Hikmah Dibalik Musibah

(…bagi mereka yang beriman)

1. Terhapusnya dosa & kesalahan.
Nabi saw bersabda, sebagaimana dituturkan Abu Hurairah ra.: Tidak ada penyakit, kesedihan & bahaya yang menimpa seorang Mukmin hinggga duri yang menusuknya melainkan Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya dengan semua itu. (HR Bukhari & Muslim)

Dalam hadis lain Nabi saw bersabda: Cobaan senantiasa akan menimpa seorang Mukmin & Mukminah—baik menimpa dirinya, anaknya maupun hartanya—hingga ia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa. (HR Tirmidzi)

2. Memperoleh pahala & keridhaan Allah.
Anas ra. meriwayatkan sebuah hadis secara marfû’, “Sesungguhnya besarnya pahala bergantung pada besarnya cobaan. Jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan mengujinya dengan cobaan. Siapa saja yang ridha atas cobaan tersebut maka dia mendapat keridhaan Allah…

3. Mendorong untuk ber-taqarrub & banyak beribadah kepada Allah SWT.
Betapa banyak Muslim yang setelah ditimpa musibah ataupun bencana terdorong untuk ber-taqarrub kepada Allah & berdoa/beribadah kepada-Nya, yang semua itu tak pernah ia lakukan sebelum tertimpa musibah. (QS 41: 51)

4. Merupakan indikasi bahwa Allah menghendaki kebaikan.
Rasulullah saw. bersabda: Siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya. (HR Bukhari)

Selain itu, orang-orang yang sabar dalam menghadapi musibah akan mendapatkan shalawat & rahmat dari Allah SWT (QS 33:155-157; diberi pahala tanpa batas; akan selalu bersama Allah (QS 2:153), & Allah mencintainya (QS 3:146).

Lebih dari sekadar keharusan untuk bersabar, dalam menghadapi musibah ini selayaknya setiap Muslim hendaknya:

1. Iman & ridha terhadap ketentuan (takdir) Allah.
Allah SWT berfirman: Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi & pada diri kalian sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah (Q57:22).

2. Memperbanyak berdoa & berzikir kepada Allah SWT.
Rasulullah saw. mengajarkan doa bagi orang yang tertimpa musibah: Ya Allah, berilah aku pahala karena musibah yang menimpaku ini, & berilah ganti bagiku yang lebih baik daripadanya. (HR Ahmad)

Selain berdoa, berzikir akan dapat menenteramkan hati. (Q13:28)

3. Tetap berikhtiar.
Mengimani takdir bukan berarti tidak berikhtiar. Saat terjadi wabah penyakit di Syam, Umar bin al-Khaththab segera berupaya keluar dari negeri tersebut. Ketika ditanya, ”Apakah kamu hendak lari dari takdir Allah?” Umar menjawab, ”Ya, aku lari dari takdir Allah untuk menuju takdir-Nya yang lain.

Rasulullah saw. pun memberikan petunjuk bahwa segala bahaya (madarat) wajib untuk dihilangkan. Misalnya logistik, tempat tinggal, masjid & sekolah yang hancur harus diupayakan kembali keberadaannya. Dalam hal ini, tanggung jawab Pemerintah sangatlah besar.

4. Bertobat.
Adakalanya musibah yang menimpa adalah akibat dari dosa yang diperbuat manusia (QS 42:30). Karena itu, sudah seharusnya seseorang yang terkena musibah segera bertobat kepada Allah SWT dengan taubat yang sebenar-benarnya. Nabi saw. bersabda: Setiap anak Adam adalah pendosa. Sebaik-baik pendosa adalah orang yang suka bertaubat (HR Tirmidzi, Ibn Majah, Ahmad & Darimi).

5. Tetap Istiqamah dalam Islam.
Dalam setiap musibah, selalu ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkannya untuk tujuan jahat. Misalnya kristenisasi. Caranya adalah dengan memberikan bantuan logistik, medis, uang, rumah & sebagainya. Semua itu tidaklah diberikan dengan tulus, melainkan ada maksud keji di baliknya. Ujung-ujungnya, orang-orang kafir itu ingin sekali memurtadkan orang Islam. Di sinilah seorang Muslim dituntut untuk bersikap istiqamah. (QS 11:112)

Mewaspadai Datangnya Musibah Lain
Nabi saw., sebagaimana penuturan Ibn Umar ra., pernah mewanti-wanti kita terkait dengan kemungkinan datangnya sejumlah musibah/bencana (lain) yang menghampiri kita. Beliau bersabda:

Ada lima perkara (yang harus kalian waspadai) aku berlindung kepada Allah, jangan sampai hal itu menimpa kalian:

1. Tidaklah kekejian (perzinaan) muncul pada suatu kaum & mereka melakukannya secara terang-terangan, kecuali akan muncul berbagai wabah & berbagai penyakit yang belum pernah terjadi pada orang-orang sebelum mereka. (Penyakit AIDS???)
2. Tidaklah suatu kaum berbuat curang dalam hal timbangan & takaran (jual-beli), melainkan mereka akan diazab dengan paceklik, kesusahan hidup & kezaliman penguasa.
3. Tidaklah suatu kaum enggan membayar zakat, melainkan mereka akan dicegah dari turunnya hujan dari langit; jika bukan karena binatang ternak, niscaya hujan itu tidak akan diturunkan.

4. Tidaklah para pemimpin mereka melanggar penjanjian Allah & Rasul-Nya, kecuali Alah akan menjadikan musuh menguasai mereka, lalu merampas sebagian yang ada dari apa yang ada di tangan mereka.

