‘AQIDAH

Dari ‘Ubadah Ibnus Shomit rodhiallohu ‘anhu berkata: telah bersabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam:
Barangsiapa bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang haq untuk disembah) kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwasanya Muhammad adalah hamba-Nya dan rasul (utusan)-Nya, dan bahwasanya ‘Isa adalah hamba-Nya dan rasul-Nya dan kalimat-Nya yang dihembuskan kepada Maryam dan ruh dari-Nya, dan surga adalah haq (benar adanya) dan neraka adalah haq maka Allah masukkan dia ke dalam surga atas apa yang dahulu dia perbuat”. [HR Bukhori (3435) dan Muslim (46-47) dan Ahmad (5/324)]

Berkata Syaikh Robi’ bin Hadi ‘Umair al-Madkholi hafizhohulloh:

Hadits ini mengandung 5 perkara yang barangsiapa beriman dengannya dan beramal dengan apa yang ditunjukkan atasnya baik dalam zhahir maupun batin-nya maka dia masuk surga:

Pertama: ucapannya: “Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang haq) kecuali Alloh semata yang tidak ada sekutu baginya” yakni beriman kepada Alloh dari kejujuran dan keyakinan, dalam keadaan mengakui akan keesaan bagi Alloh Ta’ala dan berlepas diri dari peribadatan selain-Nya, dan beramal dengan apa yang telah ditunjukkan atasnya persaksian bahwa tidak ada sesembahan (yang haq) kecuali Alloh dalam bentuk mengikuti segala perintah Alloh dan menjauh segala larangan-Nya baik secara ucapan maupun amalan.

Kedua: “Barangsiapa bersaksi bahwa Muhammad adalah rosul (utusan) Alloh“: yakni barangsiapa meyakini dengan keyakinan yang kokoh yang tidak akan menerima keraguan bahwa Muhammad adalah Rosululloh yang telah Alloh utus kepada kedua makhluk dari jin dan manusia dengan sebuah risalah yang menyeluruh lagi sempurna, dan bahwasanya beliau adalah penutup para Nabi, dan risalahnya adalah penutup semua risalah, dan beriman bahwasanya beliau adalah seorang hamba dari hamba-hamba Alloh yang telah Alloh muliakan dengan mengemban risalah-Nya kepada alam semesta kemudian membenarkannya terhadap apa-apa yang diberitakannya dan mentaatinya terhadap apa yang dia perintahkan serta menjauhi dari apa-apa yang telah dilarang darinya dan dicerca.

Ketiga: meyakini bahwa ‘Isa -‘alaihis salam- seorang hamba dari hamba-hamba Alloh dan seorang rosul dari rosul-rosul-Nya, dan bahwasanya beliau bukanlah anak jadah sebagaimana yang disangkakan kaum Yahudi dan bukan pula dia adalah Alloh dan bukan pula putra Alloh dan bukan merupakan trinitas sebagaimana yang disangkakan kaum Nashrani, bahkan dia adalah seorang hamba dari hamba-hamba Alloh yang telah Alloh utus dia kepada bani Israel yang mengajak mereka kepada peribadatan kepada Alloh semata.

Dan Alloh telah menciptakan ‘Isa dengan firman-Nya “kun (jadilah)” yang menunjukkan penciptaan dan bahwasanya dia adalah sebuah ruh dari ruh-ruh yang telah Alloh ciptakan dimana sesungguhnya permisalan ‘Isa di sisi Alloh seperti permisalan Adam yang telah Alloh ciptakan dia dari tanah kemudian Alloh katakan kepadanya: jadilah! Maka jadilah dia.

Keempat: “Bahwa surga adalah haq (benar adanya)” yaitu meyakini bahwa surga yang telah Alloh janjikan bagi orang-orang yang taat dari para hamba-Nya adalah benar ada dan nyata tidak ada keraguan padanya dan bahwasanya surga adalah tempat tinggal terakhir lagi kekal bagi orang-orang yang beriman dengannya dan mengikuti para rosul-Nya.

Kelima: “Bahwa neraka haq” yaitu meyakini bahwa neraka yang telah Alloh ancam dengannya orang-orang kafir dan orang-orang munafik adalah nyata dan benar tidak ada keraguan padanya yang telah Alloh persiapkan bagi siapa saja yang kafir (menolak beriman) kepada-Nya dan menentang-Nya serta bermaksiat kepada-Nya.

Semua perkara yang lima ini; barangsiapa membenarkan dan beriman dengannya serta beramal dengan konsekuensinya maka Alloh masukkan dia ke dalam surga, sekalipun dia tidak sempurna dan dia memiliki dosa-dosa dan yang demikian itu disebabkan tauhidnya dan keikhlasannya dalam beribadah kepada Alloh semata.

Dari:
http://salafy.or.id/blog/2015/01/16/keutamaan-aqidah-tauhid-1/


No comments:

Post a Comment

[tuning]


“Ruh-ruh manusia diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain akan bersatu. Dan mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah.”
(HR Muslim 4773)


Wallahu'alamu...
...astaghfirullah ..astaghfirullah ..astaghfirullah!

“Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir".” (QS Al-Kahfi 29)
Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, niscaya Kami akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS Al-’Ankabut 69)