kehormatan manusia'.” (HR Abu Dawud dan Ahmad)
      3. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar adalah mencemarkan kehormatan seorang muslim tanpa alasan yang hak.” (HR Abu Dawud)
      Pengarahan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tentang hubungan sesama muslim

      Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, ia tidak boleh mengkhianatinya, tidak boleh mendustainya dan membiarkannya tidak ditolong. Setiap muslim bagi muslim lainnya adalah haram kehormatannya, harta dan darahnya. Taqwa itu di sini! Cukuplah sebagai keburukan (dosa) bagi seorang jika ia meremehkan saudaranya yang muslim.” (HR At Tirmidzi)

      Dikutip dari Kartu Dakwah seri ke-17 terbitan HASMI (Radio Fajri FM) Bogor.



      SEBUAH HIKMAH (Catatan saya...)

      Kebaikan, keburukan, kelebihan, kekurangan atau bahkan ketidak sempurnaan seorang muslim adalah ujian bagi muslim yang lainnya. Mampukah kita mensyukurinya atau mampukah kita mengambil pelajaran darinya atau mampukah kita bersabar darinya? Dan inilah yang terpenting, mampukah kita menta'ati perintah Allah ta'ala untuk tidak mengghibahnya?

      Karena mudah sekali bagi Allah ta'ala, Sang Maha Pencipta untuk membuat semua manusia menjadi baik dan bahkan tanpa cela sekalipun. Yang Allah ta’ala kehendaki adalah supaya kita bertaqwa kepada-Nya. Dan karena esensi dari taqwa salah satunya adalah menta'ati perintah-Nya.

      Maka benar sekali bahwa larangan mengghibah erat sekali hubungannya dengan taqwa seperti yang digaris-bawahi pada ayat dan hadits di atas.

      Juga perhatikan kehendak Allah ta'ala dalam penciptaan manusia yaitu hendak "mengujinya" sebagimana dalam firman-Nya:

      Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. (Q76.2)

      Dengan kata lain, inilah kira-kira pesan Allah ta'ala kepada kita untuk tidak malakukan ghibah...
      "Janganlah mengghibah!" Karena bagi Allah ta'ala, Sang Maha Pencipta sangatlah mudah untuk menjadikan ciptaan-Nya (manusia) menjadi baik dan bahkan tanpa cela sekalipun. Tapi Allah ta'ala hendak menguji hamba-hamba-Nya, apakah kita mau bertaqwa kepada-Nya atau tidak..?

      Baca juga:
      Seorang Mukmin bukanlah Pencela dan Pelaknat
      Diam adalah Perak (bukan Emas)!
      Jin dan Manusia diciptakan Allah untuk beribadah kepada-Nya 


      [tuning]


      “Ruh-ruh manusia diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain akan bersatu. Dan mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah.”
      (HR Muslim 4773)


      Wallahu'alamu...
      ...astaghfirullah ..astaghfirullah ..astaghfirullah!

      “Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir".” (QS Al-Kahfi 29)
      Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, niscaya Kami akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS Al-’Ankabut 69)