5. Tidaklah mereka meninggalkan Kitabullah & Sunnah Nabi-Nya, melainkan Allah menjadikan perselisihan di antara mereka.
(HR Ibnu Majah)

BULETIN AL-ISLAM, Edisi 475/Tahun XVI


Nasihat Menghadapi MUSIBAH

Oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullâh bin Bâz

Sesung­guh­nya Allâh subhânahu wa ta'âla Mahabijak­sana dan Mahatahu dalam semua yang Dia tetapkan dan takdirkan, seba­gaimana Dia Mahabijak­sana dan Mahatahu dalam semua yang Dia syariatkan dan perin­tahkan. Allâh men­cip­takan tanda-tanda apa saja yang Dia kehen­daki, dan menakdirkan­nya dalam rangka membuat takut ham­ba-hamba-Nya, meng­ingatkan mereka akan hak-Nya yang wajib mereka penuhi, dan memperingatkan mereka agar tidak ber­buat syirik, melang­gar per­in­tah-Nya dan melakukan yang dilarang. Ini seba­gaimana firman-firman-Nya berikut ini.
{ وَمَا نُرْسِلُ بِالآيَاتِ إِلاَّ تَخْوِيفًا }

Dan tidaklah Kami mem­beri tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.” [Q.S. al-Isrâ':59]

{ سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ }

Kami akan mem­per­lihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sen­diri sehingga jelas­lah bagi mereka bahwa al-Qur’an itu benar. Dan apakah Rabb-mu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesung­guh­nya Dia menyak­sikan segala sesuatu.” [Q.S. Fushshilat:53]

{ قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ }

Katakanlah, (wahai Muham­mad,) 'Dia (Allâh) Maha Ber­kuasa untuk meng­irimkan azab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian, atau Dia men­cam­purkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling ber­ten­tangan), dan membuat sebagian kalian merasakan keganasan sebagian yang lain.” [Q.S. al-An’âm:65]
Imam al-Bukhâri meriwayatkan di dalam kitab Shahîh-nya dari Jâbir bin Abdullâh radhiyallâhu ‘anhu dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Jabir berkata, “Tatkala turun firman Allâh 'azza wa jalla: 'Qul huwa al-qâdiru ‘alâ an yab‘atsa ‘alaikum ‘adzâban min fawqikum', Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam berdoa, 'Aku berlindung dengan wajah-Mu.' Lalu ketika membaca 'Aw min tahti arjulikum', beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam berdoa, 'Aku ber­lin­dung dengan wajah-Mu.' ” [1]

Diriwayatkan oleh Abu al-Syaikh al-Ashbahâni dari Mujâhid tentang tafsir ayat: “qul huwa al-qâdiru ‘alâ an yab‘atsa ‘alaikum ‘adzâban min fawqikum”. Mujâhid berkata, “Yaitu, halilintar, hujan batu dan angin topan.” Sedangkan tentang ayat: “aw min tahti arjulikum”, Mujâhid berkata, “Gempa dan tanah longsor.”

Jelas­lah bahwa gempa-gempa yang ter­jadi pada masa-masa ini di beberapa tem­pat ter­masuk dalam kategori ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan yang digunakan Allâh untuk menakut-nakuti para ham­ba-Nya. Semua yang ter­jadi di alam ini, baik ber­upa gempa dan musibah lainnya, yang menim­bulkan bahaya bagi para hamba serta menim­bulkan ber­ba­gai macam pen­deritaan adalah disebabkan oleh per­buatan syirik dan mak­siat. Ini seba­gaimana firman Allâh subhânahu wa ta’âla:
{ وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ }

Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh per­buatan tangan kalian sen­diri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” [Q.S. asy-Syûra:30]

Allâh subhânahu wa ta’âla juga berfirman,

{ مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ }

Nik­mat apapun yang kamu terima, maka itu dari Allâh, dan ben­cana apapun yang menim­pamu, maka itu karena (kesalahan) dirimu sen­diri.” [Q.S. an-Nisâ:79]
Ten­tang umat-umat ter­dahulu, Allâh subhânahu wa ta’âla berfirman,
{ فَكُلاًّ أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ }

Maka masing-masing (mereka itu), Kami siksa disebabkan dosanya. Maka di antara mereka ada yang Kami tim­pakan kepadanya hujan batu kerikil, dan di an­tara mereka ada yang ditimpa suara keras yang meng­gun­tur (halilin­tar), dan di an­tara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang kami teng­gelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hen­dak meng­aniaya mereka, akan tetapi merekalah yang meng­aniaya diri mereka sen­diri.” [Q.S. al-Ankabût:40]
Maka wajib bagi seluruh mukallaf dari kaum mus­limin dan selain­ mereka untuk ber­taubat kepada Allâh 'azza wa jalla, beristiqamah di atas agamanya, serta mewas­padai semua yang Dia larang, baik ber­upa per­buatan syirik maupun mak­siat. Sehingga dengan begitu mereka selamat dari seluruh bahaya di dunia dan akhirat, serta Allâh menghindarkan mereka dari semua azab, dan meng­anugerahkan kepada mereka segala jenis kebaikan.

Seba­gaimana Allâh subhânahu wa ta’âla berfirman,
{ وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ }

Sekiranya pen­duduk negeri-negeri ber­iman dan ber­takwa, pas­tilah Kami akan melim­pahkan kepada mereka ber­kah dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka men­dus­takan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan per­buatan­ mereka.” [Q.S. al-A’râf:96]
Allâh subhânahu wa ta’âla ber­firman ten­tang Ahli Kitab,
{ وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ }

Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh men­jalankan (hukum) Taurat, Injil dan (al-Qur’ân) yang diturunkan kepada mereka dari Rabb-nya, niscaya mereka akan men­dapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka.” [Q.S. al-Mâidah:66]
Allâh subhânahu wa ta’âla berfirman,
{ أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ }

Maka apakah pen­duduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan sik­saan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah pen­duduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan sik­saan Kami kepada mereka di waktu matahari sepeng­galan naik ketika mereka sedang ber­main? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” [Q.S al-A’râf:97–99]
Al-Allâmah Ibnul Qayyim rahimahullâh berkata, “Pada sebagian waktu, Allâh subhânahu wa ta’âla mem­berikan izin kepada bumi untuk ber­nafas, lalu ter­jadilah gempa yang dahsyat. Dari per­is­tiwa itu, tim­bul rasa takut pada diri hamba-hamba Allah, lalu bertaubat dan ber­henti dari per­buatan mak­siat, tun­duk kepada Allâh dan menyesal. Seba­gaimana per­kataan ulama Salaf setelah gempa terjadi, ‘Sesung­guh­nya Rabb kalian sedang men­egur kalian.’

Umar bin al-Khaththâb radhiyallâhu ‘anhu, setelah terjadi gempa di Madinah, menyam­paikan khutbah dan nasihat. Beliau berkata, ‘Jika ter­jadi gempa lagi, saya tidak akan meng­izinkan kalian ting­gal di Madinah.”’ Sampai di sini per­kataan Ibnul Qayyim rahimahullâh.

Atsar-atsar dari Salaf ten­tang hal ini sangat banyak. Jadi, saat ter­jadi gempa atau tanda-tanda kekuasaan Allâh lainnya, begitu pula ger­hana, angin ribut, atau ban­jir, wajib segera ber­taubat kepada Allâh 'azza wa jalla, meren­dahkan diri kepada-Nya, memohon afiyah kepada-Nya, dan mem­per­banyak dzikir dan istighfar. Ini seba­gaimana sabda Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam ketika ter­jadi gerhana:
(( فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِ اللهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ ))

Jika kalian melihat hal itu, maka segeralah ber­dzikir kepada Allâh, berdoa dan ber­is­tighfar kepada-Nya.[2]
Disun­nahkan pula menyayangi fakir mis­kin dan ber­sedekah kepada mereka. Ini ber­dasarkan sabda-sabda Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam berikut:
(( ارْحَمُوا تُرْحَمُوا ))

Kasihanilah, niscaya kalian akan dikasihani.” [3]

(( الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَنُ، ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمُكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ ))

Orang yang menebar kasih sayang akan disayang oleh Zat Yang Maha Penyayang. Kasihanilah yang di muka bumi, kalian pasti akan dikasihani oleh (Allah) yang di atas langit.[4]>

(( مَنْ لاَ يَرْحَمْ لاَ يُرْحَمْ ))

Orang yang tidak memiliki kasih sayang, pasti tidak akan disayang.[5]
Diriwayatkan dari Umar bin Abdul Aziz rahimahullâh bahwa dia menulis surat kepada para gubernurnya saat ter­jadi gempa agar bersedekah.

Di an­tara faktor-fak­tor penyebab ter­hindar dari segala keburukan adalah pemerin­tah segera memegang ken­dali rakyat dan meng­haruskan mereka agar berkomitmen menjalankan al-haq, menerapkan hukum Allâh 'azza wa jalla di tengah-tengah mereka, dan memerin­tah mereka untuk berbuat yang makruf serta melarang berbuat yang mung­kar. Hal ini seba­gaimana firman Allâh 'azza wa jalla:
{ وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ }

Dan orang-orang yang ber­iman, lelaki dan per­em­puan, sebagian mereka (adalah) men­jadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (meng­er­jakan) yang makruf, men­cegah dari yang mun­gkar, men­dirikan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul­-Nya. Mereka itu akan diberi rah­mat oleh Allah. Sesung­guh­nya Allah Mahaper­kasa lagi Mahabijakasana.” [Q.S. at-Taubah:71]

{ وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ (40) الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الأُمُورِ }

Sesung­guh­nya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesung­guh­nya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaper­kasa, (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka men­dirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh ber­buat yang makruf dan men­cegah dari per­buatan yang mung­kar; dan kepada Allah-lah kem­bali segala urusan.” [Q.S. al-Hajj:40–41]

{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ }

Barang­siapa yang ber­takwa kepada Allah, niscaya Dia akan meng­adakan baginya jalan keluar. Dan mem­berinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang­siapa yang ber­tawak­kal kepada Allah, niscaya Allah akan men­cukupkan (keperluan)nya.” [Q.S. ath-Thalâq:2–3]
Ayat-ayat ten­tang hal ini sangat banyak.

Rasululâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
(( مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ ))

Barang­siapa menolong saudaranya, maka Allah akan menolong­nya.” [Mut­tafaq ‘Alaih] [6]
Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
(( مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ))

Barang­siapa yang menghilangkan dari seorang muk­min satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan menghilangkan dari dirinya satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan akhirat. Barang­siapa mem­berikan kemudahan kepada orang yang kesulitan, maka Allah akan memudahkan dia di dunia dan akhirat. Barang­siapa yang menutup aib seorang mus­lim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan selalu menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” [Diriwayatkan oleh Imam Mus­lim dalam Shahih-nya] [7]
Hadits-hadits yang semakna dengan ini banyak sekali.

Hanya kepada Allah, kita memohon agar mem­per­baiki kon­disi seluruh kaum musimin, membuat mereka paham agama dan meng­anugerahi mereka kekuatan untuk beristiqamah, dan keinginan untuk segera ber­taubat kepada Allah 'azza wa jalla dari semua per­buatan dosa. Semoga Allah memper­baiki kon­disi seluruh penguasa kaum mus­limin. Semoga Allah menolong al-haq dan meng­hinakan kebatilan melalui mereka, dan mem­bim­bing mereka untuk menerapkan syariat Allah pada para hamba-Nya. Dan semoga Allah melin­dungi mereka dan seluruh kaum mus­limin dari fit­nah dan jebakan setan yang menyesatkan. Sesung­guh­nya Allah Maha Ber­kuasa untuk hal itu.


Sumber: Majmu' Fatâwa wa Maqâlât Mutanawwi’ah IX/148–152.

_________


Foot Note:
[1] Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhâri dalam Kitab Tafsir al-Qur’ân nomor 4262, dan Imam at-Tir­midzi nomor 2991.
[2] Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhâri di dalam al-Jumu’ah nomor 999, dan Imam Mus­lim dalam al-Kusûf nomor 1518.
[3] Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnad al-Muktstsirîn nomor 6255.
[4] Diriwayatkan oleh Imam at-Tir­midzi di dalam al-Birr wa ash-Shilah nomor 1847.
[5] Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhâri di dalam al-Adab nomor 5538, dan Imam at-Tir­midzi di dalam al-Birr wa ash-Shilah nomor 1834.
[6] Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhâri dalam al-Mazhâlim wa al-Ghasab nomor 2262, dan Mus­lim dalam al-Birr wa ash-Shilah wa al-Adab nomor 4677.
[7] Diriwayatkan oleh Imam Mus­lim nomor 4867, dan Imam at-Tir­midzi dalam al-Birr wa ash-Shilah nomor 1853.


Tsunami Aceh... Bukan Sekedar Mukjizat

(Allah swt Maha Berkehendak...)
Ada pesan Allah swt dibalik musibah Tsunami Aceh 26 Desember 2004 lalu?!


Foto-foto: Dari berbagai sumber (thank's).
Download semua gambar...












Baca-baca:

Wallahu'alam... it's up to you!


Kota Meulaboh sebelum dan sesudah serangan terorist eh.. Tsunami...




Foto Satelit pada detik-detik terjadinya gelombang Tsunami di Aceh...
Satelit yang ada di atas Aceh pada saat itu adalah suatu kebetulan?




Simbol triple-six 666, One-Eye & Laut Terbelah ada di Museum Tsunami Aceh.
*Makna dari simbol 666, One-Eye (Mata Satu) & Belitan Ular, ...silahkan cari sendiri!






Simbol Yahudi ada di Hotel Hermes Palace Banda Aceh...



Kalibrasi Arah Kiblat dengan Google Earth

Dengan menarik garis (Google Earth: Tools|Ruler) dari posisi Kabah ke arah masjid yang kita kehendaki.
  • Gambar 4. Masjid At-Taqwa yang berada di kawasan GMFAA, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang tersebut arah kiblatnya melenceng dan alhamdulillah telah dikoreksi oleh Pengurus Masjid setempat walaupun bukan dengan menggunakan Google Earth.
  • Gambar 5. Arah kiblat Masjid Umamah di daerah Medang Lestari, Tangerang bisa dianggap telah sesuai.
  • Gambar 6. Arah kiblat Masjid Al Azhom Tangerang telah 'sesuai'.

Klik di gambar untuk memperbesar!

Gambar 1.

Gambar 2.

Gambar 3.

Gambar 4.

Gambar 5

Gambar 6.


Hikmah di balik pengkoreksian arah kiblat:
  1. Bahwa ilmu dan kebenaran harus terus dicari, digali dan diperjuangkan. Baca hadits tentang kewajiban menuntut ilmu bagi seorang muslim!
  2. Kebenaran tidaklah cukup dengan apa yang telah kita dapatkan atau peroleh sekarang, karena saya yakin bahwa di dalam Al Quran dan Al Hadits shahih terdapat begitu banyak hikmah yang terkandung di dalamnya. Sudah berapa banyak ayat Quran dan Hadits shahih yang telah saya (Anda) hafal dan pelajari? dst...
  3. Teruslah menggali KEMURNIAN AL ISLAM!!!

Baca juga:
MUI Tak Sarankan Ubah Arah Masjid

Coba ini:
Cek Arah Kiblat Masjid di Sekitar Anda!


Tuyul, Alien dst... Mereka itu Ada?



Hasil searching 'tuyul, jin (jinn), alien' di YouTube:


Gollum, Hantu Tuyul Ciapus Bogor


 Paranormal Creature


Alien Captured on CCTV Traffic

Baca Juga: Mengenal Jin


Interferensi Bukan Manusia kepada Manusia...




Dari YouTube... (Must See!)


Mengenal Jin (Makhluk Cerdas Selain Manusia)

Informasi tentang Jin (Jinn) dalam Quran & Hadits

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk…
Bismillahirahmaanirahiim.

Banyak makhluk hidup yang telah Allah ta'ala ciptakan dan Dia sebarkan di langit dan bumi ini.
"Di antara tanda-tanda (kekuasaan)-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata. Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya." (Q42: 29)

"Sesungguhnya Allah, malaikat-Nya, serta penduduk langit dan bumi, hingga semut yang ada di dalam lubangnya, dan ikan-ikan di lautan, (semuanya) bersalawat atas orang yang mengajarkan kebaikan pada manusia” (HR Tirmidzi)
Dari sekian banyak makhluk hidup yang telah Allah azza wa jalla ciptakan, ada 3 jenis makhluk "spesial" yang sering disebutkan dalam Al Quran dan Al Hadits yaitu Malaikat, Jin dan Manusia. Dan dari 3 makhluk "spesial" tersebut hanya Jin dan Manusia yang mempunyai (diberikan) Ruh.
Barisan Ruh dan Malaikat pada hari Kiamat kelak...
"Pada hari, ketika ruh-ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar. Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya. Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah"." (Q78: 38-40)

Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam biasa berdoa dalam rukuk dan sujudnya, “subbuuhun qudduusun Rabbul Malaaikati war-Ruuh (Mahasuci, Maha Qudus, Rabbnya para Malaikat dan Ruh).” (HR Muslim)

JIN...

Jin berasal dari kata janna yang artinya menutup. Dari sinilah kata jin berasal, karena tertutup & tersembunyinya mereka dari pandangan mata manusia. Bayi yang masih dalam kandungan ibunya disebut janin karena tertutup dari pandangan manusia.

1. Jin diciptakan Allah swt dari api & lebih dulu dibanding manusia yang diciptakan dari tanah…
  • Q55:15. dan Dia menciptakan jin dari nyala api.
  • Q15:27. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.
2. Iblis (nenek moyang syetan) adalah dari jenis jin…
  • Q18:50. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam (makhluk pertama dari jenis manusia), maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari jenis jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia & turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.
3. Jin sama seperti manusia, diciptakan untuk mengabdi kepada Allah swt. Mereka berbeda-beda, ada yang shaleh (Islam) & ada ingkar (kafir)…
  • Q51:56. Dan Aku tidak menciptakan jin & manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
  • QS Al Jin:11. Dan sesungguhnya di antara kami ada yang saleh & di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.
  • QS Al Jin:14. Dan sesungguhnya di antara kami ada yang taat & ada (pula) yang menyimpang dari kebenaran...
4. Jin bisa melihat manusia, tapi manusia tidak bisa melihat mereka…
  • Q7:27. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia & pengikut-pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.
Manusia Plus! ...lihat matanya!
5. Manusia BISA berinteraksi & bekerja sama dengan jin, tapi hanya akan menambah dosa & kesalahan bagi manusia…
  • Q72:6 Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa & kesalahan.
6. Kecepatan dalam dunia jin (beda frequency)…
>>>Speed of Magic/Sulap/Sihir, Speed of UFO, Speed of Jinn<<<
  • Q27:39 (Kisah pada masa Nabi Sulaiman, Jin Ifrit bisa memindahkan singgasana dalam waktu sekejap). Berkata 'Ifrit (yang cerdik) dari jenis jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya." ...crop circle?
7. Tantangan Allah swt kepada golongan jin & manusia...
  • Q55:33. Hai jama'ah jin & manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit & bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.
8. Allah swt Maha Berkehendak… Dia menciptakan karakter syetan dari jenis jin & manusia sebagai pengikut-pengikut Iblis laknatullah…
  • Q6.112. Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia & (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka & apa yang mereka ada-adakan.
9. Kejahatan syetan dari jenis jin terhadap manusia… Membuat was-was, MEMBISIKAN hal-hal yang jahat & menjerumuskan manusia ke dalam dosa & kesalahan serta menyesatkan manusia dari jalan Allah swt dengan berkedok macam-macam "kesenangan"...
  • Q114:5-6. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (jenis) jin & manusia.
  • Q6:128. Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): "Hai jenis jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia", lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari jenis manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat KESENANGAN dari sebahagian (yang lain) & kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami." Allah berfirman: "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)." Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
10. (Dengan izin Allah swt) Banyak manusia yang telah terjerumus, tertipu & disesatkan oleh syetan. Mereka terjatuh dalam dosa syirik dengan menjadikan syetan dari jenis jin sebagai sesembahan & tuhan. Mereka meminta bantuan, petunjuk & melaksanakan ibadah-ibadah persembahan kepada jin yang “mereka anggap tuhan”, dewa, roh nenek moyang, spirit, karuhun, mbah Anu, penguasa laut tertentu (Roro Kidul), penunggu tempat anu, dll…
  • Q34:41. ... Malaikat-malaikat itu menjawab: "Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu."
  • Q30:42. Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)."
  • Q6:100. Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, & mereka 'membohongi' (dengan mengatakan): "Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki & perempuan", tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan*. Maha Suci Allah & Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan.
*Mereka mengatakan bahwa Allah mempunyai anak seperti orang Yahudi mengatakan Uzair putera Allah dan orang musyrikin mengatakan malaikat putra-putra Allah. Mereka mengatakan demikian karena kebodohannya.
 
Dst...



Selain informasi dari Quran, banyak hadits yang meriwayatkan perihal Jin, diantaranya:

1. "Sesungguhnya setan (jenis jin) itu (bisa) mengalir dalam diri manusia pada aliran darahnya, …" (HR Bukhari dari 'Ali bin Husain)

Dunia jin bukanlah dunia materi seperti halnya manusia, jika manusia mendapat pengaruh jin dalam tubuhnya maka manusia tersebut akan mempunyai sifat non materi. Manusia "plus" ini akan terbebas dari pengaruh benda yang bersifat materi. Mereka akan kebal bacokan golok yang terbuat dari besi; mereka akan mudah menembus benda-benda materi seperti tembok, kaca, atau udara (terbang); atau mereka akan mudah ditembus oleh benda-benda yang bersifat materi; mereka bisa dengan mudah mematahkan atau membengkokkan benda-benda dari logam; mereka bisa dengan mudah memakan kaca, silet atau beling; mereka bisa dengan mudah mengangkat atau menarik benda-benda materi yang sangat berat menurut ukuran manusia; dst dst...

Maka tidak aneh pula bila ada manusia yang tindak-tanduknya di luar kebiasaan manusia yang normal (paranormal). Jin telah mengambil alih sebagian dari fungsi normal kemanusiaan mereka sehingga manusia “plus” ini bisa mengobati /menerawang dari jarak jauh, bisa mengontrol atau menguasai fikiran orang lain (hipnotis), bisa menyetir dengan mata tertutup, bisa melihat makhluk ghaib (Jin /UFO /Alien), bisa meramal, bisa sihir, punya indra ke-6 dst... dst. Tapi seperti dikatakan Allah swt di atas, bahwa manusia yang berinteraksi & bekerja-sama dengan jin (syetan jenis jin) hanya akan menambah dosa & kesalahan bagi manusia tersebut.

2. "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki & setan perempuan." (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, & Ibnu Majah).

Rasulullah saw mengajarkan kita untuk berlindung kepada Allah swt dari godaan jin laki-laki & jin perempuan tatkala kita hendak memasuki kamar mandi /toilet /WC.

3. “Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain & mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, & Abu Dawud)

4. “Apabila seorang masuk ke rumahnya & mengingat Allah (berdzikir) ketika masuknya & ketika makan, maka setan berkata: “Tidak ada tempat istirahat & makan malam untuk kalian.” Dan apabila ia masuk & tidak mengingat Allah ketika masuk, maka setan berkata: “Kalian telah mendapatkan tempat istirahat.” Dan apabila ia tidak mengingat Allah (tidak membaca bismillah) ketika makan, maka ia berkata:”Kalian mendapatkan tempat istirahat & makan malam.” (HR Muslim)

Syaikhuna Muqbil bin Hadi ra mengatakan: “Jin memiliki roh & jasad, mereka dapat berubah-ubah bentuk & bisa menyerupai sosok manusia maupun binatang, serta mereka bisa masuk dari tempat manapun”.

Rasulullah saw memerintahkan kita agar menutup pintu-pintu sembari beliau mengatakan: ‘Sesungguhnya setan tidak dapat membuka yang tertutup’. Juga Beliau memerintahkan agar kita menutup bejana-bejana & menyebut nama Allah swt atasnya.

5. “Sesungguhnya rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar (patung-patung) tidak akan dimasuki oleh para malaikat” (HR Bukhari)

Rasulullah saw melarang kita untuk menempatkan patung di dalam rumah. Dalam riwayat lain Rasulullah saw menunjukan sikap tidak senangnya terhadap gambar atau lukisan makhluk bernyawa yang ada di dalam sebuah rumah. Hikmah terbesar yang bisa kita ambil dari hadits ini adalah agar kita terhindar & tidak terjerumus ke dalam kesyirikan.

Dst…


Fakta di sekitar kita: Interaksi (syaitan dari jenis) Jin dengan Manusia

1. Tidak Disadari

a. Eureup-eureup
Kondisi: Fisik & psikis lemah serta fikiran kosong (antara sadar & tidak, biasanya terjadi pada saat sebelum tidur). Eureup-eureup akan lebih sering terjadi jika seseorang tersebut berada pada tempat yang memang banyak terdapat jin-nya.

Indikasi: Beberapa saat badan terasa ada yang menindih & kadang merasa tercekik. Anggota badan (tangan, mulut, kaki dll.) tidak bisa digerakkan walaupun berusaha untuk digerakan. Tapi hati & kesadaran masih bisa dikontrol. Kadang dalam kondisi tersebut orang yang sedang mengalami eureup-eureup bisa mendengarkan suara-suara aneh atau melihat sosok-sosok aneh (jin).

Kesurupan Hebat ...lihat matanya!
b. Kesurupan
Kondisi hampir sama dengan eureup-eureup tapi kesurupan jauh lebih ekstrim dimana kesadaran seseorang diambil alih oleh jin yang merasuki dirinya & kadang perlu bantuan orang lain untuk menanganinya. Ruqyah adalah cara yang syari’ dalam penanganan & pengobatan seseorang yang terkena gangguan jin ataupun sihir.

c. Terkena Hipnotis atau Sihir
Penomena ini hampir sama dengan kesurupan, namun dalam kasus hipnotis unsur kesengajaan dari mereka yang melakukan kerjasama antara jin dan manusia lebih dominan sehingga orang yang terkena hipnotis cenderung lebih bisa “dikontrol”.

d. Seorang Ibu Rumah Tangga Mengaku 17 kali Bertemu Alien (UFO)
e. Bus dan Truk Beton Masuk Mesin Waktu di Blora, Pindah "Sekejap" ke Hutan 
f. Crop Circle, Antara Kecepatan dan Kecerdasan
g. Alien Attack!? 
h. Video-video Pilihan

Dst… dst...


2. Disadari (mereka tidak sadar telah jatuh ke dalam kesyirikan)

Ada sebagian manusia yang dengan sengaja melakukan ritual-ritual tertentu dengan tujuan peribadatan do’a & syukur kepada “tuhan”, meminta bantuan dan bekerja sama dengan “yang ghaib”, berkomunikasi dengan “kekuatan alam” dst yang kelihatannya benar & syah-syah saja tapi sebenarnya mereka salah & bahkan sudah terjerumus kedalam dosa yang besar (syirik), & itulah yang syetan inginkan…

a. Ritual Persembahan, bisa berupa penyembelihan hewan (yang tidak disebutkan nama Allah di dalamnya), pembakaran kemenyan, persembahan jenis makanan & minuman di tempat tertentu, penanaman kepala kerbau, dst. Dan bahkan ada sebagian pemuja syetan melakukan ritual persembahan jiwa manusia sebagai syarat agar keinginan pemuja tersebut terkabul.

b. (Yoga?) Ritual Pengisian Tenaga Dalam & Pembangkitan Indra ke-6.
Biasanya syetan jenis jin ini menyelewengkan ritual ini dengan istilah Olah (raga) Pernapasan yang di dalamnya ada moment pengosongan fikiran & gerakan-gerakan tertentu sebagai jalan jin masuk ke dalam diri manusia dengan sempurna tanpa ada penolakan dari tubuh orang tersebut.

Kadang, bila seseorang yang hasrat untuk menguasai “ilmu”nya cukup tinggi, maka akan gampang sekali proses ritual pemasukan jin kedalam tubuh orang tersebut. Hanya dengan meminumkan air yang telah dimantra-mantrai (password) oleh sang perantara (guru/dukun/master dll) kepada orang tersebut. 

c. Belajar ilmu Hipnotis.

d. Bersemedi.
Pengosongan fikiran & pemusatan fikiran pada sesuatu dan kadang dibarengi dengan pembacaan mantra-mantra atau wirid-wirid tertentu. Mereka melakukannya di tempat-tempat tertentu dengan syarat-syarat tertentu pula. Alhasil setelah “lulus” dari ritual-ritual tersebut, mereka mempunyai “ilmu” yang mereka inginkan, baik berupa ilmu putih maupun ilmu hitam (kata mereka). Santet, pelet, susuk, ilmu terawang buana, ilmu ajian gebrak bumi, ilmu meureum ireng, ilmu kehed merehed, ilmu ajian nini anteh, ilmu pengobatan jarak jauh dst…

e. Menikah (kawin) dengan Jin?
Dst…


Jadi makhluk cerdas selain manusia itu ada di sekitar kita, mereka ada. Anggapan bahwa makhluk cerdas selain manusia datang dari galaxi lain itu hanyalah sangkaan yang tidak berdasar. Yang jelas banyak informasi yang telah disampaikan oleh Zat yang telah menciptakan kita dan alam semesta ini dalam Al Quranul Kariim. Yang jadi pertanyaan adalah:
Maukah kita mengimani dan mempercayai apa-apa yang telah Allah swt sampaikan kepada jin & manusia melalui Rasul-rasul-Nya?

Q6:130. Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: "Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir. 

Akhirnya… saudara-saudaraku, bertaqwalah kepada Allah swt dengan selalu berpedoman kepada apa-apa yang telah Allah swt sampaikan dalam Al Quranul kariim dan lewat As Sunnah, hati-hatilah dalam melangkah, jangan sampai kita terjerumus ke dalam perbutan dosa & kesalahan…
Q35:5. Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu & sekali-kali JANGANLAH SYETAN YANG PANDAI MENIPU, memperdayakan kamu tentang Allah.

Q43.36-37. Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.

Wallahu ‘alam.
kangarul _http://temp-zzz.blogspot.com/2009/10/mengenal-jin.html

...Jinn • Djinn • Jinns • UFO • Alien • Spirit • Demon • Ghost • Grey • Poltergeist • Ascended Master • Fairy • Incubi • Men in Black • Reptilian • Nephilim • Doppelganger • Space Brother • Monster • Avatar • Dewa • Roh Leluhur • Roro Kidul • Genderuwo • Tuyul...
...Sihir • Kesurupan • Healing Ministry • Hipnotis • Transfer Energi • Terawang • Sihir • Reiki • Yoga • Aura • Kesurupan Masal • Magic • Tenaga Dalam • Sihir • Indra ke-6 • Indigo • Deteksi Jarak Jauh • Illusionis • Alternatif Non Medis • Kekuatan Semesta • Debus • Sihir • Suprantural...

Sebuah inspirasi atau interferensi?

Baca Juga:
Unsur dalam Penciptaan - Iblis - The Jinn - Dua Dunia - Perdukunan



Dari YuTub...
About Jinns and Demons... (English)


alt: http://www.youtube.com/watch?v=nKuSnFcufkE

Manusia+Jin... (Interferensi atau Kerjasama???)


alt: https://www.youtube.com/watch?v=8vliANjnpbMasdfhdjas


Forty

Alhamdulillah... astaghfirullah...
InsyaAllah besok 5 Syawal 1430H (5 Syawal 1390H)

Q46: 15.
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."

Dari ayat di atas, ada beberapa hal yang harus (selalu) saya perhatikan & perbuat:
1. Berbuat baik kepada kedua orang tua.
dan
2. Bersyukur.
3. Beramal shaleh.
4. Memohon kebaikan kepada diri dan keluargaku (anak cucuku).
5. Bertaubat & berserah diri kepada Allah swt.


4 hal yang kucari dan 4 hal yang kudapati...

Aku telah berusaha menjadi orang kaya dengan banyak mengumpulkan harta yang ada di luar sana,
tapi ternyata kekayaan itu aku dapati ada di dalam hati yang mencukupkan dengan apa yang ada.


Aku telah berusaha mencari suasana senang dan santai dengan memiliki banyak fasilitas,
tapi ternyata perasaan santai itu justru aku dapati setelah aku tidak memiliki apa-apa.


Aku telah berusaha mencari kenikmatan dengan memakan makanan yang enak-enak,
tapi kemudian ternyata kenikmatan itu aku dapati pada badan yang sehat.


Aku telah mengejar rezeki di muka bumi,
tapi ternyata rezeki itu kudapati ada di langit.


Akidah: Dimana Allah swt Berada

Menjelaskan tentang ketinggian Allah SWT. Bahwa Dia berada diatas langit yang ketujuh & bersamayam diatas 'Arsy akan tetapi Dia menyertai mereka dimana saja mereka berada dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, juga menjelaskan tentang kekeliruan akidah asy'ariyah yang mengatakan bahwa Allah berada dimana-mana.


Lebih lanjut silahkan kunjungi:
http://www.islamhouse.com/p/52463


Keajaiban Al Quran & Ilmu Pengetahuan

Benar kiranya jika Al Qur’an disebut sebagai mukjizat. Bagaimana tidak, ternyata ayat-ayat Al Qur’an yg diturunkan di abad ke 7 masehi di mana ilmu pengetahuan belum berkembang (saat itu orang mengira bumi itu rata & matahari mengelilingi bumi), sesuai dg ilmu pengetahuan modern yg baru-baru ini ditemukan oleh manusia.

Sebagai contoh ayat di bawah:
Dan apakah orang-orang yg kafir tidak mengetahui bahwasanya langit & bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yg padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yg hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al Anbiyaa: 30)

Saat itu orang tidak ada yg tahu bahwa langit & bumi itu awalnya satu. Ternyata ilmu pengetahuan modern seperti teori Big Bang menyatakan bahwa alam semesta (bumi & langit) itu dulunya satu. Kemudian akhirnya pecah menjadi sekarang ini.

Kemudian ternyata benar segala yg bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu pasti mengandung air & juga membutuhkan air. Keberadaan air adalah satu indikasi adanya kehidupan di suatu planet. Tanpa air, mustahil ada kehidupan. Inilah satu kebenaran ayat Al Qur’an.

Tatkala merujuk kepada matahari & bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.

Dan Dialah yg telah menciptakan malam & siang, matahari & bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS 21:33)

Disebutkan pula dalam ayat yg lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:
Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yg Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS 36:38)

Langit yg mengembang (Expanding Universe)
Dalam Al Qur’an, yg diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

Dan langit itu Kami bangun dg kekuasaan (Kami) & sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (QS 51:47)

Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yg dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dg kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dg permukaan balon yg sedang ditiup.

Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yg umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap & telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, & perhitungan yg dilakukan dg teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, & ia terus-menerus “mengembang”.

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, & ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung & menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak & mengembang.

Fakta ini dibuktikan juga dg menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dg teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang & galaksi terus bergerak saling menjauhi.

Gunung yg Bergerak
Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.” (QS 27:88)

14 abad lampau seluruh manusia menyangka gunung itu diam tidak bergerak. Namun dalam Al Qur’an disebutkan gunung itu bergerak.

Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yg lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yg berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.

Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yg terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yg ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yg dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.

Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yg masing-masingnya bergerak ke arah yg berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yg meliputi Afrika, Australia, Antartika & India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yg terdiri dari Eropa, Amerika Utara & Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana & Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yg lebih kecil.

Benua-benua yg terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan & lautan di Bumi.

Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yg dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:

Kerak & bagian terluar dari magma, dg ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yg disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, & beberapa lempengan kecil. Menurut teori yg disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua & dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur & berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, & menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)

Ada hal sangat penting yg perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)

Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yg baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.

Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan & Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dg air itu & sekali kali bukanlah kamu yg menyimpannya.” (QS 15:22)

Ramalan Kemenangan Romawi atas Persia
Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yg terdekat & mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum & sesudah (mereka menang).” (QS 30:1-4)

Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, & Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas & perak yg ada di dalam gereja dilebur & dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius & Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir & Armenia, yg semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

Diselamatkannya Jasad Fir’aun
Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yg datang sesudahmu” (QS 10:92)

Maurice Bucaille dulunya adalah peneliti mumi Fir’aun di Mesir. Pada mumi Ramses II dia menemukan keganjilan, yaitu kandungan garam yg sangat tinggi pada tubuhnya. Dia baru kemudian menemukan jawabannya di Al-Quran, ternyata Ramses II ini adalah Firaun yg dulu ditenggelamkan oleh Allah swt ketika sedang mengejar Nabi Musa as.

Injil & Taurat hanya menyebutkan bahwa Ramses II tenggelam; tetapi hanya Al-Quran yg kemudian menyatakan bahwa mayatnya diselamatkan oleh Allah swt, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Perhatikan bahwa Nabi Muhammad saw hidup 3000 tahun setelah kejadian tersebut, & tidak ada cara informasi tersebut (selamatnya mayat Ramses II) dapat ditemukan beliau (karena di Injil & Taurat pun tidak disebut). Makam Fir’aun, Piramid, yg tertimbun tanah baru ditemukan oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817. Namun Al-Quran bisa menyebutkannya karena memang firman Allah swt (bukan buatan Nabi Muhammad saw).

Segala Sesuatu diciptakan Berpasang-pasangan
Al Qur’an yg berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yg lebih umum, & dg batas-batas yg tidak ditentukan.

Maha Suci Tuhan yg telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yg ditumbuhkan oleh bumi & dari diri mereka maupun dari apa-apa yg mereka tidak ketahui.” (QS 36:36)

Kita dapat mengadakan hipotesa sebanyak-banyaknya mengenai arti hal-hal yg manusia tidak mengetahui pada zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yg manusia tidak mengetahui itu termasuk di dalamnya susunan atau fungsi yg berpasangan baik dalam benda yg paling kecil atau benda yg paling besar, baik dalam benda mati atau dalam benda hidup. Yg penting adalah untuk mengingat pemikiran yg dijelaskan dalam ayat itu secara rambang & untuk mengetahui bahwa kita tidak menemukan pertentangan dg Sains masa ini.

Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki & perempuan, atau jantan & betina, ungkapan “maupun dari apa yg tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yg lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yg menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yg disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dg lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yg berlawanan dg materi. Misalnya, berbeda dg materi, elektron anti-materi bermuatan positif, & protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

…setiap partikel memiliki anti-partikel dg muatan yg berlawanan … & hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan & pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”

Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui letupan bintang-bintang di luar angkasa, & kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan.

Sumber:
Harun Yaya
Mukjizat Al Qur’an, Prof. Dr. Quraisy Syihab
BIBEL, QUR-AN, & Sains Modern
Dr. Maurice Bucaille
Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science
Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi
Penerbit Bulan Bintang, 1979
Kramat Kwitang I/8 Jakarta
http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-15-1181/
http://syiarislam.wordpress.com/2007/11/07/keajaiban-al-quran-dan-ilmu-pengetahuan/


Bibel mengatakan, Babi Haram!

Oleh: Hj Irena Handono
Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center, Pimpinan Umum Gerakan Muslimat Indonesia


Akhir-akhir ini media masa cetak maupun elektronik dihebohkan dengan berita tentang wabah flu babi. Tak hanya di Indonesia, tapi perbincangan hingga berlanjut pada pengambilan langkah preventif telah dilakukan di berbagai negara.

Perilaku babi
Menarik ketika seorang Imam menjelaskan kepada beberapa orang Barat yang bertanya tentang kenapa Muslim tidak mengonsumsi babi. Bagi muslim, babi adalah haram, bukan karena penyebab dari penggunaan babi dan segala unsurnya, namun hal yang terpenting karena memang Allah SWT telah mengharamkan babi bagi manusia.

"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yangjatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya,dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala." QS Al Maidah [5]: 3.

Adapun temuan berikutnya yang mengatakan bahwa ternyata babi berefek buruk ini dan itu, maka hal tersebut adalah hikmah dari pelarangan Allah. Bukan alasan bagi pelarangan-Nya.

Kemudian sang Imam ini menunjukkan pada orang-arang Barat tersebut dengan membandingkan perilaku babi dan ayam. Ketika dua ekor ayam jantan dan satu betina dilepas, dua ayam jantan itu akan bertarung hingga salah satu tewas untuk memperebutkan sang betina. Namun apa yang terjadi ketika dua ekor babi jantan dan satu betina diiepas? Ternyata babi jantan yang satu membantu jantan yang lain untuk melaksanakan hajat seksualnya pada si betina. Dan sang Imam pun berkata, "Inilah! Daging babi itu sesungguhnya membunuh 'ghiroh' orang yang memakannya dan ini terjadi pada kaum kalian."

Mengapa Kristen makan daging babi?
Sesungguhnya pelarangan Allah atas babi ini tidak terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW saja, namun pelarangan atas pengkonsumsian babi sudah terjadi sejak dahulu kala. Yang masih terekam adalah pada syariat yang dibawa semasa Nabi Musa, dalam Imamat 11:7-8 yang berbunyi "Jangan makan babi. Binatang itu haram, karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak. Dagingnya tak boleh dimakan dan bangkainya pun tak boleh disentuh karena binatang itu haram." Larangan serupa juga tercantum di kitab Ulangan 14:8, Yesaya 65:2-4 dan Yesaya 66:17. Dan semua larangan ini masih jelas tertulis dalam kitab 'suci' umat Kristen yang disebut Bibel.

Mengapa Kristen justru memakan daging babi? Pertama, mungkin mereka tidak banyak tahu tentang kitab mereka. Kedua, ayat-ayat Bibel yang dikarang oleh Paulus yang menyatakan bahwa segala makanan adalah suci (Roma 14:20), juga pernyataan yang menyatakan bahwa Yesus telah meniadakan hukumTaurat (Efesus 2:14-15) yang termasuk di dalamnya keharaman daging babi.

Padahal kenyataannya, Yesus sendiri tidak pernah mengatakan demikian. Bahkan di dalam Matius 5:17-20, Yesus dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak pernah sedikitpun menghapuskan hukum yang telah ditetapkan di dalam Taurat (Perjanjian Lama). Di lain ayat juga dinyatakan dengan jelas bahwa pengikut Yesus yang setia tetap menjaga diri dari makanan haram dan najis (Kisah Para Rasul 10:14).

Perlu juga diketahui bahwa Paulus adalah bukan termasuk dari 12 murid Yesus dan bahkan tidak pernah bertemu dengan Yesus dalam hidupnya. Lalu bagaimana mungkin ia membatalkan apa yang jelas-jelas diperintahkan/dilarang oleh Yesus?

Dan jika alasan pembolehan daging babi oleh umat Kristiani didasarkan atas kata-kata Yesus di dalam Matius 15:11 yang berbunyi "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." Maka ayat inipun secara konteks tidak ada kaitan dengan kebolehan memakan daging babi. Ayat ini merupakan penjelasan Yesus yang mengecam perilaku munafik bangsa Yahudi yang mengabaikan ajaran utama Taurat sementara justru mempertahankan adat-istiadat nenek moyang mereka.[]

Dari Tabloid Media Umat Edisi 13

Baca juga: Injil Wajibkan Wanita Berkerudung




Dari YouTube...
Dari sebuah Debat... "Siapakah Yesus... Tuhan atau Nabi?"


Lihat langsung di YouTuberuth...


[tuning]


“Ruh-ruh manusia diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain akan bersatu. Dan mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah.”
(HR Muslim 4773)


Wallahu'alamu...
...astaghfirullah ..astaghfirullah ..astaghfirullah!

“Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir".” (QS Al-Kahfi 29)
Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, niscaya Kami akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS Al-’Ankabut 69)